Minggu, 02 November 2008

[bali-bali] Indonesia menggugat

Kami punja hari dulu jang indah, kami punja masa silam jang gemilang!

Ah, Tuan-tuan hakim,

Siapakah orang Indonesia jang tidak mengeluh hatinja, kalau mendengarkan cerita tentang keindahan itu,
siapakah jang tidak menyesalkan hilangnja kebesaran-kebesarannja!

Siapakah orang Indonesia jang tidak hidup semangat nasionalnja, kalau mendengar riwajat tentang kebesaran keradjaan Melayu dan Sriwidjaja, tentang kebesaran Mataram dan Padjadjaran, kebesaran pula Bintara, Banten dan Mataram kedua dibawah Sultan Ageng!

Siapakah orang Indonesia jang tidak mengeluh hatinja kalau ia ingat benderanja jang dulu ditemukan dan dihormati orang sampai di Madagaskar, di Persia, dan di Tiongkok!

Tetapi sebaliknya, siapakah tidak hidup harapannja dan kepertjajaannja, bahwa rakjat jang demikian kebesarannja hari dulu itu pasti tjukup kekuatan untuk mendatangkan hari kemudian jang indah pula, pasti masih djuga mempunjai kebisaan-kebisaan menaik lagi diatas tingkat kebesaran dikelak kemudian hari.

Siapakah jang tidak seolah-olah mendapat njawa baru dan tenaga baru, kalau ia membaca riwajat zaman dulu itu, lantas hiduplah rasa nasionalnja, lantas menjala lagilah api harapan didalam hatinja, dan lantas mendapat lagilah rakjat itu njawa baru dan tenaga baru oleh karenanja.

"Indonesia Menggugat"
Soekarno, 1930

Cuplikan dari pembelaan Soekarno di pengadilan kolonial di Gedung Landraat Bandoeng


__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: