Kamis, 15 Oktober 2009

[bali-bali] Semuanya Sudah Direncanakan oleh Tuhan?



Salam Indonesia!

 

Dalam sebuah dialog interaktif di RRI Denpasar yang menghadirkan aktivis spiritual Bapak Anand Krishna dengan tema: Catur Warna dalam diri kita. Dalam acara yang berlangsung selama satu jam tersebut, seorang laki2 yang ikut interaktif melalui telepon benar-benar menyita perhatian saya. Dari namanya dapat saya simpulkan bahwa dia  berasal dari kasta "brahmana".

 

Melalui telepon dia berkata: untuk apa membicarakan masalah warna dan kasta, mau membuat apa di Bali, orang hindu Bali percaya bahwa Tuhan sudah mengatur segalanya. Jadi tidak usah khawatir dengan semakin banyaknya orang hindu(baca: orang Bali) pindah agama maupun praktek dari satu kasta yang merendahkan kasta yang lain.

 

Saya tidak akan mengomentari masalah kasta ini. Saya justru dibuat gelisah oleh kata-kata dari orang yang berasal dari kasta brahmana ini. Bayangkan jika dari kasta brahmana yang diidentikkan dengan kasta yang menguasai ilmu pengetahuan saja berpendapat seperti itu, apa yang dapat kita harapkan?

 

Apakah dia lupa tentang apa yang dia lakukan sehari-hari. Apakah yang dia lakukan sehari-hari sudah ditentukan oleh Tuhan? Lalu untuk apa keberadaan kita di dunia?

 

Mungkin dia lupa bahwa sebagai manusia kita dilengkapi dengan kehendak bebas dalam diri kita. Kehendak bebas inilah yang menentukan apa yang terjadi dengan diri kita saat ini, dan kehendak bebas itu pula yang akan menentukan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kehendak bebas inilah yang menentukan karma kita. Dengan kata lain perbuatan/karma kitalah yang menentukan apa yang sudah, sedang dan akan terjadi pada diri kita. Segala sesuatu yang terjadi di luar diri kita adalah refleksi dari apa yang kita lakukan terhadap segala sesuatu di luar diri kita. Jadi Tuhan tidak merencanakan segalanya untuk kita. Tuhan hanya memfasilitasi manusia dengan memberi manusia zat hidup(terserah mau disebut apa zat hidup ini) serta ruang dan waktu.

 

Adalah tugas kita semua untuk memastikan bahwa apapun yang kita lakukan tidak akan membawa duka di belakang hari. Entah duka dari apa yang terjadi langsung pada diri kita atau duka dari bencana di luar diri yang berdampak pada diri kita. Sekali lagi Tuhan tidak ada urusan dengan apa yang tejadi.

 

Jika kita mengacu kepada cita-cita agama hindu yaitu "atmano mokshartam jagadhitaya ca"(kebebasan diri untuk berbuat untuk kesejahteraan semesta dengan segala isinya), maka merespon dengan tepat terhadap apa yang terjadi akan sangat menentukan apakah kita sedang mendekati cita-cita tersebut atau sedang menjauhi.

 

Baragkali kata-kata dari seorang yang menyebut dirinya Osho, yang menurut saya sudah tercerahkan berikut ini layak kita renungkan.

 

"Each person comes into this world with a specific destiny--he has something to fulfill, some message has to be delivered, some work has to be completed. You are not here accidentally--you are here meaningfully. There is a purpose behind you. The whole intends to do something through you."

Salam,

pk



New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: