Sebentar lagi umat hindu akan merayakan Galungan yang dimaknai sebagai hari kemenangan dharma atas adharma. Benarkah kita sudah menang melawan adharma?
Mari kita perhatikan beberpa kejadian akhir-akhir ini.
1. Beberapa hari lalu ada pemberitaan di koran bahwa stok penyu di pulau Bali kritis, tinggal 3 ekor penyu. Sebagaimana kita ketahui penyu adalah hewan langka yang dilindungi oleh undang-undang. Tapi di Bali atas nama agama undang-undang boleh dilanggar.
2.Bulan lalu ada hak orang mati yang mau dikremasi di krematorium Taman Mumbul juga dilanggar. Ambulance yang membawa jenaah yang sudah siap berangkat ke Taman Mumbul dihentikan oleh warga.
2. Beberapa hari kemudian ada pemberitaan bahwa para pengerajin penjor di Bali kehabisan bahan baku sehingga harus mencari bahan baku sampai ke Sumbawa. Lagi-lagi atas nama agama kelestarian lingkunganpun kita abaikan.
4.Hampir setiap hari koran memberikatan tentang orang bunuh diri atau membunuh orang lain.
5. Berita tentang pelanggaran terhadap tata ruang di Bali juga setiap hari menghiasi halaman-halaman koran. Hal ini menjunjukan betapa rendahnya integritas para birokrat di Bali sehingga kehancuran Bali sudah barada pada point of no ruturn.
Dari beberapa kejadian diatas masih layakah kita merayakan kemenang dharma atas adharma? Apalagi dengan berbagai kemewahan ditengah-tengah sebagian dari saudara-saudara kita yang sedang menderita akibat bencana gempa bumi yang menimpa beberapa bagian bumi pertiwi Indonesia.
Semoga beberapa kejadian diatas dapat menjadi bahan renungan bagi kita untuk merayakan Galungan dengan lebih tepat, dalam kesederhanaan namun penuh dengan makna.
Selamat Galungan...
Putu
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar