Rabu, 15 April 2009

[bali-bali] Caleg PDI-P Tagih Kembali Bantuan



ternyata terjadi juga di bali. hihihi..

--
http://balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=12&id=13250

Rabu, 15 April 2009 | BP

Target Suara Tak Terpenuhi
Caleg PDI-P Tagih Kembali Bantuan

Singaraja (Bali Post) -
Banyak hal unik terjadi pasca-Pemilu Legislatif di Buleleng. Akibat perolehan suara tak sesuai target, warga Lingkungan Kayubuntil Timur, Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja terpaksa mengembalikan seperangkat gong bleganjur yang sebelumnya disumbangkan oleh seorang caleg Partai Golkar, Gede Rifa Gautama. Di sisi lain, seorang caleg PDI-P, Ketut Suartika alias Nyok, menagih kembali bantuan yang sudah diberikan kepada warga di Kayubuntil Barat dan Kayubuntil Timur. Pasalnya, perolehan suara Suartika dalam pemilu 9 April lalu sangat sedikit di dua wilayah tersebut.

Menurut informasi, seorang caleg dari PDI-P, Ketut Suartika, disebut-sebut menagih kembali bantuan yang sudah diberikan kepada warga di Kayubuntil Barat dan Kayubuntil Timur. Di Lingkungan Kayubuntil Barat, caleg tersebut menagih keramik yang telah disumbangkan sebelumnya. Yang lucu di Kayubuntil Timur, caleg tersebut menagih gedek yang sudah terpasang di balai suka-duka.

Ketua RT I Kelurahan Kampung Anyar Singaraja, Gede Wenten, juga membenarkan caleg dari PDI-P tersebut menagih gedek yang sudah terpasang di balai suka-duka. "Saya ditelepon oleh Suartika dan meminta kembali gedek yang sudah disumbangkan untuk Balai Lingkungan. Padahal, gedeknya sudah terpasang," kata Wenten sembari tersenyum geli. Namun Suartika belum bisa dimintai komentar terkait masalah tersebut.

Wenten juga membenarkan warga Lingkungan Kayubuntil Timur telah mengembalikan seperangkat gong bleganjur yang sebelumnya disumbangkan oleh Rifa Gautama, caleg dari Partai Golkar untuk DPRD Buleleng. Aparat di Kayubuntil Timur merasa malu karena perolehan suara Rifa di daerah tersebut tidak sesuai target. "Targetnya, Pak Rifa dapat 600 suara di Kayubuntil Timur, namun nyatanya hanya 175 suara," kata Wenten.

Bantuan gong itu diterima oleh warga Kayubuntil Timur sekitar sebulan lalu dari Rifa Gautama dan ditempatkan di Pura Sari Tedung Jagat yang di-sungsung oleh kelompok Suka-Duka Lingkungan Kayubuntil Timur. Kompensasi dari bantuan tersebut, Rifa diupayakan bisa mendapatkan 600 suara di Kayubuntil Timur dalam Pemilu Legislatif 9 April. Namun kenyataannya, Rifa hanya mendapatkan 175 suara dan dari penghitungan suara sementara di Dapil I (Kecamatan Buleleng) Rifa gagal mendapat kursi di DPRD Buleleng. "Kenyataan itu membuat kami malu, sehingga kami bersama Ketua-ketua RT dan Kepala Lingkungan Kayubuntil sepakat untuk mengembalikan bantuan tersebut kepada Rifa," ujar Wenten.

Wenten bercerita dari dulu warga di Kayubuntil Timur selalu bercita-cita memiliki seperangkat gong bleganjur. Namun, cita-cita itu tak pernah bisa terwujud. Sejumlah warga memang sangat menyesalkan pengembalian bantuan tersebut. Apalagi, sekaa teruna di lingkungan itu sudah sempat belajar magamel dengan semangat. "Namun mau apa lagi, daripada bantuan itu jadi omongan di kemudian hari, lebih baik dikembalikan," katanya. Rifa Gautama yang dihubungi melalui HP kemarin belum mau berkomentar soal pengembalian bantuan gong bleganjur tersebut. (kmb15)

--
Anton Muhajir
www.rumahtulisan.com - Personal Blog
www.balebengong.net - Balibased Citizen Journalism



__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: