Selasa, 04 November 2008

[bali-bali] Pengamat Desak Dihentikannya Akses Amrozi Cs Kepada Media

Dear all,

Berita ini agak telat. Tapi tetap konteksual. Media memang terlalu
banyak memberikan tempat pada para terpidana kasus terorisme. Sadar
atau tidak, media telah menebarkan kebencian yang dihembuskan Amrozi
CS. Bahkan tak sedikit yang menempatkan para teroris itu sebagai
pahlawan.

Jarang sekali yang memberi tempat pada para korban.

Salam,

--

28/10/08 12:40

Pengamat Desak Dihentikannya Akses Amrozi Cs Kepada Media

http://www.antara.co.id/arc/2008/10/28/pengamat-desak-dihentikannya-akses-amrozi-cs-kepada-media/

Brisbane (ANTARA News) - Pemberian akses yang besar kepada Amrozi, Ali
Ghufron, dan Imam Samudera, tiga pelaku bom Bali 12 Oktober 2002 yang
menewaskan 202 orang, kepada para pekerja media dalam dan luar negeri
selama ini merupakan kesalahan fatal pemerintah Indonesia dalam
menangani kasus hukuman mati.

"Kalau pernyataan Amrozi cs terus keluar ke ruang publik, maka
dampaknya akan terus memberatkan Indonesia," kata pengamat pariwisata
Bali, I Nyoman Darma Putra, di Brisbane, Selasa, menanggapi rencana
eksekusi Amrozi cs dan dampaknya pada industri pariwisata Bali.

Penulis buku "Tourism, Development and Terrorism in Bali" (London,
Ashgate 2007) itu mengatakan, salah satu bentuk dari kekeliruan
pemerintah itu adalah adanya "open house" di penjara Nusa Kambangan
saat Lebaran. Pemerintah sebaiknya menyudahi akses para pelaku bom
Bali kepada pers.

Selama ini, kalangan pers cenderung tidak tertarik mewawancarai
terpidana mati secara berulang-ulang, kecuali terhadap ketiga pelaku
bom Bali 12 Oktober 2002 ini. Di Australia, akses terpidana kasus
terorisme kepada pers seperti yang diperoleh Amrozi cs merupakan
sesuatu yang mustahil, katanya.

Menjelang eksekusi ketiga pelaku bom Bali yang menewaskan 202 orang,
termasuk 88 orang warga Australia awal November mendatang, Kementerian
Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia kembali menegaskan
pemberlakuan peringatan perjalanan level empat bagi Indonesia kepada
para warganya.

Makna di balik peringatan perjalanan level empat itu adalah setiap
warga Australia yang berniat berkunjung ke berbagai daerah di
Indonesia diminta untuk "mempertimbangkan kembali" rencana mereka itu
karena alasan keamanan (ancaman terorisme).

Darma Putra mengatakan, peringatan perjalanan kepada Indonesia itu
belum tentu diindahkan oleh semua warga Australia.

Bahkan banyak pelajar Australia yang bersikukuh untuk menikmati
liburan sekolah mereka di Bali, karena mereka sudah melakukan
"booking" jauh sebelum munculnya ribut-ribut soal eksekusi Amrozi cs
yang mendorong pemerintah Australia kembali menegaskan level empat
peringatan perjalanan bagi Indonesia, katanya.

Terbelah
Sehubungan dengan pelaksanaan hukuman mati terhadap Amrozi cs, sikap
rakyat Australia sendiri terbelah.

Menurut Indonesianis Universitas Nasional Australia (ANU), George
Quinn, ada kelompok masyarakat yang berpendapat bahwa perbuatan Amrozi
cs tidak perlu dibalas, tetapi ada pula yang berpendapat sebaliknya.

Bagi kelompok pertama, mereka melihat hukuman mati sebagai perbuatan
yang tak berprikemanusiaan dan melanggar hak azasi manusia terlepas
dari aksi Amrozi cs enam tahun lalu. "Jadi kalau hukuman mati jadi
dilaksanakan pasti banyak juga suara yang menentangnya," kata Quinn.

Namun ia pribadi masuk ke dalam kelompok masyarakat yang pro-hukuman
mati bagi Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudera sebagai konsekuensi
atas tindakan mereka enam tahun lalu, kata kepala Pusat Asia Tenggara
Fakultas Studi-Studi Asia ANU itu.

Ketegasan pemerintah dan otoritas hukum Indonesia atas eksekusi para
pelaku Bom Bali 2002 akan meningkatkan "citra Indonesia" di Australia,
kata penulis Buku "The Novel in Javanese (Leiden, 1992) dan "The
Learner`s Dictionary of Today`s Indonesian" (Sydney, 2001) ini.

Bagi pemerintah Australia, eksekusi bagi Amrozi Cs adalah masalah yang
tidak perlu dicampuri walaupun Australia masuk dalam kelompok negara
yang menolak hukuman mati.

Sikap pemerintahan Perdana Menteri Kevin Rudd dari Partai Buruh dalam
masalah eksekusi Amrozi cs ini sejalan dengan sikap pemerintahan John
Howard yang digantikannya.(*)

COPYRIGHT (c) 2008

--
Anton Muhajir | http://rumahtulisan.com

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: