seksual seperti yg disampaikan pak made, saya setuju. Tapi bila RUUP
menjiplak persis hukum syariat, masih belum tepat, karena indonesia
bukan negara islam, karena hukum syariah hanya berlaku wajib untuk
umat islam tanpa harus disahkan dalam UU sekalipun. Hukum syariah
ditetapkan oleh Allah melalui rasulNya untuk ditaati oleh umat islam
sejak islam itu ada. Apakah Allah peduli hukum itu disahkan oleh UU
atau tidak ? Sepertinya tidak. Oleh karena itu umat lain hanya
diharapkan bisa memahami dan menghormati saja, karena hukum syariat
tersebut bukan diberlakukan utk mereka. Kalaupun mereka tidak mau
melakukannya itu bukan pengharusan hanya sekedar pengharapan asal
tidak mengganggu.
Seperti halnya awig2 dalam krama banjar, itu ya hanya diberlakukan
utk krama banjar kita saja toh ? Sementara orang lain diluar hanya
kita harapkan menghargai saja tanpa ada kewajiban mengikuti. Kalaupun
mereka tdk mau menghormati, ya EGP saja toh, toh juga peraturan itu
bukan utk mereka.
Saya tidak ada penguasaan ilmu utk masalah MUI, FPI atau taliban
kecuali hal hal tertentu, please specify yg mana, baru saya bisa
berkomentar pendapat saya kalau bisa, meskipun pendapat saya ga
penting yaa . Tapi mohon jangan samakan dg al qaeda, karena saya sama
sekali tidak menganggap mereka mewakili suara islam, bahkan mereka
cenderung bertujuan membentuk citra buruk utk islam. Bahkan bisa jadi
mereka bekerja utk musuh islam. Mereka sama dengan teroris2 lainnya.
Salam
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "IGusti Agung" <agungpindha@...>
wrote:
>
>
>
> Just a quick question :
> Kenapa saya harus memahami dan menghormati Syariat Islam??
> Sementara masalah ini ada hubungannya dengan RUUP , dalam hal
> pemaksaan ideology. RUUP tidak lain dari pemaksaan ideology,
> yang juga berarti menginjak HAM ,kebebasan setiap warga negara untuk
> melakukan sesuatu , asal tidak melanggar hukum yang sudah
disepakati.
> MUI dan FPI juga Al Qaeda dan Taliban , actionnya didasari dengan
Al
> Quran dan Hadist,kenapa justru tambah tersesat .
> Apapun dasar dan motif dari action mereka , yang jelas mereka
> menyakiti orang lain.
> Mungkinkah mereka semua salah dalam menafsirkan Islam dan Al Quran?
> I don't know.. yang saya tahu ,adalah kenyataannya , mereka
menyakiti
> malah sampai membunuh orang lain , baik yang beragama Islam maupun
> yang bukan pemeluk Islam .
> So, kenapa saya harus memahami dan menghormati syariat Islam ??
>
> salam simple
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, "laraslia" <laraslia@> wrote:
> >
> > Sepertinya ini ga ada hubungannya dgn RUUP, tidak puasa bukannya
> > pornoaksi, ini murni tindak kriminal seperti halnya di STPDN.
> Inipun
> > tidak lepas dari mutu pendidikan di indonesia termasuk ponpes di
> > dalamnya yang menyebabkan rendahnya pemahaman mereka tentang
islam
> > sekalipun mereka tinggal di ponpes. Seperti halnya sekolah negri,
> > kualitas pendidikan di ponpespun bermacam macam. Jangankan ponpes
> > kebanyakan di indo yg mayoritas santrinya dari golongan kurang
> mampu
> > (ketimbang ga sekolah), bahkan ponpes yg berbayar dollarpun atau
> > sekolah islam terpadu (ada yg plesetin TERpaksa PAke DUit karena
> > saking mahalnya) kualitas pendidikan umumnya masih ada yg tidak
> jauh
> > beda dgn sekolah negri. Buat saya sebagai ibu muslim, ini jadi
> dilema
> > tersendiri. Satu sisi ingin agar anak memiliki pemahaman agama yg
> > cukup dan benar tetapi juga mampu bersaing dalam menguasai
> teknologi,
> > tapi disisi lain saya masih belum berani mempercayakan 100% ke
> ponpes
> > dgn kualitas yg ada skrg. Bahkan ada orangtua yg menetapkan
> kriteria
> > bagus tidaknya ponpes berdasarkan kesaktian si guru, ada ada
saja,
> > tapi itu kenyataannya. Mungkin cerita saya terlalu meluber, tapi
> saya
> > harapkan rekan milis sekalian bisa mendapat sedikit gambaran
> tentang
> > kualitas pendidikan agama mayoritas muslim di indo. Bahwa
> sebenarnya
> > tidak ada yg perlu ditakutkan dengan syariat islam, karena itu
> hanya
> > satu istilah utk menyebut satu aturan/undang undang yg berlaku
> hanya
> > untuk umat islam sementara umat lain hanya diharapkan memahami
dan
> > menghormati aturan tersebut. (sialnya sebagian besar muslim di
> indo
> > tidak tau dan memahami hukum syariah dalam islam dan cenderung
> > menafsirkan sendiri ketimbang tanya ke orang yg lebih berilmu,
> belum
> > lagi adanya satu pihak yg mengharapkan rakyat indonesia terpecah
> > belah dg memanfaatkan isu SARA). Salam, lia
> > --- In bali-bali@yahoogroups.com, Putu Kesuma
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar