Benar sekali, kualitas pendidikan dan wawasn mempengaruhi penilaian.
BUktinya sebagian program yang paling jelek kualitasnya itu sangat
digemari (cinta fitri, muslimah, FTV drama) seperti halnya ibu saya,
keponakan, dan ipar saya.
Namun pemetaan seperti ini sangat penting untuk mengcounter analisis
rating yang dilakukan AC nielsen. Jika tidak ada riset oleh SET ini
maka AC nielsen melengang sendiri dengan gagahnya menasbihkan inilah
program2 teve yang disukai karena ratingnya gede. Padahal ayo pake
nalar aja, bagaimana otak anak-anak kita nanti kalo semua acara teve
dengan kualitas buruk itu terus merajalela.
2009/4/3 Peni Agustiyanto <peniagustiyanto@yahoo.com>:
> Mutu ditentukan oleh kualitas pendidikan seseorang dalam melihat acara
> TV,karena sebagian besar masyarakat kita tidak berpendidikan baik maka
> jangan salah yang disenagi juga yang tidak sama kualitas pendidikannya
> dengan para panelis tsb. Jadi tinggal pinter-pinternya kita aja memilih
> acar.bebaskan orang untuk memilih acara sendiri. kalau masyarakat diarahkan
> untuk memilih acara atas dasar penilaian orang lain maka itu tidak
> memunculkan kreativitas bung.
>
> --- Pada Kam, 2/4/09, Anton Muhajir <antonemus@gmail.com> menulis:
>
> Dari: Anton Muhajir <antonemus@gmail.com>
> Topik: [baligati] Inilah 6 Program Televisi Paling Enggak Mutu
> Kepada: "baliblogger" <baliblogger@yahoogroups.com>
> Cc: balebengong@yahoogroups.com, "bali-bali" <bali-bali@yahoogroups.com>,
> "akademikaunud" <akademikaunud@yahoogroups.com>, baligati@yahoogroups.com
> Tanggal: Kamis, 2 April, 2009, 7:57 PM
>
> http://oase. kompas.com/ read/xml/ 2009/04/02/ 15342049/ Inilah.6.
> Program.Televisi .Paling.Enggak. Mutu
>
> Inilah 6 Program Televisi Paling Enggak Mutu
>
> Kamis, 2 April 2009 | 15:34 WIB
>
> Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi
>
> JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar keluarga di Indonesia memiliki
> televisi. Akan tetapi, mereka tidak tahu mana program televisi yang baik
> untuk ditonton dan mana yang buruk untuk tidak ditonton karena bisa merusak
> perkembangan psikologis anak-anak dan remaja. Komisi Penyiaran Indonesia
> (KPI) Pusat pekan lalu telah mengumumkan enam sinetron bermasalah.
>
> Kamis (2/4) siang di Jakarta, Yayasan SET bekerja sama dengan Ikatan
> Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yayasan Tifa, dan Jaringan Masyarakat
> Pemerhati Televisi di 11 kota besar Indonesia menggelar seminar yang
> memaparkan hasil penelitiannya bertajuk "Rating Publik III: Menuju Televisi
> Ramah Keluarga". "Penelitian untuk memberikan alternatif penilaian terhadap
> program-program televisi berbasis pada aspek-aspek kualitas," kata Agus
> Sudibyo, Koordinator Riset dari Yayasan SET.
>
> Dijelaskan, berbasis pada metode peer review assessment, riset yang
> dilakukan menjaring penilaian 220 orang kalangan terpelajar terjadap
> kualitas program-program televisi secara umum dan kualitas program-program
> televise berating tinggi secara khusus.
>
> Salah satu hasil risetnya adalah program televisi paling tidak berkualitas
> dan pengiklannya. Berikut program televisi terburuk tersebut: "Muslimah"
> (Indosiar), "Suami-suami Takut Istri" (Trans TV), "FTV Drama" (Indosiar),
> "Bukan 4 Mata" (Trans 7), "Dangdut Mania Dadakan 4" (TPI), dan "Cinta Fitri
> 3" (SCTV).
>
> Yayasan SET juga mengumumkan siapa pengiklan di program terburuk tersebut.
> Di "Muslimah", yang beriklan adalah 3 (Three)-GSM, Excelcomindo XI-GSM Card,
> dan Oreo. Di "Suami-suami Takut Istri", Partai Golkar turut beriklan, selain
> itu Esia dan Autan. Sementara itu, di "FTV Drama" yang beriklan Mie Sedap
> Instant, Zinc Anti-Ketombe, dan Ale-Ale Fruit Drink. Di "Bukan 4 Mata" yang
> diasuh Tukul Arwana, pengiklannya Starmild, Gudang Garam Merah, dan
> Sampoerna A Volution.
>
> Pada program terburuk "Dangdut Mania Dadakan 4" yang beriklan adalah
> Antalinu, Neo Entrostop, dan Molto Ultra. Sementara pada "Cinta Fitri 3"
> yang beriklan adalah 3 (Three)-GSM, AXIS, dan Ale-Ale.
>
> Imam Wahyudi dari IJTI mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan moral,
> menuntut industri televisi menampilkan program-program terbaik, yang
> bermanfaat bagi masyarakat banyak. Perlu disadari, frekuensi yang digunakan
> stasiun-stasiun televisi merupakan ranah publik. Artinya, industri
> pertelevisian harus punya tanggung jawab sosial dan moral terhadap
> masyarakat. Karena itu, acara yang disuguhkan mestinya yang bermanfaat dan
> dibutuhkan publik, tandasnya.
>
> Abdullah Alamudi dari Dewan Pers mendukung gerakan moral tersebut. Mari kita
> sebagai warga negara gunakan komunikasi politik yang merupakan hak warga
> negara untuk membanjiri surat pembaca di media cetak. Komunikasi politik dan
> kebebasan pers dijamin di negara demokrasi. Sudah waktunya kita untuk
> memprotes, jangan hanya nrimo, tandasnya.
>
> --
> Anton Muhajir
> www.rumahtulisan. com - Personal Blog
> www.balebengong. net - Balibased Citizen Journalism
>
>
> ________________________________
> Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
>
--
Luh De Suriyani
http://lodegen.wordpress.com/
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar