Selasa, 14 April 2009

[bali-bali] Re: [OOT] Karpet dan Semen Ditarik, Asa dan Nyawa Taruhannya

Gimana caleg2 di Bali apakah ada yg menarik bantuanya kembali?

suksma;
--
- In bali-bali@yahoogroups.com, Anton Muhajir <antonemus@...> wrote:
>
> http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/14/03221296/.karpet.dan.semen.ditarik..asa..dan.nyawa.taruhannya
> .
>
> GUNCANGAN PSIKIS
> Karpet dan Semen Ditarik, Asa dan Nyawa Taruhannya
> Selasa, 14 April 2009 | 03:22 WIB
>
> Inilah pemilu yang banyak menelan korban harta, asa, dan nyawa. Dan, yang
> amat memalukan, sejumlah politisi menginjak-injak harga diri sendiri karena
> bersikap tidak kesatria.
>
> Ibu-ibu di kompleks Permukiman Kepala Air, Desa Batumerah, Kecamatan
> Sirimau, Kota Ambon, Minggu (12/4) petang, marah-marah di salah satu gang
> kampung mereka. Mereka amat kecewa pada calon anggota legislatif yang ingin
> menarik kembali dua karpet pemberian caleg itu karena gagal terpilih.
>
> Djohura Tianlean (56), ketua kelompok pengajian ibu-ibu Nurul Huda,
> menjelaskan, LS, caleg nomor urut 15 Daerah Pemilihan (Dapil) Sirimau untuk
> DPRD Kota Ambon, hendak menarik kembali karpet itu, padahal ibu-ibu
> pengajian tidak meminta diberi karpet. Saat kampanye, LS datang dan
> menawarkan bantuan karpet. Syaratnya, ibu-ibu pengajian yang berjumlah 20
> orang itu memberikan suara kepada LS.
>
> Dua hari setelah penghitungan suara, istri si caleg itu datang ke Kepala Air
> dan meminta kembali dua karpet itu karena LS hanya memperoleh 19 dari 20
> suara. Padahal, satu suara yang dibutuhkan itu karena pemilih tengah
> berangkat ke Papua. Beruntung istri LS bisa diselamatkan warga lainnya
> karena puluhan ibu-ibu dan pria dewasa emosi dan nyaris melancarkan aksi
> kekerasan.
>
> "Jujur saja, kami ini sembunyi-sembunyi dari suami kalau memilih LS karena
> ada caleg juga dari sini. Kalau mau ambil kembali karpet itu, silakan.
> Tetapi satu suara kami harus dibayar Rp 1 juta," teriak Djohura.
>
> Djohura menambahkan, warga Kepala Air sebenarnya tidak mengenal LS, warga
> kompleks Waihong. Caleg itu menggunakan pendekatan kultural karena warga
> Kepala Air mayoritas berasal dari Buton dan Geser. LS tiba-tiba saja datang
> ke Kepala Air saat berkampanye. Ia datang malam-malam dan menawarkan
> bantuan.
>
> Sekarang, karpet pemilu itu dionggokkan begitu saja di halaman rumah warga
> Kepala Air. Warga enggan menyentuh karpet itu.
>
> Caleg lain yang tak punya harga diri ada di Kulon Progo, DI Yogyakarta.
> Kecewa tak terpilih lagi duduk di kursi dewan, seorang caleg DPRD Kulon
> Progo menarik kembali sejumlah hadiah dan sumbangan yang pernah ia berikan
> kepada warga Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg yang menarik
> kembali sumbangan kampanyenya itu, S, caleg perempuan.
>
> Saat masa kampanye, S cukup sering memberikan sumbangan dan hadiah kepada
> warga. Di Dusun Kamal, Karangsari, misalnya, ia memberikan 14 zak semen
> untuk pembuatan jalan konblok. Menurut warga, S juga memberikan bantuan alat
> musik drumband dan uang tunai Rp 2,5 juta.
>
> Namun, sejak proses penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan
> Kecamatan, tiba-tiba muncul sejumlah orang suruhan S di beberapa dusun.
> Orang suruhan itu mendatangi para kepala dusun dan meminta kepala dusun
> mengembalikan bantuan yang pernah diberikan S. "Alasannya, S kalah suara
> sehingga tidak terpilih kembali," kata Kepala Dusun Kamal Mujiyono.
>
> Celakanya, bantuan 14 zak semen yang diberikan pada akhir Maret lalu itu
> sudah digunakan warga. Mujiyono terpaksa merogoh kocek pribadi Rp 700.000
> untuk membeli semen baru. "Saya tidak mau ribut, jadi saya siapkan saja
> semua yang mereka minta. Seharusnya caleg itu malu karena dulu dia juga
> pernah berjanji akan membantu pembangunan fisik di sini, tapi tak pernah
> terlaksana," kata Mujiono.
>
> Berdasarkan penghitungan suara sementara Panitia Pemungutan Suara di
> sejumlah desa di Pengasih dan Kokap, sesungguhnya perolehan suara S cukup
> tinggi, sekitar 1.500 suara, tetapi kalah dari suara caleg partai lain yang
> rata-rata 1.600 suara.
>
> Virgetta Hayuningsih (28) terduduk lesu di depan rumahnya di Kampung
> Tirtoyoso, Manahan, Kota Solo, Senin. Kesedihan mendalam tergurat di
> wajahnya, menyusul kematian ibundanya, Sri Sumini (52), yang diduga
> kelelahan menjalani kegiatan kampanye pemilu.
>
> Ibunya adalah caleg nomor 5 dari Dapil III Banjarsari. Sri Sumini meninggal,
> Senin pukul 02.15, setelah sehari dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo, Solo.
> "Kemarin ibu jatuh pingsan karena jantung dan livernya kambuh," kata
> Virgetta. Dua rekan almarhum sesama caleg, Wahyuning Chumaezon dan Guntur
> Taufik Irawan, mengenang Sri sebagai caleg yang bersemangat.
>
> Reaksi sebaliknya muncul dari puluhan warga RW 01 Kelurahan Kaligawe, Kota
> Semarang. Sukarni (50), warga RT 05 RW 01 Kaligawe, mengaku kecewa karena
> dibohongi tim sukses caleg bernama AB. "Saya dijanjikan Rp 25.000 dan paket
> kebutuhan pokok. Nyatanya, saya hanya dapat Rp 15.000," ucap Sukarni.
>
> Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga simpatisan partai yang
> mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang itu mengalami gangguan jiwa
> ringan atau stres, seorang gangguan jiwa sedang atau depresi. Dua lainnya
> mengalami gangguan jiwa berat: terus mengoceh, murung, serta tak mau makan
> serta minum.
>
> Kelimanya kini dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei,
> Kalteng. (EKI/ILO/CAS/ANG/YOP)
>
> --
> Anton Muhajir
> www.rumahtulisan.com - Personal Blog
> www.balebengong.net - Balibased Citizen Journalism
>


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: