Senin, 22 September 2008

Re: [bali-bali] Re: Ketahuan Tidak Puasa, Siswa SMA Dianiaya Santri Ponpes

Hallo
 
Sekedar ikut nimbrung, mungkin maksud sang empunya postingan, ini adalah bentuk real dari pemaksaan syariat, seperti kita ketahui bersama UU Pornografi adalah produk hukum berlatar belakang agama....nah sebelum diatur dengan undang-undangpun mereka sudah bernai melanggar aturan dengan alasan agama, apalagi klo nanti sudah ada payung hukumnya>?! bisa jadi mereka bakal ke jalan bawa klewang nyariin gadis-gadis yang tidak menutup aurat!
Mereka yang terangsang kok yang punya aurat yang disalahkan....
sedih jika melihat orang denmgan pola pikir seperti itu
 
 
 
 
Nenn
----- Original Message -----
From: laraslia
Sent: Sunday, September 21, 2008 10:26 PM
Subject: [bali-bali] Re: Ketahuan Tidak Puasa, Siswa SMA Dianiaya Santri Ponpes

Sepertinya ini ga ada hubungannya dgn RUUP, tidak puasa bukannya
pornoaksi, ini murni tindak kriminal seperti halnya di STPDN. Inipun
tidak lepas dari mutu pendidikan di indonesia termasuk ponpes di
dalamnya yang menyebabkan rendahnya pemahaman mereka tentang islam
sekalipun mereka tinggal di ponpes. Seperti halnya sekolah negri,
kualitas pendidikan di ponpespun bermacam macam. Jangankan ponpes
kebanyakan di indo yg mayoritas santrinya dari golongan kurang mampu
(ketimbang ga sekolah), bahkan ponpes yg berbayar dollarpun atau
sekolah islam terpadu (ada yg plesetin TERpaksa PAke DUit karena
saking mahalnya) kualitas pendidikan umumnya masih ada yg tidak jauh
beda dgn sekolah negri. Buat saya sebagai ibu muslim, ini jadi dilema
tersendiri. Satu sisi ingin agar anak memiliki pemahaman agama yg
cukup dan benar tetapi juga mampu bersaing dalam menguasai teknologi,
tapi disisi lain saya masih belum berani mempercayakan 100% ke ponpes
dgn kualitas yg ada skrg. Bahkan ada orangtua yg menetapkan kriteria
bagus tidaknya ponpes berdasarkan kesaktian si guru, ada ada saja,
tapi itu kenyataannya. Mungkin cerita saya terlalu meluber, tapi saya
harapkan rekan milis sekalian bisa mendapat sedikit gambaran tentang
kualitas pendidikan agama mayoritas muslim di indo. Bahwa sebenarnya
tidak ada yg perlu ditakutkan dengan syariat islam, karena itu hanya
satu istilah utk menyebut satu aturan/undang undang yg berlaku hanya
untuk umat islam sementara umat lain hanya diharapkan memahami dan
menghormati aturan tersebut. (sialnya sebagian besar muslim di indo
tidak tau dan memahami hukum syariah dalam islam dan cenderung
menafsirkan sendiri ketimbang tanya ke orang yg lebih berilmu, belum
lagi adanya satu pihak yg mengharapkan rakyat indonesia terpecah
belah dg memanfaatkan isu SARA). Salam, lia
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Putu Kesuma <putukesuma@...> wrote:
>
> Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
>  
> Salam Indonesia!
>  
> Yang kita khawaritkan itu sudah terhaji, belum diundangkan saja
penghakimam sudah terjadi terhadap sesama anak bangsa. Bisa kita
bayangkan apa yang akan terjadi jika RUU ini disahkan.
>  
> Karena itu demi kecintaan kita terhadap tanah air, Ibu Pertiwi,
kita tidak bisa diam sampai RUU ini dikuburkan. RUU ini adalah bentuk
lain dari imprialisme budaya. Jika bangsa kita konsenten menolak
imprialisme maka apapun bentukan harus kita tolak.
>  
> Saat ini di medan Kuruksetra sedang tejadi perang untuk menegakkan
nilai-nilai budaya nusantara melawan nilai-nilai budaya asing.
>  
> Sejarah akan mencatat apakah kita termasuk penghianat atau tidak.
>  
> Selamat berjuang!
>  
> Salam Indonesia
> Putu Kesuma
>  
>  
>  
> Sabtu, 20/09/2008 14:28 WIB
>
> Waskito Ardiyono - detikSurabaya
>
>
>
>
>
> Magetan - Tri Andika (16), siswa SMAN 3 Magetan terbaring lemah di
UGD RSUD Dr Sayidiman Magetan karena mengalami luka-luka setelah
dianiaya santri pondok pesantren. Korban dianiaya hanya gara-gara
ketahuan tidak berpuasa.
>
> AKP Santoso Kapolsek Takeran Magetan kepada detiksurabaya.com
menjelaskan, dari keterangan korban, peristiwa kekerasan itu terjadi
saat mengikuti Pondok Ramadan di Pondok Pesantren PSM yang
berlangsung hari Jumat (19/9/2008) kemarin. Saat itu korban kepergok
tidak berpuasa. Korban ketahuam sedang memakan sesuatu di ruangan
yang digunakan untuk ngaji.
>
> "Korban mengaku kalau dipukul oleh santri Pondok PSM gara-gara
tidak puasa kemarin. Karena kondisinya lemah oleh keluarga, korban
dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," jelas Santoso di
kantornya, Sabtu (20/9/2008).
>
> Menurut Santoso, sampai saat ini pihaknya masih menunggu KH
Masdjuki pimpinan Pondok Pesantren PSM Takeran dan santrinya untuk
dimintai keterangan terkait penganiayaan, hanya gara-gara tidak puasa.
>
> Sementara itu, kondisi korban sendiri saat ini masih tergolek
lemah. Korban menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Sayidiman
Magetan dengan luka memar di dada dan punggung.(bdh/bdh

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: