Senin, 22 September 2008

Re: [bali-bali] Fw: SEMARANG

Ada kasus masalah moril di Eropa (Sweden atau negara seperti itu, saya lupa dengan persis) yang menarik. Untuk mengurangi prostitusi, yang kena sangsi adalah laki-laki, bukan perempuan. Biasanya undang-undang anti-prostitusi lain tidak efektif, tetapi dalam kasus itu sangat efektif, dan industri itu hampir punah. Bagaimana kalau dicoba di Indonesia, kita bisa lihat kemunafikan para pemimpin moril.

Salam
Adrian


On 23/9/08 1:44 PM, "Asana Viebeke Lengkong" <asanasw@indo.net.id> wrote:


 

 
 
  
 SEMARANG, SENIN - Kaum perempuan terancam kriminalisasi  jika Rancangan
Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi disahkan.  Hal ini
disebabkan dalam rancangan undang-undang tersebut,  perempuan
diposisikan sebagai obyek.

Demikian diserukan Jaringan  Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jawa
Tengah  dalam aksi penolakan di Bundaran Universitas Diponegoro
Semarang, Kota  Semarang, Senin (22/9). Dalam aksi tersebut, mereka
mempertontonkan  aksi teatrikal menyinggung kebijakan pemerintah yang
tidak mengindahkan  nilai-nilai kemanusiaan.

Bukan hanya perempuan yang diinjak-injak  dengan kebijakan yang
mengatasnamakan agama, etika, moral, dan hukum.  Tetapi lebih dari itu,
kemanusiaan pun dinodai, kata koordinastor aksi  Irene Kurniaarif Fajar.

Irene mengatakan rancangan  undang-undang tersebut sekan-akan diartikan
sebagai pelindung dalam  upaya menghargai harkat perempuan dan
menghargai eksistensi perempuan,  ternyata memberikan arti yang bias
terhadap substansi perlindungannya  sendiri.

Seharusnya upaya perlindingan perempuan tidak hanya diukur  untuk
kegiatan pronografi, karena ukuran pornigrafi yang ditafsirkan  sebagai
kegiatan yang menyebabkan timbulnya hasrat seksual tidak dapat  disamakan.

Tiap-tiap orang mempunyai penafsiran tentang hasrat  seksual yang
beragam, tergantung pengaruh budaya dan konstruksi  lingkungan sosial
di tiap-tiap daerah. "Dalam hal ini, perempuan  dibebankan tanggung
jawab dan menjadi kambing hitam atas ketidakmampuan  laki-laki
mengontrol hasrat seksualnya," ujar Irene.

Amanda  Putri Nugrahanti
 
    


--
Professor of Southeast Asian Studies
School of Languages and Cultures
Rm 637, Brennan Building A18

Associate Dean International
Faculty of Arts
The University of Sydney NSW 2006
 
Ph  61-2 9351 2878
Fax 61-2 9351 2319
email <adrian.vickers@usyd.edu.au>

Celebrating 50 Years of Indonesian Studies at the University of Sydney
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: