dan tuhan yang tau. Emang ada yg perhatiin saat di kamar mandi kita
minum seember air. Yang ga sholat saja banyak, padahal itu adalah
ibadah utama. Mau dikerjain silahkan nggak juga terserah, karena ga
ada hukuman fisik utk pengingkaran ibadah kepada Tuhan,pun tidak ada
reward fisik jika dikerjakan, itu hitungannya 'nanti'. 100% keimanan.
Sementara hukuman fisik di dunia diberikan utk pelanggaran syariah/
awig2 dalam kedudukan manusia dg segudang tanggung jawabnya di dunia
sebagai makhluk sosial. Sementara pelaksanaan hukumannya juga tidak
bisa sembarangan khususnya di negara yg bukan negara islam. Disamping
juga ada hukuman di hari perhitungan 'nanti'. Waduh...sepertinya
nglantur lagi ya...maaf. Salam
-- In bali-bali@yahoogroups.com, Adrian Vickers <adrian.vickers@...>
wrote:
>
> Padahal banyak orang Œsantri¹ yang merokok pada siang hari semasa
Ramadan!
>
>
> On 22/9/08 3:55 PM, "IGusti Agung" <agungpindha@...> wrote:
>
> >
> >
> >
> >
> >
> > Just a quick question :
> > Kenapa saya harus memahami dan menghormati Syariat Islam??
> > Sementara masalah ini ada hubungannya dengan RUUP , dalam hal
> > pemaksaan ideology. RUUP tidak lain dari pemaksaan ideology,
> > yang juga berarti menginjak HAM ,kebebasan setiap warga negara
untuk
> > melakukan sesuatu , asal tidak melanggar hukum yang sudah
disepakati.
> > MUI dan FPI juga Al Qaeda dan Taliban , actionnya didasari dengan
Al
> > Quran dan Hadist,kenapa justru tambah tersesat .
> > Apapun dasar dan motif dari action mereka , yang jelas mereka
> > menyakiti orang lain.
> > Mungkinkah mereka semua salah dalam menafsirkan Islam dan Al
Quran?
> > I don't know.. yang saya tahu ,adalah kenyataannya , mereka
menyakiti
> > malah sampai membunuh orang lain , baik yang beragama Islam
maupun
> > yang bukan pemeluk Islam .
> > So, kenapa saya harus memahami dan menghormati syariat Islam ??
> >
> > salam simple
> >
> > --- In bali-bali@yahoogroups.com <mailto:bali-bali
%40yahoogroups.com> ,
> > "laraslia" <laraslia@> wrote:
> >> >
> >> > Sepertinya ini ga ada hubungannya dgn RUUP, tidak puasa
bukannya
> >> > pornoaksi, ini murni tindak kriminal seperti halnya di STPDN.
> > Inipun
> >> > tidak lepas dari mutu pendidikan di indonesia termasuk ponpes
di
> >> > dalamnya yang menyebabkan rendahnya pemahaman mereka tentang
islam
> >> > sekalipun mereka tinggal di ponpes. Seperti halnya sekolah
negri,
> >> > kualitas pendidikan di ponpespun bermacam macam. Jangankan
ponpes
> >> > kebanyakan di indo yg mayoritas santrinya dari golongan kurang
> > mampu
> >> > (ketimbang ga sekolah), bahkan ponpes yg berbayar dollarpun
atau
> >> > sekolah islam terpadu (ada yg plesetin TERpaksa PAke DUit
karena
> >> > saking mahalnya) kualitas pendidikan umumnya masih ada yg tidak
> > jauh
> >> > beda dgn sekolah negri. Buat saya sebagai ibu muslim, ini jadi
> > di> >
>
>
> --
> Professor of Southeast Asian Studies
> School of Languages and Cultures
> Rm 637, Brennan Building A18
>
> Associate Dean International
> Faculty of Arts
> The University of Sydney NSW 2006
>
> Ph 61-2 9351 2878
> Fax 61-2 9351 2319
> email <adrian.vickers@...>
>
> Celebrating 50 Years of Indonesian Studies at the University of
Sydney
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar