Senin, 22 September 2008

[bali-bali] Re: Ketahuan Tidak Puasa, Siswa SMA Dianiaya Santri Ponpes

Mbok Lia,
kayaknya koq nggak nyambung antara UUP dengan awig awig banjar ya,
soalnya kalau awig awig itu dibuat dan disetujui oleh semua krama.
Sedangkan UUP ini sudah jelas ditentang oleh banyak warga negara,
disamping semua sudah diatur oleh KUHP dan UU yang lain yang sudah
dibuat dan disepakati bersama .
Saya hanya orang bodoh yang tidak mengerti hukum dan Undang Undang,
sedangkan saya sendiri bisa mengerti effect dari UUP ini setelah
saya baca , pendeknya saya pribadi tidak setuju dengan isinya.
Kita tidak perlu UUP , lebih masuk akal kalau DPR membuat perencanaan
Child Law protection , yang khusus untuk melindungi anak dibawah
umur, bukan saja dari sexual exploitasi , juga dari under age hard
labour , dan segala bentuk exploitasi yang lain, kalau belum ada
dalam KUHP dan UU yang lain saat ini.

Saya juga berterimakasih kalau Mbok sendiri menganggap Al qaeda ,
Taliban dalah musuh Islam , atau mungkin bekerja untuk musuh islam.
Walupun secara logic bagi saya itu tidak mungkin , tapi saya lebih
suka mendengarnya .
Semoga saja saudara/i Islam yang lain juga berpikiran seperti itu,
jadi agar Abu Bakar Ba'asyir kehilangan supporternya , juga FPI dan
PKS dan pendukungnya setelah peristiwa Monas.
Sayangnya , walaupun JI sudah dinyatakan pertai terlarang , tokoh
dan pendukungnya tinggal ikut partai lain , beres dah.
Partainya berbeda tapi orang orangnya sama , dengan jalan pikiran
yang sama , dan orang orang ini juga yang mendukung UUP.
sere tunu , sere panggang Mbok.. sama saja baunya..

sekian dulu ( ingat nothing personal ya..)

--- In bali-bali@yahoogroups.com, "laraslia" <laraslia@...> wrote:
>
> Bahwa bila RUUP bertujuan untuk melindungi anak2 dari kekerasan
> seksual seperti yg disampaikan pak made, saya setuju. Tapi bila
RUUP
> menjiplak persis hukum syariat, masih belum tepat, karena
indonesia
> bukan negara islam, karena hukum syariah hanya berlaku wajib untuk
> umat islam tanpa harus disahkan dalam UU sekalipun. Hukum syariah
> ditetapkan oleh Allah melalui rasulNya untuk ditaati oleh umat
islam
> sejak islam itu ada. Apakah Allah peduli hukum itu disahkan oleh
UU
> atau tidak ? Sepertinya tidak. Oleh karena itu umat lain hanya
> diharapkan bisa memahami dan menghormati saja, karena hukum
syariat
> tersebut bukan diberlakukan utk mereka. Kalaupun mereka tidak mau
> melakukannya itu bukan pengharusan hanya sekedar pengharapan asal
> tidak mengganggu.
> Seperti halnya awig2 dalam krama banjar, itu ya hanya diberlakukan
> utk krama banjar kita saja toh ? Sementara orang lain diluar hanya
> kita harapkan menghargai saja tanpa ada kewajiban mengikuti.
Kalaupun
> mereka tdk mau menghormati, ya EGP saja toh, toh juga peraturan
itu
> bukan utk mereka.
>
> Saya tidak ada penguasaan ilmu utk masalah MUI, FPI atau taliban
> kecuali hal hal tertentu, please specify yg mana, baru saya bisa
> berkomentar pendapat saya kalau bisa, meskipun pendapat saya ga
> penting yaa . Tapi mohon jangan samakan dg al qaeda, karena saya
sama
> sekali tidak menganggap mereka mewakili suara islam, bahkan mereka
> cenderung bertujuan membentuk citra buruk utk islam. Bahkan bisa
jadi
> mereka bekerja utk musuh islam. Mereka sama dengan teroris2
lainnya.
> Salam
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, "IGusti Agung" <agungpindha@>
> wrote:
> >
> >
> >
> > Just a quick question :
> > Kenapa saya harus memahami dan menghormati Syariat Islam??
> > Sementara masalah ini ada hubungannya dengan RUUP , dalam hal
> > pemaksaan ideology. RUUP tidak lain dari pemaksaan ideology,
> > yang juga berarti menginjak HAM ,kebebasan setiap warga negara
untuk
> > melakukan sesuatu , asal tidak melanggar hukum yang sudah
> disepakati.
> > MUI dan FPI juga Al Qaeda dan Taliban , actionnya didasari
dengan
> Al
> > Quran dan Hadist,kenapa justru tambah tersesat .
> > Apapun dasar dan motif dari action mereka , yang jelas mereka
> > menyakiti orang lain.
> > Mungkinkah mereka semua salah dalam menafsirkan Islam dan Al
Quran?
> > I don't know.. yang saya tahu ,adalah kenyataannya , mereka
> menyakiti
> > malah sampai membunuh orang lain , baik yang beragama Islam
maupun
> > yang bukan pemeluk Islam .
> > So, kenapa saya harus memahami dan menghormati syariat Islam ??
> >
> > salam simple
> >
>
> > --- In bali-bali@yahoogroups.com, "laraslia" <laraslia@> wrote:
> > >
> > > Sepertinya ini ga ada hubungannya dgn RUUP, tidak puasa
bukannya
> > > pornoaksi, ini murni tindak kriminal seperti halnya di STPDN.
> > Inipun
> > > tidak lepas dari mutu pendidikan di indonesia termasuk ponpes
di
> > > dalamnya yang menyebabkan rendahnya pemahaman mereka tentang
> islam
> > > sekalipun mereka tinggal di ponpes. Seperti halnya sekolah
negri,
> > > kualitas pendidikan di ponpespun bermacam macam. Jangankan
ponpes
> > > kebanyakan di indo yg mayoritas santrinya dari golongan kurang
> > mampu
> > > (ketimbang ga sekolah), bahkan ponpes yg berbayar dollarpun
atau
> > > sekolah islam terpadu (ada yg plesetin TERpaksa PAke DUit
karena
> > > saking mahalnya) kualitas pendidikan umumnya masih ada yg
tidak
> > jauh
> > > beda dgn sekolah negri. Buat saya sebagai ibu muslim, ini jadi
> > dilema
> > > tersendiri. Satu sisi ingin agar anak memiliki pemahaman agama
yg
> > > cukup dan benar tetapi juga mampu bersaing dalam menguasai
> > teknologi,
> > > tapi disisi lain saya masih belum berani mempercayakan 100% ke
> > ponpes
> > > dgn kualitas yg ada skrg. Bahkan ada orangtua yg menetapkan
> > kriteria
> > > bagus tidaknya ponpes berdasarkan kesaktian si guru, ada ada
> saja,
> > > tapi itu kenyataannya. Mungkin cerita saya terlalu meluber,
tapi
> > saya
> > > harapkan rekan milis sekalian bisa mendapat sedikit gambaran
> > tentang
> > > kualitas pendidikan agama mayoritas muslim di indo. Bahwa
> > sebenarnya
> > > tidak ada yg perlu ditakutkan dengan syariat islam, karena itu
> > hanya
> > > satu istilah utk menyebut satu aturan/undang undang yg berlaku
> > hanya
> > > untuk umat islam sementara umat lain hanya diharapkan memahami
> dan
> > > menghormati aturan tersebut. (sialnya sebagian besar muslim di
> > indo
> > > tidak tau dan memahami hukum syariah dalam islam dan cenderung
> > > menafsirkan sendiri ketimbang tanya ke orang yg lebih berilmu,
> > belum
> > > lagi adanya satu pihak yg mengharapkan rakyat indonesia
terpecah
> > > belah dg memanfaatkan isu SARA). Salam, lia
> > > --- In bali-bali@yahoogroups.com, Putu Kesuma
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: