pendapat, menyampaikan isi kepala kita saja ketimbang berburuk
sangka, ya tho ? mau kita berantem juga ga ada gunanya, wong kita
bukan siapa siapa. Sate plecing nu jaan bli, jadi saya ga mau
berantem, tar ma dokter divonis darah tinggi kan rugi ga bisa makan
macem2
Yang saya samakan dg awig2 banjar itu bukan UUP nya, tapi hukum
syariah islamnya. Dan gak perlu disahkan dalam undang2 karena itu
bukan produk kesepakatan manusia tapi sudah ditetapkan sama Tuhannya
nak selam, diwajibkan utk ditaati oleh nak selam. Nak selam mau
mentaati apa tidak trus Orang lain mau memahami atau tidak paling
Tuhan akan bilang..Emang Gue Pikirin..tunggu aja nanti. Sangat
simple. Jadi ngapain repot2 mensyahkan hukum syariat dalam bentuk
RUUP, kecuali bila RUUP tersebut utk perlindungan atas kejahatan
seksual atau istilah lainnya Child Law Protection ya kenapa tidak,
tolong RUUPnya disosialisasikan dulu sebelum buru buru disahkan. Wong
tiyang nak patuh buta hukum nya. Lha lalu ternyata perlindungan atas
kejahatan seksual sudah ada dalam UU lainnya, lha ngapain lagi UUP
dibuat. Mubadzir banget, buang2 waktu dan uang. Seperti karena kita
malas merapihkan baju, lalu lebih mudah beli baru meskipun kita sudah
memiliki 2-3 baju yg sama tapi entah tertimbun dimana.
Buat saya yang lebih penting adalah pemberian pemahaman akan hukum
syariat ke mayoritas umat muslim indo yang islamnya masih status di
ktp doang. Termasuk mereka2 yg duduk di DPR. Satu biar mereka ga
bertindak konyol kedua biar ga sembarangan berlaku kriminal lalu
mengatasnamakan islam.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "IGusti Agung" <agungpindha@...>
wrote:
>
>
> Mbok Lia,
> kayaknya koq nggak nyambung antara UUP dengan awig awig banjar ya,
> soalnya kalau awig awig itu dibuat dan disetujui oleh semua krama.
> Sedangkan UUP ini sudah jelas ditentang oleh banyak warga negara,
> disamping semua sudah diatur oleh KUHP dan UU yang lain yang sudah
> dibuat dan disepakati bersama .
> Saya hanya orang bodoh yang tidak mengerti hukum dan Undang Undang,
> sedangkan saya sendiri bisa mengerti effect dari UUP ini setelah
> saya baca , pendeknya saya pribadi tidak setuju dengan isinya.
> Kita tidak perlu UUP , lebih masuk akal kalau DPR membuat
perencanaan
> Child Law protection , yang khusus untuk melindungi anak dibawah
> umur, bukan saja dari sexual exploitasi , juga dari under age hard
> labour , dan segala bentuk exploitasi yang lain, kalau belum ada
> dalam KUHP dan UU yang lain saat ini.
>
> Saya juga berterimakasih kalau Mbok sendiri menganggap Al qaeda ,
> Taliban dalah musuh Islam , atau mungkin bekerja untuk musuh islam.
> Walupun secara logic bagi saya itu tidak mungkin , tapi saya lebih
> suka mendengarnya .
> Semoga saja saudara/i Islam yang lain juga berpikiran seperti itu,
> jadi agar Abu Bakar Ba'asyir kehilangan supporternya , juga FPI dan
> PKS dan pendukungnya setelah peristiwa Monas.
> Sayangnya , walaupun JI sudah dinyatakan pertai terlarang , tokoh
> dan pendukungnya tinggal ikut partai lain , beres dah.
> Partainya berbeda tapi orang orangnya sama , dengan jalan pikiran
> yang sama , dan orang orang ini juga yang mendukung UUP.
> sere tunu , sere panggang Mbok.. sama saja baunya..
>
> sekian dulu ( ingat nothing personal ya..)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, "laraslia" <laraslia@> wrote:
> >
> > Bahwa bila RUUP bertujuan untuk melindungi anak2 dari kekerasan
> > seksual seperti yg disampaikan pak made, saya setuju. Tapi bila
> RUUP
> > menjiplak persis hukum syariat, masih belum tepat, karena
> indonesia
> > bukan negara islam, karena hukum syariah hanya berlaku wajib
untuk
> > umat islam tanpa harus disahkan dalam UU sekalipun. Hukum syariah
> > ditetapkan oleh Allah melalui rasulNya untuk ditaati oleh umat
> islam
> > sejak islam itu ada. Apakah Allah peduli hukum itu disahkan oleh
> UU
> > atau tidak ? Sepertinya tidak. Oleh karena itu umat lain hanya
> > diharapkan bisa memahami dan menghormati saja, karena hukum
> syariat
> > tersebut bukan diberlakukan utk mereka. Kalaupun mereka tidak mau
> > melakukannya itu bukan pengharusan hanya sekedar pengharapan asal
> > tidak mengganggu.
> > Seperti halnya awig2 dalam krama banjar, itu ya hanya
diberlakukan
> > utk krama banjar kita saja toh ? Sementara orang lain diluar
hanya
> > kita harapkan menghargai saja tanpa ada kewajiban mengikuti.
> Kalaupun
> > mereka tdk mau menghormati, ya EGP saja toh, toh juga peraturan
> itu
> > bukan utk mereka.
> >
> > Saya tidak ada penguasaan ilmu utk masalah MUI, FPI atau taliban
> > kecuali hal hal tertentu, please specify yg mana, baru saya bisa
> > berkomentar pendapat saya kalau bisa, meskipun pendapat saya ga
> > penting yaa . Tapi mohon jangan samakan dg al qaeda, karena saya
> sama
> > sekali tidak menganggap mereka mewakili suara islam, bahkan
mereka
> > cenderung bertujuan membentuk citra buruk utk islam. Bahkan bisa
> jadi
> > mereka bekerja utk musuh islam. Mereka sama dengan teroris2
> lainnya.
> > Salam
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar