Rabu, 24 September 2008

[bali-bali] Re: Fw: Kumpulan Foto dari Demo Penolakan RUU Pornografi di Bali

Kalau penolakan RUU pornography ini gagal, mungkin sudah waktunya
kita memperjuangkan OTONOMI khusus untuk Bali. Masyarakat Bali memang
berbeda dengan masyarakat majoritas. Kalau perbedaan tidak
dihargai..... sudah waktunya untuk otonomi. Bali merdeka? Janganlah
dulu... nanti Australia yang datang mengklaim Bali bagian dari negara
bagian Western Australia. Pak Agung Pindha nanti bisa bingung. Mau
vacation ke luar negeri kok masih tetap di Australia. Saya cuma guyon
Bapak Agung dan Bapak Adrian yang tinggal di 'down under' jangan
tersinggung..... :o)
Suksema,
Made Sutjita

--- In bali-bali@yahoogroups.com, Sugi Lanús <sugilanus@...> wrote:
>
> ----- Forwarded Message ----
> From: dethu-hystericglamour <suicidaldjdethu@...>
> To: SuicideGlamNation <suicideglam@yahoogroups.com>
> Cc: SuicideGlamNewsletter <suicideglamnewsletter@yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, September 24, 2008 4:32:14 PM
> Subject: Kumpulan Foto dari Demo Penolakan RUU Pornografi
>
>
> Kerabat Puspawarna,
>
> Kemarin, Selasa, ribuan---ada yang menyebut jumlahnya 1.500, ada
yang 3.000, ada juga 5000---orang dari berbagai eksponen turun ke
jalan lagi menyuarakan penolakan terhadap pengesahan RUU Pornografi.
Gabungan dari beragam elemen masyarakat yang berpayung di bawah
Komponen Rakyat Bali tersebut beramai-ramai berjalan kaki ke gedung
DPRD serta kantor Gubernur di Renon, Denpasar, meminta agar peraturan-
peraturan tipikal jaman jahiliyah nan misoginis bin multi tafsir itu
bukan saja ditunda, tapi langsung saja dikuburkan. Gubernur serta
ketua DPRD didesak untuk kembali menandatangani petisi penolakan
sebab saat 2006 lalu nama draft tersebut masih RUU APP. Sementara
sekarang sudah bertransformasi menjadi RUU Pornografi (judul doang
sih yang berubah, substansinya mah masih segendang sepenarian, masih
kontra Bhinneka Tunggal Ika, masih picik pula monokultur, tetap
mengkriminalisasi kaum hawa).
>
> Sesuai harapan, baik di depan utusan resmi Komponen Rakyat Bali
maupun di hadapan ribuan massa yang berkumpul, Gubernur yang baru
saja menjabat, Mangku Pastika, serta Ketua DPRD, IB Wesnawa, sepakat
menyuarakan ketidaksetujuan pada RUU Pornografi. Surat resmi
penolakan akan ditandatangani bersama-sama segera dan akan dikirimkan
ke Pemerintah Pusat.
>
> Biar lebih dapet gambaran seperti apa aksi massa pada 17 & 23
September 2008 tersebut, silakan nikmati foto-foto di bawah ini.
Dipinjam dari Facebook milik Ayip & Dhitocx.
>
> Elemen mahasiswa
>
>
> Aksi budaya di depan kantor Gubernur
>
>
> Membanjiri jalan menuju gedung DPRD & kantor Gubernur
>
>
> Pernyataan penolakan Gubernur (memegang mic) serta Ketua DPRD (di
sebelahnya)
>
>
> Peserta aksi mendengarkan pernyatan sikap eksekutif dan legislatif
>
>
> Marlowe (berkacamata), salah satu penggagas
www.jiwamerdeka.blogspot.com
>
>
> Balawan beraksi dari atas truk menggiring peserta aksi ke gedung
DPRD
>
>
> Bobby Kool & Eka Rock hadir sejak demo pertama
>
>
> Ade Adinata sepertinya belum sempat minum kopi untuk menyambut pagi
>
>
> Ayip, penggiat ekonomi kreatif Bali; Jrx dan Sugi Lanus, salah satu
ujung tombak KRB
>
> Kita tunggu perkembangan berikutnya.
>
> Merdeka Menjadi Bianglala,
> RUDOLF DETHU
> Relawan Komponen Rakyat Bali
>
>
> --------------------------------------------------------------------
------------
>
>
> "Dalam hal ini, perempuan dibebankan tanggung jawab dan menjadi
kambing hitam atas ketidakmampuan laki-laki mengontrol hasrat
seksualnya,"
> Irene Kurniaarif Fajar - Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Jawa
Tengah
>
>
> --------------------------------------------------------------------
------------
>
>
> Kompas.Com
> DENPASAR, SELASA - Sekitar 3.000 warga Pulau Bali kembali turun ke
jalan di Denpasar, Selasa (23/9). Mereka menegaskan sikap untuk
menolak keberadaan dan pembahasan RUU Pornografi. RUU itu dinilai
sangat mencederai keberagaman Indonesia.
>
> Start dari parkir timur Lapangan Bajra Sandhi, para pengunjuk rasa
berjalan kaki menuju Kantor DPRD Provinsi Bali dan Kantor Gubernur
Bali di kawasan Renon.
>
> Aksi itu merupakan lanjutan dari aksi serupa, 17 September lalu,
serta aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa sejak beberapa hari
sebelumnya. Sabtu dua pekan lalu, pernyataan penolakan atas RUU
Pornografi diungkapkan kaum budayawan-cendekiawan Bali yang dimotori
kelompok Komponen Rakyat Bali (KRB).
>
> KRB adalah organisasi yang pada 2006 lalu memotori perlawanan
rakyat Bali terhadap Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan
Pornoaksi.
>
> Ngurah Harta, Ketua KRB menyatakan, RUU Pornografi dibuat
berdasarkanbahwa negara dapat mengatur melalui instrumen hukum
tentang moralitas masyarakat. "Padahal, Indonesia adalah negara
beragam yang dikenal dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang
memiliki keragaman pandangan tentang nilai-nilai moral," katanya.
>
> Dalam proses pembahasan RUU Pornografi, DPR juga dinilai tidak
transparan dan tidak partisipatif, sehingga secara hukum pembahasan
RUU tersebut cacat hukum karena telah melanggar prinsip serta asas
umum tata pemerintahan pemerintahan yang baik. RUU Pornografi juga
dinilai tidak perlu karena selama ini Indonesia telah memiliki
peraturan perundang-undangan yang sudah mengatur tentang kesusilaan
dan pornografi, misalnya KUHP, UU Perlindungan Anak, UU Penyiaran,
serta UU Pers.
>
>
> --------------------------------------------------------------------
------------
>
>
> VHRmedia, Jakarta - Pengesahan RUU Pornografi memicu perpecahan dan
mengancam keutuhan bangsa. Pemberlakuan RUU yang mendahulukan
kepentingan kelompok ini dinilai memicu lahirnya peraturan daerah
berlatar belakang agama.
>
> Ketua Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika Emmy Sahertian
menagatakan, ancaman munculnya perda berlatar belakang agama mulai
tampak di beberapa daerah. Saat ini 12 kabupaten di Provinsi Papua
bersiap mengeluarkan Perda Injil.
>
> "Jika RUU Pornografi disahkan, masyarakat Papua memiliki alasan
untuk mengatakan bahwa budaya melanesia tidak diterima dalam
pemahaman budaya yang melatarbelakangi UU Pornografi," kata Emmy
Sahertian di Jakarta, Senin (22/3).
>
> Menurut dia, tidak hanya Provinsi Papua yang mengancam ingin lepas
dari Indonesia jika RUU Pornografi disahkan. Bali, Nusa Tenggara
Timur, dan Sulawesi Utara juga mengancam "cerai" dari Indonesia jika
RUU yang diskriminatif ini disahkan DPR.
>
> Aliansi Bhineka Tunggal Ika menilai produk perundangan ini manufer
politik partai Islam. Apalagi dalam berita sebuah media massa Partai
Keadilan Sejahtera menyatakan bahwa RUU ini adalah kado Ramadan.
>
> Menurut Emmy Sahertian, jika pengesahan RUU ini didasari
kepentingan salah satu agama, akan berbenturan dengan kepentingan
agama dan budaya lain. "Yang berbahaya adalah pasal yang menyatakan
diberinya wewenang pemerintah daerah untuk menerapkan. Ini akan
memperkuat alasan pengesahan perda-perda bernuansa agama."
>
> Ancaman selanjutnya adalah keberadaan pasal yang membolehkan
tindakan masyarakat dalam mengontrol, mencegah, dan membina perilaku
yang mengarah pada pornografi. Akibat pasal yang multitafsir ini,
ormas atau kelompok tertentu mempunyai legitimasi untuk menekan
masyarakat berdasarkan pemahaman dan sudut pandang mereka sendiri.
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: