Teman-teman semua, saya jadi bingung setelah membaca Radar Bali. Waktu di ruang kantor Gubernur, saya kebetulan ikut di dalam saya dengar dengan tegas beliau mengatakan setuju untuk menolak dan bukan saja menolak beliau setuju jika RUU Porno ini dipralina(dilenyapkan).
Cuma waktu ditanya oleh para wartawan sata tidak ikut mendengarkan statement beliau. Jika benar apa yang dikatakan oleh Radar Bali maka saya jadi bertanya, ada apa ini? Apakah Pak Gubernur sudah terserang amnesia berat?
Perjuangan kita masih panjang, berhenti mati, mundur hancur, maju terus...
Salam,
Putu
-----------------------------------------------------------------
Radar Bali
[ Rabu, 24 September 2008 ]
Pastika: Jangan Buru-buru Membangkang
DENPASAR - Kemarahan masyarakat Bali karena belum diberangusnya RUU
Pornografi dari agenda pembahasan DPR RI memuncak kemarin. Sekitar seribu
masa dari berbagai elemen melakukan aksi berjalan kaki sambil menari.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 wita. Masa dengan jumlah lebih dari seribu
orang itu melakukan aksi beragam. Ada yang menabuh baleganjur, memainkan
tifa, dan Wayan Balawan memainkan beberapa instrumen Bali di atas mobil pick
up yang berisi sound system. Tiba-tiba massa menuju kantor DPRD Bali. "Kita
jemput sekarang Ketua DPRD Bali IB Wesnawa," ujar Kayun selaku Korlap demo
kemarin (23/9).
Yang menarik, penjemputan Pak Wes bukan oleh pendemo. Namun oleh empat orang
penari joged bumbung. Pak Wes kemudian diajak berjalan kaki menemui massa di
depan kantor gubernur.
Spanduk dan poster tetap diacungkan. Diantaranya bertuliskan RUU Pornografi
Embrio KKN sebagai Pemerasan Gaya baru, Suuapp no, indonesia yes, merah
putih yes, RUU pornografi bukan hadiah tetapi penghinaan pada bangsa, Tolak
RUU Pornografii.
Sekitar pukul 11.00 wita Pak Wes dan beberapa perwakilan elemen masyarakat
Bali, diantaranya Gusti Ngurah Artha dan Sugi Lanus bertemu dengan Gubernur
Pastika. "Kalau RUU Pornografi sampai disahkan, tarian joged Bumbung tak
akan ada lagi. Maukah Bali tanpa joged bumbung?" tanya orator dengan suara
melengking. Pendemo kompak menjawab tidak.
Selain itu Warih Wisatsana, juga membacakan puisi. Rakyat ialah kita,
beragam suara di langit tanah tercinta, suara bangsi dirumah berjenjang
bertangga, suara kecapi di pegunungan jelita, suara boning mengambang di
pendapa, suara kecak di muka pura, suara tifa di hutan kebun pala, rakyat
ialah suara beraneka.
Tak beberapa lama massa penolak RUU Pornografi diundang untuk memasuki
halaman kantor gubernur. Kondisi ini membuat barikade yang menutup pintu
masuk kantor gubernur itu terbuka.
Gubernur Mangku Pastika keluar diapit Ketua DPRD IB Wesnawa dan Wakil Ketua
DPRD Bali IGK Adhiputra. Tanpa basa-basi Mangku Pastika menyampaikan sikap
bahwa dirinya melanjutkan sikap Gubernur Dewa Beratha untuk menolak
pembahasan RUU Pornografi.
"Eksekutif dan legislatif sepakat untuk berjuang dengan hati dan pikiran
untuk menolak RUU Pornografi. Kami selalu bersama Anda untuk tetap
mewujudkan kesatuan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu. Setia pada
UUD 45 dan Pancasila sebagai dasar sebagai perjuangan kita. Selamat
berjuang," seru Pastika disambut tepuk tangan.
Namun apa yang dikatakan Pastika di depan masa, berbeda dengan saat
diwawancarai beberapa wartawan. Walaupun mengaku akan segera mengirim surat
penolakan ke DPR RI dan Presiden, namun ketika ditanya apakah ikut akan
mendukung sikap resmi Tim Bali di DPR RI, Pastika malah seperti lupa dengan
ucapannya yang tadi. "Itu kan tidak mewakili Bali secara keseluruhan. Jangan
terlalu cepat begitu, mari kita lihat sikap pemerintah pusat," ujar Pastika,
terkesan tak menghargai perjuangan Tim Bali yang ke pusat beberapa waktu
lalu.
Dia juga megatakan, jangan buru-buru membangkang. "Itu namanya terlalu dini,
menyatakan seperti itu. Belum apa-apa sudah mau membangkang. Nanti malah
akan jadi masalah," ujar Pastika lagi.
Sekadar mengingatkan, sebenarnya perjuangan lewat DPRD Bali dan beberapa
tokoh bisa dikatakan berhasil. Misalnya ketika dipimpin oleh Ketua Komisi I
I Made Arjaya bisa sampai menunda pengesahan tanggal 23 September kemarin.
Begitu juga ketika dipimpin Ketua Komisi IV Ketut Kariyasa Adnyana, malah
bisa bertemu dengan Ketua DPR RI Agung Laksono, yang siap mendukung aspirasi
Bali. Dan tim ini berangkat atas penugasan DPRD Bali sebagai representasi
masyarakat Bali.(art)
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar