This morning I was slumming around in the Bali Times and saw an article which said that ministers in Singapore earn over a million US$ a year.
http://www.thebalitimes.com/2009/01/23/millionaire-ministers/
The theory is that public servants (including elected officials) should be able to live comfortably on their salaries.
It takes more than money to get high-quality honest government, though. The public has to supervise government, monitor its work, and throw the bums out when they don't do their jobs properly.
But that's also just a theory. It hasn't worked that well in my own country (USA). I love Obama, but he can barely work with all the entrenched interests there. The American population is at once spoiled and getting left behind.
Goodness, the world feels heavy sometimes.
Salam to all.
diana
Dear Pak Ikra dan rekan lain,
terus terang saya kaget....
kaget , kalau anda baru tahu masalah itu.
masukkan juga wisma DPR yang gratis dan mobil dinas.
Itu hanya tip of the iceberg pak....
Sebagai perbandingan , pensiunan tentara dan janda tentara
dari bintara dan perwira menengah sekarang ini.
(bapak bapak yang memperjuangkan dan memberikan kita kemerdekaan).
paling rendah , 350.000 / bulan sampai 1.200.000/ bulan.
Silahkan bapak menunggu di bank di Bali dan tanyakan langsung
kepada ibu ibu veteran yang sudah ditinggal suaminya tiap awal bulan.
Terus terang , saya sampai menangis ketika bercakap cakap dengan ibu
itu , yang kebetulan almarhum suaminya bekas anak buah ayah kami
sewaktu berjuang untuk kemerdekaan.
Untuk anda dan rekan rekan sekalian yang tertarik , saya tambahkan.
Ini kisah nyata dari keluarga kami sendiri.
Sebagian dari rekan rekan disini sudah tahu siapa keluarga kami
(maaf ,bukan sombong hanya ingin berbagi kesusahan...)
Ayah kami almarhum , mulai berjuang melawan penjajah ketika beliau
berumur 16 tahun , sebagai pemimpim kompi gerilya dibawah Batara
Igusti Ngurah Rai , setelah kemerdekaan beliau dikirim ke makasar
untuk membasmi pemberontakan DI TII , kami di Makasar selama 18 th,
saya adalah kelahiran Makasar terahir.
Setelah beberapa lama kembali di Bali , Alm. menjabat sebagai wakil Gubernur , diantara jabatan jabatan yang lain termasuk Listibya,
Prawartaka Pura Besakih , Rohaniawan TNI AD dll.
Yang saya ingat , Alm sangat jarang dirumah , karena pengabdian
beliau untuk Bali dan Indonesia.
Terakhir beliau menjadi anggota DPRRI jakarta untuk 1 term.
Selama masa jabatan tersebut , biaya sekolah kami dengan menjual
tanah warisan yang hanya sedikit sekali.
Sekarang point yang penting.
Setiap bulan ibu harus ngantre di Bank untuk mengambil pensiunan janda , sebanyak 750.000 rp dari pensiunan Letkol ditambah pensiunan DPR dan pegawai negeri ( wagub).
Jumlah semuanya total 2.750.000 rupiah/ bulan.
Itu sudah untung sekali , kebanding ibu ibu yang saya ajak bicara di Bank tsb, bagaimana mereka bisa hidup dengan 450.000 rupiah sebulan??
Saya bukan sakit hati , tapi saya jengkel dan marah oleh parasit parasit di Jakarta yang tidak tahu diri sekarang ini.
shanti mohon maaf , mengeluarkan uneg uneg yang sudah lama tersimpan.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Ikranagara <ikra_twin@...> wrote:
>
> Dear all.
>
> Siang tadi aku merasa lega dan sekaligus bangga sekeluarku dari kantor pajak: dengan membayar pajak tahunan aku merasa lengkaplah diriku sebagai seorang warganegara Republik Indonesia!
>
> Kerja pegawai negeri di kantor itu pun melegakan hatiku karena mereka meladeni dengan baik dan sabar menjelaskan dan memeriksa isian formulir pembayaran pajak pribadiku, sungguh sangat membantu!
>
> Kewajibanku sebagai pembayar pajak telah kutuntaskan dengan baik siang tadi!
>
> Tapi malam ini aku menjadi gerah dan geram menghadapi siaran TV nasional! Yang diungkapkan adalah kenyataan berupa adanya anggota legislatif dan ekskutif di negeriku yang tertangkap melakukan korupsi!
>
> Orang bilang, katanya salah satu motivasi tokoh-tokoh masyarakat itu melakukan korupsi karena gajinya kurang mencukupi. Tapi, berpa sih gaji seorang petinggi kita setingkat koruptor yang tertangkap itu?
>
> Maka aku pun mencari tahu gaji seorang anggota legislatif. Ya, aku khusus mencari tahu kelompok yang satu ini, karena banyak sekali kawan-kawanku maupun kenalanku yang sekarang sibuk dan penuh semangat menjadi Galeg. berbagai parpol yang masih menjamur jumlahnya itu. Dan inilah hasilnya:
>
> Gaji Rutin & Tidak Rutin Anggota DPR RI
>
> Gaji Rutin per satu bulan:
>
> Gaji pokok : Rp 15.500.000
> Tunjangan listrik : Rp 5. 500.000
> Tunjangan Aspirasi : Rp 7.500.000
> Tunjangan kehormatan : Rp 3.000.000
> Tunjangan komunikasi : Rp 12.000.000
> Tunjangan pengawasan : Rp 2.000.000
>
>
> Gaji Rutin per satu bulan: Rp 45.500.000
> Gaji Rutin per satu tahun : Rp 546.000.000
>
> Gaji ke-13: Rp 16.500.000
>
>
> 4X reses per satu tahun sidang: Rp 120.000.000.
>
>
> Gaji tidak rutin:
>
> Membahas RUU Rp 6.000.000 per satu kegiatan.
>
>
> Disimpulkan juga, bahwa penghasilan legal seorang anggota legislatif per satu tahun bisa mencapai Rp. 1 M.
>
> Itulah yang aku dapatkan secara garis besarnya.
>
> Apakah gaji segede itu belum juga mnncukupi
> sehingga masih juga melakukan korupsi?
>
> Ikra,-
> ====
>
>
>
>
>
__._,_.___![]()
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar