Kami di Hindu sudah biasa dengan konsep "purvapksa" ini, jadi kami bisa menerima pandangan lain yang tidak menyenangkan apalagi menyejukkan hati. Yang menyenangkan dan menyejukkan tidak selalu berarti sehat.
LGS,
From: Deden Kung <dedenkungs@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Monday, November 10, 2008 12:21:11 PM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo
Terima kasih untuk tambahan respondnya.. .sangat menyejukan hati dan tulisan anda begitu dalam makna dari pada seorang yg sudah hampir mencapai tingkatan ma'rifatullah, manunggaling kawula Gusti...
Tulisan Mbak Vieb juga sangat membuka wawasan dalam kita berdiskusi dalam email di milist..sangat2 bijak dan mengayomi semua golongan yah:) di mana beliau lebih memfokuskan diri untuk mengajak kita berdiskusi ttg hal2 yg positive dan tidak menyinggung agama/SARA
Semoga Tuhan YME senantiasa mengirimkan hamba2NYA yg terpilih dan mempunyai hati nurani yg bersih dan bijak...
Selamat Pak Putu semoga Ida Sang Hiyang Widi Wasa senantiasa menerangi hati dan fikiran Pk Putu serta rekan2 lainya..
Om Shanty3x
Deden
From: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Sunday, November 9, 2008 2:08:05 PM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo
From: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Friday, November 7, 2008 9:05:55 AM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo
Salam teman-teman semua, Terus terang ketika membaca postingan dari Pak Lili Gundi ini saya terkejut, saya bertanya apa benar Syubah Asa menulis seperti itu. Seandainya benar, menurut saya tulisan seperti itu tidak layak untuk disebarluaskan. Apa yang kita harapkan dari penyebarluasan tulisan seperti itu? Bukankah kita selama ini juga muak terhadap tayangan2 media seperti pembunuhan, kekerasan, pelaku bom bali, dll. Apakah kita masih bisa menerima prinsip mata untuk mata? Tentu tidak. Saya pikir bahwa sharing-sharing kita di milis ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kita dalam segala bidang. Namun diatas segalanya yang paling penting adalah peningkatan kesadaran kita. Karena selama ini yang menjadi masalah adalah kesadaran, bukan pengetahuan. Anak-anak negeri ini sudah banyak yang berpengatahun, namun masih sedikit yang berkesadaran. Seperti teman-teman semua, tiap hari pasti kita terima banyak email, tentu tidak semua email itu akan saya sebarkan kepada teman-teman. Saya harus menggunakan kesadaran saya untuk menilai email-email mana yang akan saya sebarkan. Kembali kepada subject diatas, apapun yang terjadi pada Muhammad tidak mengurangi rasa cinta dan hormat saya kepada Sang Nabi. Kenapa demikian? Karena Muhammad telah bershasil meraih yang tertinggi dalam hidupnya yaitu Kasih(al-Rahman) . Pemahaman saya Muhmammad telah berhasil menumbuhkan kasih dalam dirinya sehingga berhasil bertemu dengan KASIH. Pertemuan antara sang diri dengan sang DIRI, antara kasih dengan KASIH menghasilkan Muhammad.. Untuk mencintai Muhammad saya tidak mesti menjadi muslim. Saya meyakini esensi dari setiap agama adalah kasih. Adalah persoalan lain jika dalam pelaksanaan dari agama apapun tidak sesuai dengan sifat kasih akibat dari kemampuan dan kesadaran dari masing-masing individu atau kelompok dalam agama-agama tersebut.. Adalah tugas kita bersama untuk berbagi tentang apa yang telah kita raih dalam usaha pencapain kasih ini, dalam koridor kasih. Demikian pendapat saya. Salam, putu kesuma Apapun sukumu, apapun agamamu, kau orang Indonesia. Aku cinta Kau.. Whoever you are, wherever you are from, you are human being. I love you ~ NIM(National Integration Movment). --- On Thu, 6/11/08, Deden Kung <dedenkungs@yahoo. com> wrote: From: Deden Kung <dedenkungs@yahoo. com> |
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
__._,_.___
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar