ikut nyeletuk ya...
Memang setiap dari kita punya hak penuh untuk berexpresi baik dengan
pakaian dan acesories , termasuk tattoo dan body pearcings.
Saya kira factor pentingnya , asal semua tetap mengikuti peraturan
setempat yang berlaku.
Misalnya disini saya punya hak untuk merampas hak itu ,
kalau saya atau colegue saya lagi tugas di Bank atau bangunan
pemerintah , saya akan memohon mereka untuk melepas penutup wajah
mereka , kalau mau masuk bangunan saya , atau tunggu diluar,
sebab sudah tertulis peringatan " please remove your helmet , before
entering " , jadi supaya adil semua yang masuk harus kelihatan
wajahnya ,sebab CCTV tidak mengenal adat atau agama.
Bagi security guard di Oz , pakaian hitam longgar dan hanya
kelihatan bola matanya ini , salah satu nightmare..
Secara automatic , mata saya akan selalu mengikuti gera gerik mereka.
Tugas kami meminta kami untuk selalu syak wasangka dan tidak percaya
dengan semua orang , it's a job.
salam.Ap
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Putra Semarapura
<putra_semarapura@...> wrote:
>
>
> Mbok Vieb yang baik juga,
>
> yeah you are right.... orang di berikan kebebasan untuk berbusana
apa saja mengikuti trend. dan sekarang di indo emang lagi jaman
berbusana ke arab-araban..,
> seperti saya tulis di email saya sebelumnya, salahkah mereka?
tentu tidak...
> orang di berikan kebebasan untuk berbusana setebal-tebalnya
membalut tubuhnya dari ujung rambut hingga ke jari kaki, sampai
hanya kelihatan bola matanya saja. saya di bali tidak pernah
berpakaian ala india baik pergi sembahyang ataupun di rumah. desa
kala patra sajalah....
>
> sebenarnya bila orang dewasa muncul di tempat umum atau ingin di
kenal oleh masyarakat luas, akan lebih baik rasanya kalau orang
tersebut bisa menjadi dirinya sendiri. biarkan orang menilai kita
dari perbuatannya, atau dari isi tulisannya, atau perkataannya, atau
pemikirannya, dan bukan dari pakaiannya (i hope you get my
point...)
>
> sesuai permintaan berikut photo saya.salam damai lagi,
>
>
>
>
>
> --- Asana Viebeke Lengkong <asanasw@...> schrieb am Mo, 10.11.2008:
> Von: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@...>
> Betreff: Re: [bali-bali] Re: omigawd... lavacabeza sejak dini....
> An: bali-bali@yahoogroups.com
> Datum: Montag, 10. November 2008, 2:24
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>
>
> P Putra yang baik,
> Â
> Salam damai nya tidak cocok dengan tulisannya.. ...
> kalau damai kita tidak melihat bagaimana orang berpakaian.. .
mungkin kalau tidak
> sesuai dengan pendapat atau kemauan apa nggak lebih baik pergi
langsung ke
> kelompok orang itu dan kemudian mencoba untuk memberi pengertian
seperti yang
> dikehendaki oleh P Putra...
> Â
> Trend itu kan boleh boleh saja di dunia ini, banyak
> orang pakai pakaian ala India, ala Indonesia, ala skinhead
> misalnya.... .
> Â
> Mungkin dengan jiwa kedamaian kita perjuangkan
> demokrasi, kebebasan, peluang dan harapan kedepan yang lebih
> baik....
> Â
> Atau mungkin dengan tidak mengurangi rasa hormat
> saya kepada P Putra, boleh kah P Putra memuat photo P Putra dan
kelompok P Putra
> yang sekiranya lebih dirasa lebih pantas, supaya bisa menjadi
> contoh??
> Â
> maaf kalau tidak berkenan
> Â
> salam,
> vieb
>
> ----- Original Message -----
> From:
> Putra Semarapura
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Sent: Monday, November 10, 2008 12:05
> AM
> Subject: AW: [bali-bali] Re: omigawd...
> lavacabeza sejak dini....
>
>
>
>
>
>
>
>
> tyang tuh paling geli kalau melihat orang yang
> tidak percaya diri akan apa yang dimilikinya, atau tidak
percaya diri
> dengan budaya yang di wariskan oleh nenek moyangnya
sendiri, seperti
> tampilan di foto berikut:
>
> http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/08/ 104006/1033419/
10/baasyir- eksekusi- amrozi-penzalima n-bagi-umat- islam
>
>
>
>
>
> dimana di foto diatas terlihat seorang "melayu" yang
> berpakaian mirip keturunan afganistan dan timur tengah
lainnya. salahkan
> mereka, tentu tidak...tiap orang memang berhak untuk
menampilkan dirinya
> sebaik mungkin di depan umum, tapi bukankah akan terlihat
menarik kalau
> mempromosikan produk budaya nya sendiri. sebagai contoh:
yang asli
> padang, berpakaianlah seperti orang padang, pun demikian
dengan orang
> yang dari jawa, berpakaianlah seperti orang jawa. apapun
keyakinannya,
> tidak perlu mem-foto copy habis, biar mirip luar dalam
dengan orang yang
> di sono.
>
> di jaman sekarang memang ada banyak anak remaja ABG
> laki-laki yang berpenampilan meniru idolanya seperti
Hyde (legenda
> roker jepang) dll, saya kira mereka masih wajar, karena
umur mereka yang
> baru belasan yang memang selalu tergoda untuk meniru atau
> mencoba-coba.
>
> tapi di foto diatas, apa coba, bapak-bapak atau
> om-om yang sudah cukup dewasa yang sekilas tampak "bangga"
untuk menjadi
> orang lain...
>
> salam damai,
>
> ===========
> ---
> madesutjita <madesutjita@ yahoo.com> schrieb am So,
> 9.11.2008:
>
> Von:
> madesutjita <madesutjita@ yahoo.com>
> Betreff: [bali-bali] Re:
> omigawd... lavacabeza sejak dini....
> An:
> bali-bali@yahoogrou ps.com
> Datum: Sonntag, 9. November 2008,
> 14:19
>
>
>
>
>
> Yang lebih insane, tindakan Amrozy CS (membunuh 202
orang)
> oleh ustad Ba'asyir dianggap menegakkan agama. Betul-
betul gila,
> delusional, they believe what they want to believe.
> http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/08/
> 104006/1033419/ 10/baasyir- eksekusi- amrozi-penzalima n-
bagi-umat-
> islam
> Lamongan - Gelombang penolakan eksekusi
> terpidana mati bom Bali I Amrozi Cs masih saja ada. Amir
Jamaah
> Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba'asyir menegaskan, eksekusi
Amrozi
> merupakan penzaliman kepada umat Islam.
>
> "Kalau ini jadi
> dilakukan berarti penzaliman terhadap umat Islam. Karena
apa yang
> telah dilakukan mereka adalah tindakan menegakkan
agama," ujar
> Ba'asyir.
>
> Hal itu disampaikan Ba'asyir ketika memberikan
> tausiyah singkat di Ponpes Al Islam, Desa Tenggulun
Kecamatan
> Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (8/11/2008).
>
> Mantan Amir
> Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini meminta kepada
umat Islam agar
> meniru semangat yang dilakukan ketiga terpidana mati
bomber tersebut.
> "Kita harus meniru semangat jihad mereka," kata
> Ba'asyir.
>
> Ucapan Ba'asyir ini langsung disambut takbir oleh
> puluhan santri dan simpatisan Amrozi cs.
>
> Ba'asyir yang
> berbalut koko warna hijau itu juga menambahkan, semangat
jihad
> mencerminkan penegakan agama Islam seutuhnya. "Hal yang
sama juga
> dilakukan oleh para nabi sebelum kita," jelasnya.
>
> Dalam
> kesempatan itu, Ba'asyir juga meminta kepada keluarga
yang nanti akan
> ditinggalkan agar bersabar dan gembira. Hal ini lantaran
ketiga orang
> yang akan dieksekusi tersebut sebagai mujahid.
>
> Usai memberikan
> tausiyah selama 15 menit, Ba'asyir membubuhkan
tandatangan di kain
> putih di dalam ponpes untuk mendukung aksi jihad.
Kemudian Ba'asyir
> langsung menuju mobil Kijang kapsul warna silver
bernopol H 8855 HB
> menuju ke Bojonegoro. Dia nggak bersedia menjelaskan
hasil pertemuan
> dengan ibunda Amrozi, Hj Tariyem.
>
> Pertemuan Ba'asyir dengan Hj
> Tariyem dilakukan selama 45 menit. Dalam pertemuan
tersebut juga
> dihadiri oleh istri-istri Amrozi dan Muklas.
> (nik/djo)
>
> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, "Cokorda Raka Angga
> Jananuraga" <rakabali78@ ..> wrote:
> >
> >
> http://foto. detik.com/ readfoto/ 2008/11/08/
182016/1033609/
> 157/1/tamu- kecil-ibunda- imam-samudra
> >
> > Liat tuh,
> anak2 TK digiring ama "guru-gurunya" untuk mendengar
> >
> "wejangan" dari ibu-nya imam samudra (gw bisa
membayangkan apa
> isinya:
> > kafir inilah, kafir itulah, etc). Well, ok, mungkin
> gak juga, siapa
> > tau mereka hanya nyanyi lagu2 Ibu Kasur
> (semoga).... Tapi, foto nomor
> > 3 tuh membuat gw bertanya-tanya:
> anak2 TK itu disuruh memegangi foto
> > Imam Samudra (seakan2 dia
> teladan). Wow.... (*kasian banget tuh anak2 TK*)
> >
> >
> Gila.... Gw jadi bertanya-tanya: sudah sejauh mana sih
upaya2
> >
> pencegahan radikalisasi di Indonesia??? Koq kayaknya
makin hari
> makin
> > rusak aja.
> >
> > Apa ada pasal2 undang2 kita
> yang memungkinkan orang2 yang menyebarkan
> > faham kekerasan
> kayak gitu ditindak? Menurut gw itu guru TK perlu dibina.
> >
>
> > Biar adil, mari kita simak tuturan Syafii Maarif ini (this
> one is sane):
> >
> > http://www.detiknew s.com/read/
> 2008/11/09/ 112026/1033863/ 158/syafii- maarif-umat-
islam-harus-
> berhenti- dari-teologi-
> maut
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar