Sabtu, 08 November 2008

Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo

 
Kolom Syubah Asa demikian juga tindakan dan pernyataan Syekh Puji menyangkut atau membawa agama. Tanggapan saya bertitik tolak dari situ. Saya kutif satu pepatah Arab: "Kebenaran kadang-kadang memang pahit, tetapi  tetap harus diungkapkan!"  Untuk kebenaran kita harus berani mengambil risiko apapun termasuk sedikit atau banyak rasa sakit hati. 
Saya percaya peserta milis ini adalah orang-orang intelek, yang tidak gampang diprovokasi. Hanya manusia kerumuman (mob) yang mudah merasa terprovokasi.
Thank Kang Deden Kung.
G. Lanang. S


From: Deden Kung <dedenkungs@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Saturday, November 8, 2008 1:18:36 PM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo

Pak Gusti,
Inggih patut apa yg Pak Gusti sampaikan hak Bapak tuk menyampaikannya. ...Dan tiyang sangat terkesan dengan petikan akhir dari email Bapak di bawah menyangkut welas asih, moralitas, cinta kasih dan spiritualitas yg tinggi....kalau boleh tiyang tambahkan mungkin tidak perlu disangkut pautkan ke agama yah hal tersebut karena gama terlalu suci dan tinggi untuk disangkut pautkan ke kasus ini...apalagi tiyang punya keyakinan penuh kalau setiap agama mengajarkan ke empat hal di atas...menurut tiyang bukan agamanya yg perlu dipupuk supaya mempunyai nilai welas asih, cinta kasih, moral dan spiritual tapi mungkin manusianya yah Pak Gusti:)

Kalau manusia sudah menguasai dan memahami ke empat point tersebut tiyang yakin tidak lagi ada email yg menyakitkan orang lain, memanas manasi, memprovokasi, menyudutkan suatu golongan dan agama dst...pasti email orang/manusia tersebut akan lebih menyejukan hati kalau dibaca dan bermanfaat bagi yg membacanya..

Alangkah bijaknya kalau kita bisa jadikan Sang New American President Mr. Obama dan warga amerika sebagai referensi bagi kita dan negara kita di dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tidak lagi ada embel2 minoritas dan mayoritas, nak bali nak jawa, nak slam nak hindu, kafir dan lain sebagainya karena manusia bukan hakim yg adil tapi TUHAN hakim yg adil dan maha tahu, mari kita bersaing di dalam berbuat kebaikan sebanyak banyaknya bukan malah saling menghina dan mencaci maki serta berprasangka jelek akan saudara kita yg lainya...mari kita bangun Bali dan NKRI dengan akal dan fikiran serta hati yg jernih dan bersih serta dibarengi dengan sikap kedewasaan dan kebijaksanaan yg luhur..

Inggih suksama titiyang nunas ampura kalau ada salah tulis kata lan pribahasa..
Salam Shanty
Deden


From: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Friday, November 7, 2008 6:25:06 AM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo

"Saya akan mendengarkan anda, terutama ketika kita berbeda pendapat". (Barak Obama, presiden terpilih AS).

 Sebetulnya orang Muslim – apalagi orang Hindu – tidak boleh menolak pendapat yang berbeda, apalagi yang datang dari common sense.. Pendapat Syubah Asa berasal dari keyakinan penuh. Pendapat saya berangkat dari common sense. Keduanya berangkat dari fakta sejarah, teks yang sama. Namun keduanya sangat tidak seimbang.  Pendapat Syubah Asa dimuat di majalah nasional yang bergengsi, dibaca oleh puluhahan ribu orang (sekitar 30.000-50.000) . Pendapat saya hanya dibaca  oleh sedikit orang (mungkin ratusan saja).

Kami orang-orang Hindu menerima sebutan kafir, penyembah berhala, calon penghuni atau bahan bakar neraka abadi, menerima dan memberi argumentasi pandangan merendahkan itu dengan common sense.

Membaca pendapat yang hanya berangkat dari keyakinan, dengan menolak pendapat dari common sense, bisa berbahaya, bisa menghasilkan orang-orang macam Amrozi dan Syekh Puji, FPI, FUI, MUI (sampai tingkat tertentu).

Agama yang mengandung ajaran cinta kasih, welas asih, moralitas dan spiritualitas yang tinggi, tidak takut dengan sorotan common sense. Agama atau tokoh yang kosong dari keempat kualitas utama itu yang biasanya dijaga dengan otot dan darah.   

LGS.    

 

 


__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: