TULIS WIEDYA:
Saya punya teman, sebutlah namanya L, tinggal di kota S, dia beragama katolik, sedangkan bapak ibunya agamanya advent, menurut pak Rudy, yang gendeng siapa, anaknya, ortunya, atau pak Rudy, atau dunia memang sudah gendeng menurut pak Rudy? Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
JAWABAN SAYA:
Baru kali ini kamu membuat sebuah pertanyaan yang sangat bagus dan strategis sekali, sekalipun untuk itu saya harus kamu gendeng-gendengkan dulu. Hua..ha..ha. Kristen: pilihan dan panggilan. Bukan Kristenisasi, lho. Tapi ketika dipanggil, ya mbok nurut. Jangan bandel-bandel kayak kamu sekarang ini. Musa, 12 murid, Paulus, Kornelius, Sida-sida dari Etiopia, dan lain-lainnya. Semuanya pada mulanya ya sesat, lalu menerima pilihan dan panggilan. Tapi jika kembali ke sesat lagi, ya dibuang. akan digiring pada satu kebenaran yang hakiki. 3. Tuntutan ALLAH adalah pelaku perintah, bukan penerima perintah; Perintah TUHAN: Kasihilah sesamamu. Wiedya adalah seorang Kristen yang menerima perintah ini. Tapi sayang Wiedya tidak melakukannya, maka Wiedya-pun akan dibuang sekalipun orang Kristen. Sebaliknya, Cak Semprul adalah seorang Khong Hu Chu, yang nggak ngerti apa- apa soal perintah Kristen, tapi dia bisa melakukannya dengan benar, maka Cak Semprul akan menerima keselamatan sekalipun tidak mempunyai YESUS KRISTUS. Sebab dengan demikian Cak Semprul sudah menjadi Kristen sekalipun bukan orang Kristen. Cak Semprul akan menerima baptisan dari ALLAH sendiri, bukan baptisan manusia. Cak Semprul akan menerima pujian dari ALLAH sendiri, bukan dari manusia.
>> Roma 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
4. Bagaimana dengan masalah pelaksanaan hari Sabatnya? – ini 'kan yang kamu tanyakan? Bagaimana Cak Semprul yang Islam itu melaksanakan Hukum Sabat?
Hukum Sabat adalah Hukum ALLAH yang nomor 4, yang masuk dalam kelompok Hukum yang pertama dan yang terutama: Kasih kepada ALLAH. Yang secara harafiahnya hukum ini harus dipenuhi terlebih dahulu, karena ada kata-kata "yang pertama dan yang terutama." - Tapi benarkah bahwa hukum kasih yang pertama ini yang harus didahulukan?
Target orang sekolah adalah Sarjana. Nggak ada orang yang cita-citanya cuma Sekolah Dasar. Tapi mana ada Sarjana yang tidak melalui Sekolah Dasar lebih dahulu? Mana ada orang yang bisa mengasihi ALLAH yang tidak kelihatan jika dia tidak bisa mengasihi sesamanya yang kelihatan? Nonsens itu! Jadi, hukum yang kedualah yang harus dilaksanakan terlebih dahulu, yaitu kasih kepada sesama.
>> 1Yohanes 4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Jadi, janganlah kita bersemangat menggebu-gebu ke gerejanya, sementara mengabaikan kasih kepada sesamanya. Sebab kelihatannya lebih menguntungkan mengasihi sesama daripada datang ke gerejanya. Bener nggak?!
|
Sabtu, 03 Juli 2010
BALI INFO - WIEDYA – INI JAWABAN SAYA
__._,_.___
MARKETPLACE
.
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar