KASIH KOQ JAHAT GITU? Setahu saya, kasih itu lawan katanya benci. Benar begitu nggak? Jika benar begitu, berarti didunia ini memang ada 2 hal, yaitu ada kasih dan ada benci. Tidak semua hal atau segala sesuatunya itu kasih, tapi ada bagian lain yang merupakan benci. Apakah ini Alkitabiah, marilah kita buka aja Alkitab kita. 1. Kita semua paham bahwa iblis itu asalnya adalah malaikat yang bertugas di sorga. Kenapa sekarang tidak lagi di sorga? Kenapa sampai diusir? Setujukah kalau alasannya karena ALLAH benci dengan iblis yang memberontak? Setujukah kalau kebencian itu ada juga di hati ALLAH? Kenapa tidak semua malaikat diusir dari sorga? Setujukah kalau alasannya ALLAH mengasihi mereka-mereka yang taat? Jadi, kelihatannya ALLAH tidak cuma mempunyai kebencian saja, ya? Tapi memiliki kasih juga. Dengan demikian satu pelajaran penting telah kita dapatkan, bahwa tidak semua orang harus kita kasihi, dan tidak semua orang harus kita benci. Bisa gawat kelihatannya kalau semua orang sembarangan saja kita kasihi. Jangan-jangan istri tetangga kita kasihi juga, penjahat-penjahat kita jadikan saudara-saudara kita. Mau anda punya adik yang penjahat? Kalau saya sih nggak mau, deh! Kalau adik saya nakal pasti saya marahi supaya dia tetap bisa saya perlakukan sebagai adik. Sebab kalau dia nggak bisa berubah, bisa-bisa sikap saya juga bisa berubah terhadapnya. Nggak lagi menganggapnya adik. Kalau saya berpikir demikian, masih waraskah saya? 2. Ketika di Taman Eden, ALLAH mengancam Adam; kalau Adam berani mengambil buah pengetahuan, maka Adam akan mati. Apakah disini tersirat adanya kasih dan kebencian ALLAH? Bisa melihat adanya kasih dan kebencian ALLAH? 3. Keluaran 34:6 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat." >> Maleakhi 1:2 "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub 1:3 tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun." Kalau tadi kita berasumsi, sekarang kita mendapatkan kepastian dari pernyataan ALLAH sendiri, bahwa ALLAH memang mempunyai 2 sifat yang saling bertolak belakang, yaitu antara kasih dan kebencian. Maka andapun berkata: Itu 'kan zaman kuno?! Zaman YESUS sudah berubah. Akh, yang bener?! Benarkah begitu? Mari kita selidiki Alkitab: 4. Saya mendapati bahwa YESUS-pun mempunyai 2 sifat itu: a. Sikap YESUS kalau menghadapi orang Farisi, orang Saduki dan ahli Taurat selalu menunjukkan sikap yang bermusuhan, sedangkan kalau menghadapi pelacur, pencuri dan pemungut cukai selalu ramah dan penuh kasih sayang. Nggak percaya? Buktikan saja, wong anda punya Alkitab yang sama 'kan?! b. Apakah YESUS mengasihi setan? Selidiki yang baik-baik, ya?! c. Apakah semua manusia diselamatkan? d. Apakah YESUS menyamakan antara perbuatan yang baik dengan yang jahat? e. Matius 21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?"* Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: /"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Luar biasa sekali ayat ini, ya? Tokoh-tokoh agama kelihatannya amat dibenci YESUS, sedangkan orang-orang awam malah disayang YESUS. f. Matius 11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu." Apa sebabnya tanggungan tokoh-tokoh agama bisa lebih berat dari tanggungan orang-orang maksiat? Sebab tokoh-tokoh agama itu orang yang mempunyai hubungan yang paling dekat dengan ALLAH. Setiap hari mereka membaca Alkitab, menyebut nama ALLAH, berdoa kepada ALLAH, dan bekerja atas nama ALLAH. Karena itu betapa kurangajarnya jika mereka itu sampai melakukan kejahatan, meskipun Alkitab juga menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang sempurna. Sebab ada 2 macam dosa, ada yang bisa diampuni dan ada dosa yang tidak bisa diampuni. Kita bisa menemukan kasus-kasus dosa yang bisa diampuni dengan dosa yang tidak bisa diampuni itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, ketika orang berkata: "Waah, seorang pendeta koq begitu kelakuannya, ya, kebangetan sekali." – "Waah, kita tidak menyangka orang yang setiap hari aktif ke gereja itu bisa tega berbuat yang seperti itu", dan lain-lainnya. Kelihatan sekali bahwa dosa-dosa itu tergolong dosa-dosa yang berat, yang sulit diterima atau dimaafkan oleh kebanyakan orang. Berbeda dengan kasus pendeta marah- marah, orang masih bisa maklum dan memaafkannya. Bandingkan dengan berbagai kejahatan keji yang dilakukan oleh penjahat- penjahat Sodom dan Gomora. Sejahat apapun mereka, masyarakat masih bisa menerima. Kejahatan mereka masih bisa dimaklumi, sebab latar belakang mereka memang penjahat yang tidak mengenal ALLAH dan agama. 5. Yohanes 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Apa perintah YESUS? Supaya kita SALING mengasihi. Syaratnya adalah "saling", yang artinya merupakan tuntutan dari kedua pihak. Jadi, kalau sepihak saja nggak mungkin terjadi kasih, 'kan? Bagaimana cinta yang bertepuk sebelah tangan hendak melenggang ke jenjang pernikahan? Bagaimana saya tidak membenci anda jika anda mencubit saya? Bagaimana saya tidak memarahi anak yang nakal? 6. Matius 5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Bagaimana ini koq kelihatannya kontradiksi sekali? Kelihatannya kita perlu membedakan adanya 2 jenis musuh, yaitu musuh yang harus kita kasihi dan musuh yang harus kita benci. Sikap YESUS terhadap Yudas Iskariot sangat jelas sekali, yaitu tidak menyediakan pengampunan terhadapnya. >> Yohanes 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Bandingkan dengan sikap YESUS terhadap orang-orang awam yang menganiayaNYA ketika DIA disalibkan. YESUS berdoa untuk mereka: "Ya BAPA, ampunilah mereka, sebab mereka tidak mengerti apa yang mereka perbuat." Begitu pula sikap YESUS terhadap Saulus, yang menganiaya jemaat Kristen, dimana Saulus itu justru dipilih dan diangkatNYA sebagai rasul yang besar, yang sekarang kita kenal sebagai Paulus. Apa sebab Paulus menerima pengampunan? Sebab ketika menganiaya jemaat Kristen itu, dia beranggapan sebagai baktinya kepada ALLAH. Dia termakan ajaran Taurat, sehingga menganggap setiap orang yang tidak hidup menurut Hukum Taurat adalah musuhnya. Jadi, perbuatan Paulus bukan oleh sebab dia jahat, melainkan oleh sebab pengertiannya yang keliru. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar