Senin, 05 Juli 2010

BALI INFO - KASIH KOQ JAHAT GITU?

 

KASIH KOQ JAHAT GITU?

 

Setahu saya, kasih itu lawan katanya benci. Benar begitu nggak? Jika benar begitu, berarti didunia ini memang ada 2 hal, yaitu ada kasih dan ada benci. Tidak semua hal atau segala sesuatunya itu kasih, tapi ada bagian lain yang merupakan benci. Apakah ini Alkitabiah, marilah kita buka aja Alkitab kita.

 

1. Kita semua paham bahwa iblis itu asalnya adalah malaikat yang bertugas di sorga.

    Kenapa sekarang tidak lagi di sorga? Kenapa sampai diusir? Setujukah kalau

    alasannya karena ALLAH benci dengan iblis yang memberontak? Setujukah kalau

    kebencian itu ada juga di hati ALLAH?

    

    Kenapa tidak semua malaikat diusir dari sorga? Setujukah kalau alasannya ALLAH

    mengasihi mereka-mereka yang taat? Jadi, kelihatannya ALLAH tidak cuma

    mempunyai kebencian saja, ya? Tapi memiliki kasih juga.

 

    Dengan demikian satu pelajaran penting telah kita dapatkan, bahwa tidak semua

    orang harus kita kasihi, dan tidak semua orang harus kita benci. Bisa gawat

    kelihatannya kalau semua orang sembarangan saja kita kasihi. Jangan-jangan istri

    tetangga kita kasihi juga, penjahat-penjahat kita jadikan saudara-saudara kita. Mau

    anda punya adik yang penjahat? Kalau saya sih nggak mau, deh! Kalau adik saya

    nakal pasti saya marahi supaya dia tetap bisa saya perlakukan sebagai adik. Sebab

    kalau dia nggak bisa berubah, bisa-bisa sikap saya juga bisa berubah terhadapnya.

    Nggak lagi menganggapnya adik.

 

    Kalau saya berpikir demikian, masih waraskah saya?

 

2. Ketika di Taman Eden, ALLAH mengancam Adam; kalau Adam berani mengambil

    buah pengetahuan, maka Adam akan mati. Apakah disini tersirat adanya kasih dan

    kebencian ALLAH? Bisa melihat adanya kasih dan kebencian ALLAH?

 

3. Keluaran  34:6   Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN,

                                TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah

                                 kasih-Nya dan setia-Nya,

                     34:7    yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang

                                mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah

                                sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang

                                membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya,

                                kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

 

     >> Maleakhi 1:2    "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu

                                berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi

                                kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah

                                firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub

                           1:3    tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat

                                     pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya

                                     Kujadikan padang gurun."

 

 

     Kalau tadi kita berasumsi, sekarang kita mendapatkan kepastian dari pernyataan

     ALLAH sendiri, bahwa ALLAH memang mempunyai 2 sifat yang saling bertolak

     belakang, yaitu antara kasih dan kebencian.

 

     Maka andapun berkata: Itu 'kan zaman kuno?! Zaman YESUS sudah berubah.

     Akh, yang bener?! Benarkah begitu? Mari kita selidiki Alkitab:

 

4.  Saya mendapati bahwa YESUS-pun mempunyai 2 sifat itu:

a.      Sikap YESUS kalau menghadapi orang Farisi, orang Saduki dan ahli Taurat

      selalu menunjukkan sikap yang bermusuhan, sedangkan kalau menghadapi

      pelacur, pencuri dan pemungut cukai selalu ramah dan penuh kasih sayang.

 

      Nggak percaya? Buktikan saja, wong anda punya Alkitab yang sama 'kan?!

b.      Apakah YESUS mengasihi setan? Selidiki yang baik-baik, ya?!

c.       Apakah semua manusia diselamatkan?

d.      Apakah YESUS menyamakan antara perbuatan yang baik dengan yang jahat?

e.       Matius  21:31    Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak

                                 ayahnya?"* Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus

                                 kepada mereka: /"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya

                                 pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal

                                 akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 

        Luar biasa sekali ayat ini, ya? Tokoh-tokoh agama kelihatannya amat dibenci

        YESUS, sedangkan orang-orang awam malah disayang YESUS.

 

f. Matius 11:24       Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman,

                                 tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada

                                 tanggunganmu."

 

     Apa sebabnya tanggungan tokoh-tokoh agama bisa lebih berat dari tanggungan

     orang-orang maksiat? Sebab tokoh-tokoh agama itu orang yang mempunyai

     hubungan yang paling dekat dengan ALLAH. Setiap hari mereka membaca

     Alkitab, menyebut nama ALLAH, berdoa kepada ALLAH, dan bekerja atas

     nama ALLAH. Karena itu betapa kurangajarnya jika mereka itu sampai

     melakukan kejahatan, meskipun Alkitab juga menyatakan bahwa tidak ada

     seorangpun yang sempurna. Sebab ada 2 macam dosa, ada yang bisa diampuni

     dan ada dosa yang tidak bisa diampuni.

 

     Kita bisa menemukan kasus-kasus dosa yang bisa diampuni dengan dosa yang

     tidak bisa diampuni itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, ketika

     orang berkata: "Waah, seorang pendeta koq begitu kelakuannya, ya,

     kebangetan sekali." – "Waah, kita tidak menyangka orang yang setiap hari aktif

     ke gereja itu bisa tega berbuat yang seperti itu", dan lain-lainnya. Kelihatan

     sekali bahwa dosa-dosa itu tergolong dosa-dosa yang berat, yang sulit diterima

     atau dimaafkan oleh kebanyakan orang. Berbeda dengan kasus pendeta marah-

     marah, orang masih bisa maklum dan memaafkannya.

 

     Bandingkan dengan berbagai kejahatan keji yang dilakukan oleh penjahat-

     penjahat Sodom dan Gomora. Sejahat apapun mereka, masyarakat masih bisa

     menerima. Kejahatan mereka masih bisa dimaklumi, sebab latar belakang

     mereka memang penjahat yang tidak mengenal ALLAH dan agama.

 

5. Yohanes 13:34    Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu

                                saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu

                                demikian pula kamu harus saling mengasihi.

 

     Apa perintah YESUS? Supaya kita SALING mengasihi. Syaratnya adalah "saling",

     yang artinya merupakan tuntutan dari kedua pihak. Jadi, kalau sepihak saja nggak

     mungkin terjadi kasih, 'kan? Bagaimana cinta yang bertepuk sebelah tangan

     hendak melenggang ke jenjang pernikahan? Bagaimana saya tidak membenci anda

     jika anda mencubit saya? Bagaimana saya tidak memarahi anak yang nakal?

 

6. Matius 5:43   Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan

                           bencilah musuhmu.

               5:44     Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah

                            bagi mereka yang menganiaya kamu.

 

      Bagaimana ini koq kelihatannya kontradiksi sekali?

      Kelihatannya kita perlu membedakan adanya 2 jenis musuh, yaitu musuh yang

      harus kita kasihi dan musuh yang harus kita benci. Sikap YESUS terhadap Yudas

      Iskariot sangat jelas sekali, yaitu tidak menyediakan pengampunan terhadapnya.

 

      >> Yohanes 17:12    Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam

                                         nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan

                                         kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada

                                         seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia

                                         yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang

                                        tertulis dalam Kitab Suci.

 

        Bandingkan dengan sikap YESUS terhadap orang-orang awam yang

        menganiayaNYA ketika DIA disalibkan. YESUS berdoa untuk mereka: "Ya

        BAPA, ampunilah mereka, sebab mereka tidak mengerti apa yang mereka

        perbuat." Begitu pula sikap YESUS terhadap Saulus, yang menganiaya jemaat

        Kristen, dimana Saulus itu justru dipilih dan diangkatNYA sebagai rasul yang

        besar, yang sekarang kita kenal sebagai Paulus. Apa sebab Paulus menerima

        pengampunan? Sebab ketika menganiaya jemaat Kristen itu, dia beranggapan

        sebagai baktinya kepada ALLAH. Dia termakan ajaran Taurat, sehingga

        menganggap setiap orang yang tidak hidup menurut Hukum Taurat adalah

        musuhnya. Jadi, perbuatan Paulus bukan oleh sebab dia jahat, melainkan oleh

         sebab pengertiannya yang keliru. 


__._,_.___
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: