JAWABAN: DINAMIKA IMAN YUNUS 1. PENGERTIAN DAN PELAKSANAAN Themanya adalah: Sudah mengerti koq tidak melakukan? Entah ada berapa banyak orang dengan type seperti ini; ada yang pura-pura bodoh, pura-pu ra lupa, pura-pura tidak paham, pura-pura tidak mendengar, pura-pura tidak tahu, dan pura puranya mau. Seperti apakah orang yang pura-puranya mau itu? Seperti anak laki-laki saya yang nakal; kalau di suruh apa, dia memang tampaknya menurut dan segera pergi melaksanakannya. Tapi setelah ditunggu sampai yang bukan waktunya, keta huan dia-nya sedang bermain ke rumah temannya. Inilah model orang yang diceritakan dalam perumpamaan YESUS: Matius 21:28-31: "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak la ki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi ke mudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?"* Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: /"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pe mungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan menda hului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah." Golongan Farisi, Saduki dan Ahli Taurat, atau istilahnya mereka yang tokoh-tokoh agama, adalah orang yang digambarkan sebagai anak sulung. Seharusnya mereka inilah orang-orang yang menerima berkat kesulungan, yaitu fasilitas utama untuk masuk ke sorga. Sebab, bukan kah mereka itu orang yang menyatakan dirinya paling dekat hubungannya dengan sorga?! Ke mana-mana yang dibicarakan selalu tentang ALLAH, selalu membawa Kitab Suci dan seo lah orang yang sangat saleh, yang berkata: "baik, bapa." Sedangkan orang kelas duanya adalah mereka yang dunia cap sebagai kelompok orang yang dinajiskan. Ke mana-mana selalu menerima pandangan mata curiga, menghina dan kategori sampah. Sepertinya mereka itu orang-orang yang cocok dengan neraka. Tapi perumpamaan itu membentangkan kesempatan kepada mereka untuk menerima kabar keselamatan yang sa ma, seperti yang saudara sulung mereka terima. Dan di dapati kenyataan si anak bungsu ini lebih bisa menuruti Firman TUHAN daripada si anak sulung. Saya yakin pembahas file ini adalah seorang pendeta, dan tampaknya dia-nya sedang berbica ra kepada saya dan bertanya: Apakah anda seorang penurut ALLAH?! Maka sayapun bertanya: "Kepada siapakah berkat kesulungan itu diterimakan lebih dahulu?" Kepada yang tua atau yang muda?! Bukankah kepada yang tua lebih dahulu? Karena itu se harusnya bukan anda yang bertanya begitu kepada saya atau kepada jemaat anda, tetapi jema atlah yang harus bertanya kepada anda: "Sebagai anak sulung, sudahkah anda menerima ber kat ALLAH?" Sudahkah anda menurut ALLAH, lebih dahulu, supaya saya bisa menyerap teladan dari anda , bukannya anda menanyai saya begitu. Apakah yang sulung akan meniru yang bungsu?! Yah, suatu kebiasaan yang buruk adalah seorang pengkhotbah itu selalu melemparkan perin tah ALLAH kepada jemaatnya; mengajari jemaatnya ini dan itu, melarang jemaatnya ini dan itu, tapi tidak pernah menyuruh dirinya sendiri begitu. Luk. 11:46 : " Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun." Pada umumnya khotbah pendeta selalu pada seputar perintah kasih sesama. Itu topik-topik yang selalu diajarkannya namun yang suka lupa dilakukannya. Tetapi sebagai anak yang bungsu saya ingin katakan: "Stop! Abaikanlah perintah kasih itu; anggap saja perintah itu ti dak ada. Sebab ada perintah yang lebih penting daripada itu yang harus anda lakukan lebih dahulu." Perintah apa, dan perintah yang manakah? Mat. 6:24 : " Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Ini adalah pilihan pertama sewaktu seseorang hendak masuk Kristen! ......................JDIY, 01. Ini adalah perlengkapan surat-surat ketika seseorang hendak melamar pekerjaan. Ini adalah persyaratan pertama ketika seseorang hendak mencintai seorang gadis. Tentukan dulu sikapmu; pilih aku atau dia? Baru kita bisa melanjutkan hubungan kita! Saya melihat mobil anda ada 2 buah, rumah anda 2, baju anda 2, jam tangan anda bermerk: Rado, duit anda begitu banyak; bolehkah itu saya minta untuk bagian orang-orang miskin? Sebab ada dituliskan: Luk. 3:11 : " Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." Matius 19:21: " Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Nah, sebagai pendeta apakah anda tidak ingin sempurna, seperti Zakheus, yang pe mungut cukai? Lukas 19:2-9 : " Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seo rang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia menda hului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan le wat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Za kheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepada nya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham." Separuh dari hartanya diberikan kepada orang miskin, maka tinggallah separuh. Untuk apakah yang separuh sisanya itu? sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Sebagai seorang Kepala pemungut cukai yang korup, berapa orangkah yang per nah dia peras? Kira-kira, dia itu tukang peras besar-besaran atau kecil-kecilan?! Jadi, sisa berapakah uangnya ketika ia mengikut YESUS? Yah, sekalipun uang Zakheus masih banyak sisanya, namun pernyataan Zakheus itu sudah menyatakan kesiapannya untuk miskin. Dia lebih memilih ikut YESUS dari pada ikut Mamon. Mat. 5:3: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." Berbahagialah engkau Zakheus, meskipun engkau seorang kepala pemu ngut cukai, dan seorang yang telah menjadi miskin! Sebab engkau dika takan telah mendahului anak-anak sulung ALLAH. Luk. 6:24 : " Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu." Benarkah, pendeta, bahwa engkau telah menerima penghiburanmu di dunia ini? Ketika di ge reja, dudukmu di bangku yang paling terhormat, engkau menerima penghormatan dari seka lian jemaatmu, ketika di pasar atau di jalanan, semua orang mengangguk hormat kepadamu, mengingat engkau seorang yang dekat dengan ALLAH, kamar timurmu begitu nyaman deng an AC, dan setiap hari engkau mencuci matamu dengan belanjaan ke Hypermart. Begitu nya man sekali hidupmu, sehingga begitu banyak orang yang mengirikanmu! Mat. 19:23 : " Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguh nya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga." Sesukar apakah itu, wahai, pendeta? Apakah sesukar engkau melepaskan kekayaanmu itu?! Adakah engkau belum pernah membaca ayat-ayat ini, pendeta?! Adakah engkau kesulitan mengerti maksudnya?! Ataukah engkau sengaja pura-pura tidak tahu mau?! Seperti apakah pura-pura tidak tahu mau?! Ya, pengertian dengan pelaksanaannya yang jauh langit dari bumi! Seperti Yunus itulah! Se perti Yunus , ketika diundi nama anda yang keluar sebagai penyebab berbagai bencana di sa na dan di sini, sebab engkau tidak melakukan perintah ALLAH! ................JDIY, 02. 2. YUNUS SI BURUNG MERPATI Kata anda Yunus ini namanya tidak cocok dengan orangnya. Namanya berarti merpati, se dangkan tabiatnya seperti perkutut. Kalau merpati, selalu setia dengan rumahnya, sedangkan perkutut selalu berusaha mencari kesempatan untuk kabur dari rumahnya! Apakah tidak demikian dengan anda, tuan, pendeta?! Apakah anda tidak selalu mengaburkan firman-firman TUHAN, seperti yang saya sebutkan di atas?! Kis. 15:21 : " Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota , dan sam pai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat." Mengapa sudah tidak pernah lagi anda bacakan seperti dahulu kala?! Apakah ini suatu mata rantai yang terputus dari gereja yang mula-mula? 3. KONTRADIKSI PEKERJAAN DENGAN JABATAN Yunus adalah nabi TUHAN, tetapi pekerjaan ......... yang dilakukannya! Apakah itu tidak seperti ini, tuan: Mat. 24:15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus," Sebab setiap orang yang menyembunyikan kebenaran firman ALLAH adalah pembunuh ter hadap banyak jiwa. Mrk. 4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditem patkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian." Kalau lilin anda letakkan di bawah kolong tempat tidur, bisa membakar orang, tu an! 4. PENGERTIAN TEOLOGIS DENGAN TINDAKANNYA Seharusnya Yunus mengerti bahwa ALLAH mengasihi 120 ribu jiwa penduduk Niniwe yang berdosa itu, sehingga selaku nabi diapun bisa menyalurkan kasih ALLAH itu kepada pendu duk sebanyak itu yang nggak ngerti kebenaran. Tapi Yunus rupanya enggan menyelamatkan mereka, enggan mengampuni mereka, karena mereka itu penindas yang kejam terhadap bang sanya. Apakah anda tidak demikian terhadap jiwa-jiwa jemaat anda yang merindukan kebenaran?! Mereka bisa masuk neraka semua kalau anda mengajarkannya bukan kebenaran! Mat. 11:24 : " Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu." Tanggungan anda lebih berat dari pada tanggungan Niniwe, Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Denpasar, Makasar, dan lain-lainnya, tuan! Sudahkah itu anda pikirkan dari kenya manan yang hanya sesaat di dunia ini?! Mudah-mudahan anda bisa mengkaji ini semua dengan bijaksana. JAWABAN: GERAKAN REFORMED INJILI DALAM SEJARAH 1. KEMBALI KE KITAB SUCI Gerakan reformasi gereja oleh Marthin Luther, memang telah membawa perubahan yang amat besar bagi Kekristenan untuk kembali kepada Alkitab, yang telah diselewengkan oleh Kepausan. Ada banyak sekali ajaran-ajaran kekafiran yang tidak lagi diikuti oleh kalangan Kristen yang lahir dari Ibunda Maria. Tapi yang perlu kita pertanyakan adalah: a. Apakah benar anda telah kembali ke Alkitab, atau sudah berapa persenkah pencapaian anda di dalam kembali ke Alkitab; sudah 100%-kah atau masih kurang dari itu?! Dan jika anda mengakui masih kurang, masih adakah minat untuk melanjutkannya atau sudah kerasan di tempat yang sekarang ini? Ini perlu menjadi titik renungan anda. - Dalam hal HARI PERIBADATAN, apakah sudah Alkitabiah jika itu di Hari MINGGU?! Apakah anda sudah mengetahui bahwa yang mengubahkan Hari SABAT ke Hari MING GU, itu adalah Paus, bukan YESUS atau Para Rasul?! Jika anda tahu itu, tapi anda masih membenarkannya, lalu ngapain anda susah-susah mendirikan gereja yang baru?! Untuk kenang-kenangan atau penanda bahwa anda ber asal dari sana ? Bahwa anda adalah anaknya?! Apakah anda tahu bahwa Hari Minggu itu hari bagi penyembahan Dewa Matahari?! - Dalam hal Hari NATAL , yang konon hari kelahiran Dewa Matahari?! Apakah Natal itu Alkitabiah?! Adakah perintahnya, baik secara tersamar maupun seca ra terang?! - Dalam hal PASKAH, apakah ini juga perintah Alkitab?! - Dalam hal gambar YESUS, benarkah itu gambar YESUS beneran? Jika bukan gambar TUHAN yang benar, apakah itu tidak termasuk kepalsuan dan kebohongan?! ...........................JDIY, 03. Sementara suatu gambar 'karikatur' saja masih mempunyai kemiripan dengan orang as linya. Tidakkah gambar itu telah membuat banyak orang terjerumus ke dalam kesesatan ?! Bahwa pengamen-pengamen yang di perempatan jalan yang berambut gondrong suka saya panggil YESUS dan saya sembah sebagai ALLAH saya. Salahkah saya menyembah pengamen-pengamen itu, mengingat mereka mirip sekali dengan gambar-gambar yang anda pertontonkan kepada umum sebagai YESUS?! - Dalam hal TRINITAS, benarkah ALLAH itu berjumlah TIGA, dan TIGA itu SAMA DE NGAN: SATU?! Rumusan atau theologi siapakah yang mengatakan begitu? Ibunda Ma ria-kah?! Benarkah YESUS itu YAHWE dan YAHWE itu YESUS?! Sehingga kalau di katakan YESUS itu pergi ke BAPA, maka DIA tidak pergi ke mana-mana, melainkan ke diriNYA sendiri?! Bisakah anda mendemonstrasikan bagaimana itu pergi ke dirinya sen diri, mengingat kita diciptakan seperti ALLAH?! Hakekatnya adalah pada kata: "Pergi" Bagaimana atau yang seperti apakah "pergi" itu? - Dalam hal BAPTISAN, bagaimanakah cara pembaptisan anda? Apakah percikan itu baptisan?! Apa theologisnya baptisan?! b. Sudahkah anda mengajarkan peringatan Alkitab kepada jemaat anda? > Mat. 6:24: " Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepa da yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat meng abdi kepada Allah dan kepada Mamon." > Mat. 19:21: " Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." > Mat. 19:23: " Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguh nya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga." > Mat. 19:29: " Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara nya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal." > Mat. 5:3: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." > Luk. 6:24-26: " Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini terta wa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika se mua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu." > Kol. 3:2: " Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." > Yak. 4:4: " Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persaha batan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hen dak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah." > 1Kor. 7:29: " Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Kare na itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berla ku seolah-olah mereka tidak beristeri;" > 1Kor. 7:8: " Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku an jurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku." > 1Kor. 11:6: " Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepala nya." > 1Kor. 11:10: " Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh kare na para malaikat." > 1Kor. 11:13: " Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah deng an kepala yang tidak bertudung?" > 1Kor. 11:15: " tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung." > 1Kor. 14:35: " Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya k e pada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat." > Adakah anda mengajari jemaat perempuan anda untuk berpakaian seksi, sehingga mereka ..................JDIY, 04. kalau menghadap ALLAH seolah pergi ke pesta dansa atau ke tempat diskotik?! Mungkin anda berkata: "Tidak! Saya tidak mengajari begitu." Tetapi bagaima na istri-istri pendeta memberikan contohnya?! Bagaimana mereka berdandan dan bagaimana mereka ber-make-up?! Berapa uang yang untuk ke salon kecan tikan dan berapa uang yang untuk menyantuni yatim-piatu dan janda-janda?! > Mat. 11:8: " Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja." Jadi, gereja itu gereja atau istana raja?! > 1Kor. 14:37: " Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan." > Yak. 1:27: " Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menja ga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia." > Rm. 12:2: " Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pem baharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Sudah seberapa jauhkah anda mengajarkan hal-hal di atas dan sudah seberapa jauhkan anda memberikan percontohannya?! Apakah tidak justru anda yang telah memberi contoh semua ketidakpatutan di dalam kembali ke Kitab Suci itu?! Terimakasih anda telah mengajari saya apa yang baik, tetapi saya akan lebih berterimakasih lagi jika anda memberikan contoh yang baik kepada saya. Sekalipun adakalanya mulut perlu berbicara, namun juga ada kalanya tangan harus memberikan petunjuk dan kaki harus menja lani. Seperti yang anda tuliskan sendiri: Gereja dipanggil bukan hanya untuk mengabarkan lnjil dan mengabarkan ke benaran, gereja juga dipanggil untuk melaksanakan mandat-budaya melalui pencerahan dari Firman Tuhan untuk mencerahkan dunia ini, dengan prin sip-prinsip Firman Tuhan ke dalam segala aspek kebudayaan. Selanjutnya juga anda berkata: Pada saat pengaruh Liberalisme makin meluas dan menggerogoti iman Kris ten dalam abad ke-19, teolog-teolog Reformed dengan gigih berdiri di front (garis depan yang paling depan untuk melawan ajaran-ajaran yang tidak setia kepada Kitab Suci. Bagaimana dengan di abad ke-21 ini, apakah masih juga segigih di abad ke-19 itu?! Sehingga baik di Eropa maupun di Amerika, buku-buku yang paling berbo bot memerangi ajaran-ajaran yang liberal kebanyakan adalah hasil dari tangan-tangan teolog Reformed. Semangat teologi Reformed inilah yang te lah memelihara Kekristenan dari segala penyelewengan dan perselingkuhan gereja sebagai mempelai perempuan Kristus yang tidak setia kepada Tu han. Mudah-mudahan bukan cuma bukunya doank yang mengajar, tetapi kehidupan anda sendiri juga bisa menjadi buku-buku yang terbuka untuk dibaca umum. Malah kalau bisa perguna kan 'huruf besar' supaya orang tidak perlu memakai kacamata untuk membacanya. Tidak ada seorang pun bisa mengabaikan apa yang telah dikerjakan oleh teologi Reformed sepanjang sejarah. Teologi Reformed mempakan salah sa tu teologi yang paling bertahan uji dan paling unggul untuk memimpin orang Kristen melalui peperangan iman dan memberi petunjuk untuk hari depan umat manusia. Tapi kalau semua yang anda ajarkan itu tidak sesuai dengan Kitab Suci, ya terpaksa harus sa ya abaikan. Mata harus saya tutup, telinga harus saya tutup dan hati harus lebih saya tutup, supaya tidak kemasukan debu kesesatan. >. 1Tim. 4:7: " Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu ber ibadah." > 2Tim. 3:5: " Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya ......................JDIY, 05. mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Benarkah kalau dikatakan bahwa sepertinya itu ibadah, tetapi kehilangan kekuatannya?! Ya, siapa orang yang tidak mengakui kalau pergi ke gereja itu menghadap ALLAH, wong di gereja itu memang menyebut nama ALLAH, berdoa kepada ALLAH, atau pendeknya serba ALLAH, tapi apakah itu masih mempunyai kekuatan ibadah, jika YESUS sampai berkata: > Mat. 7:21: " Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." JAWABAN: PELAYANAN YANG MEMULIAKAN ALLAH 1. KRISTEN SEJATI DAN TIDAK SEJATI Anda memberikan gambaran tentang Kristen yang sejati dengan Kristen yang tidak sejati itu dengan tampilan diri Yudas Iskariot dengan Petrus. Sekalipun itu benar juga, namun ada gam baran yang wilayah jangkauannya lebih luas lagi. Yaitu, bagaimana supaya pengajaran terse but bukan cuma ditujukan kepada kelas murid saja, tetapi bisa melingkupi ke diri pembicara atau pengajar atau pengkhotbahnya juga. Supaya tidak seolah-olah yang bodoh itu tidak mungkin pintar dan yang pintar tidak mungkin bodoh! Sebab kalau kita berbicara tentang Yudas dengan Petrus, itu tentang kalangan murid, yang se belum menerima panggilan TUHAN adalah orang biasa yang masih awam terhadap keagama an. Dan mengikut YESUS yang sekitar 3,5 tahun saja, bukanlah suatu waktu yang cukup un tuk menangkap keseluruhan ajaran TUHAN. Lebih-lebih untuk suatu ajaran baru; Kristen, yang asing sekali bagi telinga Yahudi mereka. Tetapi bagaimana dengan orang-orang Farisi, Saduki dan para ahli Taurat Yahudi? Bukan kah mereka golongan terdidik, golongan orang yang saleh, tokoh agama, golongan yang lebih rasional seharusnya, yang lebih siap menerima modernisasi, dan yang tak kalah serunya ada lah orang yang mengerti seluk-beluk Kitab Suci! Yang tidaklah terlalu salah jika mereka itu dianggap sebagai orang dekat Pejabat Sorga?! Selanjutnya, jika Yudas dan Petrus melakukan khianat di babak yang paling akhir dari kehi dupan YESUS, yang artinya mereka mempunyai kesempatan untuk mendengar dan melihat ke seluruhan diri Gurunya, sebelum mereka mengambil sikap untuk menilai Gurunya itu orang yang seperti apa?! Layak digadaikan atau tidak, adalah kajian menurut segi berpikir masing- masing orangnya. Tetapi yang jelas mereka mau mendengar dan mau melihat dalam waktu yang cukup panjang untuk mendengar, sekalipun menjadi waktu yang singkat untuk mempe lajari sesuatu. Berbeda dengan orang-orang pintar itu, di hari pertama YESUS menyatakan diriNYA sebagai orang yang diurapi ALLAH dan mengkritik keimanan mereka, mereka langsung bereaksi: Lukas 4:28-29: " Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Me reka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke te bing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu." Sudah nggak mau dengar, nggak mau introspeksi diri, sudah mengusirNYA keluar dari gere ja, masih diusir lagi ke luar kota, bahkan hendak dibuang ke jurang. Belum tahu hal yang se benarnya, belum mengenal yang semestinya, tidak merasa perlu mengetahui benar atau salah nya, tidak lagi melihat di mana tempatnya mereka itu marah, tidak lagi mempertimbangkan untuk menyerahkanNYA kepada hukum yang berlaku, tidak merasa perlu bermusyawarah di antara tua-tua gereja itu, tanpa belas kasihan dan kebijaksanaan sedikitpun, tanpa pertim bangan apakah itu hari Sabat atau hari biasa, tanpa pertimbangan tentang hukuman yang setimpalnya, antara tua-tua dengan jemaatnya sama-sama edannya, dan pertimbangan hu kum mereka adalah sangat keji sekali; melemparkan YESUS ke jurang! Seperti aliran air yang sangat lancar yang tidak menggunakan filter; segala prosedur diter jangnya dengan tidak ada rasa bersalah sedikitpun! Bagaimana itu jika kita hidup di zaman itu dan berada di tengah-tengah mereka? Bagaimana itu jika kedudukan kita waktu itu adalah sebagai Tua-tua gereja dan bagaimana itu jika terja di di zaman ini; manakala rata-rata pendeta dan tua-tuanya adalah sarjana, manakala kita hidup pada peradaban yang super modern dan manakala pengetahuan keagamaan kita sudah ditambahkan dengan Injil, yang mengajarkan tentang kasih sesama?! Bisakah dan mungkin kah kita ini berbeda dari mereka? Bagaimana kita mengukurnya? Mungkin kita bisa mengukurnya dari hal gengsi kita, suatu kebiasaan hidup dalam pujian-pujian. Di gereja kita dihormati jemaat, di gereja kita memegang suatu kedudukan, di kam pung kita juga seorang yang dihormati, di lingkungan kerja kita orang yang berkedudukan dan di masyarakat kita orang yang dikenal. Jika itu ditambah dengan karakter dan pembawa an sifat yang keras, kaku, mudah tersinggung, kesombongan, pengenalan diri yang kurang, serta gengsian, maka 2000 tahun yang lalu bukanlah jarak waktu yang panjang. Jika selama ini para pendeta selalu menganggap jemaat sebagai sasaran penasehatan, justru Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa sesungguhnya pendetalah yang perlu disuntik de ngan dosis yang tinggi. Sebab catatan Alkitab menyatakan bahwa YESUS tak pernah ramah terhadap golongan ini, justru selalu menganggapnya sebagai musuh serius yang dianggap co cok menerima ancaman: "Celakalah!" - Yudas Iskariot nggak pernah menerima ucapan-ucapan kasar yang seperti itu, meskipun YE SUS mengetahui hati Yudas dari mulanya. - Yudas Iskariot diancam PHK-pun tidak! - Kenyataanpun membuktikan bahwa Yudas bukanlah seorang yang pembantah, bukan seo rang yang berani kurang ajar terhadap Gurunya. Serta nggak pernah main tangan terhadap YESUS. Selanjutnya, pengkhianatan Yudas adalah dalam bentuk ciuman, artinya adalah dia itu sesungguhnya takut dengan Gurunya - Bila YESUS pernah mengatai Yudas: "Celakalah", tapi itu diucapkan YESUS tidak secara terang-terangan di hadapan Yudas, melainkan melalui sindiran-sindirian yang memiliki taf siran yang luas! Bagaimana dengan sikap YESUS terhadap tokoh-tokoh keagamaan? - Mereka bukan saja dilangkahi dalam hal kelahiranNYA, tetapi juga tidak diundang untuk menghadiri kelahiranNYA. - ALLAH lebih memilih Maria untuk melahirkan ANAK-NYA, dari pada memilih salah seo rang dari antara mereka - YESUS tidak pernah bersahabat dan tidak pernah bersikap ramah terhadap mereka, melain kan selalu memusuhi mereka dengan perkataanNYA: "Celakalah!" Selalu begitu dan selalu begitu. Sementara kalau terhadap orang-orang berdosa YESUS se lalu bersikap ramah dan mengampuni: "Bertobatlah"," dosamu sudah diampuni!", "jang an berbuat dosa lagi" dan yang serupa itu. - YESUS selalu mengambil jarak, menjauhi dan menghindari mereka, tetapi terhadap orang- orang berdosa, YESUS mencari mereka dan mengundang mereka dalam kelemah-lembutan IlahiNYA. - YESUS selalu berkata perumpamaan terhadap mereka dan memasukkan diri mereka ke da lam cerita perumpamaanNYA. Sementara kalau terhadap para murid, YESUS memaparkan arti perumpamaanNYA. - Ucapan-ucapan tajam YESUS selain "Celakalah" adalah: Serigala, munafik, kuburan yang dikapur, menduduki kursi Musa, pencuri yang merebut jemaatNYA, penyesat, guru palsu, ajaran manusia, bapa mereka Iblis, pendusta, menyamakan dengan babi, lebih berat dari tanggungan Sodom, ular beludak, pembuat kejahatan, nabi palsu dan lain-lain. Nyatalah dari ini semua sesungguhnya yang lebih membutuhkan penasehatan adalah golong an pendeta, guru dan pengajar, bukan seperti yang kita pikirkan selama ini seolah posisi pen detalah posisi yang sudah aman. Saya tidak mengatakan bahwa jemaat tidak membutuhkan nasehat atau jemaat itu lebih baik, juga jemaatpun bukanlah posisi yang benar-benar aman, tetapi hal ini perlu saya terangkan kepada pendeta karena selama ini khotbah-khotbah selalu dikonsumsikan untuk jemaat me lulu, mengesankan jemaat itu sarang penyamun sedangkan pendeta itu kumpulan para malai kat. 2. Siapakah penyalib YESUS yang sebenarnya? Selama ini yang terkesan dalam pikiran saya adalah Yudaslah yang seolah-olah selalu disudut kan sebagai penyalib YESUS. Setiap pendeta berkhotbah di hari Paskah, selalu nama Yudas yang dibesar-besarkan dan sedikitpun tidak menyentuh nama baik Mahkamah Agama! Padahal kalau kita lihat dari duduk persoalan yang sebenarnya, peranan Yudas justru tidak terlalu besar, dibandingkan dengan peranan imam-imam Yahudi. Yudas hanya menjual dan menyerahkan TUHAN-nya, bagaimana dengan imam-imam yang tukang tadahNYA, yang selalu mencari kesempatan untuk menangkap YESUS, yang sejak mulanya ingin membunuh dan membungkam YESUS, yang menginginkan pengadilan rakyat, yang berdusta dalam hal kematian YESUS, dan yang selanjutnya mengobarkan permusuhan terhadap murid-murid YESUS. Bukankah kita juga mengenal latar-belakang Saulus sebagai bagian dari imam-imam Yahudi itu sebagaimana kita mengenal kelanjutan pertobatan Paulus yang kini menjadi guru dan rasul kita?! Jadi, bagaimana kita bisa melupakan begitu saja peranan para Imam tersebut dan melempar kan beban kepada Yudas saja?! 3. YESUS dimuliakan dari kehinaanNYA Suatu pengetahuan yang sangat baik jika ini menjadi kaca cermin bagi para pengajar kita yang mulia, yang selalu hidup dalam gemerlap penampilan, dalam gemerlap modernitas, da lam pesta pora dan foya-foyanya. Mengapa anda tidak mempraktekkan sebagaimana YESUS mempraktekkan dan mengajarkan itu semua kepada kita?! Ataukah ini juga hanya untuk jemaat anda saja?! Bagaimana mung kin kepala ular tapi berekor kuda?! 4. ROH MENGAMPUNI Ini juga apakah tidak cocok untuk ditawarkan kembali kepada anda?! Mengingat roh permusuhanpun bergentayangan secara bebasnya di kalangan para pendeta. Sukanya kalau menasehati jemaatnya yang bertikai selalu menyuruh mengampuni musuh, te tapi dirinya sendiri terkadang bukan cuma menyimpan permusuhan melainkan sebagai pen cipta permusuhan yang parah! Mimbar adalah ring untuk mengadu-domba jemaat dan sound-system adalah untuk membuka aib orang ke depan umum! Berapa banyak pendeta yang belum didewasakan akal-budinya, te tapi dipaksakan untuk mengajar jemaatnya, hanya berdasarkan ijasah theologinya semata-mata. Dengan cara demikian maka mimbar bukanlah tempat untuk memuliakan ALLAH, melainkan tempat untuk menginjak-injak ALLAH. 5. Jalan salib?! Anda katakan dalam penutupan khotbah anda bahwa jalan kemuliaan itu adalah kesusahan dan penderitaan itu. Suatu pemikiran yang sangat idealis sekali bagi seorang Kristen. Nah, jika orang pergi ke pesta, untuk menggambarkan suka citanya ,maka dia akan mengena kan pakaian pesta yang meriah sekali. Lalu, bagaimanakah rupa seragamnya orang yang ber kesusahan itu?! Sudahkah anda memesannya ke desainer? JAWABAN: BELAJAR TEOLOGI DAN DOKTRIN 1. KEMBALI KE FIRMAN DAN KEBENARAN Untuk menghadapi tawaran kembali ke Firman dan Kebenaran ini kita perlu hati-hati dan bi jaksana. Kita tidak boleh sembarangan mengiyakannya, melainkan harus penuh pertanyaan yang jeli: Hendak di ajak kembali ke Firman yang gereja apa, sebab ada 700-an macam gere ja. Selanjutnya hendak diajak masuk ke Alkitab secara berapa persen, mengingat di Alkitab itu ada sekitar 1500 halaman? Ajakan-ajakan yang seperti ini adalah suatu ajakan bagaikan tape recorder yang diulang- ulang yang dari dulu hingga sekarang hanya berputar di tempat. Setiap pendeta selalu basa- basinya adalah memang seperti itu, mungkin memang vitamin-C nya begitu. Tapi nyatanya si pendeta itu ya masih tetap di situ, masih tetap begitu dan selalu omong begitu lagi. Selanjutnya kalau saya mengulas masalah ini, pasti akan sangat panjang, sementara saya su dah menuliskan ke dalam berbagai file tentang konsep-konsep Kebenaran yang menurut Alki tab katakan. Karena itu di sini saya akan masuk secara to the point-nya saja; Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan kita: - Apakah pengajak kita itu sudah masuk duluan ke Firman? Sudah berapa langkah, jang an-jangan baru dua langkah sudah bilang Alkitabiah. Itulah umat yang berseru-seru: TUHAN, TUHAN.....[' kan itu baru dua langkah namanya?!] Bahwa kalau anda umat biasa, jangan biasakan melangkahi pendeta anda, tetapi tung gulah pendeta itu berjalan duluan, baru kemudian kita menyusul di belakangnya. Me ngapa? Supaya kita ini tidak dijadikan domba sembelihannya terus-terusan! > Luk. 11:46: " Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, se bab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun." - Kita bisa melihat dari buahnya, yaitu dari penampilannya; Apakah pendeta itu patut se bagai anak buahnya YESUS, yang tukang kayu, atau lebih patut menjadi Boss-nya toko meubeleur? Anda bisa membayangkan seandainya YESUS sedang berdiri berjajar de ngan dia, maka apakah masih patut YESUS itu disebut Boss mereka? > Mat. 10:25: " Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya." > Mat. 8:20: " Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mem punyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Saya yakin, kena ayat ini akan banyak pendeta yang mengundurkan diri! > Yoh. 6:66: " Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia." Kalau nggak percaya, buktikan: sodorkan ayat-ayat ini untuk dia bahas! Supaya mereka nggak berpikir menjadi orang Kristen itu enak, gajinya besar karena anaknya ALLAH! - Bagaimana doktrin dia mengenai TRINITAS, di hari yang mana dia itu berbakti; Sabtu atau Minggu atau Sabtu malam Minggu bareng anak-anak muda yang trek-trekan?! Bagaimana mengenai kebenaran Natal, Paskah, serta tanyakan juga tentang photo pengamen itu sesungguhnya siapa DIA?! Bagaimana pandangan dia tentang pakaian seksi yang masuk gereja, sebab sering kali saya keliru menawar mereka untuk saya ajak ke hotel; sudah pakaian siap pakai gitu, ngapain ke gereja, mending happy-happy saja dengan saya?! Bagaimana pula pandangan dia tentang perempuan yang berkhot bah di depan jemaat, serta bagaimana anda dibaptiskan dan tanyakan apa sih artinya baptisan itu?! > Yes. 1:12: " Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?" Siapa sih yang menuntut anda ke gereja kalau untuk menginjak-injak gereja?! 2. KALAU MENDAPAT PERTANYAAN DARI TEMAN Kalau mendapatkan pertanyaan dari teman mengenai Kekristenan, maka apakah yang hen dak kita ceritakan tentang Kekristenan?! > Itulah perlunya kita sekolah Teologia! Supaya kita pandai bercerita bahwa ikut YESUS itu enak, pasti kaya-kaya, pasti sukses, pasti makmur, kalau menjadi pendeta bayarannya besar, setahun bisa beli dua rumah, cewek gereja itu cantik-cantik – kamu pasti kerasan, di gereja itu hati kita pasti gembira karena ada band-nya, kita bisa Karaoke, menyanyi: "Kamu ketahuan......bukan anak TUHAN!" Kalau kamu miskin, maka gereja akan bantu kamu sembako, belum lagi kalau Natalan, kamu pasti dikasih hadiah yang bagus-bagus, dan kalau Paskah pasti dapat sebutir telor; bukan te lor ayam, tapi telor Paskah! Itu nggak ada di toko, sebab adanya hanya di kandang Betlehem! Belum lagi kalau kamu didatangi Sinterklaus, kamu pasti dikasih kaos kakinya! Ya, ya, ya, baiklah, saya akan pikirkan hal itu! 3. JIKA TANPA TEOLOGI YANG BENAR............. Di zaman yang penuh persaingan ini, yang mana di mana-mana ada gereja berdiri megah, di rasakan kita ini perlu memberikan pengetahuan teologia "yang benar" [menurut saya] kepada jemaat, agar mereka itu bisa tetap terpelihara di kandang kita! Betul, pak, sekarang ini banyak sekali kutu loncat! Kita perlu agendakan dalam rapat kita minggu depan; ini masalah yang amat mendesak untuk kita mengambil langkah-langkah buat penyelamatan umat, agar mereka itu tidak tersesat ke kandang yang lain, kompetiter kita. 4. MEMANG DOKTRIN BUKANLAH YANG UTAMA Kalau gereja sudah masuk ke ruang Oekumene, maka atas alasan sesama Kristen dilarang sa ling mendahului, maka doktrinpun bisa dijadikan nomor sepuluh! Akal budi yang seperti ini lah yang sedang mengajak kita masuk ke Firman TUHAN dan kebenaranNYA. Jadi, percumalah YESUS berkata: "AKU-lah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, tidak seorangpun datang kepada BAPA kalau tidak melalui AKU." > Padahal sudah ditegaskan di sini bahwa kalau tanpa KEBENARAN YESUS, maka kita takkan pernah sampai kepada BA PA, tetapi pendeta bisa mengubah itu menjadi nomor sepuluh?! > Matius 6:33: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Saya kuatir kata "dahulu" di sini nantinya diartikan: "zaman dahulu." – Su dah kuno – sudah kuno firman ini! Sekarang sudah diganti! 5. MENGAPA KITA MALAH TIDAK MEMENTINGKAN DOKTRIN? Ini kata anda: Karena aliran-aliran sesat seperti Mormon, Saksi Yehova, Unitarianism, Unifica tion Church (Dr Moon) dll saja sangat menekankan dan menyebarkan ajaran mereka dengan berani melalui media massa, mengapa kita orang Kristen dan mengerti pe mahaman Firman yang benar yang seharusnya ikut serta menegakkan kebenaran Fir man Tuhan malah tidak mementingkan dan melalaikan doktrin? Kalau saya menilik kalimat yang seperti ini, dan ini diutarakan di dalam suatu khotbah, maka ini bukanlah suatu kesaksian bahwa ia telah berpikir dan melaksanakannya, melainkan ini ba ru sebatas wacana atau ide dia, yang dilemparkan untuk mendapatkan persetujuan umum! Untuk melakukan sesuatu yang dipikirkannya baik, dia masih berat dilangkah, kurang di du kung imannya, sehingga seolah hal itu dirasa perlu dirundingkan orang banyak. Masih meno leh ke kanan dan ke kiri, apakah idenya itu dianggap orang baik?! Mencari persetujuan dari manusia. Bagaimana saya harus belajar kepadanya, kalau saya lebih pintar dari dia?! 6. TEOLOGI SISTEMATIS Ini benar-benar suatu ide yang sangat cemerlang sekali, karena di Alkitab belum ada istilah ataupun konsep yang seperti itu! > Bahwa YESUS bisa mengajar orang melalui medium apa saja, bisa melalui air minum, ke tika IA kehausan, dan lain-lain. Tanpa teori, tanpa trik-trik penginjilan dan tanpa sekolah an penginjilan! > Demikian pula halnya dengan para nabi dan para rasul. Tidak ada model sekolahan nabi- nabi dan tidak ada pengajaran dalam bentuk formal, yang harus begini atau harus begitu, berdasarkan strategi pemikiran manusia. Bahwa tidak ada model penginjilan yang direnca nakan dan dikalkulator lebih dahulu! 7. IMAN MACAM APAKAH INI? "Hmm, ya gua sih tahunya begitu, ngak jelas juga ya. Yang penting elo beriman aja." Memang tidak salah..................... Orang dengan iman yang begitu mentah: "yang penting elo beriman aja" itu bisa dinilai tidak salah? Betapa sangat ngawurnya! Nggak kaget kalau Minggu itu kayak Sabtu, Dewa Matahari itu kayak YESUS, duit anda kayak duit saya, istri anda kayak istri saya! Kata sebuah lagu: Kamu ketahuan.......selingkuh itu nggak apa-apa, sebab kamu hanya kekasih gelapku. 8. SIAPA YANG SUKA COMOT AYAT? Kalau kita sungguh-sungguh mau belajar Firman Tuhan dan menangkap the message of the whole Bible dari Kejadian sampai Wahyu, maka kita tidak akan terjebak pada khotbah atau interpretasi Alkitab yang cuma comot ayat dari sana sini tapi tidak ada basisnya sama sekali. Kalau antara anda dengan saya berdiri berhadapan, maka kira-kira siapa yang akan ketahu an suka comot sana comot sini?! Dan ketahuan kalau perkataannya tidak berbasis? Malah saya berani taruhan banyak hal yang anda nggak perlu nyomot ayat Alkitab sama sekali, sebab daya imajinasi anda sudah cukup kuat untuk menganggap hari Minggu sebagai Hari Sabtu?! Jadi, masih perlukah belajar Teologi dari anda?! JAWABAN: MOTIVASI MEMBERITAKAN INJIL 1. MOTIVASI DAN TUJUAN Umumnya yang menjadi MOTIVASI orang untuk menjadikan dirinya seorang penginjil ada lah supaya dirinya memenuhi perintah TUHAN, yang menyuruh kita memberitakan Injil. Se dangkan yang umumnya menjadi TUJUAN orang memberitakan Injil adalah supaya orang yang disasarnya itu menjadi Kristen. Pemahaman yang demikian itu jelas suatu kesalahan yang amat fatal sekali bagi penginjil itu. Dia takkan pernah mendapatkan apa-apa dari ALLAH, meskipun dia berhasil menarik seribu jiwa menjadi Kristen.Dia bekerja, tetapi ALLAH masih menilainya belum bekerja. Mengapa? Karena orang ini tidak mampu menterjemahkan maksud dari sebuah perintah, tidak mengerti 'jiwa' dari perintah tersebut dan mematikan suatu perintah yang hidup. Bahwa kalau kita diperintahkan untuk menyapu itu bukanlah supaya kita memegang sapu lalu menggerak-gerakkannya begitu saja, tetapi supaya rumah kita itu bersih bukan hanya se batas pandangan mata saja, melainkan supaya dipastikan tidak ada bibit penyakit yang nanti nya akan mencelakai kita sendiri. Kalau kita mengerjakan perintah tersebut sebagai sekedar menyapu, maka pekerjaan kita itu hanya memberikan untung bagi orang lain saja, yaitu orang yang melihat rumah kita mata nya disenangkan, karena melihat rumah yang bersih.Tetapi kita sendirilah yang dirugikan, se bab rumah kita sesungguhnya belum benar-benar bersih, melainkan masih menyisakan bibit- bibit penyakit yang tersembunyi yang sewaktu-waktu bisa mencelakai kita sendiri. Apakah maksudnya polisi menyuruh kita memakai helm? Apakah itu menyuruh kita memakai topi? Apakah itu untuk keuntungan polisi itu, yaitu melihat kita ini ganteng-ganteng? Tetapi banyak sekali orang yang tidak mengerti maksud dari perintah tersebut, sehingga yang dipa kainya adalah sesuatu yang berbentuk helm [helm yang bukan helm], sekedar supaya tidak di tilang polisi saja. > Hanya memberikan keuntungan bagi polisi itu yang melihat kita sebagai orang yang taat peraturan, tetapi sesungguhnya kita sedang menyiapkan celaka besar bagi di ri kita sendiri. Kita hanya berpikir bahwa polisi itu sekedar mencari-cari perkara supaya dia ada objekan untuk peluang suap. Padahal polisi itu sampai mengeluarkan peraturan itu ' kan karena dilihatnya korban kecelakaan yang gegar otak yang semakin meningkat?! Apa pula sebenarnya maksud TUHAN memerintahkan kita untuk memberitakan Injil? Apakah itu suatu bentuk egoisme TUHAN agar semua orang menjadi umatNYA? Apakah itu suatu tuntutan "pekerjaan" yang supaya muridNYA lakukan sekedar sebagai penanda bahwa ALLAH itu majikan kita dan kita ini kacung [pelayan/hamba]-NYA? Betapa remeh, rendah dan dangkalnya ALLAH yang model begitu itu! Apa maksud TUHAN yang sebenarnya? Rm. 8:29: " Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak- Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." Supaya kita, umatNYA ini serupa dengan ALLAH, yang maksud mulanya menjadikan kita adalah supaya kita ini menjadi gambar dan rupa ALLAH. Supaya kita masuk pada rencana ALLAH ketika IA menciptakan Adam. Pada waktu kita berada dalam dosa, ALLAH sendiri telah turun kepada kita untuk memberita hukan tentang photo kita yang pada mulanya adalah seorang yang ganteng, dan DIA mengha rapkan kita yang buruk rupa ini dikembalikan seperti sedia kala, yaitu menjadi makhluk ma nusia yang sebenarnya. "Inilah photo kamu beberapa tahun yang lalu, ganteng sekali! Mengapa kamu sekarang begi tu kotor dan sama sekali tidak bisa dikenali lagi?" Mengapa kamu begitu jahat, menjadi bersifat binatang, tidak seperti manusia sama sekali? Mengapa akal budi kamu tidak berfungsi? Mempunyai pengetahuan tentang yang baik, tetapi kamu melakukan apa yang jahat?! Nah, YESUS datang bukan cuma menunjukkan photo kita saja, melainkan DIA juga menger jakan sesuatu untuk kita. Karena tidak mungkin kita sendiri bisa merubah diri sendiri, melain kan membutuhkan jasa SALON KECANTIKAN, maka YESUS menukarkan kepalaNYA sen diri, kepala ALLAH-NYA, ditukarkan dengan kepala kita yang berwajah buruk ini. Sehingga kita menjadi seganteng ALLAH, sedangkan YESUS justru yang menjadi buruk rupa. Oleh DIA, kita menjadi DIA dan DIA menjadi kita. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA, menjadi YESUS-YESUS! Supaya kita menjadi juruselamat-juruselamat! Menjadi penebus-penebus! Supaya dari TELADAN DIA, kita melakukannya seperti DIA! Bahwa setiap orang yang percaya kepada YESUS adalah orang-orang yang telah masuk ke dalam konsep kasihNYA. Bukan orang yang cuma berseru: TUHAN TUHAN saja, melainkan telah benar-benar meninggalkan Mamonnya, melupakan apa yang di belakangnya, dan menu karkannya dengan jiwa yang baru, yaitu wajah YESUS. Kita harus rela melepaskan kepala kita dan menukarkannya dengan kepala YESUS. Hanya i- nilah cara satu-satunya untuk mendapatkan rupa YESUS, agar bisa dikenali oleh ALLAH. Se bab kalau kita masih tetap rupa kita, maka ALLAH akan memalingkan wajahNYA, tidak mau menerima kita sebagai anakNYA. > Kita menjadi YESUS adalah syarat yang mutlak, tidak ada kortingan sedikitpun! Gal. 2:20: " namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menye rahkan diri-Nya untuk aku." Kata Marthin Luther: " Aku bukan tuan atas diriku." Mat. 10:37: " Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku." Kej. 2:24: " Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." Bagaimana bisa disebut sudah beristri kalau masih menetek pada ayah-ibunya? Bagaimana bisa disebut manunggal dengan YESUS jika masih manunggal de- ngan dunia? Mat. 9:17: " Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." Jika di dalam Kekristenan kita menerima konsep-konsep berpikir yang baru, ma- ka itu harus kita tempatkan ke dalam jiwa kita, supaya melalui cara itu kita bisa berbuat[melakukan] seperti yang konsep itu katakan. Janganlah kebenaran Kristen itu kita jadikan lihat-lihatan saja: "Oh, ajaran YE SUS itu baik..................... Oh, ajaran YESUS itu masuk akal......................." Jangan seperti orang yang hanya menimang-nimang buah apel, tapi tidak mema kannya. Jangan seperti orang yang pergi ke supermarket yang hanya berjalan- jalan saja, tetapi tidak ada suatupun yang dibelinya. Sebab Kekristenan itu bukan pertunjukan atau tontonan atau pameran, tetapi pen jualan! YESUS menjual, kita harus menjadi pembelinya! Nah, kalau pola pikir kita sudah pola pikir YESUS, maka kita memberitakan Injil itu sudah bukan lagi karena perintah, melainkan karena sudah memang begitulah yang seharusnya YESUS itu! Sudah nggak perlu lagi perintah itu, nggak perlu lagi buka-buka Alkitab untuk mencari-cari apa saja perintah ALLAH untuk orang Kristen, nggak perlu lagi segala pengeta huan yang baik atau yang jahat, sebab YESUS itu sendiri adalah pribadi FIRMAN, pribadi LOH BATU – 10 Hukum. 2Kor. 3:3: " Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pela yanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati ma nusia." Jika anda melihat orang kecelakaan di jalan dan anda menolong orang itu, maka apakah mo tivasi anda menolong orang itu? Karena diperintah orang, karena orang yang celaka itu minta tolong, karena ingat akan pahala, karena ingin dianggap orang baik, ingin mendapatkan upah, atau karena jiwa kemanusiaan anda yang bekerja secara spontanitas?! Kalau anda membawa anak anda yang sakit itu ke dokter, maka apakah motivasi anda memba wanya ke dokter? Karena perintah orang, karena permintaan anak itu, karena nasehat tetang ga, karena ingin disebut ayah yang baik, karena ingat perintah agama, atau karena jiwa ke ayahan anda yang bekerja secara spontanitas, yang tidak lagi mempertimbangkan sesuatu apa pun?! Manakah manusia itu? Manakah yang disebut manusia itu? Jadi, apakah motivasi kita memberitakan Injil itu? Karena kita adalah YESUS itu sendiri! Mat. 4:23: " Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu." Karena kita adalah YESUS, maka secara otomatis perintah memberitakan Injil itu sudah ada di dalam diri kita, nggak mungkin tidak! Begitu YESUS ada di dalam kita, seketika itu juga jiwa Penginjil itu di dalam diri kita. Semua kitab mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanji an Baru sudah ada di dalam diri kita, sehingga kita tidak perlu lagi diajar oleh orang yang la in. 1Yoh. 2:27: " Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagai mana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajar an-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia." Nggak perlu sekolah Teologia kita sudah menjadi seorang Teolog, kita sudah menjadi LEBIH dari pendeta, yang sarjana Teologia. Sebab pendeta-pendeta itu adalah muridnya YESUS. Ka rena itu kita boleh mengajari pendeta-pendeta itu, sebab kita adalah YESUS. Petrus yang mulanya nelayan yang bodoh, kini menjadi penulis Injil, dan Injilnya itu kini jus tru sedang dipelajari dan dijadikan pengajar oleh para pendeta. Sebab Petrus bukan lagi Pe trus yang kerikil [ Petra = batu kecil], tetapi BATU KARANG yang besar! Matius 16:18: " Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan me nguasainya." Alam maut tidak akan menguasainya. Bahwa sampai kedatangan YESUS yang keduakalinya nanti Sumber Kekristenan adalah Petrus, bukan rasul Paulus, melainkan Petrus! Bahwa kerasulan Paulus harus melalui penerimaan Petrus. Tanpa penerimaan Petrus, rasul Paulus tidak akan pernah menjadi rasul kita. Mu. Kisah 2:36: " Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." Petrus-lah Ketua Panitya Kerasulan yang menetapkan bahwa YESUS adalah TUHAN dan KRISTUS. Itulah kesimpulan dan keputusan Petrus selaku saksi hidup! Petrus-lah yang diperintahkan TUHAN untuk membuka pintu terhadap bangsa-bangsa non Yahudi [kafir] melalui pertunjukan makanan haram dan yang membaptiskan Kornelius, seba gai orang non Yahudi pertama yang menjadi umat Kristen. Kis. 15:7: " Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya." Lalu, apa yang menjadi tujuan kita memberitakan Injil? Apakah supaya orang menjadi Kris ten?! Jika tujuan kita menjadikan orang Kristen, itu adalah perkara yang sangat gampang. Kita bi sa membeli orang dengan Sembako atau dengan segala bujuk rayu. Kita bisa menjadikan istri kita Kristen, karena kita suaminya. Kita bisa menjadikan anak-anak kita Kristen, karena kita adalah ayahnya. Kita bisa menjadikan tetangga kita Kristen karena kita tetangga baiknya. Ki ta bisa menjadikan Kristen teman kita, karena kita adalah temannya. Kita bisa menjadikan Kristen karyawan kita, karena kita adalah boss mereka. Kita bisa menjadikan orang Kristen karena kita orang yang ganteng, karena kedudukan kita, karena kekayaan kita, karena kepin taran kita berkata-kata, karena kita bisa membuat tanda-tanda mujizat, karena kita bisa meng usir setan, dan lain-lainnya. Namun apakah semuanya itu berguna, jika mereka semuanya itu tidak bisa mencapai ke sor ga? Jika mereka-mereka yang masuk itu tanpa kesucian hati, tidakkah mereka malah mencip takan malapetaka bagi kita? Nama baik Kekristenan bisa menjadi rusak oleh sebab orang-orang yang belum bersunat hati masuk Kristen. > Seperti yang sekarang ini terjadi, nama YE SUS menjadi dihujat orang, oleh sebab kesalahan kita memberitakannya?! Jadi, tujuan memberitakan Injil yang semestinya adalah: MENGUMUMKAN, bukan MEREK RUT! Ini yang harus diingat! Memberikan suatu INFORMASI bukan PROMOSI! Sama seka li tidak bersifat MENAWARKAN ataupun MENARIK. Karena itu kita tidak perlu memberi kan aksesoris tambahan terhadap Injil, tidak perlu menambah-nambahi, tidak perlu melebih- lebihkan dari apa yang ada di Injil! Kita tidak bertanggung-jawab terhadap jumlah jiwa yang kita Kristenkan, tetapi terhadap jum lah jiwa yang kita beritai. Bahwa kita harus memberitakan Injil kepada sebanyak-banyaknya jiwa, bukan supaya memasukkan Kristen yang sebanyak-banyaknya. Karena itu, biarkanlah gereja kita semakin berkurang jumlah umat/jemaatnya, asalkan wilayah pemberitaan kita se makin bertambah luas. Sekalipun Alkitab berkata supaya kita menarik sebanyak-banyaknya jiwa, tapi yang demikian itu adalah harapan TUHAN, yang menginginkan sebanyak mungkin orang bisa diselamatkan, bukan merupakan suatu perintah yang menuntut pertanggung-jawaban kita. Tetapi yang demikian itu tidak mungkin bisa diwujudkan oleh gereja-gereja yang mendirikan gereja sebagai suatu investasi! Gereja pribadinya pendeta A, gerejanya pendeta B dan gereja gereja yang pembangunannya mentereng. Yah, pintar-pintarlah anda menilai segala sesuatunya yang anda lihat! 2. KESUCIAN DAN KEMURNIAN Kata anda: Kesucian dan kemurnian adalah hal yang terpenting pada saat kita mela yani. Di sini seolah-olah kesucian dan kemurnian itu sesuatu yang bisa kita buat atau bikin. Sesua tu yang kita usahakan, bahwa kita harus mengusahakan diri kita suci. Apakah bisa kita mem buat kesucian dari bahan yang tidak suci? Bisakah orang berdosa membuat kesucian? Jelas tidak mungkin bisa! Kalau seolah-olah suci, bisa! Dengan setiap hari membaca Alkitab, setiap hari berdoa, setiap minggu ke gereja, setiap waktu berpuasa, menolong orang, menjadi pendeta, menjadi aktifis gereja, dan lain-lainnya, maka kita bisa seolah-olah suci. Semua perbuatan itu akan mencip takan pemandangan bahwa kita ini suci. Bukan tentang " yang sesungguhnya suci!" Di sini orang hanya mengusahakan permukaannya atau melihat pada hasilnya semata-mata. Yang penting sudah menyapu, entah hakekatnya bagaimana kita tidak merasa perlu tahu! Yang penting tujuannya tercapai atau yang penting bungkusnya rapi! Tetapi TUHAN tidak menuntut terjadinya perbaikan itu pada sebelah luarnya, melainkan TU HAN menginginkan kita memperbaiki pada bagian dalamnya lebih dahulu. Abaikanlah masa lah luarnya, perhatikan bagian dalamnya! Mat. 23:25: " Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang- orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan." Jika kita membersihkan gelas, utamakanlah membersihkan bagian dalamnya. Sebab bagian dalamnya itulah yang untuk wadah minuman kita. Sehingga walaupun di bagian luarnya ma sih kotor, penuh tahi, minuman kita masih tetap bersih dan tetap sehat. Sebab hanya yang lu arnya saja yang kotor. Bahwa yang paling perlu untuk kita perhatikan adalah akal budi kita, pikiran kita, konsep ber pikir kita, niatan-niatan hati kita, apakah semuanya itu sudah masuk pada kebenaran TU HAN?! Apakah sudah beres apa yang kita pikirkan itu?! Abaikanlah masalah perbuatanmu! Sekalipun tanganmu masih suka mencuri, sekalipun mu lutmu masih suka berdusta, sekalipun kamu masih suka melacur, sekalipun kamu masih suka korupsi, termasuk pula jika kamu masih suka membunuh! Dosa-dosa itu sudah ada penebusannya. YESUS sudah menebus semua ketidakmampuan kita itu! > Tidak mungkin kita bisa menyuruh harimau menjadi kucing! Mustahil sekali itu! > Yer. 13:23: " Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?" Kamu bisa baik? Itu sangat mustahil! Khayal itu! Sangat nggak mungkin! Mana bisa itu?! Tapi akal-budi kamu masih bisa diperbaiki! Sebab setiap jiwa yang hidup itu asalnya dari ALLAH, bukan dari Adam! Adam hanya menurunkan tubuh, sedangkan roh kita itu dari ALLAH! Karena itu jangan biarkan roh kamu itu menyatu dengan tubuhmu, melainkan pisahkanlah! Jangan biarkan rohmu selalu menuruti keinginan/tuntutan dari tubuhmu, tetapi rohmu harus berdiri untuk memimpin dan mengendalikan tubuhmu sepenuhnya! > Kol. 3:5: " Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala," Di sini rasul Paulus menunjuk pada akal-budi kita, bukan pada perbuatan duniawinya. Kata kata yang Paulus gunakan adalah: "dalam dirimu." Yaitu dalam otak kita! Kalau begitu bukankah orang-orang non Kristen akan menganggap kita itu jahat atau sarang penjahat?! Benar! Tapi biarkanlah itu, sebab yang penting bukan pemandangan manusianya, melainkan dalam pemandangan ALLAH kamu tidak dianggap munafik! Dari pada menurut manusia kamu dianggap baik, tapi menurut ALLAH kamu munafik?! Biarkanlah tubuh duniawi kita itu untuk mata dunia, sedangkan akal budi kita untuk mata ALLAH! > Mrk. 2:16: " Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: " Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" > Roma 7:9-25: "Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesem patan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku. Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik. Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota- anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa." Kita tidak bisa menyembah kepada ALLAH dan juga kepada Mamon, melainkan harus dipilih salah satunya. Jika yang satu hidup maka yang satunya harus mati. Bahwa Hukum ALLAH, yang menurut kemestiannya adalah membawa kabar baik [kehidup an], bagi Paulus dirasakan malah membawa kematian, yaitu bagi tubuhnya. Bahwa Hukum ALLAH malah menciptakan peluang bagi masuknya dosa! Sebab mana kala kita kita ingin berbuat yang baik, maka yang akan datang mencobai kita adalah roh jahat.Ma na kala kita ingin berpuasa, maka yang akan datang mencobai kita adalah roh keinginan ma kan . Manakala kita ingin berhenti merokok, maka yang datang adalah roh merokok! Mana kala kita ingat firman TUHAN: "Jangan berzinah", maka yang akan mencobai kita adalah roh pezinah! Maka oleh sebab itulah kita menjadi sering gagal mencapai sesuatu yang kita inginkan itu. Sebab selalu diuji di situ! Ujian terhadap keinginan kita! Mengapa kita suka gagal mencapai sesuatu yang baik? Yaitu untuk menunjukkan bahwa kita ini adalah manusia yang lemah dan yang malang ! Untuk mengingatkan kita kepada nenek- moyang kita; Adam yang berdosa. Bahwa kita ini ternyata serupa dengan Adam, masih layak disebut sebagai anak Adam! Bahwa kita bukan berasal dari yang lainnya, bukan berasal dari malaikat ataupun makhluk luar angkasa. Bukan dibuat dari bahan plastik! Melainkan asli anak Adam! Karena kita anak Adam, maka kita juga anak ALLAH, sebab Alkitab mengatakan kalau Adam itu anak ALLAH. Dan kalau kita anak ALLAH, maka sudah pasti kita akan diselamatkan NYA, sebab anakNYA! Kalau kita membenci pada perbuatan kita dan menganggap itu kejijikan, itu pertanda pikiran kita itu waras, masih tahu mana yang baik dengan mana yang jahat. Tetapi kalau sampai pi kiran kita sudah menganggap baik kejahatan yang kita lakukan, maka itu pertanda kita sudah diambang celaka! > 1Yoh. 1:10: " Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita." Karena itu, bagaimana kita bisa membuat kesucian?! 3. KEHENDAK ALLAH Menurut anda, salah satu yang memotivasi kita untuk memberitakan Injil secara murni ada lah Kehendak ALLAH. Bahwa seolah kita HARUS mengabdikan diri kepada ALLAH. Kita harus melihat pada perintah ALLAH. Kita harus bergantung dari perintah! Sehingga kalau tidak diperintah kita tidak melaksanakannya. Jika demikian konsep kita memberitakan Injil, maka mentahlah hubungan kita dengan ALLAH, yang Alkitab katakan sebagai hubungan: BAPA dengan ANAK. Kita tidak pernah menjadi Saudaranya YESUS. Kita menjadi di luar YESUS, bukan di dalamNYA. Kita menjadi hamba atau pelayan ALLAH. Kita di luar ALLAH, tidak manunggal dengan ALLAH! Firman ALLAH kembali menjadi loh-loh batu yang mati! Kita menjadi mundur kembali ke zaman Taurat! Zaman perbuatan! Bahwa seorang pelayan melakukan pekerjaannya karena upah, karena perintah dan tanpa ji wa. Tetapi Anak melakukan pekerjaan karena pengertian, dalam kebebasan dan dalam krea tifitasnya yang hidup, karena ia mempunyai kuasa dalam rumah Bapanya. Memang benar bahwa yang mula-mula adalah perintah, tapi setelah itu harus roh! Ketika anak kita masih kecil-kecil, kita memperlakukan anak-anak kita sama seperti kita memerintah ke pelayan kita. Anak-anak tidak kita ijinkan membantah, tidak kita ijinkan ber tanya-tanya, tidak kita ijinkan bekerja tanpa perintah kita, sama seperti pelayan kita. Menga pa? Sebab akal budinya belum jalan, sehingga kita yang memimpin hidup mereka dan tidak mem biarkan mereka memimpin diri mereka sendiri. Tetapi kitalah yang menguasai mereka sepe nuhnya. Segala sesuatunya kita yang mengatur dan menentukannya! Ya, apa jadinya jika seorang anak kita biarkan hidup bebas menurut kehendaknya sendiri? Seharian dia akan habiskan waktunya untuk bermain game terus, malas belajar, tak mungkin mereka akan mandi atau makan secara teratur. Mau jadi apa nanti?! Tapi, apakah peraturan-peraturan dan penguasaan kita itu akan kita berlakukan terus sam pai mereka dewasa? Mudah-mudahan tidak! Di ketika mereka dewasalah kita bisa berbincang-bincang dengan mereka, mengobrol, berdis kusi, bertukar pikiran, duduk semeja sebagai teman, memberikan kebebasan secara mutlak kepada mereka untuk hidup menurut dirinya sendiri dan mereka menikmati diri kemanusiaan mereka secara sempurna. Bukankah demikian yang dikehendaki dalam Perjanjian yang Baru? > Yeremia 31:31-34: " Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda , bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." > Bacalah: "LAODEKIA" & "PERSAKSIAN" Pada suatu file, saya pernah mengetengahkan cuplikan file anda ini, yaitu tentang perintah raja yang tidak bisa diperdebatkan. Itu bukan berarti bahwa ALLAH tidak suka kita berban tah denganNYA. Justru kalau kita pelajari Alkitab secara keseluruhannya, kita akan menda pati bahwa ALLAH kita itu ALLAH yang demokratis sekali. ALLAH yang sangat menyenang kan, bukan sosok raja yang garang, meskipun IA – RAJA SEGALA RAJA! > Apa perbincangan ALLAH dengan Kain ketika ia hendak membunuh adiknya? > Ketika ALLAH hendak membinasakan Sodom , IA memintai pandangan Abraham. > Ketika dengan Yakub, dengan Ayub, dengan Yunus, dengan Elia, dengan Musa, dan lain- lainnya. > Yeh. 18:25: " Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel , apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? > Yeh. 18:29: " Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan- Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?" Cuma, ya jangan kurang ajar! Kalau sudah bertele-tele dan tidak logis lagi, ya sudah pasti akan dihardik! Jadi, tidak ada bukti untuk menyatakan bahwa ALLAH itu tidak kompromis! 4. INJIL DAN SEGALA TULISAN RASUL Bahwa kalau kita sudah manunggal dengan ALLAH, maka segala tulisan INJIL dan para rasul itu sudah tidak mengikat kita lagi. Kecuali itu untuk dasar-dasar kita mengajar orang la in. Sebab apa yang di dalam kita sudah lebih besar dari pada itu semua! Sebagaimana perjalanan pendewasaan Israel dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, dari loh batu ke loh hati, demikianlah perjalanan iman kita. Setiap orang pasti akan memasuki fase-fase dari kanak-kanak ke kedewasaan rohani. Bahwa yang mula-mula selalu berasal da ri luar diri kita, sebagaimana dikatakan: Iman timbul dari pendengaran. Itu artinya dari luar diri kita. Kita masih diajar orang, masih diatur begini dan begitu dan masih membutuhkan pe tunjuk-petunjuk Kitab Suci. Tetapi kita harus berjalan terus untuk memasuki dunia keimanan yang sesungguhnya, yang dipimpin oleh yang tidak kelihatan, yaitu ROH KUDUS. > 1Yoh. 4:4: " Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi- nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." 5. PERGI.......PERGI.......DAN PERGI....... Kata anda: pokoknya pergi, pergi dan pergi! Masalah pergi itu gampang, tapi bekal apa yang hendak anda bagikan ke orang itu? Roti atau racun? Ajaran manusia atau ajaran ALLAH?! Ajaran yang Alkitabiah atau yang menyesat kan ?! Jangan sampai di setiap jalanan yang anda lewati itu menjadi bergelimpangan mayat, oleh sebab ajaran yang tidak benar, atau benar menurut diri sendiri. Seharusnya setiap lang kah perjalanan anda itu membangkitkan orang mati, tapi bisa jadi orang yang hidup menjadi mati! Sebab nabi-nabi palsu juga saling utus-mengutus, rasul-merasuli dengan Injil palsu mereka: > 1Yoh. 4:1: "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia." Lihat saja, hasil kepergian anda itu telah menghasilkan bermilyar-milyar manusia yang me nyembah ke dewa Matahari! Apakah anda tidak merasa berdosa dengan itu semua?! Selanjutnya, bukan cuma doktrinnya saja yang perlu benar, tapi teladan hidup anda juga per lu benar. Dan kalau anda itu perginya naik pesawat terbang, siapakah yang akan percaya kalau anda itu muridnya YESUS, sebab Alkitab menuliskan YESUS itu berjalan kaki?! Nggak Alkitabiah, ' kan ?! Anda bisa menjadi lebih ganas dari virus flu burung! Bagaimana kalau seorang yang bisa membaca Firman bertanya: "Bukankah YESUS sudah menyuruhmu menjual seluruh hartamu, mengapa kamu tidak menurut?! Jangan-jangan ka mu itu nabinya Mamon?!" - Mengajari menurut Firman atau mengajari melawan Fir man?! 6. PENDERITAAN YESUS DAN PAULUS Anda menyebutkan dan memerincikan dengan penuh semangat akan penderitaan-penderitaan YESUS dan rasul Paulus. Tapi yang manakah yang disebut sebagai penderitaan anda? Apa kah anda hendak berkata: bahwa penderitaan mereka itu adalah kebodohan mereka sendiri, sehingga kalau orang yang cerdik seperti anda tidak perlu mengalami semuanya itu?! 7. UTANG-PIUTANG DENGAN ALLAH Kalau keselamatan yang YESUS berikan ke kita itu dikatakan sebagai hubungan utang-piutang, maka itu adalah utang-piutang, bukan lagi bentuk kasih karunia. Sebab kalau utang ada kewajibannya untuk membayar, dan ALLAH mempunyai hak untuk menagih hingga me nuntut. Apakah bukan suatu kesalahan konsep yang fatal terhadap konsep kasih atau ALLAH itu kasih?! Bahwa segala macam bentuk konsekwensi Kristen itu bukanlah suatu persyaratan Kekristen an. Misalnya: tentang kemiskinan. Bahwa orang Kristen itu tidak harus miskin, tapi disiap kan untuk miskin. Bukan harus menderita, tetapi disiapkan mental untuk menderita. Bukan mesti dibenci orang, tapi disiapkan untuk dibenci orang. Bukannya harus menjual barang- barangnya, tapi disiapkan agar siap berbagi kasih. Mengapa segala persiapan itu perlu? Karena dunia itu tidak mungkin bisa menerima kebenar an. Pasti akan menimbulkan reaksi penentangannya. Sama seperti air. Kalau besi yang masuk, atau batu yang masuk, air masih bisa menerimanya. Lebih-lebih lagi kalau sirup, langsung membaur! Tapi bagaimana kalau kayu yang hendak masuk? Pasti akan ditolaknya! Bagaimana kalau belerang yang masuk? Pasti air akan bergo lak keras. Seluruh air akan bekerja menghabisi belerang itu! Bukankah Paulus menggambarkannya sebagai utang-piutang? "Aku berhu tang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar" (Roma 1:14) Ini ' kan bukan soal kasih karunia, tapi mungkin soal janji Paulus yang hendak mengunjungi mereka yang belum tergenapi, sehingga dia menyebutnya sebagai utang! Tapi memberitakan Injil bukan masalah utang-piutang. Kita tidak akan ditagih oleh YESUS mengenai hal ini, tetapi kita akan ditanyai masalah kasih kita. Benarkah kita mempunyai ke serupaan dengan YESUS, dan tidak membuat BAPA merasa asing dengan kita?! Kalau misalnya anda melakukan pelanggaran lalu-lintas dan dihentikan polisi, polisi tidak a-kan membahas masalah pelanggaran anda itu duluan, tetapi menanyai surat-surat anda lebih dulu. Untuk apa?! Untuk mengukur kadar kesalahan anda itu seberat mana?! > Sudah punya SIM atau belum koq sampai melanggar?! Kayak orang yang belum dididik kelalulintasan saja! Jika belum, ya maklum aja! > Sudah murid YESUS belum sehingga sampai tidak memberitakan Injil? Bukan ditanyai: sudah memberitakan Injil atau belumnya! 8. AKHIR KATA YANG PATUT DIPERTANYAKAN: Bagaimanakah kita harus menyambut kedatangan Tuhan kembali? Bukankah dengan hati yang bersih dan tangan yang suci? Maka kita harus meniadakan kejahatan dari hati kita dan menghapus tipu daya dari tangan kita, menghapus segala ke najisan dan hati yang bercabang, supaya kita dapat menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali dengan tulus, dengan tekad yang bulat, dengan hati nurani yang bersih, dengan kehidupan yang suci. Alkitab hampir tidak menyinggung berdasar kan apakah kita dipakai oleh Tuhan, kecuali menjadi kudus. Saya sangat berharap sekali sekiranya perkataan-perkataan yang seindah itu bukan sekedar slogan pengkhotbah saja. Maka saya patut bertanya: "Sudahkah tuan patut disebut penurut Firman dan mengasihi TUHAN?" Jika, anda menjawab sudah: maukah anda berdiskusi dengan saya, baik secara Alkitab atau pun tanpa Alkitab?! I Wait You! JAWABAN: VISI GERAKAN REFORMED INJILI Karena saya sudah menjawab file-file anda yang lain dengan secara gamblang dan hampir di katakan komplit, maka saya merasa belum perlu untuk menjawab file yang ini. Sebab tidak ada gunanya saya membahas tulisan yang sebaik dan seindah apapun, sebelum segala perso alan anda terhadap Injil anda selesaikan lebih dahulu! Atau, setidaknya ada pertanggung- jawabannya. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar