Minggu, 11 Juli 2010

BALI INFO - Lanjutan - MASALAH PAKAIAN KE GEREJA

 

LANJUTAN:

 

Dalam pembahasan berpakaian ke gereja saya kelupaan tidak menyentuh masalah; kalau ke kantor hendak melamar kerjaan kita mengenakan pakaian yang terbaik, masak untuk TUHAN yang buruk?
1. Bisa jadi kita melakukannya secara terpaksa oleh sebab pingin diterima kerja.
2. Dalam hal kerja kita berhadapan dengan manusia duniawi yang menggunakan

    mata lahiriahnya untuk melihat. Ada Firman mengatakan: "Berikanlah kepada

    Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang

     wajib kamu berikan kepada Allah."
3. Dimata ALLAH kita ini tengkorak. Entah baik atau buruk pakaian yang kita

    kenakan nggak pengaruh. Yang ALLAH lihat kemuliaan pikiran kita. Jika kita baik,

    maka kita ganteng dimata ALLAH. Tapi jika kita jahat, kita menjadi buruk dimata

    ALLAH.
4. Adakah diantara anda yang bisa melihat hati orang melalui pakaiannya? Apakah

    orang itu datang dengan niat menghina ALLAH atau dengan niat menghormati

     ALLAH? Jikapun orang itu datang untuk menghina ALLAH, ALLAH sudah

     mempunyai sepasukan Satpam untuk mengatasi orang itu. Biarlah ALLAH

      membela kehormatanNYA sendiri.
5. Baiklah kita berpikir melihat ke pikiran/hati kita masing-masing saat berbakti.

    Seperti Kuda yang mengenakan kacamatanya. Lihat aja lurus ke depan, nggak usah

    menolah-menoleh ke orang lain.
6. Jika perempuan yang sudah melacurkan diri saja masih bisa dipertobatkan oleh
    YESUS, lebih-lebih jika cuma rusak dalam hal berpakaiannya saja. Gampang itu,

     maah. Saya kuatir yang menilai-menilai orang justru sedang dinilai oleh TUHAN

     sendiri. 'Kan  lucu jadinya?
7. Ada yang bisa kita pastikan dari hal yang tidak bisa kita pastikan;
    Orang yang berpakaian tidak patut belum tentu bersalah, tapi orang yang

    menilainya  sudah pasti bersalah. Sebab dia menghakimi saudaranya. Beribadah

    kepada TUHAN koq melihat orang lain?
8. Saya menanggapi keluhan penulis yang lain, yang mengeluhkan perbincangan-
    perbincangan demikian ini selalu menguap, lalu muncul lagi, lalu menguap lagi.

   Nah, yang demikian ini salah siapa? Jelas salah anda sendiri. Hanya mempunyai

   keinginan tapi kurang mempunyai tenaga. Yah, selamanya akan begitu. Begitu ada

   setan yang mengomentari: masalah gitu aja koq dibikin besar? Maka nyali andapun

   sudah surut kayak kura-kura yang menyembunyikan kepalanya kalau ada orang

   lewat. Tapi pengulangan pembahasan menjadi bukti bagi kita bahwa itu bukan

   masalah yang sepele seperti yang dikatakan oleh setan tadi, bukan?!

    Jadi, perjuangan ini memerlukan tenaga dan semangat yang besar, sebesar angin

    yang harus dilawan. Barulah perahu layar itu bisa mencapai pelabuhan tujuannya.
    Bagaimana? Siapa yang concern dengan kebenaran ALLAH? Dan siapa yang cuek
    dengan kebenaran ALLAH? Angkat tangannya donk, biar mudah dihitungnya.

 

 

          


__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: