LANJUTAN:
Dalam pembahasan berpakaian ke gereja saya kelupaan tidak menyentuh masalah; kalau ke kantor hendak melamar kerjaan kita mengenakan pakaian yang terbaik, masak untuk TUHAN yang buruk? mata lahiriahnya untuk melihat. Ada Firman mengatakan: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." kenakan nggak pengaruh. Yang ALLAH lihat kemuliaan pikiran kita. Jika kita baik, maka kita ganteng dimata ALLAH. Tapi jika kita jahat, kita menjadi buruk dimata ALLAH. orang itu datang dengan niat menghina ALLAH atau dengan niat menghormati ALLAH? Jikapun orang itu datang untuk menghina ALLAH, ALLAH sudah mempunyai sepasukan Satpam untuk mengatasi orang itu. Biarlah ALLAH membela kehormatanNYA sendiri. Seperti Kuda yang mengenakan kacamatanya. Lihat aja lurus ke depan, nggak usah menolah-menoleh ke orang lain. maah. Saya kuatir yang menilai-menilai orang justru sedang dinilai oleh TUHAN sendiri. 'Kan lucu jadinya? menilainya sudah pasti bersalah. Sebab dia menghakimi saudaranya. Beribadah kepada TUHAN koq melihat orang lain? Nah, yang demikian ini salah siapa? Jelas salah anda sendiri. Hanya mempunyai keinginan tapi kurang mempunyai tenaga. Yah, selamanya akan begitu. Begitu ada setan yang mengomentari: masalah gitu aja koq dibikin besar? Maka nyali andapun sudah surut kayak kura-kura yang menyembunyikan kepalanya kalau ada orang lewat. Tapi pengulangan pembahasan menjadi bukti bagi kita bahwa itu bukan masalah yang sepele seperti yang dikatakan oleh setan tadi, bukan?! yang harus dilawan. Barulah perahu layar itu bisa mencapai pelabuhan tujuannya.
|
Minggu, 11 Juli 2010
BALI INFO - Lanjutan - MASALAH PAKAIAN KE GEREJA
__._,_.___
.
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar