Sabtu, 12 Juni 2010

BALI INFO - BUNG HENDARTO - JAWABLAH

 

Bung Hendarto,

Mudah-mudahan pandangan/pendapat anda bahwa membicarakan keagamaan itu suatu kemunduran bisa anda pertanggungjawabkan dengan baik.

"Membahas Alkitab sudah selesai saat masa-masa SMA, bersamaan dengan membaca novel-novel roman picisan...

Sekarang saatnya berpikir secara mendalam dan membuat buku yang baru yang lebih benar dan realistis... Buku tentang ekonomi atau engineering contohnya, he3x..

Kitab dan agama-agama lama itu mudah dichallenge dan dibantah, bahkan dengan pertanyaan dari anak kecil

Sesuatu yang debatable itu biasanya kontra produktif, apalagi selama 2000 tahun lebih.."

 

1. Mengapa membicarakan agama tak pernah selesai?

     Sebab agama memperkenalkan adanya 2 kekuatan besar yang sedang berperang, yaitu

     ALLAH dengan iblis. Anda tidak bisa memasuki percakapan ini, sebab bukan bidang yang

     anda kuasai. Sama seperti saya tidak mungkin bisa nyambung jika anda ajak bicara soal

     teknis permesinan, karena bukan bidang keahlian saya.

     Selama kedua kekuatan itu belum ada yang menang dan yang kalah, maka selama itu pula

     pembahasan masalah keagamaan belum akan selesai. Sama juga dengan masalah

     permesinan yang selalu diwarnai dengan kerusakan, perawatan, perbaikan dan

     peningkatan teknologinya. Nggak pernah selesai juga, 'kan?!

2. Alkitab anda samakan dengan roman picisan? Bisa jadi begitu. Sama seperti saya

    memandang dunia permesinan juga dunia yang picisan. Biar anda kasih duit berapapun

    saya tidak akan sudi memasuki dunia permesinan. Sebab itu picisan bagi saya.

     a. Bagi seekor Kuda, daging itu picisan. Sebab dia Kuda yang menu utamanya rumput.

     b. Alkitab juga mempunyai cerita tentang orang-orang yang menganggap Firman ALLAH

         sebagai picisan, misalnya: iblis, Adam, Firaun, dan lain-lainnya. Jadi, menilai Firman

         ALLAH sebagai picisan bukanlah oleh sebab dunia ini sudah canggih. Itu penyakit

         kuno. Kelihatannya andalah yang ketinggalan zaman, atau Beo yang paling akhir.

         Tapi Alkitab juga mempunyai  cerita tentang orang-orang yang menganggap Firman

         ALLAH itu sebagai Pelita dan Terang bagi jalan hidupnya, seperti: Henokh, Nuh,

         Abraham, dan yang paling mutakhir adalah saya.

3. Sekarang saatnya untuk berpikir secara mendalam. Benar sekali itu. Alangkah baiknya

     jika anda bisa mengenali detail diri anda lebih dahulu daripada mengenali detail mesin.

     Sebab setahu saya nggak ada orang yang memuliakan orang lain, kecuali orang idiot.

     Yang normal adalah memuliakan dirinya sendiri. Jadi, ngapain memuliakan mesin?

     Mengapa tidak berusaha memuliakan jantung anda, paru-paru anda, darah dan daging

     anda? Dari mana asalnya itu semua? Siapakah diri anda yang sebenarnya? Ngapain

     hidup di dunia ini? Siapa yang menginginkan anda ada? Apa yang harus anda perbuat?

     Apa tujuan-tujuan hidup anda selanjutnya? Dan lain-lain. Jangan buru-buru mengenali

     detail mesin, bung. Ntar kalau saya katakan idiot gimana?

4. Anda bisa membantah Alkitab? Masak sih? Bisa anda kasih contohnya? Nggak

     mungkinlah Alkitab bisa dibantah.

5. Bisa dibantah dengan anak kecil? Nah, kalau yang ini saya benarkan. Sebab Alkitab

     memang bukan untuk konsumsi anak kecil. Orang dewasa saja harus yang cerdas otaknya.

     Jadi, mana mungkin anak kecil dengan logika ingusan bisa menerima Alkitab?!

     Bagaimana kalau dunia permesinan juga diadu dengan anak kecil?

6. Perdebatan yang kontra produktif? Benar sekali. Sebab dunia agama sudah nggak ngurusi

     hal-hal yang keduniawian. Dunianya orang-orang yang sudah kurang selera terhadap hal-

     hal  yang bersifat semu. Pola pikir agamawan tingkatannya pada nilai-nilai, bukan pada

     angka-angka.

 

     >> Ketika anda bertanya: berapa harga kasur spring bed? Saya bertanya: bagaimana saya

           bisa tidur yang nyenyak? – Tidur yang nyenyak lebih mahal dari spring bed.

     >> Ketika anda bertanya: berapa harga seporsi Cap Cay? Saya bertanya: bagaimana saya

           bisa berselera makan? – Rupanya selera makan nggak dijual ditoko?!

     >> Ketika anda bertanya: berapa harga obat batuk? Saya bertanya: bagaimana saya bisa

           menjaga kesehatan?

     >> Ketika anda bertanya: berapa premi asuransi jiwa? Saya bertanya: bagaimana saya

           bisa selamat?

 

      Alkitab telah berbagi pekerjaan; yang anak-anak ALLAH harta kekayaannya adalah

      ALLAH, sedangkan yang anak-anak dunia harta kekayaannya adalah Mamon. Yang

      anak-anak ALLAH akan membaktikan hidupnya untuk ALLAH, sedangkan anak-anak

      dunia akan membaktikan hidupnya untuk produktifitas.

 

      Ada peribahasa mengatakan: lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Artinya,

      kita orang yang berbeda, bung.

 

 

 



__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: