Pake intermezo saja di akhir pekan ya.
Maaf nih pak, perlu bantuan. Maklum nilai bahasa saya di sekolah syukur lulus saja.
Saya pecah kalimat bapak ya,
1. Rakyat sudah pinter semua..
2. wong cilik nggak ngerti apa itu neolib..
Yang saya ga paham, anda maksudkan rakyat indonesia itu sudah pintar apa nggak ngerti ?
Saya jadi kesulitan menjawab instruksi anda:
Tidak usah membicarakan neolib, karena...
Perolehan partai peng-koar anti neolib jeblok karena...
Maklum, tau saya baru istilah pinter minteri..hehehe
Bagaimanapun, sampai dengan saat ini, saya (dan sebagian besar rakyat indonesia) masih menjadi warga yang baik dan legowo, mensyukuri apapun yang sudah digariskan untuk kami dan negri ini. Insyaallah.
Salam (ngenah beloge), LL
---- Pesan asli ----
Dari: <bambang_gb@mail.ru>
Terkirim: 11 Jul 2009 10:37 +00:00
Ke: <bali-bali@yahoogroups.com>
Perihal: Re: [bali-bali] Hal: Fwd: Dari Ubud/Bali: SENYUM
Rakyat sudah pinter semua,anda masih bicara neolib,wong cilik nggak ngerti apa itu neolib..lihat kenyataannya yang koar koar ngakunya pro rakyat / wong cilik and nentang neolib suaranya keok..mereka rakyat pada ngerti and pinter siapapun pemimpin yang mereka pilih yang pasti pro rakyat.Semua capres pasti pro rakyat,wong dia dipilih oleh rakyat.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "Laraslia" <laraslia@yahoo.com>
Date: 11 Jul 2009 09:48:39
To: <bali-bali@yahoogroups.com>
Subject: [bali-bali] Hal: Fwd: Dari Ubud/Bali: SENYUM
Minimal, dengan tidak menerima ktp tanpa kk, mereka bisa berbesar hati mengakui kelemahan sistem pemerintah itu sendiri, bahwa sangat mudah menduplikasi ktp.
Mari bersiap menghadapi era suharto jilid 2. Dalam jangka pendek dan secara permukaan, negri kita akan terlihat tentram dan damai seperti jaman mbah to dulu. Tapi entah jaman anak cucu kita nanti.
Neolib ilustrasi singkatnya seperti mendaftarkan negara kita di bursa saham. Bukan begitu ? Cmiiw..
Do a single step that we can do (beneh keto ?). Minimal, terus memupuk nasionalisme dalam diri dan anak2, buat saya, cukup dgn berhemat dalam berbelanja. Ajak anak mencintai pasar sukawati dan peken badung.
Tapi tidak ada salahnya jika ada yg bisa mengambil keuntungan di pasar bebas dengan cara yang benar, dan meneruskan sebagian keuntungan kepada mereka yang memerlukan disekitar kita. Karena meskipun kita tidak melakukannya, orang lain akan tetap melakukannya bahkan dengan menghalalkan segala cara. Nah lho..!!
Salam (mulai buduh),
Nb. Heran, kenapa hasil quick count mega lebih baik timbang jk ya..
---- Pesan asli ----
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Ikranagara" <ikra_twin@...> wrote:
S E N Y U M
Catatan bakda pilpres 8 Juli
Dear all;
Siapa pun yang terpilih sebagai presiden lewat pilpres ini, perlu terus kita kritisi, dengan sikap yang jujur, terbuka, indipenden dan berani. Siapapun yang terpilih, janganlah sampai negeri kita ini diporak-poranda kayak yang terjadi di Iran bakda pilpres mereka di sana. Jangan ada yang luka, apalagi sampai kehilangan nyawa. Mari kita mulai dengan senym!
Bagaimana halnya dengan pilpres kedua yang berlansung pada 8 Juli kemarin ini? Hasil resminya belum ada, karena KPU Pusat masih terus menghitungnya. Yang ada barulah kesimpulan yang belum resmi yang disiarkan media cetak dan elektronik saja.
Saya berkesimpulan, bahwa hasil pilpres ini nanti tidaklah berbeda dengan hasil pileg yang lalu, sama-sama dikotori oleh berbagai kecurangan.
Mungkin saja petinggi di lingkaran terdekat Capres-Cawapres dan KPU di tingkat pusat tidak melakukan kecurangan itu, tetapi pelaksana di lapangan (birokrat, pendukung daerah, relawan, dll) telah kembali melakukan kecurangan-kecurangan a la Era Soeharto. Hanya saja kalau di era tersebut yang melakukan kecurangan adalah dari kalangan ABG (ABRI, Birokrat, Golkar) dan demi kepentingan ABG sebagai pendukung tunggal Soeharto, maka kali ini dilakukann oleh banyak fihak, antara lain pelaksana pilpres di tingkat daerah yang resmi, bekejasama dengan birokrat, pendukung capres/cawapres, relawan dll dengan tujuan mencari keuntungan finansiil (baca: Rp!). Kecurangan ini tidak punya pegangan lain kecuali "siapa saja yang berani bayar paling tinggi maka dialah yang akan dimenangkan". Artinya, jumlah angka suara pemilih yang dilaporkan dari bawah itu akhirnya sudah berobah ketika tiba di pusat, karena harus melewati jenjang-jenjang struktural birokrasi.
Itulah yang aku dapatkan dari pengakuan banyak fihak di berbagai daerah bahkan sebelum pilpres dilangsungkan pada 8 Juli kemarin. Nah, karena aku mendapatkan pengakuan tersebutlah, maka aku yang sudah sempat menimbang-nimbang
----- Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar