| Gengenbach sebuah Desa Wisata Gengenbach, begitulah nama sebuah kota kecil (hampir sebesar desa adat kemoning) yang terletak di lereng pegunungan dan dipinggiran sungai yang masih merupakan bagian dari kawasan hutan lindung di negara jerman yang tidak asing di telinga kita yaitu bernama "hutan hitam", atau terkenal dengan nama bahasa inggrisnya yaitu "Black Forrest" atau dalam bahasa Jermannya "Schwarzwald". sebuah kota kecil yang cukup cantik dengan bentuk arsitektur bangunannya yang mirip bekas kerajaan jaman dulu. kota kecil yang berpenduduk sekitar 11.000 inhabitan ini persisnya berlokasi di perbatasan antara negara jerman dan negara perancis, dengan kota terdekat dari perancis adalah Strasbourg. Kota Gegenbach saat ini merupakan daerah tujuan wisata yang cukup ramai di kunjungi wisatawan dari kota sekitarnya. Daerah ini saya kenali ketika saya melakukan kunjungan dinas kerja selama tiga hari ke customer yang terletak di kota ini. sepulang dari kerja saya sempatkan untuk berjalan-jalan mengelilingi kota ini, dan saya cukup kagum di buatnnya, karena kebersihannya dan juga keunikannya, yaitu sebuah kota kecil namun ramai pengunjungnya. Adapun yang membuat unik dari pusat kota ini adalah di hampir setiap rumah penduduknya tampak begitu bersih dan cantik. seperti seolah-olah ada kesepakatan diantara pemerintah setempat dengan warganya yang berdomisili di kota kecil itu untuk bersama-sama membuat pengunjung (turis) merasa nyaman di saat mereka berada di kota Gegenbach. semua fasilitas pendukung pariwisata hampir terdapat di kota kecil itu, seperti hotel, restaurant, museum yang merupakan bekas istana kerajaan jaman dulu, dll. kota ini kalau di bandingkan dengan daerah di sekitar klungkung, mungkin mirip dengan desa kamasan klungkung, dimana masyarakat di kamasan hampir semua memiliki keahlian menggambar lukisan wayang klasik dan rumah penduduk di desa adat kamasan juga hampir semuanya tampak unik dengan ciri khas arsitektur bali di dukung dengan art-shop di sepanjang pinggir jalan. namun sayang yang membedakan antara desa adat kamasan klungkung dengan kota kecil Gegenbach adalah fasilitas pendukung pariwisata yang tidak tersedia di des kamasan, tentunya membuat pengunjung yang mengunjungi kamasan seolah-olah hanya untuk berbelanja lukisan wayang. setelah berbelanja di artshop selesai mereka harus balik ke denpasar (kuta, nusa dua, sanur) atau ke ubud untuk bermalam. desa di daerah di bali yang mungkin paling mendekati memiliki kemiripan dengan kota gegenbach adalah desa ubud, dengan kawasannya persawahannnya yang unik dan masyarakat di desa ubudpun sepertinya sudah sepakat menjadikan desanya sebagai desa wisata, dimana wisatawan ataupun turis mancanegara bisa menyewa rumah penduduk untuk bermalam. fasilitas penunjang pariwisata lainnya sepertiya ada juga di ubud, seperti supermarket, galery atau artshop, dll. Kesadaran masyarakat di ubud untu menjaga kebersihan lingkungannya pun patut di tiru, sehingga wisatawan bisa merasa betah ketika berada di sekitar ubud. mungkinkah daerah di sekitar kabupaten klungkung di optimalkan dijadikan desa wisata? Jawabannya mungkin bisa, apalagi masyarakat klungkung di jaman kerajaan Bali jaman dulu merupakan daerah permukiman seniman kerajaan. selain desa kamasan ada desa budaga, desa tihingan, desa sampalan, desa sidemen, juga layak untuk di kembangkan di jadikan desa wisata. kedepannya yang di perlukan sepertinya adalah sebuah komitmen diantara masyarakatnya serta dukungan dari pemerintah kabupaten klungkung untuk terus mempromosikannya. dan bila perlu mensupport masyarakat bila ingin memperbaiki rumahnya agar tampak unik dan cantik, seperti apa yang terlihat di kota kecil gegenbach, yang hampir semua rumah disana tampak baru tapi dengan tampilan arsitektur lama. Lebih lanjut latar belakang sejarah kota gegenbah juga sepertinya memiliki kemiripan dengan sejarah kabupaten klungkung, yaitu sama-sama merupakan bekas kerajaan. walaupun sesungguhnya kerajaannya tidak sebesar kerjaan Bali yang berpusat di Swecapura ataupun di Semarapura, namun hingga kini pusat kerajaannya tetap tertata apik dan rapi, seperti di tunjukkan oleh "saksi bisu" bangunan tuanya serta sejarah yang tertulis di museumnya, dan list dari nama raja-raja yang pernah memimpin di kota gegenbach tertulis seperti di bawah. Semoga masyarakat di klungkung bisa menyadari sejarah besar yang di milikinya di jaman dulu, dan bisa menjadikannya sebagai titik awal untuk melihat kedepan dengan penuh keyakinan dan percaya diri untuk menjadi lebih baik lagi di kemudian hari, tentunya dengan terus belajar lebih rajin, bekerja lebih giat. Dan setiap individunya yang merantau jauh ke luar tidak lupa akan kampung halamannya dan tetap mencoba berkontribusi untuk kemajuan daerahnya sesuai dengan kemampuannya masing-masing dan tetap menjaga komitment untuk memajukan daerahnya bersama-sama… semoga Liste der Äbte von Gengenbach
|
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar