Nha itu yang saya tidak tau Cok, lha saya bukan polibikul jeh, cuma IRT tapi juga gak bisa nigtig sapu ke seluruh penjuru negri. Idealnya/teorinya, islam dan syariah yang tegas adalah berlaku HANYA untuk umat muslim, tidak ada kewajiban buat yang non muslim. Sebenarnya (saat ini) syariah akan lebih baik bila mulai dijiwai (awig2 tak tertulis) lebih dulu sebelum dibuat tertulis. Karena tidak semua muslim khususnya pelayan rakyat sudah paham. Takut2 mereka salah paham dan main gebuk seenaknya. Kan tidak amanah jadinya. Padahal budaya KKN, cincay, masih mendarah daging di seluruh anak negri. Ntar giliran kasus menimpa sesama mereka, malah cuma cincay-an doang. Mereka belum siap.
Ini tugas para ulama dan caendekia muslim lebih baik kembali ke lapangan mencerdaskan umatnya sendiri ketimbang berebut kursi politik. Lagian, kalau syariah diterapkan secara kaffah (pure) dan adil, yang babak belur ya mereka mereka sendiri. Bukannya yang KKN kebanyakan para PNS dan pejabat, yang mayoritas juga muslim. Seharusnya merekalah yang ketakutan, nyaho sendiri mereka.
Masalah image arab, ini sebenarnya juga sedikit berbeda dgn tradisi jawa. Kalau kaffahnya perempuan diutamakan berada dirumah, mengurus diri untuk suami, mengurus anak/rumah, lebih dimanjakan sebenarnya. Seperti urusan belanja dll, itu urusan laki2. Sementara di indonesia, wanita seperti wonder woman (kalau gak mau dibilang budak). Bersih2 rumah, urus anak, masak, kerja, ngajari anak, ditambah ngurusi bayi gede. Kapan mereka ngurus diri sendiri.
Masalah jilbab yg (wajib) utk muslimah (tapi pertanggungjawabannya cukup keAtas bukan ke negara seperti mencuri/zina), sebenarnya itu juga bentuk perlindungan untuk wanita, biar gak dilarak lirik laki laki yg tdk berhak. Saat berdua dgn suami mau pake lingerie, g-string atau gak pake apa apa sekalian ya ga ada masalah. Mau berstriptease ria, arabian dance atau hajar langsung juga gak ada urusan. Bukannya lebih menarik buat suami bila diluar si istri alim tertutup rapih, tapi saat di ranjang seliar para kekasih Hugh Hefner.
Tapi masalah munafik dlsb. bukannya itu masalah umum dan tidak terbatas orang arab saja ?
Tapi konon kenapa agama turunnya di arab sono, ya karena disana penduduknya paling jahiliyah, termasuk hingga mengubur hidup2 anak perempuan sendiri. Jadi tabiat jahiliah itu ya mungkin terbawa sampai sekarang (sayangnya akhirnya terbaca menjadi tabiat islam)
Sekali lagi, lebih mudah ngomongnya, karena saya pasti mengeb kalo ditanya mulainya dari mana, karena mengingat urgensinya diperlukan kesadaran masal. (Kalau berandai andai di dunia doraemon, dimana merubah dunia semudah membalik telapak tangan, momen menjelang pemilu ini yg paling tepat. Buat aja peraturan bahwa pejabat yg terpilih, selain kapabel dibidangnya, mereka juga harus sudah mampu secara materi (mempunyai usaha tetap) untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Karena khusus 5th pertama gak ada yg digaji. Hehehe..pasti pada nyingkir semua kecuali idealis yg ingin merubah nasib bangsa. (Peh jeg munyi dogen bise, mudah2an gak dilempar keluar sama bli sanat. Ampure..)
---- Pesan asli ----
Dari: Cokorda Raka Angga Jananuraga <rakabali78@yahoo.com>
Terkirim: 18 Mar 2009 21:33 +00:
Kalau makai analogi cermin ini, masalahanya di indonesia kan, sebagian islamist ya memaksakan cermin mereka itu (syariah) ke segenap warga indonesia. Itu yang bikin saya antipati ama islam (politik). Apalagi dengan image arab (identik dengan islam) yang: brangasan, blood-thirsty, gak berbudaya (cari di youtube: saudi dance -- ha ha ha ha), munafik, child molester, womanizer, etc, etc.
"Conclusion
Indonesia is not on the cusp of a sudden turn to extremism. Its wellspring of tolerance is deep, and there are a great many good people prepared to fight for its preservation. The real danger is that complacency and political opportunism will facilitate a slower-burning Islamist threat that is on them before they fully recognize its implications. Political posturing and maneuvering today could well end in disaster for Indonesia tomorrow."
-Raka-
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Laraslia"---
----- Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar