Kamis, 05 Maret 2009

Hal: [bali-bali] Re: Polwan-polwan akan makin cantik....

Untung saja saya nggak pernah panas , kecuali kalau lagi sakit,
tapi kan sudah ada pan adol/ men adol.
Kalau panas soal agama sih nggak masuk dilogic,
tapi kalau agamanya panas , dimasukin kulkas aja.

Discusi bebas , sebenarnya mencangkup semuanya dari harga terasi
sampai presiden ( apalagi kalau presidennya bau terasi , kalau diBali dibilang sere gen bon ne , sere tunu sere panggang ..).
Siapapun yang mimpin /nunu sere , masih patuh usak / bon ne.
Di Indonesia termasuk Bali , setiap langkah politik , ekonomi terutama adat istiadat , pastilah berhubungan berat dengan agama.
APBD Indonesia untuk Agama menghabiskan banyak biaya , yang bagi saya
pemborosan total , coba kalau dipakai untuk education dan kesehatan,
akan lebih berguna bagi negara dan rakyat.

Arab adalah satu satunya negara yang berhasil business agama , dengan
pemasukan devisanya multi billion dolars /p.a.
Jadi masuk akal ,dan mereka harus reinvest anggaran mereka untuk agama.Suatu keharusan bagi mereka untuk menjual saham agama.

Yang saya bicarakan bukan agamanya , pribadi saya nggak pusingin.
Yang saya kawatirkan adalah pembodohan masalnya yang digunakan untuk
merampas HAM dan kebudayaan Indonesia yang kaya.
Kalau manusia mau dibodohin , that's their own business,
tapi kalau sampai membuat UU yang mengharuskan manusia lain untuk bodoh , ini yang tidak masuk logic, dan sebagai salah satu manusia
yang diharuskan untuk bodoh , merupakan hak setiap menusia itu untuk menentangnya , dengan jalannya sendiri sendiri atau berkelompok.

Seandainya concept : agamamu agamamu, agamaku agamaku dijalankan,
pastilah tidak ada problem.
Problemnya mulai kalau satu agama mau mengatur yang lain dan
membuat peraturan dan UU untuk manusia lainnya , then we have problem.Kenyataanya bisa dilihat langsung dilapangan sekarang ini.

Saya tidak peduli dengan agama apapun , that's not my business.
Tapi saya peduli keras dengan HAM dan life style kita termasuk environment di Bali dan Indonesia juga , kalau itu sudah mulai diusik dan dijajah ,
ya.. automaticly kita harus berusaha menghapus segala jenis penjajahan baik politik , ekonomi dan agama.
Segala bentuk penjajahan harus dihapus ( dengan karet gosok).

Yang membuat saya panas dingin adalah kegoblogan itu sendiri,
sebab goblog itu hak exclusive saya yang sudah saya patentkan.
Artinya orang lain tidak boleh goblog tanpa ijin tertulis dari saya,
dan membayar royalty 12,5% dari gross income yang memakai gobolg saya.
Seperti 12 penembak pemain cricket Sri Langka di Pakistan seminggu
yang lalu , manusia manusia ini belum dapat ijin dari saya dan tidak menyetor invoicenya seharga 12,5% .
Kalau mereka tidak membayar royalty saya dalam waktu 30 working days,
maka discount 3% dari invoice tidak berlaku.
nah... ketoang teh malu.

Sekali lagi , saya tidak membicarakan agama sebab , i do not care
less about religion , whatever the form might be.
Saya hanya mempertahankan our rights and our life style , however little we have left , i'd like to make that point straight.

shanti , semoga point saya dapat dilihat apa adanya.

--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Laraslia" <laraslia@...> wrote:
>
> Hehehe..nah ini dah kenapa ada baiknya nggak diskusiin tentang islam disini, karena kita sama sama bukan ahlinya tentang islam, saya memang beragama islam, tapi mungkin jika diukur angka 0 sampai 10, nilai saya masih 1. Kalau sesama bukan ahlinya yg ngomongin, yg ada ya ngomong ngawur, nyaplir, kangin kauh gak karuan, ujung ujungnya berantem, jarak sama saudara beda agama semakin renggang.
>
> Siapa yang seneng ? Ya yang lempar thread awal, karena umpannya kemakan. Bikin kita makin panas sepulang kerja. Masih untung jika yang lempar thread hanya sekedar iseng saja, bukan dapet duit dari pihak2 yg berkepentingan dengan pecahnya RI (ada lho yang dapet duit dengan tugas cuma provokasi, kipas kipas, adu domba, mungkin sebagian berdalih demokrasi). Enak di dia toh dapet duit, sementara kita cuma dapet panas doang..
>
> ---- Pesan asli ----
> Dari: IGusti Agung <agungpindha@...>
> Terkirim: 5 Mar 2009 11:04 +00:00
> Ke: <bali-bali@yahoogroups.com>
> Perihal: [bali-bali] Re: Polwan-polwan akan makin cantik....
>
>
> minta ijin ngomong ngawur ya ?
> Kalau polwan pakai hiljab , teru mau nangkap maling
> ( malingnya laki laki ), boleh nyentuh nggak?
> malingnya kan bukan muhrimnya toh... hayoo...
> apa bisa di door langsung , biar nggak nyentuh?
>
> shanti got a gun.. bang..bang..bang.
>
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, Jay <bocahkolong@> wrote:
> >
> > On Wed, 04 Mar 2009 21:00:07 -0000
> > "Cokorda Raka Angga Jananuraga" <rakabali78@> wrote:
> > < Kapan di bali diterapkan?
> > <
> > <<http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/218573/>http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/218573/
> > <
> >
> >
> >
> > hehehhe.....
> > Makin lama koq aku merasakan seperti bukan tinggal di Indonesia lagi ya..
> >
> > entah dimana , di suatu kawasan panas, gersang,..penuh keringat dan debu...
> > ... gelap...
> >
> > dE
> >
>
>
>
>
>
> -----
 Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
>


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: