bersyukurlah anda sebagai putri orang besar,
bagi saya ibunda anda itu seorang yang mulia yang berhati sangat
suci , bagai lilin yang hancur untuk penerangan.
Saya yakin jiwa seperti itu , hanya ingin berbagi dan tidak
mengharapkan gaji atau imbalan apapun , asal anak cukup makan dan sehat.
Sympaty saya kepada anda dan keluarga .
KIta harus ingat , ketika itu Partai Komunis memang menjanjikan
kesamarataan antar sesama , sehingga dengan mudah orang orang yang baik akan merasa tertarik dengan policy mereka.
Kita tahu dari sejarah , banyak cerdik cendikiawan juga menjadi anggota PKI ketika itu , sedangkan Bapak Soekarnopun tidak berkeberatan dengan PKI ketika itu.
Termasuk juga orang orang yang dikampung yang tidak menahu soal
politik , sampai saling bantai antar keluarga ,amat disayangkan.
Ibunda , sama sekali tidak bersalah karena menjadi anggota gerwani,
sama sekali tidak , yang salah adalah ambisi manusia ketika itu yang
berhasil dipakai oleh negara lain , dengan janji dijadikan presiden.
Kita juga kehilangan Jenderal no 1 di Indonesia ( A. Yani)
yang merupakan teman dekat ibu ketika itu.
Karena apa dan buat apa?
Untunglah dijaman teknology informasi sekarang ini , kita
dapat mencari jawabannya.
Seperti yang saya katakan , saya tidak sakit hati, juga tidak
berontak kepada orang lain , saya hanya jengkel dan marah melihat ulah tengik para parasit di Jakarta , itupun juga bukan untuk saya dan keluarga saya , kami semua sehat dan cukup makan ,tapi untuk orang orang baik yang lain yang hidupnya serba susah.
Dengan kekayaan alam di bumi Indonesia ini yang berlimpah ,
sampai rakyatnya sengsara , bagi saya sudah cukup alasan untuk marah
dan memaki ( dalam hal ini tidak sama dengan pujian ) mereka mereka
yang seharusnya mengatur negara tapi malah memberatkan seperti parasit.Kalau saya orang selfish dan individual , saya tidak akan
peduli , yang penting gua seneng , biar lu sengsara.
Setiap orang yang punya perasaan dan peduli melihat apa yang terjadi, jelas akan marah , tambahan lagi kalau kita tidak bisa berbuat apa apa untuk memperbaiki suasana , jadi marahnya double.
Marah terhadap keadaan , jengkel sama parasit parasit yang hanya makan uang rakyat dan tambah jengkel terhadap diri sendiri.
saya setuju , hukum aksi reaksi ( karma ) akan terus berjalan,
tidak satupun kita akan luput dari karma semasih dalam lingkup ruang
dan waktu , alam dan waktu akan menentukan semuanya.
Terimakasih atas sharingnya , semoga ibunda pasrah dan yakin kalau
semua yang terjadi memang harus terjadi , saya yakin manusia mulia seperti itu sudah mengerti kalau semuanya sudah diatur dari atas.
shanti and thank you.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Laraslia" <laraslia@...> wrote:
>
>
Ah ya.. hampir lupa kalau mostly member milis ini adalah orang2 besar atau terlahir ditengah orang2 besar. Sehingga mendengar cerita orang yg sudah menerima pensiunpun bisa membuat mereka menangis. It is not the worst ! Airmata anda bisa kering jika mendengar cerita lainnya satu persatu.
>
> Sampai sebesar sekarang saya masih belum punya nyali bertanya langsung ke ibu saya kenapa beliau sampai terdaftar sebagai anggota/simpatisan partai terlarang (gerwani/pki) sehingga beliau diblacklist tidak bisa menjadi pns, bukan karena saya takut menangis (karena menurut kakak konon ibu sendiripun masih gak ngerti), tetapi saya tidak ingin melihat airmata beliau karena sekedar menangisi ketidakadilan di dunia, selalu saya ulang2 kepada beliau bahwa akan ada pengadilan yang lebih adil, nanti.
>
> Saya masih ingat bagaimana beliau mengabdikan diri sebagai pendidik, dari kepala sekolah tk sampai kepala sekolah sd. Saat tk masih belum umum di kampung kami, beliau membuat kelas di rumah kami. Untuk membangun gedung di tanah desapun, beliau rela blusukan, mengabaikan rasa malu meminta bahan bangunan bekas (genteng, usuk) untuk menghemat biaya.
Hingga menjadi kepala sekolah sd didaerah transmigrasi dengan imbalan 150rb(gaji honorer karena beliau tdk bisa menjadi pns, sementara guru pengajar dibawahnya sudah berstatus pns), beliau masih hobi meminta minta (buku/pakaian/sepatu bekas) untuk murid2 didiknya. Saya bangga jadi anak peminta, karena semua beliau lakukan dengan cinta dan berimbalkan cinta (sebagai ucapan terima kasih, murid2 sd biasa menanam bunga dihalaman rumah, satu2nya yg membedakan dgn rumah transmigran lainnya, banyak bunga!). Beliau tidak menumpang hidup atas nama cinta, tetapi beliau menyerahkan hidupnya atas nama cinta. Apakah beliau masih harus mengharapkan uang pensiun dimasa tuanya ? Buat saya beliau terlalu mulia untuk melakukan itu. Semoga Allah memberi kesempatan kami untuk terus memuliakan beliau.
>
> Apakah sekarang kami masih perlu meributkan keadilan di dunia ?
>
>
> ---- Pesan asli ----
> Dari: IGusti Agung <agungpindha@...>
> Terkirim: 11 Mar 2009 06:34 +00:00
> Ke: <bali-bali@yahoogroups.com>
> Perihal: [bali-bali] Re: Dari kantor pajak ke siaran berita korupsi TV
>
>
> Dear Pak Ikra dan rekan lain,
>
> terus terang saya kaget....
> kaget , kalau anda baru tahu masalah itu.
> masukkan juga wisma DPR yang gratis dan mobil dinas.
> Itu hanya tip of the iceberg pak....
>
> Sebagai perbandingan , pensiunan tentara dan janda tentara
> dari bintara dan perwira menengah sekarang ini.
> (bapak bapak yang memperjuangkan dan memberikan kita kemerdekaan).
> paling rendah , 350.000 / bulan sampai 1.200.000/ bulan.
> Silahkan bapak menunggu di bank di Bali dan tanyakan langsung
> kepada ibu ibu veteran yang sudah ditinggal suaminya tiap awal bulan.
>
> Terus terang , saya sampai menangis ketika bercakap cakap dengan ibu
> itu , yang kebetulan almarhum suaminya bekas anak buah ayah kami
> sewaktu berjuang untuk kemerdekaan.
>
> Untuk anda dan rekan rekan sekalian yang tertarik , saya tambahkan.
> Ini kisah nyata dari keluarga kami sendiri.
> Sebagian dari rekan rekan disini sudah tahu siapa keluarga kami
> (maaf ,bukan sombong hanya ingin berbagi kesusahan...)
>
> Ayah kami almarhum , mulai berjuang melawan penjajah ketika beliau
> berumur 16 tahun , sebagai pemimpim kompi gerilya dibawah Batara
> Igusti Ngurah Rai , setelah kemerdekaan beliau dikirim ke makasar
> untuk membasmi pemberontakan DI TII , kami di Makasar selama 18 th,
> saya adalah kelahiran Makasar terahir.
>
> Setelah beberapa lama kembali di Bali , Alm. menjabat sebagai wakil Gubernur , diantara jabatan jabatan yang lain termasuk Listibya,
> Prawartaka Pura Besakih , Rohaniawan TNI AD dll.
> Yang saya ingat , Alm sangat jarang dirumah , karena pengabdian
> beliau untuk Bali dan Indonesia.
> Terakhir beliau menjadi anggota DPRRI jakarta untuk 1 term.
> Selama masa jabatan tersebut , biaya sekolah kami dengan menjual
> tanah warisan yang hanya sedikit sekali.
>
> Sekarang point yang penting.
> Setiap bulan ibu harus ngantre di Bank untuk mengambil pensiunan janda , sebanyak 750.000 rp dari pensiunan Letkol ditambah pensiunan DPR dan pegawai negeri ( wagub).
> Jumlah semuanya total 2.750.000 rupiah/ bulan.
>
> Itu sudah untung sekali , kebanding ibu ibu yang saya ajak bicara di Bank tsb, bagaimana mereka bisa hidup dengan 450.000 rupiah sebulan??
> Saya bukan sakit hati , tapi saya jengkel dan marah oleh parasit parasit di Jakarta yang tidak tahu diri sekarang ini.
>
> shanti mohon maaf , mengeluarkan uneg uneg yang sudah lama tersimpan.
>
>
> -----â© Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar