Supposing Singapore similiar to Indonesia ,
maybe they can decide on pay rise for they own ,
after all they make the rule.. lol.
shanti.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Diana Darling <dianadarling@...> wrote:
>
> Thank you for sharing your story, Pak Agung.
>
> This morning I was slumming around in the Bali Times and saw an article
> which said that ministers in Singapore earn over a million US$ a year.
> http://www.thebalitimes.com/2009/01/23/millionaire-ministers/
>
> The theory is that public servants (including elected officials) should be
> able to live comfortably on their salaries.
>
> It takes more than money to get high-quality honest government, though. The
> public has to supervise government, monitor its work, and throw the bums out
> when they don't do their jobs properly.
>
> But that's also just a theory. It hasn't worked that well in my own country
> (USA). I love Obama, but he can barely work with all the entrenched
> interests there. The American population is at once spoiled and getting left
> behind.
>
> Goodness, the world feels heavy sometimes.
>
> Salam to all.
>
> diana
>
>
>
> On Wed, Mar 11, 2009 at 2:34 PM, IGusti Agung <agungpindha@...> wrote:
>
> >
> > Dear Pak Ikra dan rekan lain,
> >
> > terus terang saya kaget....
> > kaget , kalau anda baru tahu masalah itu.
> > masukkan juga wisma DPR yang gratis dan mobil dinas.
> > Itu hanya tip of the iceberg pak....
> >
> > Sebagai perbandingan , pensiunan tentara dan janda tentara
> > dari bintara dan perwira menengah sekarang ini.
> > (bapak bapak yang memperjuangkan dan memberikan kita kemerdekaan).
> > paling rendah , 350.000 / bulan sampai 1.200.000/ bulan.
> > Silahkan bapak menunggu di bank di Bali dan tanyakan langsung
> > kepada ibu ibu veteran yang sudah ditinggal suaminya tiap awal bulan.
> >
> > Terus terang , saya sampai menangis ketika bercakap cakap dengan ibu
> > itu , yang kebetulan almarhum suaminya bekas anak buah ayah kami
> > sewaktu berjuang untuk kemerdekaan.
> >
> > Untuk anda dan rekan rekan sekalian yang tertarik , saya tambahkan.
> > Ini kisah nyata dari keluarga kami sendiri.
> > Sebagian dari rekan rekan disini sudah tahu siapa keluarga kami
> > (maaf ,bukan sombong hanya ingin berbagi kesusahan...)
> >
> > Ayah kami almarhum , mulai berjuang melawan penjajah ketika beliau
> > berumur 16 tahun , sebagai pemimpim kompi gerilya dibawah Batara
> > Igusti Ngurah Rai , setelah kemerdekaan beliau dikirim ke makasar
> > untuk membasmi pemberontakan DI TII , kami di Makasar selama 18 th,
> > saya adalah kelahiran Makasar terahir.
> >
> > Setelah beberapa lama kembali di Bali , Alm. menjabat sebagai wakil
> > Gubernur , diantara jabatan jabatan yang lain termasuk Listibya,
> > Prawartaka Pura Besakih , Rohaniawan TNI AD dll.
> > Yang saya ingat , Alm sangat jarang dirumah , karena pengabdian
> > beliau untuk Bali dan Indonesia.
> > Terakhir beliau menjadi anggota DPRRI jakarta untuk 1 term.
> > Selama masa jabatan tersebut , biaya sekolah kami dengan menjual
> > tanah warisan yang hanya sedikit sekali.
> >
> > Sekarang point yang penting.
> > Setiap bulan ibu harus ngantre di Bank untuk mengambil pensiunan janda ,
> > sebanyak 750.000 rp dari pensiunan Letkol ditambah pensiunan DPR dan pegawai
> > negeri ( wagub).
> > Jumlah semuanya total 2.750.000 rupiah/ bulan.
> >
> > Itu sudah untung sekali , kebanding ibu ibu yang saya ajak bicara di Bank
> > tsb, bagaimana mereka bisa hidup dengan 450.000 rupiah sebulan??
> > Saya bukan sakit hati , tapi saya jengkel dan marah oleh parasit parasit di
> > Jakarta yang tidak tahu diri sekarang ini.
> >
> > shanti mohon maaf , mengeluarkan uneg uneg yang sudah lama tersimpan.
> >
> > --- In bali-bali@yahoogroups.com <bali-bali%40yahoogroups.com>, Ikranagara
> > <ikra_twin@> wrote:
> > >
> > > Dear all.
> > >
> > > Siang tadi aku merasa lega dan sekaligus bangga sekeluarku dari kantor
> > pajak: dengan membayar pajak tahunan aku merasa lengkaplah diriku sebagai
> > seorang warganegara Republik Indonesia!
> > >
> > > Kerja pegawai negeri di kantor itu pun melegakan hatiku karena mereka
> > meladeni dengan baik dan sabar menjelaskan dan memeriksa isian formulir
> > pembayaran pajak pribadiku, sungguh sangat membantu!
> > >
> > > Kewajibanku sebagai pembayar pajak telah kutuntaskan dengan baik siang
> > tadi!
> > >
> > > Tapi malam ini aku menjadi gerah dan geram menghadapi siaran TV nasional!
> > Yang diungkapkan adalah kenyataan berupa adanya anggota legislatif
> > dan ekskutif di negeriku yang tertangkap melakukan korupsi!
> > >
> > > Orang bilang, katanya salah satu motivasi tokoh-tokoh masyarakat itu
> > melakukan korupsi karena gajinya kurang mencukupi. Tapi, berpa sih gaji
> > seorang petinggi kita setingkat koruptor yang tertangkap itu?
> > >
> > > Maka aku pun mencari tahu gaji seorang anggota legislatif. Ya, aku khusus
> > mencari tahu kelompok yang satu ini, karena banyak sekali kawan-kawanku
> > maupun kenalanku yang sekarang sibuk dan penuh semangat menjadi Galeg.
> > berbagai parpol yang masih menjamur jumlahnya itu. Dan inilah hasilnya:
> > >
> > > Gaji Rutin & Tidak Rutin Anggota DPR RI
> > >
> > > Gaji Rutin per satu bulan:
> > >
> > > Gaji pokok : Rp 15.500.000
> > > Tunjangan listrik : Rp 5. 500.000
> > > Tunjangan Aspirasi : Rp 7.500.000
> > > Tunjangan kehormatan : Rp 3.000.000
> > > Tunjangan komunikasi : Rp 12.000.000
> > > Tunjangan pengawasan : Rp 2.000.000
> > >
> > >
> > > Gaji Rutin per satu bulan: Rp 45.500.000
> > > Gaji Rutin per satu tahun : Rp 546.000.000
> > >
> > > Gaji ke-13: Rp 16.500.000
> > >
> > >
> > > 4X reses per satu tahun sidang: Rp 120.000.000.
> > >
> > >
> > > Gaji tidak rutin:
> > >
> > > Membahas RUU Rp 6.000.000 per satu kegiatan.
> > >
> > >
> > > Disimpulkan juga, bahwa penghasilan legal seorang anggota legislatif per
> > satu tahun bisa mencapai Rp. 1 M.
> > >
> > > Itulah yang aku dapatkan secara garis besarnya.
> > >
> > > Apakah gaji segede itu belum juga mnncukupi
> > > sehingga masih juga melakukan korupsi?
> > >
> > > Ikra,-
> > > ====
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar