Dari: Cokorda Raka Angga Jananuraga <rakabali78@yahoo.com>
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Terkirim: Jumat, 6 Maret, 2009 22:43:37
Topik: Hal: Re: [bali-bali] Ini pemilihan caleg atau kontes raja peci dan ratu jilbab?
Di kampus ITB banyak gak ya yang makai eike... dan yey?
Pengen tau aja....
-Raka-
--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Made Wiryana <mwiryana@.. .> wrote:
>
> 2009/3/5 Laraslia <laraslia@.. .>:
>
> > Ana, ane, gue, kulo, tiyang, awak, beta, me, I, aku, saya, torang, daku,
> > ich, mein, adalah variasi kata 'rage' dalam beberapa bahasa. Mungkin ada
> > yang merasa lebih keren menggunakan kata 'I/ich', tapi ada juga yang memilih
> > ana/ane untuk menyebut dirinya sendiri. Ada juga kok orang bali narasumber
> > milis sebelah yang menyebut dirinya 'ane', biasa aja lah..
>
> Dulu pas jaman saya kuliah (85-an), banyak yang mulai menggunakan
> "ana" utk menyapa dirinya (kalau "ane" tetangga saya orang Betawi
> banyak menggunakan) .
>
> Tapi tentu saja menggunakan sapaan yang tidak dikenal umum di
> lingkungan tersebut terasa janggal. Sehingga pas saat itu, kalau ada
> yg nekat menggunakan istilah "ana" atau "you" tidak pada tempatnya
> (artinya tidak sebagian besar paham), langsung pada mengingatkan,
>
> Mengingatkan bukan berarti tak sayang kan ? Cara mengingatkan yg
> sering digunakan saat itu.
>
> "Ana.. ana, temennya ani" atau "You you... yuyu kangkang", bahkan
> kalau saya nekat disebut "bli" ada yg nyahut "bli baju ?"
>
> Oh ya salah satu pendiri PKS pun pada saat itu kalau bertemu dengan
> teman-teman lainnya di kampus akan memilih menyebut "loe/gua" karena
> pada saat itu masih belum lazim. Ndak tahu deh sekarang, mungkin
> dianggap semua orang paham bahasa Arab.
>
> Jadi ingat indahnya masa-masa kuliah, tidak "terkelompok- kelompok"
> berdasarkan cara berdoa.
>
>
> IMW
>
Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar