Minggu, 08 Maret 2009 | BP
Program CSR di Bali
Mewujudkan Keharmonisan Alam Bali
Ketua Konsorsium CSR (corporate social responsibility) Noke Kiroyan pada gathering corporate and entrepreneur social responsibility for Bali di Hotel Aston Denpasar, Jumat (6/3) lalu, melihat konsep CSR telah lama dilaksanakan oleh pelaku usaha di Bali. Mengingat, konsep CSR selaras dengan falsafah Tri Hita Karana mewujudkan keharmonisan alam Bali serta sebagai panduan krama Bali melaksanakan swadarma-nya masing-masing. Sejumlah kegiatan yang seirama dengan konsep CSR telah dilaksanakan oleh sejumlah perusahaan di Bali secara berkesinambungan. Seperti apa kegiatan dan siapa saja yang telah menerapkan tanggung jawab sosialnya terhadap upaya perbaikan sumber daya manusia, alam lingkungan di Bali?
KEPEDULIAN dunia usaha terhadap lingkungan harus terus ditumbuhkan sejalan dengan munculnya tuntutan terhadap upaya perbaikan dan pelestarian lingkungan sekitarnya. Perusahaan dalam menjalankan swadarma-nya masing-masing kini tidak saja harus terfokus pada kegiatan bisnis murni semata, namun juga dituntut kepeduliannya dan meningkatkan tanggung jawab sosialnya kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Sejatinya konsep tanggung jawab sosial perusahaan atau yang dikenal dengan CSR ini, bagi para pelaku usaha di Bali, bukanlah hal yang baru.
Sejumlah perusahaan ternama di Bali ternyata sudah melakukan tanggung jawab sosialnya terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebutnya saja Dirut Bank Sinar I.B. Kade Perdana, Cahaya Wirawan Hadi (PT CSBI), Dewa Darma Wijaya (susu Metabolis) Gilang Prasetya (Telkomsel), I.B. Putu Gede (BPD Bali), serta I Gede Negara (Telkom Bali). Keenam pelaku usaha di Bali ini telah memaparkan beberapa kegiatan CSR-nya pada pertemuan yang digagas Kelompok Media Bali Post tersebut.
Kade Perdana yang melakukan pengembangan bisnisnya di dunia perbankan tidak saja terfokus pada kegiatan yang berorientasi bisnis. Bahkan, sejak tahun 2001 perusahaan yang memiliki moto Jreeeng ini lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, sesama manusia, serta meningkatkan srada bhakti-nya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Berbagai kegiatan yang dilakukan di luar kegiatan bisnisnya ini dikemas dalam beberapa program, seperti upaya pelestarian lingkungan, pendidikan, serta perbaikan sarana tempat suci. Jumlah anggaran yang digunakan untuk kegiatan sosial ini tidak tanggung-tanggung. Untuk beasiswa saja, kata Kade Perdana, telah mengucurkan sekitar Rp 64 juta. 'Dalam menjalankan bisnis, kami tetap memadukan unsur bekerja dan mayadnya, sehingga ada kebijakan untuk menyisihkan satu persen gaji untuk kegiatan sosial,' ujar Kade Perdana.
Hal serupa juga dilakukan pimpinan PT CSBI Cahaya Wirawan Hadi. Pengusaha yang bergerak dalam bidang otomotif ini juga telah melakukan berbagai kegiatan sosial di sejumlah kawasan di Bali. Seperti kegiatan penanaman 1.000 pohon, membantu beberapa sekolah dalam penyediaan sarana belajar (mesin dan sepeda motor). Bukan hanya itu, kepeduliannya terhadap kegiatan yang bersifat spiritual juga terekam dalam program perusahaan otomotif merek Suzuki ini. Buktinya, dalam mewujudkan kesukseskan upacara Panca Bali Krama di Pura Agung Besakih, perusahaan milik Cahaya Wirawan Hadi ini juga ikut terlibat.
Upaya yang dilakukan Cahaya Wirawan Hadi juga diikuti oleh pengusaha lainnya di Bali yakni Dewa Darma Wijaya. Pengusaha yang bergerak dalam unit usaha minuman (susu) ini juga mengasah kepeduliannya kepada kaum pemangku. Kekuatan dan ketahanan fisik seorang pemangku dalam melaksanakan swadarma-nya di Pura Agung Besakih serangkaian upacara Panca Bali Krama ini menjadi aspirasinya untuk menyalurkan susu Metabolis secara cuma-cuma untuk para pemangku.
Program CSR yang dilakukan jajaran Telkomsel di Bali telah dikemas secara apik dalam label "Telkomsel Spirit". Melalui Telkomsel Spirit ini, kehadiran salah satu perusahaan di bidang telekomunikasi ini juga bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. 'Kami telah banyak melakukan kegiatan CSR yang sifatnya lebih kepada penciptaan image sosial di masyarakat,' ujar Gilang Prasetyo.
Gilang menyebutkan beberapa contoh kegiatan yang telah dilakukan selama ini. Untuk kalangan siswa, Telkomsel telah membentuk Gra-Widya sebagai taman bacaan anak-anak. Taman ini dibuka di Kuta dan Serangan. Bahkan, untuk kegiatan kemanusian, Telkomsel secara rutin telah melakukan donor darah sekali dalam tiga bulan. Gerakan penghijauan di Pulau Serangan juga telah berlangsung sejalan dengan gelar aksi penanaman sejuta pohon. Upaya untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa juga dikemas oleh Telkomsel dengan kegiatan tirtayatra ke India, Thailand, serta Nepal.
Dirut BPD Bali I.B. Putu Gede dalam pemaparannya menilai keluarnya UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sangat membantu kelancaran program CSR. Sebelum keluarnya UU No. 40 tahun 2007 tersebut, bagi kalangan perusahaan sedikit terhambat dalam melaksanakan kegiatan CSR. Mengingat, biaya yang ditimbulkan untuk program ini tetap dikenakan sebagai objek pajak. Padahal, perusahaan sendiri menilai biaya untuk program CSR ini sebagai beban biaya. 'Munculnya UU PT yang baru ini membuat kami lega dalam melaksanakan kegiatan sosial,' katanya.
Putu Gede mengaku kegiatan sosial yang dilakukan oleh jajaran direksi dan karyawannya biasanya dikaitkan dengan HUT. Bahkan, sebagai kepedulian dengan sesama, pihaknya kini telah membentuk klub donor darah dengan jumlah anggota mencapai 100 orang. Selain kegiatan kemanusian seperti itu, BPD Bali juga memiliki program penghijauan. Aksi penghijauan ini dilakukan di daerah kritis yang ada di Bali. Tidak ketinggalan, BPD bali juga telah meluncurkan beasiswa bagi siswa berprestasi untuk keluarga kurang mampu.
Kiprah CSR yang dilakukan PT Telkom di Bali juga cukup beragam. Program CSR yang dikemas oleh PT Telkom Kandatel Bali ini dibagi menjadi dua bagian yakni program kemitraan dan bina lingkungan.
General Manager Kandatel Telkom Bali I Gede Negara mengungkapkan program kemitraan Telkom menyasar unit usaha kecil dan menengah seperti koperasi, perajin, pertanian, peternakan, dan bengkel. Bentuk program kemitraan ini terimplikasi dalam bentuk pemberian pinjaman lunak, pendidikan/pelatiha
Bukan hanya itu, untuk program bina lingkungan, PT Telkom Bali menyasar bidang pendidikan, bencana alam, sarana ibadah, kesehatan, serta fasilitas umum. Pada tahun 2008 lalu, jumlah dana yang diserap untuk kegiatan ini mencapai Rp 1,2 miliar lebih. (ara)
............
Sekolah bahasa Jepang http://PandanColleg
............
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar