Sugi yang baik,
ada hal yang penting sekali saya rasa yang perlu kita agendakan adalah PNPM Mandiri. Program ini triliunan dan yang masuk Bali juga lumayan. Program ini luar biasa dan kalau di laksanakan dengan cermat, permasalahan kemiskinan bisa di atasi. Masalahnya program ini belum begitu di kenal oleh masyarakat, malahan mungkin oleh pemdanya. Program ini juga bisa menjadi 'program korupsi' kecil kecilan yang dilakukan oleh pelaksana dan facilitator nya. Kita perlu mendapatkan banyak informasi tentang program ini, dan masuk ke dalam agenda kita "rights-base approach' mendekatkan masyarakat dengan program program pemerintah yang sangat bisa berkelanjutan.
Berapa kabupaten di Bali, Kecamatan? Banjar?.... apa saja program PNPM itu? terus kita tentukan saja target komunitas yang akan kita sasar dulu untuk tau apakah program program PNPM bisa terserap oleh mereka?
IAA sudah melakukan ini, Masyarakat Trunyan akan menerima training BIOGAS dan Pupuk organic dalam bulan ini. Facilitatornya Yayasan Pratista, mereka mempersiapkan proposal 6 bulan lalu dan sekarang dananya sudah keluar, dan sudah akan dimulai tanggal 20 January di Trunyan. Trainernya P Jujur dari Bangli. IAA akan ikut mendampingi dan memonitor bagaimana masyarakat bisa mengambil manfaat dari program ini.
Masalah air dan listrik masih menjadi dilema, karena masyarakat belum paham akan proses pemberdayaan.
salam, vieb
__._,_.___----- Original Message -----From: Putu KesumaSent: Thursday, January 08, 2009 11:02 AMSubject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Salam semua!SETUJUUUUUUUUUU!Hukum alam bekerja dengan sangat rapi. Koh ngomong hasilnya tidak ada karena tidak melakukan apa2. Asal ngomong hasilnya ya asal-asalan juga. So, gimana dong?Seperti yang dikatakan mbok Vieb, let's take the ownership as Balinese/Indonesian. Mari KITA bicarakan untuk dapat dijadikan masukan. Masukan yang disusun secara terhormat dan bermartabat karena kita ingin memperlakukan orang yang kita beri masukan secara terhormat dan bermartabat. Mengenai masalah di Airport, teman-teman yang tergabung di kelompok Paras-Paros sudah sering memberikan masukan. Namu demikian makin banyak masukan akan makin baik. Dan dalam memberikan masukan harus konsisten dan persisten sampai masalah tersebut ditindaklanjuti.Saya sadar, ini adalah masalah mental penyelenggara negara yang selalu merasa menjadi boss yang dalam menjalankan tugas cencderung menggunakan rule of the boss yang isinya cuma 2 pasal, pasal 1 boss selalu benar, pasal 2 jika boss salah maka lihat pasal 1.Tapi saya yakin dengan semangat kebersamaan kita akan bisa mengubah mental ini meski hasilnya belum tentu kita yang akan menikmati tapi menurut saya itu bukan yang utama. Yang utama adalah melakukan kewajiban kita.BTW, kemarin udah mempersiapkan diri mau datang ke sangkepan BOS eh ternyata gak bisa karena harus kerja. Beginilah nasib masih menjadi pekerja.Salam,P.Kesuma
--- On Thu, 8/1/09, Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id> wrote:From: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Thursday, 8 January, 2009, 9:24 AM
Intinya adalah 'PEDULI' dan 'NGOMONG' karena kesempatan selalu akan digunakan oleh para penguasa, mereka yang tidak berdaya akan dibiarkan saja untuk jadi suara ketika pemilu, jadi akan tetap tidak berdaya. Kalau 'NGOMONG' harus rame rame, pasti ada gunanya... POWER OF PUBLIC IDEA.... kalau kita semua 'NGEKOH' ya kita cuma bisa MENGELUH. cape de....di BOS ini harus lebih bisa dari sekedar NGOMONG aja, seperti yang di bilang Sugi itu, juga harus kita siapkan draft 'masukan' untuk setiap permasalahan dengan usulan jalan keluar apakah itu perlu ke di ajukan dalam sistim pengusulan proyek kek, atau peraturan kek, kita perlu menjadi pressure group untuk mewujudkan 'KESEIMBANGAN' yang kita selalu bicarakan, impikan, gembor gemborkan yang namanya TRIHITA KARANA itu lo......Kalau sudah 'NGOMONG' harus di 'LAKUKAN' juga.....na ini sekedar ngomong dan nulis dan cari dana.....vieb----- Original Message -----From: darma putraSent: Thursday, January 08, 2009 8:38 AMSubject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman LagiAgar kepedulian kita tentang kekalutan Bali termasuk masalah semrawutnya bandara bisa sampai di birokrasi, khsusnya Gubernur Bali, kiranya baik kalau milis Bali Bali punya jubir yang mau bicara saat Simakrana Gubernur Bali yg dilaksanakan setiap akhir bulan di wantilan DPRD Bali. Popo benar bahwa kekuasaan bandara tidak di tangan gubernur tetapi sebaiknya gubernur dan stafnya tahu lebih banyak lagi keluhan publik sehingga mereka ikut mencari saluran untuk mengangkat masalah ketidaknyamanan bandara bisa sampai ke pihak berwenang. Walau bandara akan diperluas dan direnovasi, kesemrawutan sekarang sangat urgent untuk bisa diperbaiki.Jubir Bali Bali bisa saja gantian setiap bulan siapa yang sempat atau sudi, yang penting ada jubir yang menyarikan point yg relevan dari diskusi milis setiap bulan untuk disampaikan di simakrama. Mungkin dengan begini, tujuan milis Bali Bali yang salah satunya untuk membentuk opini umum bisa terlaksana. Seperti sudah dibicarakan dalam sangkep BOS minggu lalu, banyak cara lain untuk menyalurkan kepedulian kita seperti diskusi terbuka dengan para ahli dan praktisi, interaktif di media massa, dan menerbitkan booklet pemberdayaan publik. Syukurlah Mbok Vieb dengan tekad tebal sudah sanggup untuk menyiapkan dana-dananya! Maju terus!dp
From: Popo Danes <popo@popodanes. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Thursday, 8 January, 2009 10:36:54 PM
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Sangat benar adanya. Saya yang rutin seliweran keluar masuk bandara Ngurah Rai sangat setuju dengan komentar rekan Al Purwa itu.
Cilakanya, pemda Bali tidak bisa dicomplain soal problem Bandara, karena itu kekuasaan Angkasa Pura. Kalau complain masalah keimigrasian, itu juga katanya urusan Departemen kehakiman. Turis manca negara mana tahu dan mana mau tahu problem birokrasi internal kita. Untuk mereka, yang gak bener itu adalah Bali airport.
Soal trolley rusak mungkin sengaja dibiarkan, supaya makin banyak orang ogah mendorong trolley yang hampir semuanya tuna daksa itu supaya pakai jasa porter. Dan lihat saja bagaimana trolley itu berhenti diganjal pipa besi dipemberhentian akhirnya, sehingga susah sekali memindahkan barang yang berat ke kendaraan yang juga berhentinya tidak nyaman.
Belum lagi soal reklame, minta ampun deh. Kayaknya mereka kapal keruk banget, tidak ada space lowong yang dibiarkan tanpa reklame. Kalau mereka dapat good income dan kasih good service ya ok saja, tapi kenyataannya ..... Oh, belum lagi kalau diamati toko-toko yang ada di bandara itu. Kelihatan banget KKN-nya. Dagangannya sama semua, tidak bermutu, dan masih ada gerobak-gerobak yang jualan rokok dan snacks, what an international airport.
Kalau nggak ngantuk, saya punya buanyaaaaakkk banget problem yang saya temui disana, untung juga sudah capek habis urusin yang lain. Untung juga liburan kali ini cukup panjang, cukup lama bisa menghindari That Airport.
pd
On 1/7/09 10:25 AM, "Anton Muhajir" <antonemus@gmail. com> wrote:
http://www.balebeng ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara- ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html
Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Oleh Luh De Suriyani
Ngurah Rai International Airport masih memiliki sejumlah ketidaknyamanan bagi penggunanya. Di antaranya antrean panjang pengurusan Visa on Arrival (VoA), pelayanan pengangkutan barang, dan validitas informasi wisata.
Hal ini disampaikan Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Bali Al Purwa. Sejumlah persoalan ini, menurutnya sangat berpengaruh pada citra pariwisata Bali secara keseluruhan.
"Pada 26 Desember lalu saya meeting dengan 8 big boy players dari Jepang, semua manager travel agents besar dari jepang yang mensupply 30% dari kedatangan wisatawan ke Bali. Mereka menyatakan Bali tidak cocok bagi wisatawan lansia Jepang karena ketidaknyamanan airport," ujar Purwa.
Para travel agent Jepang itu memastikan bahwa tourists yang tidak banyak terkena dampak crisis adalah mereka yang sudah tua-tua dari Jepang yang sudah pensiun. "Antrean panjang dan lama setelah perjalanan panjang di udara sama sekali tidak membuat senang dan nyaman. Mereka menyampaikan kepada saya bahwa Bali airport adalah airport terburuk di dunia dalam kenyamanan ini," kata Purwa.
Keluhan antrean panjang ini, menurut Purwa sudah diketahui semua pihak termasuk Wakil Presiden, namun keluhan itu masih saja tidak mendapatkan pembenahan yang significant.
Selain itu, dalam pelayanan pengakutan barang juga menjadi catatan. Purwa mengeluhkan tidak tersedianya trolly yang bagus dan masih saja ada porter yang minta pembayaran melebihi ketentuan. "Masih saja ada porter yang minta Rp.100,000 atau USD 10 untuk satu koli barang walau tertera di papan, ongkosnya adalah Rp. 2.500."
"Juga tidak ada tempat duduk yang nyaman untuk istirahat buat orang tua," tambahnya.
Assisten Manager Hukum dan Humas PT. Persero Angkasa Pura (PAP) I, pengelola Ngurah Rai Airport mengakui bandara saat ini sudah terlalu padat sehingga memunculkan sejumlah ketidaknyamanan. "Terminal domestik saja sudah overload. Kapasitasnya 1,5 juta orang per tahun, tapi kini melayani 3,6 juta orang per tahun," ungkapnya.
Sementara soal antrean VoA, ia mengatakan akan melakukan perbaikan dalam pengadaan counter dan bekerja sama dengan imigrasi untuk peningkatan kualitas SDM petugas imigrasi.
Dimyati optimis, semua ketidaknyaman ini akan teratasi jika proyek pengembangan bandara selesai. Mulai April 2009 ini, PAP akan memulai proyek perluasan bandara yang diperkirakan menelan dana 2,1 triliun rupiah itu.
Masalah lainnya yang menurut Purwa mudah ditangani adalah penertiban brosur, leaflet informais parwisata yang informasinya tidak akurat dan cenderung menipu. "Banyak brosur dibuat oleh perorangan atau perusahaan yang tidak berijin, terutama yang berbahasa Jepang, Rusia, Korea dan bahasa yang tidak banyak yang tahu," ujarnya.
Brosur-brosur sembarangan masuk ke airport karena disinyalir orang dalam ikut bermain. Seharusnya, menurut Purwa, airport manager tahu apa isi brosur-brosur itu dan apakah mereka punya ijin usaha. "Caranya mengkontrol gampang saja, kirim 1 copy ke Bali Tourism Board (BTB) dan BTB akan menelusuri. Yang tidak punya ijin usaha supaya dibakar saja atau didenda yang tinggi," pinta Purwa.
Tak hanya brosur jasa wisata, brosur dan reklame jual beli tanah atau rumah Hak Milik (Free Holding) yang tidak benar juga makin marak.
IB Agung Satya Putra, staf sales sebuah jasa informasi pariwisata di dalam airport mengakui banyak brosur jasa wisata yang harus diteliti. "Yang penting bayar sama pengelola bandara, sudah bisa masuk. Saya tidak pernah lihat ada pengecekan brosur oleh pihak bandara," katanya. [b]
http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors- complaint- over-airport- services. html
Stay connected to the people that matter most with a smarter inbox. Take a look.
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar