Selasa, 11 November 2008

Re:bls [bali-bali] Fw: Syafii Maarif :manusia berhak menjadi ateis sekalipun!

 
Salah satu cara adalah dengan berdialog dari hati ke hati. Masalahnya adalah mereka tidak mau berdialog, mereka hanya mau didengar dan tidak mau mendengar.
 
Cara yang paling efektif adalah dengan kontak langsung dengan grass root. Teman-teman saya yang tergabung dalam Islamic Non Violence Movement telah dan sedang melakukannya di ibu kota. Teman-teman saya ini turun langsung ke pengajian-pengajian.
 
Jadi, karena perang sesungguhny ada di grass root maka kita harus juga bermain di grass root. Dan Insya Allah, kata teman-teman saya sudah mulai kelihatan ada hasilnya.
 
Saya kita setiap orang diantara kita yang mencintai non kekerasan, memahami  bahwa esensi tertinggi dari semua agama adalah kasih wajib melakukan, tentu sesuai dengan kemampuan.
 
Para sufi sudah memberikan contoh bahwa hanya kasihlah yang akan mampu mengantarkan kita ke tempat tujuan. Karena itu untuk memperlembut jiwa-jiwa yang sudah tercemar violence ini tidak ada jalan lain kecuali memasuki alam sufi. Sufi inilah yang harus dipopulerkan dan bagi yang masih alergi dengan kata sufi karena kekurang tahuannya maka kita gak usah pakai kata sufi. Jadikan cinta sebagai solusi, LOVE IS THE ONLY SOLUTION.
 
 
putu kesuma
 
 

 
Apapun sukumu, apapun agamamu, kau orang Indonesia. Aku cinta Kau. Whoever you are, wherever you are from, you are human being. I love you ~ NIM(National Integration Movement).


--- On Mon, 10/11/08, Anton PS. <cah.gemblung@cyberdharma.net> wrote:
From: Anton PS. <cah.gemblung@cyberdharma.net>
Subject: Re: Fw: [bali-bali] Fw: Syafii Maarif :manusia berhak menjadi ateis sekalipun!
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Monday, 10 November, 2008, 9:50 AM

Setuju Bos,

Bagi rekan2 yang punya kemampuan untuk berbicara pada para maniak agama, cobalah melakukan pendekatan, bahwa membunuh bukan solusi yang baik, hanya baik bagi kelompoknya. Jika sekarang mereka berteriak2 (Tuhannya tuli kali ya?) mengobarkan hawa kematian buat orang lain, alangkah bijaknya kalau teriakannya untuk mengurangi tingkat kebodohan, keterbelakangan.

Jika di tipi muncul kelompok yang membela para pembunuh dan berkata kematian pembunuh adalah pelanggaran HAM karena membunuh demi agama (Agama yang mengerikan ??), mungkin akan lebih bijak jika hal yang sama diberikan pada para korban. Mereka juga manusia.

Keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan merupakan hal utama yang berlu di jamah berjamaah, meskipun hanya dengan tindakan kecil atau sepotong pensil. Bukan dengan membunuh mereka!!


Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does! __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: