terima kasih atas komen opini tsaya entang identitas
sesungguhnya saya gelisah dengan arah perjuangan negara kita ini
kalau dulu yang menjadi pengikut kolonial yang menjajah negeri ini bisa
dicap sebagai penghianat!
sekarang warga negara Indonesia yang membunuhi warga negara sebangsa dan setanah airnya
sendiri, dengan kontribusi "media"
dielu-elukan sebagai "Pahlawan".
Mereka bahkan tidak mengakui hukum dan perundangan yang berlaku
di Republik ini. Tertawa-tertawa Ke"setan"an dan menantang semua orang untuk menunjukkan
kekuasaannya.
Dan yang lebih menyedihkan,
Kepolisian dan TNI ini malah permisif dengan
tingkah polah para "tentara sipil' semacam ini
yang dalam pandangan pribadi saya
telah merampas hidup dan kehidupan
kawan-kawan yang menjadi korban juga kita semua
inilah penjajahan model baru yang disebut dengan dengan mister Teroris!
sementara,
oknum aparat tramtib, keamanan dengan birahinya mengobrak-abrik
rumah, dagangan rakyat kecil
tanpa jalan keluar
yang mencoba menerima kehidupan dengan tabah
tanpa harus jadi maling, penipu, perampok, teroris
agar keberlangsungan kehidupan ini berjalan
dengan wajar.
ibaratnya hidup telah menyudutkan rakyat kecil semacam
ini untuk pilihan,
bertahan atau melawan?
arah perjuangan negara Indonesia saat ini
sepertinya ditujukan
untuk menghukum sebanyak mungkin warga negaranya dengan
membuat produk-produk hukum dan
membangun sebanyak mungkin penjara ketimbang rumah murah.
visi pemikiran dan pergerakan perjuangan tokoh rakyat di parlemen
menuju kemunduran.
karena yang diperangi kok rakyat sendiri?
dengan demikian parlemen menjadi sekumpulan orang-orang nyinyir
yang bisanya bergosip tentang, payudara, pantat, goyangan, ranjang
dan dibahas sedemikian seriusnya, dan menempatkannya sebagai wacana intelektual...
(ga bobot banget deh...)
sementara lebih dari 50 years ago...
kakek buyut kita mikir.. gimana caranya bangsa ini
merdeka, dengan sumber daya yang besar agar bisa membangun Nusantara menjadi besar dengan nama republik: NKRI
pastinya para pejuang kemerdekaan revolusi, reformasi kecewa
negeri yang diperjuangkan akhirnya pecah karena
sebagian warga negaranya menjadi "penghianat"
atas Republik Indonesia.
Saya berdoa
semoga negeri ini NKRI
enggak gampang di goyang penghianat bangsa semacam ini.
sesungguhnya saya gelisah dengan arah perjuangan negara kita ini
kalau dulu yang menjadi pengikut kolonial yang menjajah negeri ini bisa
dicap sebagai penghianat!
sekarang warga negara Indonesia yang membunuhi warga negara sebangsa dan setanah airnya
sendiri, dengan kontribusi "media"
dielu-elukan sebagai "Pahlawan".
Mereka bahkan tidak mengakui hukum dan perundangan yang berlaku
di Republik ini. Tertawa-tertawa Ke"setan"an dan menantang semua orang untuk menunjukkan
kekuasaannya.
Dan yang lebih menyedihkan,
Kepolisian dan TNI ini malah permisif dengan
tingkah polah para "tentara sipil' semacam ini
yang dalam pandangan pribadi saya
telah merampas hidup dan kehidupan
kawan-kawan yang menjadi korban juga kita semua
inilah penjajahan model baru yang disebut dengan dengan mister Teroris!
sementara,
oknum aparat tramtib, keamanan dengan birahinya mengobrak-abrik
rumah, dagangan rakyat kecil
tanpa jalan keluar
yang mencoba menerima kehidupan dengan tabah
tanpa harus jadi maling, penipu, perampok, teroris
agar keberlangsungan kehidupan ini berjalan
dengan wajar.
ibaratnya hidup telah menyudutkan rakyat kecil semacam
ini untuk pilihan,
bertahan atau melawan?
arah perjuangan negara Indonesia saat ini
sepertinya ditujukan
untuk menghukum sebanyak mungkin warga negaranya dengan
membuat produk-produk hukum dan
membangun sebanyak mungkin penjara ketimbang rumah murah.
visi pemikiran dan pergerakan perjuangan tokoh rakyat di parlemen
menuju kemunduran.
karena yang diperangi kok rakyat sendiri?
dengan demikian parlemen menjadi sekumpulan orang-orang nyinyir
yang bisanya bergosip tentang, payudara, pantat, goyangan, ranjang
dan dibahas sedemikian seriusnya, dan menempatkannya sebagai wacana intelektual...
(ga bobot banget deh...)
sementara lebih dari 50 years ago...
kakek buyut kita mikir.. gimana caranya bangsa ini
merdeka, dengan sumber daya yang besar agar bisa membangun Nusantara menjadi besar dengan nama republik: NKRI
pastinya para pejuang kemerdekaan revolusi, reformasi kecewa
negeri yang diperjuangkan akhirnya pecah karena
sebagian warga negaranya menjadi "penghianat"
atas Republik Indonesia.
Saya berdoa
semoga negeri ini NKRI
enggak gampang di goyang penghianat bangsa semacam ini.
__._,_.___
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar