---------- Forwarded message ----------
Date: 2008/11/6
Subject: Korban Cacat Nyaris Putus Asa Mengharap Bantuan
To: bluebrainers@yahoogroups.com, KMHDI Milis <K_M_H_D_I@yahoogroups.com>
Akhirnya ada juga media yang memuat bagaimana jerit derita para korban lebih perih dari sayatan peluru menembus dada meraka. Erangan kesakitan mereka lebih keras dari teriakan sok pahlawan untuk pelaku. Semoga saja ada media lain yang dikelola oleh manusia.
==========================
http://www.detiknews.com/read/2008/11/06/162517/1032519/10/korban-cacat-nyaris-putus-asa-mengharap-bantuan
Kamis, 06/11/2008 16:25 WIB
Nasib Korban Bom Bali Kini
Korban Cacat Nyaris Putus Asa Mengharap Bantuan
Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Korban bom Bali 2002 banyak yang mengalami cacat permanen, seperti luka bakar. Mereka meminta bantuan kesehatan agar dapat berobat rutin ke rumah sakit kepada pemerintah. Kini terpidana bom Bali Amrozi cs akan segera dieksekusi, tapi permintaan mereka tidak kunjung direspon.
Permintaan itu disampaikan oleh salah satu korban bom Bali 2002 Chusnul Chotimah. "Kami berharap pemerintah sedikit peduli dengan para korban yang cacat permanen seperti saya ini," katanya kepada detikcom di rumahnya di Tuban, Kuta, Kamis (6/11/2008).
Chusnul adalah salah satu korban bom Bali yang selamat. Ia korban ledakan di Paddy's yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan wajah. Luka bakar di wajahnya hingga kini masih membekas.
Namun permintaan Chusnul tidak mendapat respon dari pemerintah daerah. Ia pun mengajukan permintaan bantuan kesehatan kepada Presiden SBY dengan berkirim surat.
"Bapak Presiden yang terhormat, mohon juga sedikit peduli dengan nasib korban bom Bali 2002 dengan memberikan bantuan askeskin agar kami dapat berobat secara rutin ke rumah sakit," demikian isi surat Chusnul yang dikirim pada awal Agustus 2008.
Selain mengajukan permintaan bantuan kesehatan, dalam suratnya Chusnul juga meminta agar pemerintah segera mengeksekusi Amrozi cs.
Berikut petikan isi surat Chusnul kepada Presiden SBY:
Bapak Presiden yang terhormat secara pribadi sebagai korban bom Bali 2002, mohon bapak segera mengeksekusi Amrozi cs secepatnya dan memohon supaya tidak diundur-undur lagi.
Lima tahun merasakan penderitaan lahir maupun batin yang diakibatkan oleh perbuatan mereka. Sebagai rakyat kecil hanya meminta agar hukum dinegara ini ditegakkan. Mohon bapak memberantas jaringan terorisme ke akar-akarnya.
Namun permohonan bantuan kesehatan tersebut belum mendapatkan respon dari Presiden SBY. "Saya akan berkirim surat lagi kepada bapak presiden," demikian Chusnul yang kini hidup bersama seorang anaknya.(gds/iy)
Date: 2008/11/6
Subject: Korban Cacat Nyaris Putus Asa Mengharap Bantuan
To: bluebrainers@yahoogroups.com, KMHDI Milis <K_M_H_D_I@yahoogroups.com>
Akhirnya ada juga media yang memuat bagaimana jerit derita para korban lebih perih dari sayatan peluru menembus dada meraka. Erangan kesakitan mereka lebih keras dari teriakan sok pahlawan untuk pelaku. Semoga saja ada media lain yang dikelola oleh manusia.
==========================
http://www.detiknews.com/read/2008/11/06/162517/1032519/10/korban-cacat-nyaris-putus-asa-mengharap-bantuan
Kamis, 06/11/2008 16:25 WIB
Nasib Korban Bom Bali Kini
Korban Cacat Nyaris Putus Asa Mengharap Bantuan
Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Korban bom Bali 2002 banyak yang mengalami cacat permanen, seperti luka bakar. Mereka meminta bantuan kesehatan agar dapat berobat rutin ke rumah sakit kepada pemerintah. Kini terpidana bom Bali Amrozi cs akan segera dieksekusi, tapi permintaan mereka tidak kunjung direspon.
Permintaan itu disampaikan oleh salah satu korban bom Bali 2002 Chusnul Chotimah. "Kami berharap pemerintah sedikit peduli dengan para korban yang cacat permanen seperti saya ini," katanya kepada detikcom di rumahnya di Tuban, Kuta, Kamis (6/11/2008).
Chusnul adalah salah satu korban bom Bali yang selamat. Ia korban ledakan di Paddy's yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan wajah. Luka bakar di wajahnya hingga kini masih membekas.
Namun permintaan Chusnul tidak mendapat respon dari pemerintah daerah. Ia pun mengajukan permintaan bantuan kesehatan kepada Presiden SBY dengan berkirim surat.
"Bapak Presiden yang terhormat, mohon juga sedikit peduli dengan nasib korban bom Bali 2002 dengan memberikan bantuan askeskin agar kami dapat berobat secara rutin ke rumah sakit," demikian isi surat Chusnul yang dikirim pada awal Agustus 2008.
Selain mengajukan permintaan bantuan kesehatan, dalam suratnya Chusnul juga meminta agar pemerintah segera mengeksekusi Amrozi cs.
Berikut petikan isi surat Chusnul kepada Presiden SBY:
Bapak Presiden yang terhormat secara pribadi sebagai korban bom Bali 2002, mohon bapak segera mengeksekusi Amrozi cs secepatnya dan memohon supaya tidak diundur-undur lagi.
Lima tahun merasakan penderitaan lahir maupun batin yang diakibatkan oleh perbuatan mereka. Sebagai rakyat kecil hanya meminta agar hukum dinegara ini ditegakkan. Mohon bapak memberantas jaringan terorisme ke akar-akarnya.
Namun permohonan bantuan kesehatan tersebut belum mendapatkan respon dari Presiden SBY. "Saya akan berkirim surat lagi kepada bapak presiden," demikian Chusnul yang kini hidup bersama seorang anaknya.(gds/iy)
__._,_.___
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar