Selasa, 04 November 2008

[bali-bali] Media mestinya imbang dalam pemberitaan Bom Bali

Halo semua,

http://www.antara.co.id/arc/2008/10/28/pengamat-desak-dihentikannya-akses-amrozi-cs-kepada-media/

Saya jadi terdiam sejenak membaca berita di antara. Ternyata berita yang saya baca kebanyakan tentang bagaimana Amrozy dkk berupaya melepasdiri dari jerat hukum, mengobarkan semangat membunuh, ulur-mengulur eksekusi dll

Dan saya bahkan belum menjumpai ada media, wartawan, atau bloger yang mengungkapkan/menulis derita/perjuangan korban dari bom-nya amrozy dll. Bagaimana tubuh para korban tercerai berai, darah merekan mengering di santap lalat, tubuh mereka yang tidak utuh lagi, siksa hidup yang luar biasa menjelang detik2 kematian, hingga derita keluarga dan manusia yang kehilangan segalanya karena peristiwa bom tersebut.

Sampai disini terlihat media memang lebih banyak memberi ruang kepada pembunuh sadis tersebut, sehingga gelombang pembelaan pun muncul ramai. Apakah media memang menginginkan mereka lebih banyak lagi membunuh sehingga banyak bahan berita? atau para korban hanyalah kumpulan manusia tak lebih berharga dari binatang?

Jika para korban adalah manusia yang semestinya tidak layak di korbankan, mohon rekan-rekan yang punya akses ke media, wartawan, blogger dll untuk memuat/menulis para korban, agar berita yang muncul berimbang. Terimakasih

Anton

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: