Selasa, 07 Oktober 2008

Re: Bls: [bali-bali] BALI OPEN SOCIETY (bos)

Maaf ...salah pencet,  ini lanjutannya:
George Soros mendirikan Open Society Insitute.. mengembalikan sebagian besar kekayaannya untuk mendukung demokratisasi dan open society di Eropa Timur, Afrika dan beberapa negara lainnya (yang kontroversial, karena sebagian diperolehnya karena kelihaiannya bermain valas saat negara2 berkembang termasuk Indonesia krisis ekonomi th 1997 ya).
 
Bali Open Society atau BOS nama yang sungguh cantik.. tapi mudah2an tak otomatis dianggap bagian dari jaringan GS tsb .. salam damai, Biang

2008/10/7 Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail.com>
Dear Po, Sugi dan teman2...
Sudah saya catat tanggalnya.. mudah2an biang dapat hadir.  Perlu dijelaskan visi misi, apakah BOS sekedar olah pikir melalui diskusi, think tank, yang mengharapkan anggota2nya akan melakukan sesuatu dengan tripple down effect..   atau akan berlanjut sebagai advocacy dan awareness melalui media, atau lebih lanjut lagi?
 
Saya pernah menjadi anggota yayasan TIFA, yang bertujuan penguatan masyarakat madani yang juga bagian dari open society.  Kalau teman2 sekiranya ada yang memerlukan grant kecil untuk suatu proyek yang masuk kategori yang ditawarkan, bisa lihat www.tifafoundation.org.
 
 George Soros mendirikan Open Society Insitute.. mengembaBersama ini sedikit penyegaran, cuplikan dari Wikipedia, salam damai... Bulan
 
The open society is a concept originally developed by philosopher Henri Bergson. In open societies, government is responsive and tolerant, and political mechanisms are transparent and flexible. The state keeps no secrets from itself in the public sense; it is a non-authoritarian society in which all are trusted with the knowledge of all. Political freedoms and human rights are the foundation of an open society.

In Karl Popper's definition, found in his two-volume book The Open Society and Its Enemies, he defines an "open society" as one which ensures that political leaders can be overthrown without the need for bloodshed, as opposed to a "closed society", in which a bloody revolution or coup d'état is needed to change the leaders. He further describes an open society as one "in which individuals are confronted with personal decisions" as opposed to a "magical or tribal or collectivist society".[1] In this context, tribalistic and collectivist societies do not distinguish between natural laws and social customs. Individuals are unlikely to challenge traditions they believe to have a sacred or magical basis. The beginnings of an open society are thus marked by a distinction between natural and man-made law, and an increase in personal responsibility and accountability for moral choices. (Note that Popper did not see this as incompatible with religious belief.[2]) Popper argues that the ideas of individuality, criticism, and humanitarianism cannot be suppressed once people become aware of them, and therefore that it is impossible to return to the closed society.[3]



2008/10/7 ngurah beni setiawan <setiawan_beni@yahoo.com>

Bli Popo,

 

setuju. Bicara tentang segmentasi, saya teringat buku yang saya beli 4 tahun lalu waktu masih mahasiswa.

Ketika saya begitu menikmati kumpulan tulisan dari beberapa penulis/ tokoh Bali...

salah tiganya Bli Popo, Bli Sugi dan Mbo Luh de (kalo tidak salah) dan Bli Raka Panji Tisna (maaf kalau salah penyebutan nama)

 

membaca pandangan dari beberapa orang dengan latar belakang pendidikan, keahlian dan kacamata berbeda benar-benar membuka mata. Memandang kubus tidak hanya dari salah satu sisi, meskipun kubus (konon) memiliki ukuran sama di keenam sisinya. Namun tetap saja, setiap sisi akan memiliki corak yang (mungkin) berbeda.

 

Untuk itu, tyang sangat setuju dengan segmentasi masalah, latar belakang semeton dan dream dalam dimensi banyak (multi-dimensi).

 

Konon, kakak tyange Bernhard Riemann yang (konon) menelurkan teori Limit Jumlah Riemann pun memberikan sebuah pendekatan luar biasa dalam menentukan luar area dibawah sebuah kurva.

 

Artinya, Bli Riemann memberikan sebuah pentunjuk tentang apa yang disebut dengan segmentasi atau partisi. Semakin kecil partisi kita, semakin baik pula pendekatan kita.

Lihat saja gambar dibawah ini. Menarik bukan? Tyang bukan ahli matematika, masih ada semeton lain yang lebih baik.

 

Paling tidak, konsep partisi bli Riemann ini harusnya mengilhami kita dan mempertegas usulan bli popo tentang "berbagi kaveling berpikir".

A middle Riemann sum of x3 over [0,2] using 4 subdivisions.A trapezoidal Riemann sum of x3 over [0,2] using 4 subdivisions.

*gambar ini diambil dari wikipedia
 
rahajeng
 
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to


----- Pesan Asli ----
Dari: Popo Danes <popo@popodanes.com>
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Terkirim: Rabu, 8 Oktober, 2008 09:57:28
Topik: Re: [bali-bali] BALI OPEN SOCIETY (bos)

Sangat setuju, ini pekerjaan yang tidak cukup pakai beberapa kepala saja.
Saya malah usulkan dan sangat appreciate kalau kita bisa tahu background teman-teman dengan jelas, sehingga memudahkan kita untuk berbagi kaveling berpikir, karena kita butuh pemikiran dari semua aspek. Pada saat kita memunculkan sebuah opini ke publik nanti, profile kita juga jelas. Sorry agak serem, tapi saya pikir ini hal yang baik.

Apalagi teman kita yang dapat award di Ku De Ta, dia pasti bisa kasih kita banyak support tentang hal hal yang menyangkut KesRa.
Jadi dalam pertemuan pendahulan nanti, kita akan identifikasi semua permasalahannya dan melihat peta teman-teman kita, dan tentu kita juga nanti harus approach teman-teman lain yang bisa mengcover issue yang belum ada ngamongin.

Salam,
pd


On 10/7/08 8:33 AM, "Asana Viebeke Lengkong" <asanasw@indo. net.id> wrote:


 


Sugi,

Usul: kelihatannya semua semangat hanya saja waktunya yang agak macet ya.  Mungkin baik kalau dibuatkan saja daftar permasalahan, usul solusi dan schedule jadi walaupun tidak ketemu bisa di update terus lewat email dengan masukan lainnya.  
vieb

----- Original Message -----
 
From:  Popo Danes <mailto:popo@ popodanes. com>   
 
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
 
Sent: Wednesday, October 08, 2008 5:56  AM
 
Subject: Re: [bali-bali] BALI OPEN  SOCIETY (bos)
 

 
 

Dear  Sugi,

Selamat menikmati Art Singapore 2008, dan saya harus absen kali  ini. Pesan saya, pulang dari Singapore, kita tetap bahas tentang Bali ya,  jangan tiba tiba berubah pikiran untuk konsentrasi menjadi art dealer saja, he  he he ..... Kapah jumah itu bukan berarti sing nau jumah, seperti tulisan yang  sering kita baca di belakang mobil truck itu.

Weekend ini teman saya  Rajaretnam dari Ircenter Singapore akan datang ke Bali, untuk mempersiapkan  forum diskusi Asian Dialogue Society, yang rencananya diikuti 15 – 20 orang  dari berbagai negara Asia. Saya mau usulkan supaya kita bikin acaranya di  daerah Sanur saja, untuk memudahkan semetons lokal yang mau ikut ikutan  membicarakan masalah Asia ke depan, paling tidak kita tidak ketinggalan agenda  dari teman-teman di pisaga yang berlari lebih kencang diatas track yang lebih  mulus, pakai sepatu lebih bagus dan latihannya lebih intensif. Nanti akan saya  update bagaimana rencana selanjutnya dan kita akan minta bantuan beberapa  teman untuk terlibat di local comitee.

Saya sih tidak sedekan ngipi  atau polih wangsit seperti Sugi bilang, cuman suka mikir, masak hidup di gumi  setengah uug ini kita cuman bisa jadi nak beler, gitu  aja.

Salam,
pd








On 10/6/08 8:06  PM, "Sugi Lanús" <sugilanus@gmail. com> wrote:

 

 


Bli Beni, biang Vieb, Aji OZ, bli  Putu Kusuma, lan semeton sami,

Terkait dengan  BOS (Bali Open Society), Popo sdh mengajukan tanggal rapat tapi saya belum  bisa sampai tgl 13 Oct karena saya ada di Singapore menghadiri   "ArtSingapore 2008". Sebaliknya, begitu saya di Bali, Popo yg  berangkat ke Venice.. Sementara jadwal rapat BOS kami (POPO dan saya)  sepakat tanggal 22 Oct. Itupun Popo pake nawah/menawar tanggal yg saya  ajukan. Keweh ngajak semeton kapah jumah.

Tentang BOS,  saya memang sdh punya "proposal kecil" yg bisa menjadi pegangan sementara,  kurang lebih BOS bisa menjadi "pengatur lalu lintas pemikiran Bali";  mendiskusikan sesuatu tentang Bali secara sungguh.

Bercermin dari  "The Open Society and Its Enemies" karya Karl Popper, sangat menarik ide  ''masyarakat terbuka'' dalam kontek pemikiran Popper, khususnya relevan  kalau kita pakai melihat Bali. Dari banyak bercermin pada pemikiran para  pengelingsir Bali, dan ide Popper (tidak utk sekedar menyontek dan  ikut-ikutan) , Bali memang perlu sebuah "bejana pemikiran" yg meramu dan  mengkaji dgn jernih kearifan Bali dan berbagai persoalannya. Lewat BOS (Bali  Open Society) mudah-mudahan bisa terwujud.

Di tempat Popo  beberapa kali kami sempat juga kami kumpul utk membentuk sebuah tim diskusi  bulanan, namun belum sempat jalan karena waktu itu para peserta diskusi  beberapa punya afiliasi dgn pencalonan Gubernur (sebelum pilkada). Ketika  sekarang pilkada dan urusannya sudah mulai "agak settle", ide rembug bulanan  itu perlu segera diwujudkan.

Popo juga entah  kenapa (mungkin ngipi dan polih wangsit) jog semangat gati sekarang. Minggu  lalu on the way to Jakarta, saya di pesawat satu gerbong dgn Popo, lalu naik  taksi bareng, ngalor-ngidul di taksi, embas telor pemikiran banyak,  diantaranya BOS (walaupun belum berjudul ketika itu),  dstnya.

Tanggal 22 Oct hari Rabu mari kita tetapkan (sementara waktu)  sebagai hari rapat pertama BOS. Ngiring rauhin.

Rahajeng,
sl

 
 
 
 
 

----- Original Message -----  
 
From:  ngurah  beni setiawan <mailto:setiawan_ beni@yahoo. com>   
 
To: bali-bali@yahoogrou ps.com  
 
Sent: Monday, October 06, 2008 5:20   PM
 
Subject: Bls: Bls: Bls: [bali-bali] THE   RISE OF  INDIA
 

 
 

 
 

bli  Sugi,
 

 
 

alangkah bahagianya, jika  benar komunitas nan sederhana ini bisa   diwujudkan.
 

sekadi i bungan sandat, selayu-layune  miik.
 

 
 

Sekecil apapun, niat baik  tetap ada. Hal besar selalu diawali langkah bayi,  seperti kata kawan  tyang Sean Covey dalam 7 habits of highly effective   peoples.
 

Bli Sugi, ngiring, apa bisa mulai kita  atur stretegi untuk "dream of Bali"  yang pertama? berlandaskan Tri  Hita  Karana.
 

 
 

rahajeng,
 
ngurah beni  setiawan

P  Save  a tree...please don't print this e-mail unless you  really need  to


 

 
-----  Pesan  Asli ----
Dari: "sugilanus@gmail. com"   <sugilanus@gmail. com>
Kepada:   bali-bali@yahoogrou ps.com
Terkirim: Selasa, 30 September,  2008  14:47:47
Topik: RE: Bls: Bls: [bali-bali] THE RISE OF  INDIA

 
 

Semeton Beni lan semeton  tiosan,

Bila perlu kita bisa online kalau  pertemuan, tinggal  pasang skype, teman bisa monitor dari kamarnya masing2,  dimanapun  berada. Yg jauh barangkali bisa buat handout saya print tiap   pertemuan, lalu dibacakan. Jadi pokok2 bahasan disiapkan dari  seminggu  sebelumnya.

Saya punya data tentang lahirnya TRI  HITA KARANA. Tak semua  orang tahu bahwa THK punya hari kelahiran dan  ada pergolakan pemikiran di  dlmnya. Saya siapa bagi sebagai  bahan/topik bahasan pertama.

Siapa tahu  setelah dilengkapi  teman2 yg hadir bisa saya cetak jadi   buku.

Suksma,
sl

- original message -
Subject:  Bls: Bls:  [bali-bali] THE RISE OF INDIA
From: ngurah beni  setiawan <setiawan_beni@  yahoo.com <mailto:setiawan_ beni%40yahoo. com>  >
Date: 30/09/2008 7:08 am

Bli Sugi,

tyang  siap  masi.
Tapi kanggoang, kari meburuh di gumin anak.
pesen bapak   tyange, pang de cara blakas mangan di pisaga

makanya tyang  ingin ikut  serta mengawal Bali.
Ngiring, siapa tahu dari  komunitas ini kita bisa  luncurkan sebuah buku tentang harapan Bali  masa depan (yang tanpa belog  ajum)

ngurah beni setiawan
P  Save a tree...please don't print this  e-mail unless you really need  to

----- Pesan Asli ----
Dari: "sugilanus@gmail. com <mailto:sugilanus% 40gmail.com>  " <sugilanus@gmail. com <mailto:sugilanus% 40gmail.com>  >
Kepada:  bali-bali@yahoogrou  ps.com <mailto:bali- bali%40yahoogrou ps.com>  
Terkirim: Selasa, 30 September, 2008 13:53:20
Topik: RE: Bls:   [bali-bali] THE RISE OF INDIA

Sementons,

Bali Open  Society  menjadi Balinese initiative utk kemajuan, membuka pintu bagi  pemikiran2 Bali  ke depan.

Biar sing liunan itungan lan  mabukti, saya sipa jadi  volunteer jadi koordinator sementara (tukang  undang dan nyiapin pertemuan),  yen bin mani puan ada ne lebih banyak  punya waktu saya akan dgn senang hati  silahkan teman lain  mengkoordinasi.

Sebulan sekali siap ketemu? Kita  atur jadwal  krn semua sibuk, terutama Popo (saya juga sering PP Jakarta-Bali)  .  Kenken pak Popo?

Siap2 ne jani ngebug kulkul sangkep di kantor  ente  nah.

Suksma, sl

- original message -
Subject:  Bls:  [bali-bali] THE RISE OF INDIA
From: ngurah beni setiawan  <setiawan_beni@  yahoo.com>
Date: 30/09/2008 6:40  am

Bli Sugi, margiyang!!
open  society...yang berlandaskan  harapan jauh kedepan tentang bali. Tanpa menoleh  kebelakang dan  hanya melihat saat ini sebagai bekal masa datang. Tanpa belog  ajum?  patut asapunika...
dan tentunya, Tat Twam Asi

sik ne bli popo,   wenten parkir sepeda?

rahajeng,
ngurah beni setiawan
P  Save a  tree...please don't print this e-mail unless you really need  to

-----  Pesan Asli ----
Dari: "sugilanus@gmail. com"  <sugilanus@gmail.  com>
Kepada: bali-bali@yahoogrou  ps.com
Terkirim: Selasa, 30  September, 2008 13:34:24
Topik:  Re: [bali-bali] THE RISE OF  INDIA

Bagaimana kalau kita sebut  kumpulan itu sebagai BOS (Bali Open  Society)? Kantornya di Popo  Danes sawireh parkirne gede ngidang nampung banyak  SUV.. Hehe.. Kita  gali apa yg istimewa dari Bali, dan buang jauh2 belog ajum   kita?

- original message -
Subject: Re: [bali-bali] THE  RISE OF  INDIA
From: Popo Danes <popo@popodanes.  com>
Date: 30/09/2008 6:19  am

Coba Viebeke pakai sari,  jidatnya dikecek, apalagi hidungnya  ditindik, pakai
gelang mas  barang 20 biji, sudah India banget kan ?
Bisa  langsung dilamar  Bollywood, jadi peran ibu tapi, ibunya Beni, hi hi   hi
....

Kita omongin India positifnya saja, disana juga  banyak yang  negatif. Yang
baik kita ambil, yang jelek dibuang ke  recycle  bin.
Bagaimana kalau kita bikin small center of The  Balinese Pride ?  Kumpulin
khayalan kita tentang Bali in our  dreams ?

pd

On  9/30/08 1:16 PM, "Asana Viebeke  Lengkong" <asanasw@indo. net.id>  wrote:

>
>  
>
> 
> HAYOOOOOO mulai deh  kritik 'orang  bali'..... sekarang kita 'kretek' in orang
> balinya yuk,  di  jembatani untuk bisa melihat pride nya orang India, tapi saya
> juga   nggak sreg kalau orang bali harus seperti orang India....  hehehe
>  
> gimana ya caranya????
>>  
>> ----- Original Message  -----
>>
>>  From: Sugi Lanús <mailto:sugilanus@ gmail.   com> <mailto:sugilanus@ gmail.  com>
>>
>> To: bali-bali@yahoogrou  ps.com
>>  
>> Sent: Tuesday, September 30, 2008  12:57 PM
>>  
>> Subject: Re: [bali-bali] THE RISE  OF INDIA
>>  
>>
>>
>>  
>>
>>   
>> Soal naik motor, saya kalau  jalan kaki entah di desa atau di  Denpasar,
>> biasanya  orang yang kenal saya akan berhenti, lalu  bertanya: "Ngapain  jalan,
>> ayo naik!". Lalu saya jawab: "Saya  pingin jalan."  Mereka biasanya tak
>> percaya dan memaksa   naik.
>>
>>
>>
>> Lihat saja,  tak ada  orang kerja di Denpasar jalan kaki. Kalau di  Denpasar
>> jalan kaki  dibilang suba buduh,  gila.
>>
>>
>>
>>  Ini kisah  nyata:
>>
>>
>>
>> Seorang   doktor pengajar di Fakultas Sastra Udayana dibilang aneh dan  buduh
>>  karena pulang pergi jalan kaki. Kata rumor,  "Setelah pulang dari  kuliah
>> Doktor di India pak X  sekarang suba buduh (sdh gila),  mejalan gen jani
>> (jalan  saja sekarang)!". Padahal saya tahu dia  tersadar di India  beberapa
>> kilo dia jalan kuliah dengan  teman-temannya,  dan menyenangkan jalan kaki,
>> lalu dia menyadari  selama  ini dia manja sekali, dan baliknya ke Bali jalan
>> kaki   bolak-balok ke kampus yang hanya 1,5 kilo. Orang bilang dia buduh   ikut
>> aliran kebathinan India!
>>
>>   
>>
>> Begitulah, orang Bali memang semua "waras"  dan tak  mau jalan kaki walaupun
>> hanya pergi latihan  megong di  banjarnya...
>>
>>
>>  
>>
>>  
>>
>>
>>>  
>>> ----- Original  Message -----
>>>  
>>> From: I Wayan Warmada  <mailto:warmada@ mail.  ugm.ac.id> <mailto:warmada@ mail. ugm.ac.id>
>>>
>>> To:   bali-bali@yahoogrou ps.com
>>>
>>> Sent:  Tuesday,  September 30, 2008 12:32 PM
>>>  
>>> Subject: Re:  [bali-bali] THE RISE OF  INDIA
>>>
>>>  
>>>  
>>>
>>>
>>> On Tuesday  30  September 2008 08:57, Sugi Lanús wrote:
>>>>   >
>>>> > Satu yang jeli dari pengamatan Popo:   "....rata-rata orang India, dari
>>>> > kemampuan  financial  dan intelektualnya, mereka masih hidup  sederhana,
>>>>  jauh
>>>> > dari  glamour. Mereka seringkali kelihatan pacul  untuk bicarakan  uang
>>>> jutaan
>>>> >  dollar.  Kalau kita punya ratusan juta rupiah saja sudah   mempertontonkan
>>>> > diri penuh  kemilau."
>>>  
>>> Pan sudah dibuktikan sama  presiden India yang ahli fisika  nuklir itu,
>>> keluar  
>>> istananya cuman bawa 2  koper...:-). Yang menarik  lagi (lihat di siaran DW
>>> yang  disiarkan MetroTV),  orang India yang sudah mapan, pensiun  membangun
>>>  sekolahan, dia hidup sederhana. Di Indonesia begitu  dah  diomongin
>>> tetangga...: -). Pergi pakai motor, ditanya kok   cuman pakai motor...:-).
>>> Inilah pride yang dimaksud  di kita,  hik.
>>>
>>> IWW
>>  
>>
>  
>

____________ _________  _________ _________ _________  _________ _
Bergabunglah dengan  orang-orang yang berwawasan, di di bidang  Anda! Kunjungi Yahoo!  Answers saat ini juga di http://id.answers. <http://id.answers. />    yahoo.com/

____________ _________ _________ _________  _________  _________ _
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan  Search Assist. Download  sekarang juga.
http://id.toolbar.  yahoo.com/ <http://id.toolbar. yahoo.com/>  


 
 

Yahoo!  sekarang memiliki alamat Email baru  <http://sg.rd. yahoo.com/ id/mail/domainch oice/mail/ signature/ *http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/>  
Dapatkan nama yang selalu Anda  inginkan di domain baru @ymail  dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil  orang lain!  


    

 


    



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!



__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: