salam LGS
From: laraslia <laraslia@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Monday, October 13, 2008 11:29:22 AM
Subject: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.
Hmmm...kalau boleh, suka suka saya memberi gender ya...mungkin Bli
LGS, maklum, biarpun sekedar tanaman saya juga kadang suka memberi
nama dan gender pada tanaman di rumah.
Kenapa harus takut berbicara..toh tulisan gak akan melukai kita.
Saya sudah biasa dimaki orang (psst...seorang muslim senior yang
jarang post di milis tapi mengamati dari jauh seperti Bli
LGS...sempat mendamprat saya via japri karena kalimat saya yang
terbaca seperti sedang menyerang islam..yang cukup menyakitkan untuk
ukuran saya yang biasa dimaki orang. Tapi saya tetep jauh menghargai
beliau yang menyampaikan ketidaksetujuan beliau via japri, sehingga
komunikasi kami ga mengganggu rekan milis lainnya. Dan bahkan kami
bisa bersaudara.. ).
Bersyukurlah menjadi sebatang perdu yang tetap indah dipandang untuk
beberapa kolektor taneman, hehehe...sorry. ...gak bisa bahasa puitis
neee....
Bila memandang keatas, tentulah kita merasa diri kecil/rendah/ perdu,
tapi cobalah sekali kali melihat kebawah, akan kita sadari bahwa
kita jauh lebih beruntung bagi sebagian orang dan bahkan mereka
menunggu uluran tangan kita (dalam hal ini anda jauh lebih beruntung
ketimbang saya, anda sudah memilih menjadi taneman, lha saya sebagai
seorang muslim yang akan dipandang sinis di kaum saya, tapi juga gak
diterima dikelompok lain karena kebawelan mulut saya sebagai muslim-
tapi seperti halnya Bli NS, meskipun dengan keterbatasan ilmu saya,
bila merasa ada ketidakcocokan mau gak mau harus saya utarakan)
Oya...saya masih ada peer klarifikasi dalam pandangan saya ayat
3.118 dan 9.123 yang bli LGS sampaikan, lain waktu saya sambung
mungkin japri.
Salam,
LL
Saya teringat suatu nasehat dalam islam yang kurang lebih begini,
bila kita bergaul dengan orang jahat, kita akan ketularan jahat,
bila bergaul dengan orang baik, kita akan ketularan baik. Disini
saya mengenal Bli LGS ternyata puitis, jadi mudah2an kedepan saya
bisa ketularan puitis, hehehe....
--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Lili Gundi <lili_gundi@ ...> wrote:
>
> Bu/Mbak LL, saya tidak punya jender. Saya hanya sebatang
> perdu yang tumbuh liar di pundukan telabah. Orang-orang Bali yang
lahir di kampung pasti tahu saya. Saya tidak dapat
> dimakan sapi, babi, ayam atau itik, apalagi manusia. Bahkan daunku
pun tidak dijadikan pupuk, batangku kecil sehingga tidak cocok
untuk kayu bakar.
> Menyadari diriku itu, saya sebenarnya hanya ingin menonton saja
dari pundukan
> telabah. Tetapi kemudian saya membaca
> ada kekeliruan yang cukup penting dalam posting Pak Putu Kesuma,
seolah-olah fanatisme yang diajarkan di TK
> Islam di Denpasar itu semata-mata inovasi Wahabi. Ini tidak tepat.
Kaum Wahabi
> tidak melakukan inovasi (dalam Islam artinya bidah). Wahabisme
hanya ingin
> melaksanakan Islam secara murni dan konsekuen, menurut Qur'an,
Sunnah dan
> Hadist. (Lihat wawancara KH Sahal Mahfudz, ketua MUI dan Dewan
Suro NU di Tempo
> 2 minggu yang lalu). Dan ada semacam pembentukan opini – gabungan
dari
> prasangka baik dan kecerdikan – untuk
> memanfaatkan keluguan orang Bali. Maka
> saya beranikan diri memberi info. Tetapi saya takut lagi ketika
saya didamprat
> dan diancam oleh seorang partner senior
> dari milis ini. Tapi karena Mbk LL, seorang muslimah yang
berpikiran terbuka
> mengharapkan saya bicara lagi, maka keberanian muncul lagi
sedikit. Tapi mohon
> diingat pendapat itu hanya dari sebatang pohon perdu yang tumbuh
liar di
> pundukan telabah. Bila tidak dapat diterima secara akal, mohon
jangan ada yang
> marah lagi.
> Memang tidak
> jelas apa gunanya saya. Tetapi saya percaya Tuhan tidak salah
dalam penciptaan
> dan tidak membuang waktu, tenaga dan pikirannya untuk menciptakan
suatu yang
> tidak berguna.
> Salam dari
> pundukan telabah.
> LGS.
>
>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar