Bpk tidak perlu menuliskan semuanya, karena bapak harus menyediakan paling tidak 400 halaman untuk mengutip semua ayat semacam itu secara lengkap. Di samping mengutip ayat Quran bapak juga harus mengutip hadis, sunnah atau sirah (biografi Nabi Muhammad). Sebab tanpa mengutip tiga sumber yang disebut belakangan, ayat Quran tidak dapat dimengerti. Karena ayat-ayat Quran tidak menyediakan konteks (mengapa dan dalam situasi apa ayat itu "diturunkan"), Quran juga tidak disusun secara kronologis, di samping itu satu Surah tidak terdiri dari ayat-ayat sejenis, tetapi berbagai ayat yang berbeda-beda isinya sehingga kelihatan melompat-lompat dari satu topik ke topik lain. Itu alasan pertama. Alasan kedua, sudah ada yang menyusun kutipan-kutipan itu secara lengkap, yang Craig Winn. Bagi yang berminat, bukunya dapat diunduh dari web site www.faithfreedom.org. Atau dicari lewat Google. Karena buku ini mengandung materi untuk orang dewasa perlu BO (bimbingan Orang tua). Judul bukunya "The Prophet of Doom"
Kepada Bu LL, sengaja hal ini saya sampaikan karena ada di antara orang-orang Bali Hindu yang takut sekali kalau kita membicarakan Islam. Seolah-olah kalau dibicarakan dengan sedikit kritis orang-orang Muslim lalu ngamuk. Pandangan semacam ini justru meremehkan orang Islam. Pengalaman saya bergaul dengan banyak orang Muslim selama bertahun-tahun tidak demikian. Mereka menerima pandangan-pandangan kritis yang disampaikan kepada mereka. Buku Irshad Manji, Feminis Muslimah dari Kanada, dengan judul "The Problems With Islam", buku yang sangat kritis terhadap Islam, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menjadi Beriman Tanpa Rasa Takut, telah beredar luas di berbagai toko buku, dan tidak ada reaksi negatif dari kaum Muslim. Kita semua memerlukan pandangan kritis, baik dari dalam maupun dari luar untuk membantu kita melihat diri kita sendiri – untuk perbaikan.
Salam
LGS.
.
From: IGusti Agung <agungpindha@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Sunday, October 12, 2008 10:07:24 AM
Subject: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.
Semeton sami , yang beragama maupun tidak,
Saya setuju dengan jalan pikiran Bli MS dan Bli WW , dan tyang kira
banyak semeton yang juga berpendapat demikian tapi ngekoh ngomong,
baik karena prestasi atau memang nggak enak rasa.
Sejarah mencatat bangsa kita kena dijajah karena kita terlalu baik
dan ngekoh ngomong dan takut menyinggung perasaan orang lain.
Ketika bangsa Belanda datang kita sambut mereka sebagai tuan tuan,
kemudian ketika bangsa Jepang datang kita sambut mereka sebagai
saudara tua , akhirnya kita kebobolan dan dijajah .
Dan sejarah akan mengulang dirinya sendiri kalau kita oarng Bali,
masih ngekoh dan takut menyinggung perasaan orang lain , seperti
jaman dulu , we have to change with the time , atau kita akan
ketinggalan sepur .
Jangan lagi kebaikan kita , rasa hormat kita ,disalah gunakan dan
disalah tafsirkan sebagai kita pengecut dlsb.
Meburut filsafat Hindu , dalam Bhagavad Gita , kita dianjurkan
agar memprioritaskan antara tugas dari cinta. Mangde sampunang terus
gandongine sehantukan idewek memolos....
Adilkah kita menyerahkan tugas kita kepada generasi mendatang karena
kita ngekoh , dan takut mecolek pamor?
Karena kita takut mecolek pamor inilah sampai kita dihadapkan oleh
RUUP , kemudian syariat Islam , kemudian menjadi negara Islam.
Bli IWW , mau ayat lagi?..
"Wahai orang2 yang berimam!janganlah kamu menjadikan teman orang
orang diluar kalanganmu (seagama ) sebagai teman kepercayaanmu(
karena) mereka tak henti hentinya menyusahkan kamu.
Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka,dan apa yang
tersembunyi dihati mereka lebih jahat........ ( QS 3.118).
"wahai orang yang berimam! Perangilah orang orang kafir yang
disekitar kamu,....... ......... ......... ....(QS 9.123)
Dan masih banyak lagi kalau mau.
Maaf saya tidak bermaksud merendahkan agama , tidak ada untungnya
bagi saya , malah akan membuat musuh , hanya mengemukakan fakta.
Tujuan tyang hanya mempertahankan Bali dengan kebudayaanya.
Juga untuk semeton agar tidak ngekoh ngomong , seperti penglingsir
yang mendahului kita , sebelum tambah terlambat.
Sinampura , ( tyang pasti be mecolek pamor )..
-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar