Minggu, 12 Oktober 2008

Re: AW: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.

Istilah "SARA", telah diberi nama buruk oleh penguasa orde baru, sebagai sebuah kata yang "mengancam kesatuan dan  persatuan".  Seolah-olah membicarakan agama.salah komponen SARA, sudah pasti akan menimbulkan kerusuhan.   Sebetulnya mendiskusikan agama, bahkan  dalam bentuk kritis,  akan  memberi manfaat sendiri.  Ia memberi kita pemahaman terhadap yang lain.

Mendiskusikan agama adalah hal lazim kita lakukan, dalam kelompok sendiri, biasanya diwarnai oleh arogansi superioritas: menganggap agama kita yang paling benar dan memandang agama lain palsu atau salah, penganutnya adalah orang kafir, penyembah berhala, orang sesat  yang perlu diselamatkan, atau ditiadakan. Tapi diskusi agama dalam forum heterogin seperti milis ini, arogansi superioritas itu pasti akan dicek.

Hubungan antar agama seharusnya didasarkan atas pengetahuan yang benar. Ini mencegah yang lugu dan naif (memandang agama hanya berdasarkan prasangka baik) dimanfaatkan oleh yang cerdik dan agresif. Yang fanatik segera diketahui dan dicegah berkembang biak. Tanpa itu, hubungan antar agama hanya berisi kemunafikan dan sangat berbahaya

Kalau milis bali-bali ini  hanya bicara soal pariwisata, Nusa Dua, Mangku Pastika, legong keraton, Alas Kedaton, Sanggeh dan anjing Kintamani, tanpa bicara agama (Hindu), maka itu artinya  bicara tentang badan tanpa jiwa. Kalau paradigmanya demikian, sebenarnya tidak perlu menolak RUU Pornografi. Karena andaikata RUU Pornografi ini disahkan jadi UU dan berlaku di Bali, Bali akan tetap Bali, sekalipun dalam nama saja, wujudnya sudah pasti berobah karena jiwanya berobah.

Maaf ini hanya pendapat dari sebatang perdu yang tumbuh liar di pundukan telabah.  

 

LGS  


----- Original Message ----
From: Putra Semarapura <putra_semarapura@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Saturday, October 11, 2008 8:12:15 PM
Subject: AW: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.

 
Om Swastyastu,
 
tanpa ada maksud untuk memperkeruh diskusi, saya termasuk orang yang setuju dan mendukung komentar pak Dr. Wayan Warmada. saya kira kita semua sudah cukup dewasa untuk menilai dengan logika, mana yang baik dan mana yang tidak. kita kembalikan kepada hati nurani masing-masing untuk menilai postingan dari member, bila memang dianggap keliru atau sarat dengan issue SARA. caranya sesungguhnya mudah, dengan mengabaikan atau tidak mengomentari atau tidak meresponsenya. tombol-tombol yang ada di keyboard computer seperti "Del" sesungguhnya keberadaannya di disain untuk di pergunakan  'mendelet' bila tidak suka dengan topik yang di lempar ke forum.
lebih lanjut, kita tidak harus membatasi topik diskusi, dan kita juga tidak selalu berkewajiban untuk mengomentari setiap topik yang masuk, saya yakin setiap topik memiliki pasarnya sendiri-sendiri. apalagi sampai mem-band keanggotaan membernya, saya pikir ini sudah keliru, sesungguhnya membernya cukup di peringati di forum atau lewat jalur pribadi, kalau memang dia dianggap salah. tanpa bermaksud menggurui, ketidak setujuan dengan topik yang masuk sebaiknya di counter dengan argumentasi kepada si pengirim aslinya hingga kita mendapatkan jawaban yang kita inginkan. member yang lain akan bertindak sebagai pembaca atau penilai, siapa yang benar dan siapa yang salah, saya kira demikianlah proses belajar berdiskusi dan membaca jalan pikiran orang lain.
 
kalau boleh jujur, ketika saya nonton tv dirumah, acara / program televisi di tanah air seperti sinetron religi, dialog, program monolog tiap subuh, kebanyakan isinya siar dan dakwah yang di kemas baik dalam bentuk eduteinment, infoteinment ataupun entertinment. malah ada nara sumber yang tidak menguasai topik yang di bahasnya dan tidak menyadari kalau kata-kata yang di ungkapkannya baik dengan sengaja ataupun karena 'slip of tounge' menyinggung keyakinan pemirsa di rumah. apakah saya marah, tidak..., andaikan saya bekerja di bidang media, saya malah ingin bekerja sama dengan garin nugroho atau gede prama untuk membuat program televisi untuk mengcounter ataupun meluruskan informasi yang salah ataupun memberitakan keyakinan saya yang sebenarnya kepada pemirsa di tanah air. 
 
akhir kata, saya juga setuju untuk saling menghormati dan menjaga perasaan member yang lain, mungkin milis ini di disain hanya untuk saling bertukar informasi positive dan membangun untuk kemajuan kita bersama. saya yakin kita sudah cukup lelah untuk berselisih dengan issue-issue yang ada di luar, seperti issue RUU Pornografi, mungkin sebaiknya kita menggunakan energy kita untuk hal-hal yang lebih positive.
 
salam,
 


__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: