> KANTATA TAQWA DALAM FILM
> Catatan singkat Ikranagara
>
>
> Tadi malam, tepatnya 18 September, di Blitz Grand Indonesia, film "Kantata
> Taqwa" digalaprimerkan!
>
> Syuting itu sebenarnya sudah rampung sekitar 18 tahun yang lalu, sebanyak
> 600 can, tapi tidak kunjung ada yang siap mendanai atau pun mengerjakan post
> proctionnya, dan baru tahun ini akhirnya film itu siap dan layak tayang,
> berkat tekhnologi digital. Ya, film itu dibuat dengan seluloit, akibatnya
> banyak yang lengket karena disimpan selama itu. Maka sisanya yang
> bagus-bagus kemudian diedit, ddan akhirnya jadilah sebuah film yang memukau
> penonton tadi malam.
Bung Jockie sempat bercerita soal film Kantata ini, saya copy paste
aja di sini [http://jsops.multiply.com/journal/item/136/Film_Kantata_.]
Film Kantata .
Sedikit yang bisa saya review lewat tulisan disini mengenai film
Kantata . Mengingat nasib dan proses pembuatan film tersebut sudah
menyita waktu yang spektakuler "luar biasa" lamanya , 17 tahun lebih .
Lamanya waktu tersebut bukan pekerjaan "day to day" yang jelas
meletihkan , namun lebih banyak "nongkrong" mengendap di gudang (yang
bocor pula) sehingga sebagian besar dari scene2 yang ada keburu rusak
tak bisa diperbaiki , karena berkarat. Jadi "meletihkannya"nya dalam
katagori letih yang "lelah" dalam penantian .
Jangan ditanya siapa yang bersalah atau siapa yang harus
bertanggung-jawab , sebab semenjak dari awal dari pembuatannya sendiri
memang tidak ada "komitmen" yang jelas , siapakah penanggung jawabnya
. Selain hanya film tersebut akan disutradarai oleh 3 sekawan sineas
Indonesia . Mereka adalah : Erros Djarot - Slamet Rahardjo dan Gotot
Prakosa.
Awal konser Kantata Takwa di Stadion Utama Senayan adalah awal dari
proses filmisasi tersebut dimulai . Tidak ada panduan story-board
ataupun sampai dengan skenario seperti lazimnya orang-orang bila
hendak membuat film. Karena itu pula tidak ada pembagian peran ,
seperti peran utama /pembantu dan lainnya . Semua orang (kami berlima
: Setiawan Djody / Rendra /Iwan Fals / Sawung Jabo dan saya) adalah
pemeran utama sekaligus pemeran pembantu dan peran-peran apapun
lainnya yang nantinya dibutuhkan . Demikianlah garis besar penjelasan
yang diberikan pada saat kesepakatan untuk membuat film tersebut
hendak dimulai.
Maka yang terjadi kemudian adalah , proses shoting yang dilakukan
ketika Kantata mengadakan konser-konser diberbagai daerah / kota .
Yang antara lain di Jakarta - Surabaya - Solo - dan sebagainya .
Sepanjang perjalanan menuju kota-kota tersebutlah kegiatan film
tersebut berlanjut , dimana kami memanfaatkan kota-kota seperti Demak
/ Jepara / Parangtritis-Jogyakarta / Tawangmangu-Solo .Umumnya tempat
dimana situs-situs sejarah bisa dijumpai .
Bertahun-tahun kemudian , kita memang sering bertanya-tanya antar satu
sama lainnya ..:"gimana tuh nasib filmnya…dsb." . Ya bagaimana…? wong
dia kehujanan di gudang gue… bukan lagi basah…tapi udah kerendem air ;
demikian Erros Djarot berkata untuk menjawab pertanyaan yang ada. Lalu
..yah…seperti biasa kan.. sebagai orang Indonesia pada umumnya…"ya
sudahlah..ikhlaskan saja.." Dan kita semua akhirnya memang
"Ikhlas..las..las"..hehehe.. (udah nggak ada bayaran…rusak pula…) .
Pernah saya berkata sama Erros : "yah..udah capek-capek (kagak ada
honornya) hilang pula…!" , lalu dijawab juga : "elu pikir cuman elu
doang yang capek…, semua crew juga capek…alias gratisan semua"
hahahaha..!
Namun akhirnya , melalui proses tehnology digital yang berkembang
sampai dengan saat ini , ada beberapa scene yang ternyata masih bisa
ditolong untuk diselamatkan . Kerja rendering tersebut konon dilakukan
di Sydney Australia oleh Gotot Prakosa dan kawan-kawan dari TIM.
Sayang sekali setelah kami menyaksikan apa yang bisa di-edit dan
ditata kembali ( dari scene-scene yang bisa terselamatkan )… begitu
banyak adegan dan kisah-kisah dalam shoting kala itu yang menempel
dalam benak saya , kini sudah tak bisa saya lihat lagi . Ya..mereka ,
scene-scene tersebut sudah rapuh berkarat dan rusak hingga tak bisa
ditolong lagi . Gallery Picture diatas adalah bagian-bagian dari film
yang saya "capture" dari DVD. [JSOP.NET]
Namun betapapun berbagai kekurangan serta keterbatasan yang bisa
dilakukan untuk merangkai kembali gambar-gambar film tersebut , ada
satu hal yang sungguh tak ternilai bagi kita semua . Yaitu "spirit" .
Kantata telah membuktikan bahwa proses Kreativitas seniman tak boleh
macet dan mandeg hanya karena masalah biaya . Hari ini ketika saya
mengharapkan terjadinya kembali proses interaksi antar sesama seniman
yang ada …. betapa semakin sulitnya.
salam.
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar