Anda betul , kehidupan manusia baik yang beragama maupun tidak
beragama diatur oleh UU.
Kalau yang Bli maksud pengaturan manusia dengan UU itu berpolitik
maka anda benar.
Kalau masalah Dharma , itu yang relevan , maksud saya sebagai contoh
yang Bli berikan itu , Bhagavan Krsna dalam Bharata Yudha .
Pada era itu , anjuran Bhagavan kepada Arjuna untuk berperang atau
membunuh sanak familynya , mungkin disebut memerangi Adharma.
Tapi di era sekarang ini , Bhagavan dan Arjuna sendiri ,bisa diadili
dan dihukum , ya nggak??
Jadi maksud saya Dharma itu relevan , lain dengan hukum dan UU yang
sudah jelas kata katanya ( kecuali UUP).
Kesimpulan saya , karena PHDI , yang jelas bagian urus mengurus
Dharma sebaiknya tidak ikut berkecimpung dalam urusan UUP ini ,tapi
kalau individunya mau ikut , why not.... GO 4 8.
mohon pengertiannya.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Putu Kesuma <putukesuma@...> wrote:
>
> Â
> Gung, yang beragama itu manusia dan kehidupan manusia dalam negara
diatur oleh undang-undang. Jadi politik itu ngurusi agama begitu
juga sebaliknya. Yang jadi masalah kan seperti kata M.K. Gandhi
dalam 7 dosa sosial yang salah satunya adalah "politik tanpa moral".
Mau contoh nyata? Sri Krishna dalam Perang Besar Mahabharata nyata-
nyata berpolitik, cuma politiknya adalah menegakkan dharma, bukan
mengejar kekuasaan. Bukannya kita anti kekuasaaan, tapi
kekuasaan untuk menjalankan dharma, melayani masyarakat. Menjadi
panjang ketika kita membahas dharma yang mengandung banyak
pengertian. Tapi untuk kehidupan masyarakat mari kita artikan dharma
itu sebagai segala yang mengutuhkan dan adharma adalah segala yang
menceraiberaikan. Itu penjelasan dharma yang masuk akal yang pernah
saya dengan dari Guru saya.
> Â
> Thanks,
> Putu
>
>
> "Intelligence is dangerous. Intelligence means you will start
thinking on your own; you will start looking around on your own. You
will not believe in the scriptures; you will believe only in your
own experience."Â ~Osho~
>
> --- On Thu, 18/9/08, IGusti Agung <agungpindha@...> wrote:
>
> From: IGusti Agung <agungpindha@...>
> Subject: [bali-bali] Re: Pernyataan Sikap KWI terhadap Rencana
Pengesahan RUU Pornografi
> To: bali-bali@yahoogroups.com
> Date: Thursday, 18 September, 2008, 6:15 PM
>
>
>
>
>
>
>
> Bli Putu K dan Bli Nengah,
>
> Harapan saya , semoga saja PHDI tidak berbuat apa apa masalah UUP
> niki ,sebab ini masalah politik , jadi tidak ada hubungannya
dengan
> agama , itu bagi tyang jalan yang paling bijaksana.
> Kalau politik pasti ada trictnya ,bahkan bagi tyang
sendiri ,politik
> itu kotor , jadi sebaiknya PHDI tidak berbuat atau comment apapun.
>
> semoga bisa dimengerti.
>
> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Putu Kesuma <putukesuma@ ...>
wrote:
> >
> > Apa maksudnya bli Nengah?
> > ÂÂ
> > Putu
> >
> >
> > "Intelligence is dangerous. Intelligence means you will start
> thinking on your own; you will start looking around on your own.
You
> will not believe in the scriptures; you will believe only in your
> own experience." ~Osho~
> >
> > --- On Thu, 18/9/08, Karma, I Nengah [Kar] <inengahk@ .> wrote:
> >
> > From: Karma, I Nengah [Kar] <inengahk@ .>
> > Subject: [bali-bali] Pernyataan Sikap KWI terhadap Rencana
> Pengesahan RUU Pornografi
> > To: bali-bali@yahoogrou ps.com, baliblogger@ yahoogroups. com,
> balinet@yahoogroups .com, suarautara@yahoogro ups.com,
> K_M_H_D_I@yahoogrou ps.com, Klungkung@yahoogrou ps.com
> > Date: Thursday, 18 September, 2008, 2:06 PM
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > lantas apa tindakan PHDI sekarang
> >
> >
> >
> > From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto:bali-
> bali@yahoogroups .com] On Behalf Of leonardo rimba
> > Sent: Thursday, September 18, 2008 9:07 AM
> > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > Subject: [bali-bali] Pernyataan Sikap KWI terhadap Rencana
> Pengesahan RUU Pornografi
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Sumber: http://audentis. wordpress. com/
> >     ÂÂ
> >    PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
(KWI)
> TERHADAP RENCANA PENGESAHAN RUU PORNOGRAFI OLEH DPR RI
> >
> >      Mencermati perkembangan diskursus tentang
Rancangan
> Undang-undang Pornografi yang dari waktu ke waktu kami pandang
> kian mengarah kepada KONTROVERSI IDEOLOGIS DAN POLITIS semata,
> semakin menjauh dari semangat bermusyawarah dalam bingkai
negara
> hukum yang mendasarkan seluruh produk hukumnya pada Pancasila
dan
> Undang-Undang Dasar 1945 serta melahirkan polarisasi yangÂÂ
tidak
> sehat dalam masyarakat sehingga sangat berpotensi melahirkanÂÂ
> benturan atau bahkan konflik antarwarga masyarakat yang pro
dan
> yang kontra, maka kami menyatakan sikap berikut ini:
> >     ÂÂ
> >    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR
RI)
> SEBAIKNYA TIDAK MENGESAHKAN RUU TERSEBUT MENJADI UU.
> >     ÂÂ
> >    Dasar pertimbangan kami:
> >    pertama, sesuatu rancangan aturan publik yang
akanÂÂ
> diberlakukan dan mengikat seluruh warga negara dengan sanksi hukum
> dan masih dijadikan bahan kontroversi (bersifat
kontroversial) ,
> apabila diputus atau disahkan, itu hanya akan melukai pihak
yang
> DIKALAHKAN.
> >    Kedua, kami mendesak > agar DPR kembali membuka
ruang
> bersama bagi seluruh komponen masyarakat untuk berproses
melalui
> diskusi-diskusi dan debat publik yang sehat serta dijauhkan
dari
> kepentingan- kepentingan politik sesaat. Penegasan bersamaÂÂ
> (communaliscernment ) seluruh lapisan masyarakat adalah sangat
> penting.
> >
> >      Ketiga, sudah banyak aturan hukum mengenai
kejahatan
> pornografi seperti tertuang dalam KUHP, UU Penyiaran, dan
produk
> Undang-undang lainnya yang tidak dilaksanakan secara konsekuen
> oleh negara; maka lahirnya UU baru tidak serta merta menjamin
> terlaksananya sebuah penegakkan hukum.
> >     ÂÂ
> >    Ada banyak hal yang jauh lebih penting dan
mendesak untuk
> dihatikan oleh para Wakil Rakyat daripada terus menerus
berkutat
> pada agenda pengesahan RUU Pornografi yang jelas-jelas masih
> mendapatkan kritik tajam serta penolakan dari banyak lembaga
dan
> unsur-unsur masyarakat dengan argumentasi- argumentasi yang
cerdas.
> >     ÂÂ
> >    Demikianlah pernyataan sikap kami, Konferensi
Waligereja
> Indonesia (KWI) terhadap rencana pengesahan RUU Pornografi
> tersebut.
> >
> >    Jakarta, 17 September 2008
> >     ÂÂ
> >    YR. Edy Purwanto Pr (Sekretaris Eksekutif Komisi
Kerawam
> KWI)
> >      S. Dany Sanusi OSC (Sekretaris Eksekutif
Komisi
> Keadilan dan Perdamaian KWI)
> >
> >
> > Get your preferred Email name!
> > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Get your preferred Email name!
> > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
> > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> New Email addresses available on Yahoo!
> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
@rocketmail.
> Hurry before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar