Sabtu, 20 September 2008

[bali-bali] Undangan Diskusi: Skenario Global Menjerat Pengrajin Kecil Bali

Term of Reference (TOR)

"Skenario Global Menjerat Pengerajin Kecil Bali"

 

Latar belakang

Saat ini pengerajin perak di Bali merasakan sebuah keresahan yang sama karena banyak motif-motof kerajinan Bali telah didaftarkan hak cipta oleh pengusaha asing seperti: pepatraan, jawan, jawan keplak, motif rantai tulang naga, motif dayak dan sebagainya yang sebenarnya merupakan hasil karya budaya bangsa yang telah diwariskan secara turun temurun.

 

Selain itu ketakutan untuk berkreatifitas juga disebabkan oleh terjadinya kriminalisasi dan gugatan hukum terhadap pengerajin kecil karena dianggap melanggar hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Meski penindakan hukum terhadap pengerajin ini terlihat legal karena diatur dalam UU HAKI, namun kita tidak bisa menungkiri bahwa lahirnya peraturan yang berkarakter liberal-induvidualistik ini merupakan skenario global.

 

Kelemahan masyarakat sipil untuk membaca politik hukum, didesakkan oleh kapitalisme global dan kemudian diberlakukan kepada rakyat-rakyat kecil dinegara berkembang, telah memuluskan jalan pengerukan keuntungan bagi korporasi (TNC/MNC) dengan jalan menindas hak-hak kolektif rakyat. Jika tidak terjadi kesadaran kolektif untuk melawan perampokan aset-aset kolektif rakyat ini, maka kriminalisasi, penindasan pengerajin kecil demi melipatgandakan keuntungan dengan berkedok HAKI akan terus menerus terjadi. Tinggal kemudian pertanyaannya adalah, siapa korban berikutnya?

 

Atas dasar keprihatinan atas kondisi ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali dan Yayasan Manikaya Kauci (YMK) dengan dukungan dari Third World Network memfasilitasi diskusi terkait isu tersebut diatas.

 

Maksud dan Tujuan

  1. Disemininasi informasi tentang skenario global dalam penjajahan kembali negara-negara berkembang
  2. Melahirkan kesadaran agar rakyat kecil di negara berkembang bangkit melawan skenario global yang menindas
  3. Melindungi segenap hak kekayaan kolektif yang diwariskan oleh para leluhur sebagai hak atas budaya

 

Bentuk Kegiatan

Diskusi sambil menunggu berbuka puasa bersama (ngebuburit) bertema "Skenario Global Menjerat Pengerajin Kecil Bali" dengan mitra diskusi:

 

  1. Hira Jhamtani (Peneliti Bidang Globalisasi dan Lingkungan Hidup di Bali)
  2. I Nyoman Mudita (Wakil Ketua Asosiasi Perak Bali)

 

Moderator: Ni Nyoman Sri Widhiyanti

 

Waktu dan Tempat

Hari/ tanggal : Selasa, 23 September 2008

Waktu           : 15.00 wita

Tempat         : Sekretariat Yayasan Manika Kauci

                     Jl. Noja, Gang 37 No. 16 Denpasar – Bali

                     Telp. (0361) 249630

 

Pelaksana

Acara ini dilaksanakan oleh WALHI Bali dan Yayasan Manikaya Kauci dengan dukungan dari Third World Network (TWN)


__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: