Sabtu, 20 September 2008

[bali-bali] Re: Pernyataan Sikap KWI terhadap Rencana Pengesahan RUU Pornografi

Pemerintah yang ambigu opo plin plan ?

Mohon maaf sebelumnya bila nyaplir, nggak komentar, cuma
mengeluarkan uneg uneg saja, maklum wong katrok ngomongnya
senyambungnya saja...jadi bisa di-skip...

Alkisah jaman dulu (di jaman kekhalifahan di negeri Islam sono),
pemimpin bukannya mencalonkan diri, tetapi dipilih oleh rakyat, gak
perlu keluarin duit banyak banyak untuk jadi pemimpin apalagi suap
sana suap sini, yang ada, orang malah ga ada yang mau jadi pemimpin,
tanggung jawabnya besar, gak bisa tidur nyenyak dan makan enak. Lha
yang ada sekarang ? Pilkada sepanjang masa, dalam pikiran setiap
orang dalam naungan partai pastilah gimana agar segera balik modal
biaya kampanye kemaren, dan kumpulin modal untuk pemilu periode
selanjutnya. Ngurusin ini saja pasti sudah menyita banyak energi
mereka, jadi maklum saja kalau semua yang mereka pikirkan dan
kerjakan diluar urusan merampok berjamaah tidak menarik dan
sekedarnya saja (cenderung menghindari resiko).

Sebagai wong katrok, saya ngerasa aneh, negara dengan masalah
seabreg seperti ini, orang kok ya mau berebutan menjadi pemimpin,
bahkan rela mengeluarkan uang yang nggak sedikit. Memang jaman sudah
edan. Pengennya masuk surga, tapi kalo bisa korupsi tetep boleh,
yaa...paling ga abis terima duit suap, istighfar, sholat, taubat,
urusan besok ada yang ajakin korupsi taubat lagi lah. Jadi gak aneh,
dalam mengambil keputusan pun mereka juga plin plan.

Karena berideologikan pancasila, semua agama punya hak yang sama
besar, meskipun dari jumlah penduduk, terbanyak adalah berstatus
muslim.Lalu ngapain kita memaksakan orang berpandangan sama dengan
kita, padahal sudah jelas ini bukan negara muslim. Sebagai seorang
muslim mungkin dihati mereka sudah mengetahui mana yang benar dan
mana yang salah, tetapi sebagai seorang dibawah naungan partai
dengan berbagai kepentingan, mereka tetap harus ikut berjamaah kalau
gak mau mau tersingkir dan harus susah payah lagi cari makan.

Benar PWI bilang, sudah terlalu banyak peraturan dibuat, tapi tak
satupun yang konsekuen dijalankan. Bahkan kalau perlu, bila
peraturan itu tidak sesuai, dibuat lagi peraturan baru yang sesuai
dengan kehendak partai. Maksut hati ingin masuk sorga, tapi ngapain
harus merepotkan banyak orang, menyuruh semua orang menjaga kita.
Menyuruh semua orang menahan diri seperti kita. Tapi lupa, tadi pagi
masih terima uang suap, dibawa pulang, kasih makan anak istri. Masih
lupa, selesai khatam baca quran tidak membaca artinya, jadinya lupa
bahwa Quran bukan sekedar bacaan wajib, tapi buku agung yang sarat
berisi hikmah tata aturan bermasyarakat termasuk bagaimana harus
menghormat orang lain, bahwa bila ingin menyampaikan kebenaran,
sampaikanlah dengan santun, dengan baik, bila mereka tidak berkenan
jangan memaksa, cukup didoakan karena hanya Tuhan yang bisa
memberikan hidayah untuk orang yang Beliau kehendaki. Masih lupa,
bahwa Rasulullah melarang menyerang kecuali saat kita diserang.
Masih lupa, saking pentingnya jadi orang penting, anak diikutkan les
ini itu, tapi tidak diajarkan ilmu agama yang layak dan benar. Masih
lupa, saat anak tumbuh membangkang jadi berandalan yang disalahkan
televisi dan lingkungan padahal anak belajar dari ayah ibunya. Lupa
juga, pas mampir ke bali masih menyempatkan diri mampir ke kuta
(tentunya bukan sekedar hendak melihat pantai or sunset, wong di
pantai lainnya di bali yang masih sepi juga sama bagusnya kok).
Masih lupa, ingin bersedekah/membayar zakat tapi masih riya
mengharapkan dipuji orang, menyuruh orang tua berdesak desakan demi
uang 30 ribu. Setelah ada korban, barulah sadar ternyata bukan
pujian malah cacian dari banyak orang.

Kalau ada yang tanya, Lalu, baiknya gimana ? saya cuma bisa angkat
bahu..ya jangan tanya saya..kalau saya tahu solusinya..mungkin saya
gak sekedar ngoceh disini. Cukuplah buat saya, memberikan ilmu agama
semampu saya ke anak anak di rumah, bertoleransi dengan orang
disekitar saya, dan tentunya memperbaiki diri yang sepertinya masih
banyak yang perlu diperbaiki.

Salam,
Lia


> > >
> > > From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto:bali-
> > bali@yahoogroups .com] On Behalf Of leonardo rimba
> > > Sent: Thursday, September 18, 2008 9:07 AM
> > > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > > Subject: [bali-bali] Pernyataan Sikap KWI terhadap Rencana
> > Pengesahan RUU Pornografi
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Sumber: http://audentis. wordpress. com/
> > >        
> > >       PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI WALIGEREJA
INDONESIA
> (KWI)
> > TERHADAP RENCANA PENGESAHAN RUU PORNOGRAFI OLEH DPR RI
> > >
> > >        Mencermati perkembangan diskursus
tentang
> Rancangan
> > Undang-undang Pornografi  yang dari waktu ke waktu kami
pandang
> > kian mengarah kepada KONTROVERSI  IDEOLOGIS DAN POLITIS
semata,
> > semakin menjauh dari semangat bermusyawarah  dalam bingkai
> negara
> > hukum yang mendasarkan seluruh produk hukumnya pada 
Pancasila
> dan
> > Undang-Undang Dasar 1945 serta melahirkan polarisasi yang 
> tidak
> > sehat dalam masyarakat sehingga sangat berpotensi melahirkan 
> > benturan  atau bahkan konflik antarwarga masyarakat yang pro
> dan
> > yang kontra, maka  kami menyatakan sikap berikut ini:
> > >        
> > >       DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR
> RI)
> > SEBAIKNYA TIDAK  MENGESAHKAN RUU TERSEBUT MENJADI UU.
> > >        
> > >       Dasar pertimbangan kami:
> > >       pertama, sesuatu rancangan aturan publik yang
> akan 
> > diberlakukan dan mengikat seluruh warga negara dengan sanksi
hukum
> > dan masih  dijadikan bahan kontroversi (bersifat
> kontroversial) ,
> > apabila diputus atau  disahkan, itu hanya akan melukai pihak
> yang
> > DIKALAHKAN.
> > >       Kedua, kami mendesak > agar DPR kembali membuka
> ruang
> > bersama bagi seluruh komponen masyarakat  untuk berproses
> melalui
> > diskusi-diskusi dan debat publik yang sehat serta  dijauhkan
> dari
> > kepentingan- kepentingan politik sesaat. Penegasan bersama 
> > (communaliscernment ) seluruh lapisan masyarakat adalah sangat
> > penting.
> > >
> > >        Ketiga, sudah banyak aturan hukum
mengenai
> kejahatan
> > pornografi seperti  tertuang dalam KUHP, UU Penyiaran, dan
> produk
> > Undang-undang lainnya yang  tidak dilaksanakan secara
konsekuen
> > oleh negara; maka lahirnya UU baru tidak  serta merta
menjamin
> > terlaksananya sebuah penegakkan hukum.
> > >        
> > >       Ada banyak hal yang jauh lebih penting dan
> mendesak untuk
> > dihatikan oleh  para Wakil Rakyat daripada terus menerus
> berkutat
> > pada agenda pengesahan RUU  Pornografi yang jelas-jelas masih
> > mendapatkan kritik tajam serta penolakan  dari banyak lembaga
> dan
> > unsur-unsur masyarakat dengan  argumentasi- argumentasi yang
> cerdas.
> > >        
> > >       Demikianlah pernyataan sikap kami, Konferensi
> Waligereja
> > Indonesia (KWI)  terhadap rencana pengesahan RUU Pornografi
> > tersebut.
> > >
> > >       Jakarta, 17 September 2008
> > >        
> > >       YR. Edy Purwanto Pr (Sekretaris Eksekutif
Komisi
> Kerawam
> > KWI)
> > >        S. Dany Sanusi OSC (Sekretaris Eksekutif
> Komisi
> > Keadilan dan Perdamaian KWI)
> > >
> > >
> > > Get your preferred Email name!
> > > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Get your preferred Email name!
> > > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
> > > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > New Email addresses available on Yahoo!
> > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail
and
> @rocketmail.
> > Hurry before someone else does!
> > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
> >
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: