Senin, 12 Juli 2010

BALI INFO - SAYA INI ORANG YANG JELAS, PAK.

 

SAYA INI ORANG YANG JELAS, PAK.

Sekalipun saya banyak menyamarkan diri, tapi saya ini orang yang mempunyai riwayat keagamaan Advent yang jelas;

Ketika masih anak-anak{Sekolah Dasar], saya menemukan traktatnya Advent[mungkin] yang menceritakan tentang 2 orang misionarisnya yang memasuki pedalaman Kalimantan. Saya terkesan sekali dengan cerita misionaris itu dan berangan-angan menjadi seperti mereka.

Pada kesempatan yang lain, saya pernah bertanya tentang hari Sabat kepada pendeta saya, pendeta Protestan[GKI], lalu pendeta itu matanya melotot menuding saya: "Kamu menerima ajaran Advent, ya?!" – Saya bingung karena masih belum ngerti kalau Advent itu adalah nama sebuah gereja yang ibadahnya dihari Sabtu. Tapi kedua hal itu terekam dengan baik di memori saya hingga hari ini. Puji JESSHUAH HAMMASHIAH.

Tahun 1997, anak saya menemukan Alkitabnya Advent, yang dibagian belakangnya ada suplemen pelajaran nubuatan Daniel-Wahyunya. Say a baca dan pelajari itu, hingga saya dibaptiskan tahun 1998. Tahun 1999, saya mengambil keputusan bulat untuk meninggalkan keduniawian dan berpetualang sebagaimana tuntutan Matius 10. Rencana itu saya diskusikan dengan seorang teman di Advent, yang kemudian dia menganjurkan agar saya masuk dalam program Tenaga Sukarela Pengembangan Masyarakat[TSPM]. Maksud dia agar saya menerima honorarium dan mendapatkan pengalaman. Suatu nasehat yang sangat sempurna sekali itu. Sebab ketika itu pemahaman saya tentang Alkitab masih mentah. Masih awam sekali. Lebih-lebih mengenai Keislaman.

Program TSPM ini benar-benar memberikan kesempatan kepada saya untuk mempelajari Alkitab secara seksama; saya semakin paham tentang Advent, tentang gereja-gereja Minggu[karena saya aktif di BAMAG] dan tentang Islam[karena saya keluar-masuk pesantren]. Ini adalah modal yang berharga sekali bagi saya saat ini.

 

Tentang rencana petualangan saya sekarang ini sudah saya beritahukan kepada:

a. Istri dan anak-anak,

b. Saudara-saudara saya,

c. Pernah saya saksikan kepada jemaat asal saya,

d. Pernah saya saksikan kepada teman-teman TSPM,

e. Pernah saya saksikan kepada direktur TSPM saya, bahkan ketika masa tugas saya berakhir, saya

    mengajukan permohonan untuk memiliki sepeda pancal yang menjadi inventaris TSPM tersebut,

    namun tidak dikabulkan. Saya bisa memahami itu.

f. Pernah saya saksikan kepada jemaat di 2 kota dimana saya ditugaskan ketika itu.

 

Jadi, pekerjaan yang saya jalani sekarang ini benar-benar sudah saya rencanakan jauh-jauh hari sebelum saya menjadi TSPM. Sangat konyol jika keanehan pergerakan saya ini dikait-kaitkan dengan Davidian, mengingat saya ini "dilahirkan dan dibesarkan" dari Masehi Advent Hari Ketujuh.

 

Anda bisa meminta data ke Indonesia Publishing House[IPH], TSPM bernama: Rudyanto, telah menghabiskan berapa puluh ribu pelajaran Suara Nubuatan? Kalau tidak salah, saya telah menghabiskan 5 dos yang masing-masing dosnya berisi 5000 seri pelajaran. Cek aja ke sana. Itu artinya 25.000 seri pelajaran telah saya bagi-bagikan ke masyarakat dan santri-santri pondok pesantren.

 

Setiap seri terdiri dari sekitar 15 atau 17 bendel pelajaran. Itu saya membagi-bagikannya secara bendel-perbendel seminggu sekali, artinya 15-17 minggu baru penamatannya. Nah, carilah rekor yang kira-kira bisa menyamai saya, dari seluruh Indonesia ini. Nggak usah 5 dos, 1 dos aja kalau ada?

 

Dan pelajaran itu seminggu sekali juga saya siarkan melalui Radio. Begitu tamat, saya ulangi lagi dan ulangi lagi. Belum lagi yang tulisan-tulisan awal saya, yang sekarang ini berada dalam Kumpulan bagian pertama. Itu saya jilid, saya photocopykan dengan kertas CD, lalu saya bagikan juga. Setiap punya duit selalu saya habiskan untuk memphotocopy itu. Satu jilid ketika itu senilai Rp.10.000,-an. Dan ketika saya mendapatkan uang bonusan dari TSPM, saya habiskan untuk memphotocopy sebanyak 50-an jilid.

 

Nggak peduli hari Sabat, pekerjaan demikian itu tetap saya kerjakan. Sebab itu bukan pekerjaan yang duniawi sifatnya. Tidak ada unsur kepentingan diri pribadinya. Jadi, saya nggak peduli dengan tetek-bengek aturan Advent yang melarang orang melakukan perjalanan sejauh lebih dari 2 kilometer ketika hari Sabat. Saya malah berjalan mengelilingi kota. Katanya nggak boleh sampai keringatan, saya malah mandi keringat. Persetan dengan ajaran manusia.

 

Saya mendengar nama: "Davidian" pertama kalinya adalah 4 tahun yang lalu di Cirebon. Ketika saya bermaksud mengajak diskusi salah seorang penatua jemaat disana tentang makanan haram, saya dituduh dari Davidian, Barisan Sakit Hati dan Saksi Jehovah. Tentu saja saya kaget sekali, kayak kena setrum listrik  220 volt. Koq ada? Koq bisa?! Nggak habis mikir saya, jika setiap orang yang berseberangan selalu dicap seperti itu. Dan tudingan demikian ini terus berderet-deret sepanjang kota-kota yang saya lalui. Saya sedih, susah dan prihatin sekali jika gereja ini sudah sedemikian buruknya. – Coba anda pikir: dari mana dan bagaimana virus Davidian bisa merasuki saya?

 

Tapi hati saya gembira sekali, betapa seharian ini milis Advent berlalu-lalang ratusan email yang memperbincangkan masalah Davidian ini dan tidak ada satu emailpun yang berkesan menuduh saya Davidian. Malahan orang-orang yang tadinya memusuhi saya, sekarang ini sudah berbalik arah dengan sikapnya yang lebih bijaksana. Rata-rata malah mempertanyakan si-pencetus subjek tersebut. Menyatakan bahwa orang itu pemikirannya picik dan sempit sekali ditengah-tengah dunia yang sudah begitu majunya.

 

Sekarang bukan jamannya untuk memperlakukan jemaat sebagai anak-anak kecil yang harus menyembah-nyembah pendetanya seperti dahulu kala. Pendeta-pendeta yang glamour dan rebutan jabatan, kayak Farisi dan Saduki, masak ya masih patut untuk dihormati. Saul-pun oleh TUHAN sudah dibuang. TUHAN sudah langsung menunjuk Daud. Ketika itu sebenarnya Daud sudah sah untuk menggulingkan Saul. Nabi Samuel dan seluruh rakyat Israelpun sudah dipihak Daud. Hanya Daud sendiri yang merasa sungkan dan segan.

 

Sikap saya sekarangpun jelas; kalau untuk melawan organisasi Advent, apalagi menjungkirkannya, itu tidak mungkin saya lakukan. Sebab posisi organisasi ini sangat kuat. Siapa saja yang menghina organisasi ini sama dengan menghina ALLAH sendiri. Tapi kalau untuk menjatuhkan perorangannya, baik jemaat hingga tingkat General Conference, why not, jika mereka memang benar-benar pemimpin yang amburadul. YESUS saja memakai cambuk untuk mengusir orang-orang yang mengotori Bait Suci. Halal itu. Ny. Ellen G White sendiri mempunyai peraturan yang mendisiplin jemaat.

 

Jangan karena saya orang diluar Ring Advent lalu dianggap sebagai pengacau, sedangkan

sesungguhnya yang pengacau itu adalah internal Advent sendiri.

 

Saya hanya mengakui satu Advent, yaitu: Masehi Advent Hari Ketujuh, yang suam-suam kuku, yang melarat, malang, miskin, buta, telanjang, dan akan dimuntahkan dari mulut YESUS, yang mempunyai nubuatan Daniel-Wahyu, yang menuruti memelihara hari Sabat Sabtu, beriman pada YESUS, dan yang berasal dari Miller[nubuatannya] serta Ny. Ellen G. White[hari Sabatnya].

 

Nama: Masehi Advent Hari Ketujuh sangat pas dengan Ibrani 4:9: "Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah." – Saya yakin orang Advent sendiri masih belum ada yang mengaitkan nama gereja dengan ayat ini, bukan?!


__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: