Jumat, 09 Juli 2010

BALI INFO - ADAKAH PERANCANG ALAM INI?

 

JAWABAN SAYA:

 

1. Ujud Perancang belum bisa dibayangkan;

    a. Sebuah pernyataan yang mementahkan dugaan anda sendiri, yang sudah mencapai 80%,

         menjadi tidak ada artinya karena tidak didukung dengan keterangan yang lengkap. Seharusnya

        dalam Berita Acara hasil penyelidikannya sudah bisa mempunyai bentuk rangkuman yang bisa

        dipertanggungjawabkan. Tapi rupanya Atheis kurang profesional dan kurang ilmiah, ya?!

    b. Kalau saya sudah mempunyai bayangan seperti apa Sang Perancang Agung itu, meskipun saya

          tidak sedang membicarakan ujud riilnya. Karena itu saya sekarang dalam posisi sebagai

          Salesman, sebab productknowledge-nya sudah saya kuasai. Nah, perbincangan ini memang

          sedang mengarah untuk menerangkannya kepada anda. Tenang aja.

2. Tingkat kecerdasan Sang Perancang;

     a. Anda mengakui manusia masih belum bisa membuat semut dan mengakui tingkat kecerdasan

         Sang Perancang itu sebagai diatas manusia. Pernyataan ini menerangkan bahwa anda seorang

         yang rasional, bukan orang gila. Bagi saya ini adalah sebuah peluang yang menggiurkan.

        Ketika saya menunjuk seekor Kucing, anda menjawab: "Kucing", maka kelak jika saya menunjuk

        seekor Gajah, pasti andapun akan menjawab: "Itu Gajah."

    b. Kekurangan anda adalah tidak menunjukkan ukuran "diatas manusia" itu yang sejauh mana?

        Selisihnya sedikit atau selisihnya jauh, perlu untuk anda terangkan.

        Jika dalam perlombaan Lari, selisih sedikit dengan selisih jauh ini penting sekali artinya dalam

        rangka meraih kemenangan. Lawan yang lari mendahului kita itu masih mungkin untuk kita salip

        atau mustahil. Jika anda profesional anda pasti bisa menggambarkannya.

        Sebagai contoh: menurut logika anda saat ini, mungkinkah seekor Monyet kelak akan

        mengungguli manusia? 'Kan bisa diukur?

3. Sikap Atheis terhadap Sang Perancang; hanya sebatas mengaguminya saja.

     a. Setahu saya setiap hal mempunyai ciri khas sendiri dan menciptakan reaksi kita yang khas pula.

          Misalnya: Kalau terhadap Kucing, kita pasti berani mendekati dan mengelus-elusnya. Kalau

          terhadap Anjing, kita pasti berhati-hati dan waspada, sebab sifatnya sulit diduga. Tapi

          manakala kita ketemu Harimau, kelihatannya secara spontan kita akan lari terbirit-birit.

          Kalau terhadap tanah, kita berani memegangnya. Terhadap Kopi panas kita pasti berhati-hati.

          Tapi kalau terhadap Api, kelihatannya secara spontan kita akan menjauhinya.

          Kalau terhadap Adik, kita berani memeluknya. Terhadap orangtua kita pasti akan

          menghormatinya. Terhadap Artis kita berani mengelu-elukannya. Tapi kalau ketemu Setan?

         Nah, saya kuatir anda nggak bisa konsisten dengan pernyataan anda, bahwa anda hanya akan

         mengagumi Sang Perancang itu saja. Nggak akan menyembah-nyembahnya. Kuatirnya saya,

         ketika ketemu dengan Sang Perancang yang berkharisma sangat kuat, lutut anda akan

         gemetaran dan dispontankan untuk bersembah sujud. Bisa berpikir kesitu?

    b. Pernyataan anda ini semakin meyakinkan saya bahwa konsep kerja Atheis masih sangat

         amburadul. Jauh panggang dari api, jika dikatakan bahwa Atheis berpegang pada ilmiah.

4. Apa yang akan dilakukan Atheis jika ketemu Sang Perancang?

     Anda membuat pertanyaan bodoh: bersahabat atau bermusuhankah dia?

     a. Logika Pencipta terhadap hasil ciptaannya adalah logika kasih. Nggak mungkin memusuhi

         ciptaannya sendiri.

     b. Jika Pencipta itu datang untuk memusuhi kita, mengapa nggak sejak dulu kita ini

         dimusnahkannya? Masak sulit sih?!

     c. Dan jikapun Pencipta itu jahat, bisa apa sih kita kecuali merengek-rengek belas kasihannya?

         Apa mungkin kita menembakkan rudal atau nuklir untuk melawannya?

 

     Kelihatannya Alkitab masih mempunyai dalil-dalil yang sangat kuat, bila dibandingkan dengan

     dalil-dalil Atheisme yang masih belum terlalu siap untuk dijual.

5. TUHAN menciptakan TUHAN?

     a. Mana ada di Alkitab yang menerangkan TUHAN menciptakan TUHAN?

          >> Berkali-kali sudah saya nyatakan bahwa YESUS itu ciptaan ALLAH/BAPA, dan BAPA itu

               tidak ada yang menciptakanNYA. YESUS itu manusia biasa seperti kita. Tapi ALLAH

               menganugerahiNYA  kuasa untuk menciptakan kita, sehingga kita adalah ciptaan YESUS.

               Masak nggak boleh? Atas dasar apa nggak bolehnya? Atas kuasa apa anda hendak

                 mengatur-mengatur ALLAH, untuk memenuhi selera anda?

           >> Musa juga mempunyai kuasa menciptakan Ular dari tongkatnya. Bukankah Musa menjadi

                 Allah dan Pencipta dimata ular-ular bikinannya?

           >> Manusia belum tentu menghormati ALLAH, tapi secara umum manusia menghormati ayah-

                ibunya. Apa sebab? Sebab merekalah pencipta kita. Mereka adalah allah yang bisa kita lihat.

                Jika terhadap orangtua saja kita nggak bisa hormat, maka bohonglah kalau kita

                menghormati ALLAH yang nggak kelihatan.

          >> Kita menanam bijih padi. Lalu kita pula yang menyiraminya. Kita memegang kuasa atas

                tanaman Padi itu. Jika kita menginjak-injaknya, maka padi itu akan mati, dan jika kita

                berniat menghidupkannya, maka diapun hidup. Apakah yang demikian itu bukan ciri-ciri

                ALLAH?

      b. Jika kita hendak menolak KETUHANAN YESUS, kelihatannya kita perlu merombak total isi

           Alkitab, atau lebih praktisnya kita buang ke tong sampah, kita tukar dengan Injil Barnabas dan

           Al Qur'an. Maka YESUS nggak bakalan jadi TUHAN. Tapi sayangnya Alkitab masih terlampau

           tangguh untuk digulingkan oleh kitab-kitab suci manapun.  Jarak antara Alkitab dengan kitab-

           kitab yang lainnya masih sejauh langit dari bumi.

6. Akibat memiliki penyebab;

    Saya setuju jika semua akibat memiliki penyebab; kita ada oleh sebab ada Penciptanya. Setuju.

    Tapi saya tidak setuju jika sebab harus menimbulkan akibat. Sebab tidak ada kewajiban yang

    mengikat ALLAH untuk menciptakan. Jika ALLAH ingin "disebut" Pencipta, maka IA harus

    menciptakan. Tapi jika DIA tidak mengejar sebutan itu, DIA bebas untuk tidak menciptakan apapun.

    >> Saya bisa mencuri tas anda, tidak mesti saya adalah Pencuri, bukan?!

    >> Manusia, Kucing, dan bunga Mawar ada karena adanya Sang Pencipta. Ini benar. Tapi Sang

         Pencipta tidak diikat untuk menciptakan manusia, Kucing dan bunga Mawar. Sang Pencipta

        bebas berkreasi membuat apa saja yang diinginkanNYA. Misalnya: membuat kue Tart atau

        pisang goreng juga boleh-boleh aja, 'kan?!

        Karena itu saya tidak setuju jika terhadap masalah cipta-mencipta ini dikaitkan dengan konsep

        "sebab-akibat." Sebab korelasinya nggak ada.

    >> Ariel Peterpan dihukum karena kasus video porno, ini bisa masuk dalam konsep sebab-akibat.

         Sebab hubungannya ada antara sebab dengan akibatnya.

7. Menjangkau TUHAN dengan khayalan;

     a. Benar sekali itu. Apa yang nyata harus diselesaikan secara nyata, dan apa yang tidak nyata

          diselesaikan secara khayal. Good.

     b. Tapi apakah daya khayal itu sesuatu yang buruk?

          >> Daya khayal yang buruk adalah daya khayal yang berlebih-lebihan atau yang dilebih-

               lebihkan.

         >> Mobil, sepeda motor, rumah yang megah, komputer, pesawat terbang, dan lain-lain,

              semuanya dibuat dari khayalan. Khayalan itu menciptakan dari apa yang tidak ada menjadi

              ada. Tanpa khayalan dunia ini akan kosong melompong. Sebab katak yang merindukan Bulan

              sekarang ini sudah menjadi kenyataan.

        >> Orang Idiotlah yang tidak mempunyai khayalan. Adakah Atheis mirip orang idiot sehingga

              selalu gagal melihat ALLAH yang begitu nyata dan begitu terang-terangan?

 

        Suatu kali bertanyalah bung Greg kepada anda: "Apakah ada gajah?" Maka andapun menjawab:

        "Nggak. Nggak ada gajah."  Tapi manakala bung Greg datang kepada saya dan bertanya:

        "Apakah ada Gajah?" Maka dengan sedikit khayal saya akan menjawab: "Ada. Pergilah ke kebun

        binatang." – Beda 'kan?!

8. Tentang undian keberuntungan;

     Bisa anda jelaskan keberuntungan terjadinya Bumi ini, yang disebelah mananya? Pada masalah

     terjadinya Bumi saja atau melingkupi semuanya? Sebab ada berbilyun-bilyun kebetulan di planet

     Bumi ini, dan itu berlangsung secara terus-menerus hingga detik ini. Ada kebetulan minyak, ada

     kebetulan air, udara, logam, kertas, karet, lalat, nyamuk, tikus, kucing, kerbau, manusia, orang

     Jawa, orang Sunda, orang Arab, orang Batak, Durian, Mangga, Jambu, Jeruk, Soto, Mie Ayam,

     ……….  dan….. apa lagi, ya?!  Waah, apa saja deh. Semuanya merupakan ciptaan yang luar biasa

     sekali.

 

     Kebetulan manusia butuh udara[oksigen], koq Bumi kebetulan punya. Ketika manusia butuh beras,

     koq Bumi juga bisa membikinnya. Yah! Apakah semuanya, semuanya, dan semuanya itu

     kebetulan?! Ketika manusia butuh hujan, koq kebetulan Bumi bisa menyediakannya. Ketika

     manusia tidak tahan dengan sengatan matahari, koq Bumi bisa memberikan ukuran jarak yang

     tepat terhadap matahari. Apa jadinya jika terlalu jauh atau terlalu dekat dengan matahari?

 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN BUNG AP:

 

Halo bung Hakekat, terimakasih sudah mengubah judul thread.

Baiklah, akan saya jawab satu-persatu pertanyaan anda.

----------------------------------------------------------
1a. Kira-kira berujud seperti apakah Perancang itu? Benda mati, Teori Evolusi, Hukum Fisika/kimia,Makhluk hidup, Alien?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Mana KETEHE??? Bung Hakekat yang sendirinya percaya sama Tuhan, udah pernah melihat Tuhan belum? Kok malah nanya ke saya? Justru bung Hakekat yang sudah 100 persen yakin keberadaan perancang seharusnyalah yang menerangkan jawabannya ke saya yang tidak 100 persen yakin.

----------------------------------------------------------
1b. Jika diukur dengan tingkat kecerdasan manusia di zaman ini, maka dimanakah posisi kecerdasan Perancang tersebut? Dibawah manusia, sederajat dengan manusia, sedikit di atas manusia, jauh tak terkirakan oleh pikiran manusia.
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Sejauh ini masih di atas manusia. Karena setidaknya manusia masih belum bisa membuat semut.

Pertanyaan anda ini aneh. Kalau kecerdasannya di bawah manusia, mana mungkin merancang kehidupan bumi beserta isinya??

----------------------------------------------------------
1c. Bagaimana sikap Atheis terhadap Perancang ini? Biasa-biasa saja, mengagumi sebagaimana mengagumi seorang artis, sangat hormat, atau tunduk mati[sembah sujud]?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Yang nyembah-nyembah dan tunduk mati khan anda. Kalau Atheis sih saya rasa akan merasa kagum (karena teknologinya jauh lebih maju), tapi TIDAK AKAN pake nyembah-nyembah segala.

----------------------------------------------------------
1d. Jika Atheis berkesempatan bertemu dengan Perancang ini, apa yang dilakukan? Memotretnya? Meraba-raba tubuhnya? Berusaha membikin perangkap untuk menangkapnya hidup-hidup seperti perangkap monyet? Menginterogasinya? Mengiris kulitnya untuk penelitian laboratorium? Menyuntiknya obat bius?
;----------------------------------------------------------

Jawaban:
Kita tidak tahu sifat dan perilaku sang/para perancang kalau sampai datang ke bumi. Bermusuhan atau bersahabatkah? Yang jelas tidak seheboh dengan pilihan sikap yang anda contohkan. Saya duga, anda kebanyakan nonton film science fiction.

----------------------------------------------------------
2. Asal bukan TUHAN?

Suatu konsep berpikir yang lucu dan lugu sekali. Tapi juga ada benarnya, sebab: Atheis. Apa maksudnya asal bukan "TUHAN?" Apakah kalau ALLAH atau YAHWEH, atau GOD, atau YESUS KRISTUS, boleh?! Mengapa begitu pentingnya arti sebuah nama? Bagaimana pula jika bernama: Iblis atau Setan, atau Lusifer, atau Hantu? Mengapa membenci TUHAN?

Bagaimana jika seandainya penemuan dikemudian hari menyatakan bahwa Perancang itu adalah TUHAN? Masih juga tetap nggak mau mengakuinya?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Tuhan yang dimaksud adalah sebagai prima causa. Tentang hal ini sudah pernah dibahas kira-kira beberapa minggu yang lalu di forum ini juga. Diskusi diriku dengan bung Meg. Kalau anda tidak mengikuti diskusi tersebut, akan saya terangkan dengan singkat.

Salah satu atribut Tuhan adalah Maha Pencipta. Pencipta segala sesuatu. Penyebab awal segala sesuatu. Sehingga bila memaksudkan sang perancang/pencipta adalah Tuhan, maka sang pencipta itu HARUS TIDAK MEMILIKI PENCIPTANYA LAGI. Artinya keberadaan dirinya harus tidak berasal dari penciptaan.

Secara sederhana saya akan tunjukkan konsep penyebab awal/ketuhanan TIDAKLAH MASUK AKAL DI DUNIA NYATA. Saya katakan di dunia nyata lho ya, artinya kehidupan/dunia setelah kematian (jika ada) tidak termasuk. Saya definisikan juga, segala sesuatu di luar dunia nyata adalah dunia khayal atau KHAYALAN PIKIRAN KITA SENDIRI.

Saya punya 2 argumen dalam hal ini.

Argumen 1:
Anda tentu setuju semua akibat memiliki penyebab. Semua hal yang nyata memiliki penyebab yang nyata. Maka, konsep penyebab awal harus mensyaratkan KETIDAKNYATAAN BISA MENGAKIBATKAN KENYATAAN/KEBERADAAN supaya bisa disebut sebagai PENYEBAB AWAL/PENCIPTA AWAL. Ini adalah hal tak mungkin dan melanggar hukum kekekalan energi.

Argumen 2:
Bila kita bermain pada ranah logika, kalau kita mengatakan ada penyebab awal (primacausa), maka saya akan selalu bisa bertanya, siapakah yang menciptakan Tuhan (penyebab dari penyebab awal)?

Lebih jelasnya saya akan menggunakan garis bilangan.

Misalnya munculnya angka satu disebabkan oleh angka dua dikurangi satu.

Maka munculnya angka dua disebabkan oleh angka tiga dikurangi satu, penyebab angka 3 adalah 4 dikurang 1, penyebab angka 4 adalah 5 dikurang 1.

Kita bisa terus mencari penyebabnya sampai sejauh mungkin.

Andai ada orang yang mengatakan, "saya mengklaim menemukan segala penyebab dari munculnya angka-angka itu. Yaitu penyebabnya adalah Tuhan."

Maka saya akan bertanya, definisi Tuhannya apa? Dia terpaksa akan menjawab, X adalah definisi Tuhannya, dengan X dikurang 1 akan menjadi penyebab segala angka yang kemudian dihasilkan.

Dan saya akan dengan mudah menangkalnya dengan mengatakan, X bukanlah bilangan sebagai penyebab awal/Tuhan. Saya akan mudah menyebut X+1 dikurang 1 adalah penyebab munculnya angka X, atau penyebab munculnya TUHAN.

Nah dari sini bung Hakekat bisa melihatnya bukan? Bilamana KITA NEKAT MENDEFINISIKAN TUHAN DALAM DUNIA NYATA, maka saya akan mudah menemukan PENCIPTA TUHAN yaitu TUHAN+1 dikurangi 1. BERES!

Dari dua argumen ini, SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENDEFINISIKAN/PERCAYA dengan Tuhan adalah MENGGUNAKAN/MELALUI DUNIA KHAYAL. Atau kata lainnya, khayalan kita sendiri!

Mudah-mudahan dari penjelasan ini anda paham apa yang saya maksud.

----------------------------------------------------------
3. Anda katakan: Secara ilmiah belum terbukti keberadaan si perancang alam semesta.

Maka saya balik pertanyaannya: Secara ilmiah apakah sudah terbukti ketidakberadaan si Perancang alam semesta ini?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Saya tidak pernah mengatakan si perancang SUDAH PASTI tidak ada. Atheispun demikian. Bagi Atheis yang pasti itu adalah KETIDAKBERADAAN TUHAN. Kurang lebih argumennya sama dengan yang saya utarakan di atas sebelumnya (kecuali dengan tambahan saya masih percaya kehidupan setelah mati, Tuhan mungkin memang ada dalam domain dunia orang mati ini).

Jadi lebih tepat bila dikatakan sebagai KETIDAKTAHUAN apakah si perancang ada atau tidak. Anda ingin membuktikan bahwa saya tidak tahu? Mudah. Tanya saja tentang keberadaan perancang, saya akan jawab: MANE KETEHE!?

----------------------------------------------------------
4. Undian keberuntungan;
Untunglah anda nyatakan sebagai pendapat pribadi, sebab kalau pendapat kelembagaan sudah pasti akan diketawain orang sebelum lembaga itu memasang papan namanya. Sebab setahu saya Atheis ini cenderung berpijak pada keilmiahan, yang anti: kebetulan, keberuntungan, nasib baik, nasib mujur apalagi takdir.

Jikalaupun tokh faktor kebetulan itu benar-benar ada, itu hanya sekali saja terjadinya, yaitu disaat terbentuknya Bumi ini. Nggak mungkin faktor kebetulan itu akan berjalan terus-menerus dari hari ke hari hingga meliputi jutaan hari. Sebab dari hari ke hari hingga hari ini, jika kita mau teliti, kita bisa menikmati pekerjaan tangan dari si Perancang itu, menyatakan bahwa DIA masih eksis hingga hari ini dan selama-lamanya.
----------------------------------------------------------

Yang saya gunakan dalam ilustrasi undian tersebut adalah TEORI PROBABILITAS. Teori ini sama ilmiahnya dengan teori ilmiah manapun dan termasuk DISIPLIN MATEMATIKA. So, anda ingin menertawakan ilmu matematik? Monggoo....!

Dan lebih masuk akal dalam dunia nyata, sang perencana itu adalah sekedar ALIEN.

Bung Hakekat, sekalinya sudah tercipta entitas yang bersifat hidup, maka seterusnya kurang-lebih (walau tidak sempurna) bisa dijelaskan melalui teori evolusi. Kalau anda menyatakan kehidupan ini tidaklah acak, seperti ada yang merancangnya, anda betul.

TAPI, anda tidak bisa menghilangkan sepenuhnya pendapat bahwa semua ini muncul dari probabilitas bukan begitu? Ingat, alam semesta itu luar biasa luas. Dalam ukuran skala manusia banyaknya peristiwa dan entitas yang terjadi MENDEKATI TAK TERHINGGA.

Nah anda pikirkan, bila KITA BERBICARA KETAKTERHINGGAAN, peluang sekecil apapun menjadi berarti bukan? Contoh: misalkan peluang munculnya angka 5 dari kumpulan angka 1 sampai 1 milyar sangatlah kecil. NAMUN, kalau kita mencobanya sebanyak hampir tak terhingga, kemungkinannya cukup besar bukan? Begitulah, ALAM SEMESTA SUDAH MENCOBANYA HAMPIR TAK TERHINGGA BANYAKNYA. Peluang munculnya bumi beserta isinya menjadi hal yang wajar.

Satu lagi. Sulitnya kita menemukan planet yang menyerupai bumi, menjadi salah satu indikasi pula bahwa ini mungkin adalah faktor keberuntungan. Jika tidak, tentu mudah sekali bagi sang/para perancangnya untuk membuat bumi-bumi sebanyak mungkin dan sedekat planet Mars. Langkanya planet serupa bumi (atau cuma satu-satunya?) di tengah lautan alam semesta menimbulkan pertanyaan, apakah munculnya planet bumi berserta kehidupannya adalah faktor keberuntungan semata?

Kalau anda masih belum puas, silahkan bertanya lagi.

Salam.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

ADAKAH PERANCANG ALAM INI?

TULIS SAYA:

Jawablah pertanyaan saya ini: 

Kalau menurut teori dan pengetahuan/ pemikiran anda, alam semesta ini ada Perencananya atau nggak? Tolong berikan uraian yang singkat tapi memadai. Apakah bisa? 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWAB NY. MUS:

Maunya anda itu khan agar saya menjawab seperti yang anda percaya, tapi masalahnya kalo saya percaya alam semesta ini ada perencananya, maka sebagai seorang ilmuwan saya harus bisa menunjukkan rencananya itu. Karena saya enggak bisa menunjukkan rencananya itu, maka sebaiknya anda saja yang menguraikan rencana2 nya itu karena setiap perencana harus menunjukkan rencananya, karena kalo tidak bisa menunjukkan rencananya..... TIDAK MUNGKIN DINAMAKAN PERENCANA.

Jadi, memang anda percaya bahwa alam semesta ini ada perencananya meskipun anda tidak bisa membuktikan si perencananya, tapi paling sedikit bisa menguraikan rencana-nya yang tentunya bukan berupa tebak2an, bukan berupa tafsir2an, dan juga bukan berupa ramalan.

Dan kalo anda sendiri tidak bisa menguraikan rencananya, gimana mau percaya bahwa adanya si perencana alam semesta ini ???

Ny. Muslim binti Muskitawati.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:

Patut disayangkan jika jawaban anda buruk sekali. Tidak sesuai dengan besarnya koar-koar anda.
Rupanya sebagai ilmuwan anda nggak paham dengan artinya metode, ya? Bahwa untuk membuktikan terjadinya pencurian itu nggak mesti harus menyaksikan ketika peristiwa itu sedang berlangsung. Tapi berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkan kita bisa merangkai secara kronologisnya. Kita bisa mengetahui ciri-ciri pelakunya, berapa orang jumlahnya, masuk dari mana, keluar lewat mana, dan lain-lainnya, tanpa harus melihat secara langsung. Buat segala sesuatu itu pasti ada cara/metodenya.
Diijawab donk pertanyaan saya itu supaya diskusinya bisa berlanjut.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN NY. MUS;

Coba deh rangkai secara kronologis dulu bagaimana metode cara2 penciptaan "Tuhan" dulu sebelum dia bisa menciptakan alam semesta ini. Karena kalo berdasarkan ilmu pengetahuan penciptaan "Tuhan" ini bisa dibuktikan tempatnya dimulai dari angan2 mereka yang percaya.

Jadi bagaimana kemudian "Tuhan" bisa mencipta alam semesta ini juga adanya dalam angan2, persis seperti anda nonton filem Superman yang meskipun angan2 bisa anda saksikan seperti realita. Meski seperti realita tapi tetap "bukan realita".

Memang, detektif bisa melacak pencuri tanpa harus menyaksikan terjadinya pencurian. Tetapi detektif itu enggak cuma satu, setiap detektif pakai metode yang enggak sama dan hasilnya juga tentunya enggak bakalan sama. Malahan, ada kalanya meskipun ada sepuluh detektif yang menggunakan metode yang ber-beda2 ternyata enggak ada satupun yang betul dan malingnya enggak ketangkep, dan akhirnya ketahuan bahwa malingnya itu enggak pernah ada cuma akal2an dipelapor yang ber-angan2 ngaku kemalingan agar bisa dapat surat pernyataan polisi bahwa dia kemalingan yang akhir tahun pembukuan, surat laporan polisi bisa digunakan untuk mengurangi pajak akibat kecurian ini.

Sama enggak beda dengan "Tuhan" ini yang memang merupakan angan2 dari masing2 agamanya yang ber-beda2. Agama satu berbeda metode angan2 tentang "Tuhan"nya, tidak ada satupun agama yang bisa membuktikan cara2 terciptanya "Tuhan" yang berbeda dengan metode2 yang juga berbeda. Agama2 itu seperti juga detektif2 yang digaji orang2 yang ngaku kemalingan. Jadi tergantung masing2 umat saja mau percaya detektif yang mana yang bisa menjual metode yang cocok dengan kepentingan umat untuk bisa mengurangi beban kewajiban ataupun meningkatkan rejeki keuntungan. Semua itu cuma masalah jual beli, jualnya tidak boleh memaksa, dan membelinya juga tidak boleh dipaksa.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA;

Tolong dijawab donk;
Mungkinkah atau logiskah jika dunia ini terjadi secara kebetulan, terjadi menurut teori evolusi, tanpa adanya Perencana yang luar biasa?!
Mungkinkah orang membuat mobil atau pesawat terbang tanpa perencanaan yang seksama?

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN BUNG AP:

Bung Hakekat,

Saya tanya dulu ya...

Apakah anda menganggap perencana itu Tuhan atau tidak?

Salam.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:

Waah, Perencana itu luas. Kalau saya bilang TUHAN, nggak nyambung dengan yang mempercayai Alien. TUHAN yang mana pula? Jadi, Perencana ya Perencanalah. Anggap aja kita menemukan barang di tengah jalan yang tidak kita ketahui siapa pemiliknya, tapi kita berkeyakinan secara logis bahwa barang itu pasti ada pemiliknya. Dan manakala kita berkata: "tidak ada pemiliknya", justru menjadi logika yang nggak logis.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN BUNG AP:

Jawaban atheis:
Asalkan perencana itu bukan Tuhan, memang alam semesta ini DIDUGA ada perencana-nya.

Dugaan ini muncul karena memang sang perencana belum terbukti secara ilmiah keberadaannya.

Salam.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:

1. Seperti apakah diduga itu?

     Jika rumah anda kebobolan maling, sementara itu ada seorang asing yang lewat yang gerak-

     geriknya mencurigakan, tindakan apa yang hendak anda lakukan terhadap orang itu?

     a. Karena tidak terbukti, ya dibiarkan saja orang itu pergi.

     b. Diinterogasi;

          Dari hasil interogasi dugaan anda semakin meyakinkan, hanya saja orang itu tidak mau

          mengakuinya. Nah, apa langkah anda sekarang? Menangkap atau melepaskannya?

          [lebih tepat jika standart polisi yang digunakan]

2. Kalau menurut saya, diduga itu nilainya sudah sama dengan dipastikan. Alasan saya:

    a. Untuk menduga itu sudah melalui proses pemikiran yang paling teliti. Setidaknya sudah

        80 persen pasti.

    b. Saya akan membuat kalimat hukum seperti ini:

        "Saya pastikan pencurinya adalah si "A" sampai ada pembuktian yang lebih up date."

        Dengan demikian maka dalil saya merupakan dalil yang bertanggungjawab.

 

        Kalau tidak salah pernah ada kasus hukum yang seperti itu. Seseorang sudah divonis dan

        dipenjarakan selama puluhan tahun, sampai akhirnya diketemukan tersangka yang

        sesungguhnya, barulah kebenaran itu menjadi nyata.

3. Sangat tidak bertanggungjawab jika Atheis tidak memberikan kepastian, sementara golongan

     Theis masih eksis dengan keyakinannya. Golongan Theis menyuarakan 100 persen, sedangkan

     golongan Atheis memberikan dukungan 70-80 persen. Bukankah itu malah semakin menguatkan

     golongan Theis dan melemahkan dirinya sendiri?

4. Sampai kapan Atheis mengambangkan pendapatnya? Masak tanpa batas waktu?

5. Pertanyaan yang terpenting: Apa alasan ketidakpastiannya?

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWABAN BUNG AP:

 

Bung Hakekat,

Anda sendiri mengatakan 80 persen pasti. Berarti masih ada ketidakpastian 20 persen bukan?

Lagipula atheis tidak peduli adanya perencana ataupun tidak selama perencana tersebut tidak disematkan kepada Tuhan.

Mengenai alasan masih berupa dugaan :

1. Secara ilmiah belum terbukti keberadaan si perancang alam semesta.

2. Kalau nomor 2 ini pendapat saya pribadi, penjelasannya sbb:

Mari kita sempitkan pada planet yang menyiratkan keberadaan perancang. Yaitu planet bumi. Sejauh kita mengamati alam semesta, belum ditemukan planet lain yang kehidupannya sekompleks bumi. Kalau kita buat perbandingan, akan berupa bermilyar-milyar planet lain berbanding 1 planet bumi.

Sepertinya memang sangat kecil kebolehjadian terbentuknya planet bumi begitu saja. Namun, kita sedang membicarakan alam semesta, yang sama saja nyaris membicarakan tentang besaran tak terhingga.

Sama seperti kalau kita melempar undi. Misalnya munculnya angka 5 di antara kertas angka 1 sampai angka 1000. Kecil sekali bukan? Namun, semakin banyak kita melempar undi, kemungkinan mendapatkan angka 5 semakin besar.

Begitu juga dengan alam semesta. Begitu banyaknya jumlah planet di alam semesta menandakan begitu banyaknya jumlah usaha di alam semesta yang bisa membentuk planet. Makin banyak jumlah planet yang dihasilkan, yang artinya makin banyak jumlah usaha yang sudah dilakukan untuk bisa membentuk planet, makin besar peluang menghasilkan planet yang bercirikan seperti bumi. Analognya adalah, makin banyak melempar undian, makin besar peluang mendapatkan angka 5.

Jadi, terbentuknya planet bumi dari sekedar kebetulan BUKANNYA tidak mungkin. Di sisi lain, kita bisa berpendapat keluarnya angka 5 bisa saja dirancang oleh perencananya dalam suatu undian. Demikian pula bisa saja planet bumi memang memiliki perancangnya.

Kesimpulannya, istilah yang tepat untuk menggambarkan ke dua alasan ini adalah DUGAAN.

Sekali lagi, kalangan atheis tidak peduli ada perancangnya atau tidak, yang penting perancang tersebut bukanlah Tuhan.

Kecuali, saya katakan lagi nih, kalau anda menganggap perancangnya adalah Tuhan. Untuk yang ini ada penjelasan yang lain lagi.

Tambahan: Saya tidak suka dengan judul thread yang anda bikin ini. Saya nilai anda terlalu sinis. Karena anda sangkutkan dengan nama saya, saya berhak meminta anda untuk mengubah dulu judul thread ini yang sesuai dengan bahasan. Contohnya: "Apakah alam semesta menyiratkan adanya sang perencana?" Atau terserah anda yang penting judul itu fokus kepada pembahasan/topiknya.

Salam.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWABAN SAYA:

 

1. Perbandingan 80 dengan 20%;

    Itulah sebabnya saya katakan dominan kepastiannya; bahwa dunia ini ada Perancangnya. Nyaris

    mustahil jika nggak ada Perancangnya. Begitu 'kan?!

    Disini ada beberapa pertanyaan yang perlu untuk dijawab:

    a. Kira-kira berujud seperti apakah Perancang itu? Benda mati, Teori Evolusi, Hukum Fisika/kimia,

        Makhluk hidup, Alien?

    b. Jika diukur dengan tingkat kecerdasan manusia di zaman ini, maka dimanakah posisi kecerdasan

        Perancang tersebut?

        Dibawah manusia, sederajat dengan manusia, sedikit di atas manusia, jauh tak terkirakan oleh

        pikiran manusia.

    c. Bagaimana sikap Atheis terhadap Perancang ini?

        Biasa-biasa saja, mengagumi sebagaimana mengagumi seorang artis, sangat hormat, atau

        tunduk mati[sembah sujud]?

    d. Jika Atheis berkesempatan bertemu dengan Perancang ini, apa yang dilakukan?

        Memotretnya? Meraba-raba tubuhnya? Berusaha membikin perangkap untuk menangkapnya

        hidup-hidup seperti perangkap monyet? Menginterogasinya? Mengiris kulitnya untuk penelitian

        laboratorium? Menyuntiknya obat bius?

2. Asal bukan TUHAN?

     Suatu konsep berpikir yang lucu dan lugu sekali. Tapi juga ada benarnya, sebab: Atheis.

     Apa maksudnya asal bukan "TUHAN?" Apakah kalau ALLAH atau YAHWEH, atau GOD, atau YESUS

     KRISTUS, boleh?! Mengapa begitu pentingnya arti sebuah nama?

     Bagaimana pula jika bernama: Iblis atau Setan, atau Lusifer, atau Hantu?

     Mengapa membenci TUHAN?

     Bagaimana jika seandainya penemuan dikemudian hari menyatakan bahwa Perancang itu adalah

     TUHAN? Masih juga tetap nggak mau mengakuinya?

3. Anda katakan: "Secara ilmiah belum terbukti keberadaan si perancang alam semesta."

     Maka saya balik pertanyaannya:  Secara ilmiah apakah sudah terbukti ketidakberadaan si

     Perancang alam semesta ini?"

     Dari 2 kemungkinan yang anda sediakan, mengapa harus dipaksakan pada 1 kemungkinan saja

     yang nilainya cuma 20% - Apakah cara berpikir demikian ini logis dan sehat?

4. Undian keberuntungan;

     Untunglah anda nyatakan sebagai pendapat pribadi, sebab kalau pendapat kelembagaan sudah

     pasti akan diketawain orang sebelum lembaga itu memasang papan namanya. Sebab setahu saya

     Atheis ini cenderung berpijak pada keilmiahan, yang anti: kebetulan, keberuntungan, nasib baik,

     nasib mujur apalagi takdir.

 

     Jikalaupun tokh faktor kebetulan itu benar-benar ada, itu hanya sekali saja terjadinya, yaitu disaat

       terbentuknya Bumi ini. Nggak mungkin faktor kebetulan itu akan berjalan terus-menerus dari hari

       ke hari hingga meliputi jutaan hari. Sebab dari hari ke hari hingga hari ini, jika kita mau teliti, kita

       bisa menikmati pekerjaan tangan dari si Perancang itu, menyatakan bahwa DIA masih eksis

       hingga hari ini dan selama-lamanya.

 

Untuk membuat manusia, selain sperma dan sel telur yang diperlukan, perlu dipertimbangkan juga persediaan udara[oksigen]. Ini harus menjadi perhitungan pertama buat si Perancang, supaya sperma dan sel telur itu tidak cuma berujud boneka yang mati.

 

Luar biasa sekali! Kalau kita menyaksikan Ikan-ikan yang hidup di air, Ikan-ikan itu tidak mungkin hidup di darat seperti kita, dan kita tidak mungkin hidup seperti mereka. Menyatakan bahwa system pernapasannya berbeda. Namun demikian kedua unsur tersebut, yaitu: udara dan air, bisa tersedia begitu melimpah, sehingga bisa diperoleh secara murah-murahan alias gratisan dan nggak perlu diusahakan sebagaimana kita membutuhkan nasi.

 

Jika system pernafasan itu 1 system saja, misalnya: udara saja, kita masih bisa berkata: Kebetulan. Tapi ini ada 2 system yang keduanya mempunyai ciri yang sama yaitu: tersedia melimpah dan tak perlu diusahakan.

 

Berikutnya; antara udara dengan nasi, keduanya sama-sama merupakan kebutuhan hidup kita yang terpenting. Tapi yang terpenting, yaitu udara, yang kita butuhkan setiap detiknya, justru gratisan dan nggak perlu diusahakan apa-apa. Sementara nasi, yang merupakan kebutuhan nomor 2, selain perlu diusahakan, harganya juga gila-gilaan. Harga nasi[beras] disetarakan dengan harga barang-barang yang tidak vital bagi kita. Setiap saat harganya meningkat terus. Padahal itu kebutuhan penting kita, namun itu tidak mendapatkan fasilitas istimewa dari pemerintah, kecuali diberi label: Sembako; Sembilan bahan pokok saja.

 

Ini artinya, nasi, yang penting sekali bagi kita, masih bisa dikuasai oleh tangan manusia. Diberi harga dan harganya bisa dimain-mainkan. Tapi, udara, kelihatannya masih bisa dipertahankan secara gratisan. Yang teramat sangat-sangat dan sangat serta sangat penting justru gratisan. Apakah ini masuk dalam logika ilmu ekonomi, jika konsep ilmu ekonomi itu: "semakin penting semakin memiliki nilai ekonomis?"

 

Kelereng. Tahukah anda kelereng? Itu hanyalah mainan anak-anak kecil. Jika nggak ada kelereng, ya nggak apa-apa. Namun demikian itu ada harganya.

 

Durian Monthong. Sekalipun nggak makan Durian ini nggak apa-apa. Namun demikian harganya berlipat-lipat dari harga nasi.

 

Barang mainan saja mempunyai harga. Barang yang tidak begitu penting seperti Durian Monthong, harganya bisa melebihi barang yang penting, seperti: nasi. Bukankah logisnya harga nasi lebih mahal dari Durian Monthong, dan harga Udara lebih mahal dari harga nasi? Tapi kelihatannya logika kepentingan ini telah menjadi rusak. Kelihatannya ada Tangan yang tak kelihatan yang ikut mengatur pada komposisi yang sekarang ini. Seperti sengaja dirancang untuk kepentingan kehidupan kita, sebagai bentuk tanggungjawab pemeliharaanNYA.

 

Doktrin ekonomi jika dijalankan secara konsekwen pasti akan menjadi hukum rimba; yang kuat akan

memakan yang lemah. Ini adalah bentuk Menara Babel zaman ini, dimana ekonomi dijadikan konsep

yang menguasai segala aspek kehidupan kita. Dan Sang Perancang dunia ini tidak membiarkan itu terjadi. Maka dikacau-balaukannya konsep ekonomi, sebagaimana DIA mengacau-balaukan pendirian Menara Babel di zaman dulu. Itulah sebabnya idealisme ekonomi tak pernah berhasil mendisain dunia ini.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWABAN BUNG AP:

 

Halo bung Hakekat, terimakasih sudah mengubah judul thread.

Baiklah, akan saya jawab satu-persatu pertanyaan anda.

----------------------------------------------------------
1a. Kira-kira berujud seperti apakah Perancang itu? Benda mati, Teori Evolusi, Hukum Fisika/kimia,Makhluk hidup, Alien?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Mana KETEHE??? Bung Hakekat yang sendirinya percaya sama Tuhan, udah pernah melihat Tuhan belum? Kok malah nanya ke saya? Justru bung Hakekat yang sudah 100 persen yakin keberadaan perancang seharusnyalah yang menerangkan jawabannya ke saya yang tidak 100 persen yakin.

----------------------------------------------------------
1b. Jika diukur dengan tingkat kecerdasan manusia di zaman ini, maka dimanakah posisi kecerdasan Perancang tersebut? Dibawah manusia, sederajat dengan manusia, sedikit di atas manusia, jauh tak terkirakan oleh pikiran manusia.
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Sejauh ini masih di atas manusia. Karena setidaknya manusia masih belum bisa membuat semut.

Pertanyaan anda ini aneh. Kalau kecerdasannya di bawah manusia, mana mungkin merancang kehidupan bumi beserta isinya??

----------------------------------------------------------
1c. Bagaimana sikap Atheis terhadap Perancang ini? Biasa-biasa saja, mengagumi sebagaimana mengagumi seorang artis, sangat hormat, atau tunduk mati[sembah sujud]?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Yang nyembah-nyembah dan tunduk mati khan anda. Kalau Atheis sih saya rasa akan merasa kagum (karena teknologinya jauh lebih maju), tapi TIDAK AKAN pake nyembah-nyembah segala.

----------------------------------------------------------
1d. Jika Atheis berkesempatan bertemu dengan Perancang ini, apa yang dilakukan? Memotretnya? Meraba-raba tubuhnya? Berusaha membikin perangkap untuk menangkapnya hidup-hidup seperti perangkap monyet? Menginterogasinya? Mengiris kulitnya untuk penelitian laboratorium? Menyuntiknya obat bius?
;----------------------------------------------------------

Jawaban:
Kita tidak tahu sifat dan perilaku sang/para perancang kalau sampai datang ke bumi. Bermusuhan atau bersahabatkah? Yang jelas tidak seheboh dengan pilihan sikap yang anda contohkan. Saya duga, anda kebanyakan nonton film science fiction.

----------------------------------------------------------
2. Asal bukan TUHAN?

Suatu konsep berpikir yang lucu dan lugu sekali. Tapi juga ada benarnya, sebab: Atheis. Apa maksudnya asal bukan "TUHAN?" Apakah kalau ALLAH atau YAHWEH, atau GOD, atau YESUS KRISTUS, boleh?! Mengapa begitu pentingnya arti sebuah nama? Bagaimana pula jika bernama: Iblis atau Setan, atau Lusifer, atau Hantu? Mengapa membenci TUHAN?

Bagaimana jika seandainya penemuan dikemudian hari menyatakan bahwa Perancang itu adalah TUHAN? Masih juga tetap nggak mau mengakuinya?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Tuhan yang dimaksud adalah sebagai prima causa. Tentang hal ini sudah pernah dibahas kira-kira beberapa minggu yang lalu di forum ini juga. Diskusi diriku dengan bung Meg. Kalau anda tidak mengikuti diskusi tersebut, akan saya terangkan dengan singkat.

Salah satu atribut Tuhan adalah Maha Pencipta. Pencipta segala sesuatu. Penyebab awal segala sesuatu. Sehingga bila memaksudkan sang perancang/pencipta adalah Tuhan, maka sang pencipta itu HARUS TIDAK MEMILIKI PENCIPTANYA LAGI. Artinya keberadaan dirinya harus tidak berasal dari penciptaan.

Secara sederhana saya akan tunjukkan konsep penyebab awal/ketuhanan TIDAKLAH MASUK AKAL DI DUNIA NYATA. Saya katakan di dunia nyata lho ya, artinya kehidupan/dunia setelah kematian (jika ada) tidak termasuk. Saya definisikan juga, segala sesuatu di luar dunia nyata adalah dunia khayal atau KHAYALAN PIKIRAN KITA SENDIRI.

Saya punya 2 argumen dalam hal ini.

Argumen 1:
Anda tentu setuju semua akibat memiliki penyebab. Semua hal yang nyata memiliki penyebab yang nyata. Maka, konsep penyebab awal harus mensyaratkan KETIDAKNYATAAN BISA MENGAKIBATKAN KENYATAAN/KEBERADAAN supaya bisa disebut sebagai PENYEBAB AWAL/PENCIPTA AWAL. Ini adalah hal tak mungkin dan melanggar hukum kekekalan energi.

Argumen 2:
Bila kita bermain pada ranah logika, kalau kita mengatakan ada penyebab awal (primacausa), maka saya akan selalu bisa bertanya, siapakah yang menciptakan Tuhan (penyebab dari penyebab awal)?

Lebih jelasnya saya akan menggunakan garis bilangan.

Misalnya munculnya angka satu disebabkan oleh angka dua dikurangi satu.

Maka munculnya angka dua disebabkan oleh angka tiga dikurangi satu, penyebab angka 3 adalah 4 dikurang 1, penyebab angka 4 adalah 5 dikurang 1.

Kita bisa terus mencari penyebabnya sampai sejauh mungkin.

Andai ada orang yang mengatakan, "saya mengklaim menemukan segala penyebab dari munculnya angka-angka itu. Yaitu penyebabnya adalah Tuhan."

Maka saya akan bertanya, definisi Tuhannya apa? Dia terpaksa akan menjawab, X adalah definisi Tuhannya, dengan X dikurang 1 akan menjadi penyebab segala angka yang kemudian dihasilkan.

Dan saya akan dengan mudah menangkalnya dengan mengatakan, X bukanlah bilangan sebagai penyebab awal/Tuhan. Saya akan mudah menyebut X+1 dikurang 1 adalah penyebab munculnya angka X, atau penyebab munculnya TUHAN.

Nah dari sini bung Hakekat bisa melihatnya bukan? Bilamana KITA NEKAT MENDEFINISIKAN TUHAN DALAM DUNIA NYATA, maka saya akan mudah menemukan PENCIPTA TUHAN yaitu TUHAN+1 dikurangi 1. BERES!

Dari dua argumen ini, SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENDEFINISIKAN/PERCAYA dengan Tuhan adalah MENGGUNAKAN/MELALUI DUNIA KHAYAL. Atau kata lainnya, khayalan kita sendiri!

Mudah-mudahan dari penjelasan ini anda paham apa yang saya maksud.

----------------------------------------------------------
3. Anda katakan: Secara ilmiah belum terbukti keberadaan si perancang alam semesta.

Maka saya balik pertanyaannya: Secara ilmiah apakah sudah terbukti ketidakberadaan si Perancang alam semesta ini?
----------------------------------------------------------

Jawaban:
Saya tidak pernah mengatakan si perancang SUDAH PASTI tidak ada. Atheispun demikian. Bagi Atheis yang pasti itu adalah KETIDAKBERADAAN TUHAN. Kurang lebih argumennya sama dengan yang saya utarakan di atas sebelumnya (kecuali dengan tambahan saya masih percaya kehidupan setelah mati, Tuhan mungkin memang ada dalam domain dunia orang mati ini).

Jadi lebih tepat bila dikatakan sebagai KETIDAKTAHUAN apakah si perancang ada atau tidak. Anda ingin membuktikan bahwa saya tidak tahu? Mudah. Tanya saja tentang keberadaan perancang, saya akan jawab: MANE KETEHE!?

----------------------------------------------------------
4. Undian keberuntungan;
Untunglah anda nyatakan sebagai pendapat pribadi, sebab kalau pendapat kelembagaan sudah pasti akan diketawain orang sebelum lembaga itu memasang papan namanya. Sebab setahu saya Atheis ini cenderung berpijak pada keilmiahan, yang anti: kebetulan, keberuntungan, nasib baik, nasib mujur apalagi takdir.

Jikalaupun tokh faktor kebetulan itu benar-benar ada, itu hanya sekali saja terjadinya, yaitu disaat terbentuknya Bumi ini. Nggak mungkin faktor kebetulan itu akan berjalan terus-menerus dari hari ke hari hingga meliputi jutaan hari. Sebab dari hari ke hari hingga hari ini, jika kita mau teliti, kita bisa menikmati pekerjaan tangan dari si Perancang itu, menyatakan bahwa DIA masih eksis hingga hari ini dan selama-lamanya.
----------------------------------------------------------

Yang saya gunakan dalam ilustrasi undian tersebut adalah TEORI PROBABILITAS. Teori ini sama ilmiahnya dengan teori ilmiah manapun dan termasuk DISIPLIN MATEMATIKA. So, anda ingin menertawakan ilmu matematik? Monggoo....!

Dan lebih masuk akal dalam dunia nyata, sang perencana itu adalah sekedar ALIEN.

Bung Hakekat, sekalinya sudah tercipta entitas yang bersifat hidup, maka seterusnya kurang-lebih (walau tidak sempurna) bisa dijelaskan melalui teori evolusi. Kalau anda menyatakan kehidupan ini tidaklah acak, seperti ada yang merancangnya, anda betul.

TAPI, anda tidak bisa menghilangkan sepenuhnya pendapat bahwa semua ini muncul dari probabilitas bukan begitu? Ingat, alam semesta itu luar biasa luas. Dalam ukuran skala manusia banyaknya peristiwa dan entitas yang terjadi MENDEKATI TAK TERHINGGA.

Nah anda pikirkan, bila KITA BERBICARA KETAKTERHINGGAAN, peluang sekecil apapun menjadi berarti bukan? Contoh: misalkan peluang munculnya angka 5 dari kumpulan angka 1 sampai 1 milyar sangatlah kecil. NAMUN, kalau kita mencobanya sebanyak hampir tak terhingga, kemungkinannya cukup besar bukan? Begitulah, ALAM SEMESTA SUDAH MENCOBANYA HAMPIR TAK TERHINGGA BANYAKNYA. Peluang munculnya bumi beserta isinya menjadi hal yang wajar.

Satu lagi. Sulitnya kita menemukan planet yang menyerupai bumi, menjadi salah satu indikasi pula bahwa ini mungkin adalah faktor keberuntungan. Jika tidak, tentu mudah sekali bagi sang/para perancangnya untuk membuat bumi-bumi sebanyak mungkin dan sedekat planet Mars. Langkanya planet serupa bumi (atau cuma satu-satunya?) di tengah lautan alam semesta menimbulkan pertanyaan, apakah munculnya planet bumi berserta kehidupannya adalah faktor keberuntungan semata?

Kalau anda masih belum puas, silahkan bertanya lagi.

Salam.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWABAN SAYA:

 

1. Ujud Perancang belum bisa dibayangkan;

    a. Sebuah pernyataan yang mementahkan dugaan anda sendiri, yang sudah mencapai 80%,

         menjadi tidak ada artinya karena tidak didukung dengan keterangan yang lengkap. Seharusnya

        dalam Berita Acara hasil penyelidikannya sudah bisa mempunyai bentuk rangkuman yang bisa

        dipertanggungjawabkan. Tapi rupanya Atheis kurang profesional dan kurang ilmiah, ya?!

    b. Kalau saya sudah mempunyai bayangan seperti apa Sang Perancang Agung itu, meskipun saya

          tidak sedang membicarakan ujud riilnya. Karena itu saya sekarang dalam posisi sebagai

          Salesman, sebab productknowledge-nya sudah saya kuasai. Nah, perbincangan ini memang

          sedang mengarah untuk menerangkannya kepada anda. Tenang aja.

2. Tingkat kecerdasan Sang Perancang;

     a. Anda mengakui manusia masih belum bisa membuat semut dan mengakui tingkat kecerdasan

         Sang Perancang itu sebagai diatas manusia. Pernyataan ini menerangkan bahwa anda seorang

         yang rasional, bukan orang gila. Bagi saya ini adalah sebuah peluang yang menggiurkan.

        Ketika saya menunjuk seekor Kucing, anda menjawab: "Kucing", maka kelak jika saya menunjuk

        seekor Gajah, pasti andapun akan menjawab: "Itu Gajah."

    b. Kekurangan anda adalah tidak menunjukkan ukuran "diatas manusia" itu yang sejauh mana?

        Selisihnya sedikit atau selisihnya jauh, perlu untuk anda terangkan.

        Jika dalam perlombaan Lari, selisih sedikit dengan selisih jauh ini penting sekali artinya dalam

        rangka meraih kemenangan. Lawan yang lari mendahului kita itu masih mungkin untuk kita salip

        atau mustahil. Jika anda profesional anda pasti bisa menggambarkannya.

        Sebagai contoh: menurut logika anda saat ini, mungkinkah seekor Monyet kelak akan

        mengungguli manusia? 'Kan bisa diukur?

3. Sikap Atheis terhadap Sang Perancang; hanya sebatas mengaguminya saja.

     a. Setahu saya setiap hal mempunyai ciri khas sendiri dan menciptakan reaksi kita yang khas pula.

          Misalnya: Kalau terhadap Kucing, kita pasti berani mendekati dan mengelus-elusnya. Kalau

          terhadap Anjing, kita pasti berhati-hati dan waspada, sebab sifatnya sulit diduga. Tapi

          manakala kita ketemu Harimau, kelihatannya secara spontan kita akan lari terbirit-birit.

          Kalau terhadap tanah, kita berani memegangnya. Terhadap Kopi panas kita pasti berhati-hati.

          Tapi kalau terhadap Api, kelihatannya secara spontan kita akan menjauhinya.

          Kalau terhadap Adik, kita berani memeluknya. Terhadap orangtua kita pasti akan

          menghormatinya. Terhadap Artis kita berani mengelu-elukannya. Tapi kalau ketemu Setan?

         Nah, saya kuatir anda nggak bisa konsisten dengan pernyataan anda, bahwa anda hanya akan

         mengagumi Sang Perancang itu saja. Nggak akan menyembah-nyembahnya. Kuatirnya saya,

         ketika ketemu dengan Sang Perancang yang berkharisma sangat kuat, lutut anda akan

         gemetaran dan dispontankan untuk bersembah sujud. Bisa berpikir kesitu?

    b. Pernyataan anda ini semakin meyakinkan saya bahwa konsep kerja Atheis masih sangat

         amburadul. Jauh panggang dari api, jika dikatakan bahwa Atheis berpegang pada ilmiah.

4. Apa yang akan dilakukan Atheis jika ketemu Sang Perancang?

     Anda membuat pertanyaan bodoh: bersahabat atau bermusuhankah dia?

     a. Logika Pencipta terhadap hasil ciptaannya adalah logika kasih. Nggak mungkin memusuhi

         ciptaannya sendiri.

     b. Jika Pencipta itu datang untuk memusuhi kita, mengapa nggak sejak dulu kita ini

         dimusnahkannya? Masak sulit sih?!

     c. Dan jikapun Pencipta itu jahat, bisa apa sih kita kecuali merengek-rengek belas kasihannya?

         Apa mungkin kita menembakkan rudal atau nuklir untuk melawannya?

 

     Kelihatannya Alkitab masih mempunyai dalil-dalil yang sangat kuat, bila dibandingkan dengan

     dalil-dalil Atheisme yang masih belum terlalu siap untuk dijual.

5. TUHAN menciptakan TUHAN?

     a. Mana ada di Alkitab yang menerangkan TUHAN menciptakan TUHAN?

          >> Berkali-kali sudah saya nyatakan bahwa YESUS itu ciptaan ALLAH/BAPA, dan BAPA itu

               tidak ada yang menciptakanNYA. YESUS itu manusia biasa seperti kita. Tapi ALLAH

               menganugerahiNYA  kuasa untuk menciptakan kita, sehingga kita adalah ciptaan YESUS.

               Masak nggak boleh? Atas dasar apa nggak bolehnya? Atas kuasa apa anda hendak

                 mengatur-mengatur ALLAH, untuk memenuhi selera anda?

           >> Musa juga mempunyai kuasa menciptakan Ular dari tongkatnya. Bukankah Musa menjadi

                 Allah dan Pencipta dimata ular-ular bikinannya?

           >> Manusia belum tentu menghormati ALLAH, tapi secara umum manusia menghormati ayah-

                ibunya. Apa sebab? Sebab merekalah pencipta kita. Mereka adalah allah yang bisa kita lihat.

                Jika terhadap orangtua saja kita nggak bisa hormat, maka bohonglah kalau kita

                menghormati ALLAH yang nggak kelihatan.

          >> Kita menanam bijih padi. Lalu kita pula yang menyiraminya. Kita memegang kuasa atas

                tanaman Padi itu. Jika kita menginjak-injaknya, maka padi itu akan mati, dan jika kita

                berniat menghidupkannya, maka diapun hidup. Apakah yang demikian itu bukan ciri-ciri

                ALLAH?

      b. Jika kita hendak menolak KETUHANAN YESUS, kelihatannya kita perlu merombak total isi

           Alkitab, atau lebih praktisnya kita buang ke tong sampah, kita tukar dengan Injil Barnabas dan

           Al Qur'an. Maka YESUS nggak bakalan jadi TUHAN. Tapi sayangnya Alkitab masih terlampau

           tangguh untuk digulingkan oleh kitab-kitab suci manapun.  Jarak antara Alkitab dengan kitab-

           kitab yang lainnya masih sejauh langit dari bumi.

6. Akibat memiliki penyebab;

    Saya setuju jika semua akibat memiliki penyebab; kita ada oleh sebab ada Penciptanya. Setuju.

    Tapi saya tidak setuju jika sebab harus menimbulkan akibat. Sebab tidak ada kewajiban yang

    mengikat ALLAH untuk menciptakan. Jika ALLAH ingin "disebut" Pencipta, maka IA harus

    menciptakan. Tapi jika DIA tidak mengejar sebutan itu, DIA bebas untuk tidak menciptakan apapun.

    >> Saya bisa mencuri tas anda, tidak mesti saya adalah Pencuri, bukan?!

    >> Manusia, Kucing, dan bunga Mawar ada karena adanya Sang Pencipta. Ini benar. Tapi Sang

         Pencipta tidak diikat untuk menciptakan manusia, Kucing dan bunga Mawar. Sang Pencipta

        bebas berkreasi membuat apa saja yang diinginkanNYA. Misalnya: membuat kue Tart atau

        pisang goreng juga boleh-boleh aja, 'kan?!

        Karena itu saya tidak setuju jika terhadap masalah cipta-mencipta ini dikaitkan dengan konsep

        "sebab-akibat." Sebab korelasinya nggak ada.

    >> Ariel Peterpan dihukum karena kasus video porno, ini bisa masuk dalam konsep sebab-akibat.

         Sebab hubungannya ada antara sebab dengan akibatnya.

7. Menjangkau TUHAN dengan khayalan;

     a. Benar sekali itu. Apa yang nyata harus diselesaikan secara nyata, dan apa yang tidak nyata

          diselesaikan secara khayal. Good.

     b. Tapi apakah daya khayal itu sesuatu yang buruk?

          >> Daya khayal yang buruk adalah daya khayal yang berlebih-lebihan atau yang dilebih-

               lebihkan.

         >> Mobil, sepeda motor, rumah yang megah, komputer, pesawat terbang, dan lain-lain,

              semuanya dibuat dari khayalan. Khayalan itu menciptakan dari apa yang tidak ada menjadi

              ada. Tanpa khayalan dunia ini akan kosong melompong. Sebab katak yang merindukan Bulan

              sekarang ini sudah menjadi kenyataan.

        >> Orang Idiotlah yang tidak mempunyai khayalan. Adakah Atheis mirip orang idiot sehingga

              selalu gagal melihat ALLAH yang begitu nyata dan begitu terang-terangan?

 

        Suatu kali bertanyalah bung Greg kepada anda: "Apakah ada gajah?" Maka andapun menjawab:

        "Nggak. Nggak ada gajah."  Tapi manakala bung Greg datang kepada saya dan bertanya:

        "Apakah ada Gajah?" Maka dengan sedikit khayal saya akan menjawab: "Ada. Pergilah ke kebun

        binatang." – Beda 'kan?!

8. Tentang undian keberuntungan;

     Bisa anda jelaskan keberuntungan terjadinya Bumi ini, yang disebelah mananya? Pada masalah

     terjadinya Bumi saja atau melingkupi semuanya? Sebab ada berbilyun-bilyun kebetulan di planet

     Bumi ini, dan itu berlangsung secara terus-menerus hingga detik ini. Ada kebetulan minyak, ada

     kebetulan air, udara, logam, kertas, karet, lalat, nyamuk, tikus, kucing, kerbau, manusia, orang

     Jawa, orang Sunda, orang Arab, orang Batak, Durian, Mangga, Jambu, Jeruk, Soto, Mie Ayam,

     ……….  dan….. apa lagi, ya?!  Waah, apa saja deh. Semuanya merupakan ciptaan yang luar biasa

     sekali.

 

     Kebetulan manusia butuh udara[oksigen], koq Bumi kebetulan punya. Ketika manusia butuh beras,

     koq Bumi juga bisa membikinnya. Yah! Apakah semuanya, semuanya, dan semuanya itu

     kebetulan?! Ketika manusia butuh hujan, koq kebetulan Bumi bisa menyediakannya. Ketika

     manusia tidak tahan dengan sengatan matahari, koq Bumi bisa memberikan ukuran jarak yang

     tepat terhadap matahari. Apa jadinya jika terlalu jauh atau terlalu dekat dengan matahari?

       



__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: