Tyang irike mantah nenten wenten sane patut satuin , cool cool kemanten sehantuk sampun keimpas winter , dumogi kenten taler ring jagat jawine.
Tyang setuju sekadi jalan pikiran Den Mas de Bono , but tetapi nanging sakewale , yaning anggen ring negaran dewek , mantah agak mewehan akidiiik gatiii..
Mungkin pak Pemda bisa menginvest sedikit anggaran untuk menyadarkan rakyatnya via media tayang dan menghimbau untuk mengurangi yadnya yang berupa wewali , dianjurkan beryadnya krya untuk memperbaiki bethara Ibu.
Budal sane riin tyang polih tedun ring segara Tanjung rauh ring Uluwatu , jeg jejeh ring rasa runtag ring hati nyingakin segarane dados tong sampah.
Taler ring segara pulau Menjangan sampun mulai kotor.
Nanging tetapi sakewale malih.. tyang mantah uning komplain manten ,
menahin donk sampun mekelid sahantukan sampun kadung salah sikut ,
( guna, jaya , paksa , ketek , kiul ) , sikut tyange di kiule..
shanti , bli sugi senyum senyum lihat tata bahasa saya ya...?
--- In bali-bali@yahoogroups.com, ngurah beni setiawan <setiawan_beni@...> wrote:
>
> Bli Gung Pindha,
>
> sapunapi gatra ring Oz? Apa Oz juga rame masalah pencemaran?
> Posting tyang puniki tidak ada hubungannya sama sekali dengan solusi yang bli tanyakan. Tapi menjadi menarik karena tyang jadi ingat dengan Edward de Bono dan Lateral Thinking-nya (atau Creative Thinking).
> Salah satu contohnya adalah ketika sebuah desa di US Land disana berada di daerah hilir sungai, alhasil desa ini selalu menerima buangan limbah dari sebuah perusahaan yang ada diatasnya (daerah hulu).
>
> Lalu, instead of doing investment untuk mengurangi dampak limbah ini dengan semua high-tech approach yang ada, local policy dibuat begini:
> Jika pada awalnya semua perusahaan yang ada di daerah atas (hulu) mengambil air untuk keperluad produksinya dari sumber air di gunung, maka sekarang kasusnya dibalik. Setiap perusahaan diwajibkan (sekali lagi diwajibkan) memasang pompa dan menggunakan air di daerah hilir untuk keperluan produksi harian mereka.
>
> Akibatnya? Mereka akan "berpikir" untuk meminimalkan limbah buangan ini; karena mereka tahu bahwa outcome dari produksi mereka yang dialirkan ke sungai akan berdampak juga pada kualitas air yang harus mereka ambil dari daerah hilir...
>
> Tyang sebagai orang awam merasa pendekatan ini menarik dengan banyak sekali alasan unik. Bahwa hal seperti ini membuat kita untuk berpikir seribu kali sebelum melakukan sesuatu. Yang kerap terjadi sekarang adalah perilaku cuek dan EGP - Emang Gue Pikirin. Toh yang ketiban sial bukan kita, tapi mereka. Kenapa kita mesti pusing. Itu sebabnya orang buang limbah ke sungai, sampah ke sungai, laut, dll...
>
> Karena cycles bagi mereka "menerima" akibat dari apa yang mereka lakukan itu alurnya panjang sekali! Akhirnya, seolah-olah mereka tidak pernah merasakan akibat dari apa yang mereka lakukan. Contohnya? Jakarta banjir terusss....sampah dan sampah. Yang membuang sampah yang kita-kita juga.
>
> Itu masih enak ya, yang repot kan kalau sudah menyangkut tingkat kontaminan yang diatas ambang wajar. Chemical kontaminan ini punya dampak domino yang merusak jasmani kita, tak hanya saat ini tapi bisa jadi saat nanti.
>
> Just my 2 cents...
>
> sinampura untuk kirang langkung, hanya ngalor ngidul di sore yang mendung ini sambil menanti Portugal di World Cup.
>
> Rahajeng,
> ngurah beni setiawan
> P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Agung Pindha <agungpindha@...>
> To: bali-bali@yahoogroups.com
> Sent: Tue, 15 June, 2010 16:44:05
> Subject: [bali-bali] Re: Press interview WWF & KKP
>
>
>
> Ini penting dan sangat urgent .
> Apa mungkin setiap sungai dipasang filter sebelum bergabung ke laut yang bisa dibersihkan setiap hari or minimal 2 kali sehari.
>
> shanti is sensing yang punya segara mulai kroda.
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, pariama hutasoit <pariama_h@> wrote:
> >
> > Untuk rekan-rekan media,
> > Mungkin ada yang tertarik meliput acara ini, silahkan menghubungi Aulia 0818863722. Acara ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, WWF, dan negara-negara Coral Triangle.
> >
> > Invitation to Press Interview:
> > WWF & KKP Coral Triangle Fishers Forum-Sustainable Fisheries and Bycatch Mitigation.
> > Paradise Plaza Hotel, Sanur, Bali
> > Tuesday, 15 June 2010, at 15 Wita
> > Tuesday, 17 June 2010, at 11.30 Wita
> > cp: Aulia 0818863722
> >
> > Thx. Pariama
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
bali-bali-digest@yahoogroups.com
bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar