Kamis, 06 Agustus 2009

RE: [bali-bali] Re: 250 taxi baru utk Bali VS car free day..



Draft Term of Reference “Bali Open Society (BOS)”:

 

LATAR BELAKANG 

 

Bali Open Society (BOS) adalah forum informal, bersifat nirlaba dan independen yang didirikan oleh berbagai kalangan/ lapisan masyarakat, diantaranya perwakilan masyarakat, LSM, dunia usaha, akademisi, kolomnis, jurnalis, dll. Kepesertaan BOS bersifat cair, boleh siapa saja dan dari mana saja asal memiliki kesamaan visi.

 

BOS ini hadir guna mengkritisi berbagai kondisi yang terjadi di negeri ini, khususnya yang terjadi Bali. Kebijakan publik yang diterbitkan dengan sumberdaya yang teramat besar, pada saat implementasinya sering terjadi penyimpangan dan muaranya masyarakatlah yang menjadi korban. Eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dengan dalih peningkatan pendapatan asli daerah dan berkedok meningkatkan kesejahteraan masyarakat mengakibatkan daya dukung ekologi mengalami penurunan. Tidak dipungkiri juga di pulau ini terdapat rumah tangga miskin (RTM) yang harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Apalagi kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar terdiri dari hak-hak yang dipahami masyarakat miskin sebagai hak mereka untuk dapat menikmati kehidupan yang bermartabat dan hak yang diakui dalam peraturan perundang-undangan. Hak-hak dasar yang diakui secara umum antara lain terpenuhinya pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tidak kekerasan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial ekonomi dan politik, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Hak-hak dasar tidak berdiri sendiri tetapi saling mempengaruhi satu sama lain sehingga tidak terpenuhinya satu hak dapat mempengaruhi pemenuhan hak lainnya.

 

Sadar atau tidak, demikianlah sekelumit kondisi yang terjadi di Bali. Apakah kita yang tergolong masih sadar ini akan pasrah atau terdiam akan apa yang dipaparkan diatas tersebut?. Jawabnya tentu ada pada nurani masing-masing. Sesunguhnya setiap orang ataupun sekolompok orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menyikapi kondisi tersebut, termasuk juga BOS.

 

VISI

Bali Shanti dan Jagaditha

 

MISI 

 

1.    Berperan sebagai presure group terhadap penyimpangan yang terjadi pada kebijakan publik.

2.    Ikut melakukan penetrasi terhadap kemajuan semu yang diciptakan oleh sistem modernisasi dan Developmentalisme.

3.    Ikut menciptakan masyarakat yang mandiri, yang mampu mengelola dan mengembangkan sumberdaya yang mereka kuasai untuk memecahkan persoalan-persoalan yang mereka hadapi.

4.    Ikut menciptakan masyarakat yang sadar akan nilai dirinya, mampu berpikir jangka panjang, produktif dan mampu merencanakan masa depan.

5.    Menciptakan ruang, guna memunculkan kesadaran kritis masyarakat terhadap proses pembangunan (Developmentalisme).

6.    Ikut memberikan perlindungan terhadap proses-proses ekologi yang penting serta sistem-sistem yang menunjang kehidupan dan keanekaragaman hayati.

7.    Mengusahakan terwujudnya kebijakan-kebijakan, program dan upaya-upaya untuk kelestarian, pengelolaan, pemanfaatan, pengkajian, pengembangan sumber daya alam dalam arti yang luas secara lestari dan berkelanjutan.

 

SASARAN

Mendorong terciptanya inovasi, partisipasi dan good governance.

 

STRATEGI

Untuk mencapai sasaran tersebut, BOS berperan sebagai presure group, mitra/ fasilitator bagi semua pelaku pembangunan (masyarakat, swasta dan pemerintah).

 

LANGKAH AKSI

1.    Dialog

2.    FGD

3.    Tinjauan lapangan

4.    Kajian-kajian

5.    Publik awarness

6.    Kampanye

 

 

From: bali-bali@yahoogroups.com [mailto:bali-bali@yahoogroups.com] On Behalf Of IGusti Agung
Sent: 07 Agustus 2009 11:54
To: bali-bali@yahoogroups.com
Subject: [bali-bali] Re: 250 taxi baru utk Bali VS car free day..

 

 


bli sugi.ld n clr.
Semetons sami,

Apa yang dikatakan Bli Sugi , itu hanya "the tip of the iceberg".
Hanya yang tampak dipermukaan saja , yang diluar commercials ,
untuk private usage , jumlah pertambahan itu bisa dalam waktu
kurang dari 6 bulan dan dalam sebulan untuk kendaraan roda dua.
Itu hanya kendaraan yang diregister di Bali saja , belum lagi kendaraan yang masih registrasinya diluar Bali , yang sering kita
lihat dijalan.

Bagi rekan yang nyangkul di LN dan kembali pulang kampuang , akan
merasakan apa yang dirasakan oleh Bli Sugi .
Begitu keluar dari airport , muka rasanya seperti ditampar ,perasaan gugup mulai menjalar bercampur rasa takut ,juga perasaan marah tanpa alasan.

Teruuus.. gimana donk solusinya ? To be perfectly honest,
I DON'T KNOW.......yang ketemu malah dilema dan dilema serta dilema,
terbenturnya malah kembali ke rakyat dari segi employment , culture dan religion , yang menjadi pembentuk dasar moral dan attitude kita.

Kalau public transport dibenahi dan berjalan sesuai rencana dan idaman , lantas lapangan kerja apa yang bisa disediakan untuk sopir bemo dan private transport commercial lainnya yang dipengaruhi?

Kalau quota kendaraan ditekan nomernya , bagaimana dengan yang bekerja di dealer itu sendiri ? Dan banyak lagi yang terpengaruh
bagi mereka yang bekerja dibidang engine mechanic , dllnya.

Kalau ini dijalankan , maka kita akan lihat angka criminal akan melonjak dan penjara yang sudah over loaded tambah numpuk.
Setelah pikir pikir lamaaaa sekali ( sampai kepala keluar asap dan
"tidak makan uang rakyat sepeserpun").
Akhirnya saya hanya ketemu satu solusi yang "racist dan kejam "
"STOP PENDATANG DARI LUAR BALI", is the only way to save Bali.

Lihat pada bulan September hari jumat siang , perhatikan lalin sekitar anda , sangat nyata terlihat , lebih dari setengah traffict dijalan itu erat hubungannya dengan "agama".

September , banyak dewasa ayu untuk pernikahan dan ngaben , jumat siang saudara kita penganut Islam ke Masjid untuk sholat.
Kalau anda bisa mendapatkan tempat parkir mobil disekitar pasar Kumbasari dan sekelilingnya pada hari jumat siang , berarti anda sudah menang Togel.

Bagi rekan rekan yang peduli dengan Bali , dan mencoba mencari solusi
untuk Bali kita yang tercinta , mungkin akhirnya anda temukan jawaban yang sama seperti saya.
Atau memilih keluar dari Bali agar tidak bikin tambah penuh,.hehee..
Btw , menyambung percakapan BOS di Sanur akhir tahun lalu.......
Skype name saya : agungpindha , kebetulan saya juga host salah satu room di CamFrog , di room Spiritual Universal.. plz add me in ur address book...plz drop in dikamar saya..

shanti , you have to be cruel to be kind.

--- In bali-bali@yahoogroups.com, sugilanus@... wrote:
>
> Semetons,
>
> Saya mendarat di Bali, langsung dpt informasi dari supir taxi Blue Bird, katanya, "Juli-Agustus ini ada penambahan 250 taxi Blue Bird. Belum taxi yg lainnya. Taxi lain menuntut, maunya didemo, akhirnya yg lainnya nambah juga."
>
> Nah, apa kata dunia kalau ada program "meredam polusi dan bersepeda" tapi taxi tak dibatasi?
>
> Walah... Baru 15 menit di Bali sdh dpt kejutan. Maunya santai main tenis atau main kano di Sanur tapi.. Kok 250 taxi plus plus mengganggu weekend.
>
> Bli gung Oz, shanti on vac but...
>
> Ngiring bligbagang, sinampura,
> SL
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>



__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: